Pemeriksaan keimigrasian umumnya identik dengan proses administratif yang lama di immigration checkpoint bandara atau pelabuhan internasional. Namun, terdapat inovasi pelayanan keimigrasian di atas alat angkut, khususnya kapal pesiar, yang dikenal dengan Immigration on Shipping (IoS).
IoS merupakan terobosan Direktorat Jenderal (Ditjen) Imigrasi yang memungkinkan pemeriksaan keimigrasian dilakukan di atas kapal pesiar selama pelayaran menuju atau keluar dari Indonesia. Proses ini meliputi pengecekan dokumen perjalanan seperti paspor dan visa sebelum kapal bersandar di pelabuhan tujuan pertama di Indonesia.
"Inisiasi layanan ini berangkat dari komitmen Ditjen Imigrasi dalam mendukung kelancaran peningkatan pariwisata Indonesia, khususnya wisata bahari serta pemberdayaan ekonomi lokal," bunyi keterangan tertulis, Rabu (7/5).
Dalam praktiknya, verifikasi pelaporan (general declaration), daftar awak kapal (crew list), dan daftar penumpang (manifes) dilakukan sebelum kapal pesiar meninggalkan pelabuhan di luar negeri. Petugas Imigrasi Indonesia dengan teliti memeriksa dokumen pemeriksaan dari petugas imigrasi di pelabuhan terakhir luar negeri.
Selama pelayaran berlangsung, awak kapal mengumpulkan seluruh paspor penumpang dan kru, yang kemudian diperiksa secara kolektif oleh petugas imigrasi. Dengan sistem ini, para penumpang tidak perlu mengantri di konter imigrasi saat tiba di pelabuhan Indonesia, sehingga dapat langsung menuju destinasi wisata tanpa hambatan administratif.
Salah satu petugas imigrasi berpengalaman dalam pelaksanaan IoS, Putu Maha Permanana Aditya, menyebutkan tidak semua pegawai imigrasi dapat ditugaskan untuk kegiatan IoS.
"Peraturan yang ada menyebutkan bahwa pegawai yang bisa mengikuti IoS wajib berstatus sebagai Pejabat Imigrasi, kecuali dalam situasi belum adanya Pejabat Imigrasi, pemeriksaan dapat dilakukan oleh petugas pendaratan," jelas Puma, sapaan akrabnya.
Pada Pasal 1 Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2011 tentang Keimigrasian dijelaskan, Pejabat Imigrasi adalah pegawai yang telah melalui pendidikan khusus Keimigrasian dan memiliki keahlian teknis keimigrasian serta memiliki wewenang untuk melaksanakan tugas berdasarkan Undang-Undang.
Durasi tugas petugas IoS bervariasi, bergantung pada rute dan jadwal pelayaran. Rata-rata petugas menjalankan tugas selama dua hingga empat hari di atas kapal.
Dalam satu pelayaran, jumlah penumpang yang diperiksa bisa mencapai ribuan orang. Data Direktorat Jenderal Imigrasi mencatat bahwa sepanjang periode Oktober 2022 hingga April 2025, sebanyak 215.453 penumpang telah dilayani melalui skema IoS.
Tiga negara asal penumpang terbanyak adalah Australia (11.523 orang), Amerika Serikat (8.460 orang), dan Inggris (7.504 orang). IoS telah dilaksanakan pada kapal-kapal yang berangkat dari sejumlah negara termasuk Australia, Singapura, Malaysia, Filipina, Thailand, India, dan Papua Nugini.
Pada masa liburan Natal dan Tahun Baru 2025, sebanyak 2.515 penumpang kapal pesiar dilayani melalui IoS. Sementara itu, pada periode Idul Fitri 2025, tercatat 18.329 penumpang menjalani pemeriksaan keimigrasian melalui skema yang sama.
Beberapa pelabuhan utama di Indonesia menjadi titik masuk kapal pesiar, seperti Pelabuhan Benoa (Bali), Labuan Bajo (NTT), Tanjung Priok (Jakarta), Sabang (Aceh), dan Tanjung Emas (Jawa Tengah). Dari seluruh pelabuhan tersebut, Benoa tercatat sebagai yang tersibuk, dengan 48 kapal pesiar bersandar dalam periode yang sama.
Bagi para petugas imigrasi, bertugas dalam IoS memberikan pengalaman unik. Puma bercerita berlayar di atas kapal pesiar juga sangat menarik, dirinya juga banyak bertemu dengan orang Indonesia yang menjadi kru dari kapal tersebut.
"Terkadang jika kita masuk ke wilayah laut dengan ombak yang besar saat sedang memeriksa paspor, kapal terasa bergoyang sangat kencang sehingga perlu fokus yang tinggi saat bekerja," ujarnya.
Penerapan IoS dinilai menjadi bagian dari upaya strategis dalam mendukung pemulihan dan pertumbuhan sektor pariwisata, khususnya wisata bahari. Dengan sistem pemeriksaan yang efisien dan terstruktur, Indonesia diharapkan mampu memberikan pengalaman yang lebih baik bagi wisatawan mancanegara yang datang melalui jalur laut.
MEDAN, KOMPAS.com - Kuasa hukum JS (43), Hans Benny Silalahi, menegaskan bahwa tidak ada perdamaian antara kliennya dan RSU Mitra Sejati Medan terkait kasus dugaan malapraktik.
Pernyataan ini disampaikan Hans melalui saluran telepon pada Sabtu (8/3/2025).
“Kalau perdamaian antara korban dengan rumah sakit tidak ada perdamaian. Hanya saja kemarin, kuasa hukum dokter (yang mengoperasi JS) mendatangi korban untuk bersilaturahmi,” ungkap Hans.
Dalam pertemuan tersebut, kuasa hukum dokter sempat memberikan selembar surat perdamaian yang meminta agar JS mencabut laporan dugaan malapraktik di Polda Sumut.
“Surat itu sempat ditandatangani korban. Tapi permasalahannya, dokter itu sampai sekarang tak ada menjumpai korban lagi. Seharusnya kalau perdamaiankan ada dua belah pihak. Makanya saya bilang tidak ada itu,” jelas Hans.
Hans menegaskan bahwa pihaknya tidak akan mencabut laporan di Polda Sumut dan akan tetap menempuh jalur hukum untuk memastikan JS mendapatkan keadilan atas apa yang telah dialaminya.
Sebelumnya, Kepala Hukum RSU Mitra Sejati, Erwinsyah Lubis, mengeklaim bahwa kasus ini telah berujung damai. "Sudah selesai, siang ini. Sudah berdamai kedua belah pihak," kata Erwinsyah kepada Kompas.com melalui saluran telepon pada Selasa (4/3/2025).
Namun, Erwinsyah enggan menjelaskan lebih lanjut mengenai apa yang sebenarnya dialami JS, hanya menyebut bahwa perkara tersebut merupakan kesalahpahaman. "Karena kesalahpahaman," sebutnya singkat.
JS diduga menjadi korban malapraktik setelah mengalami amputasi kaki kanan tanpa persetujuan keluarganya.
Hans menjelaskan bahwa JS awalnya datang ke rumah sakit pada Minggu (23/2/2025) untuk mengobati jari telunjuk kaki kanannya yang terluka akibat tertusuk paku.
Setelah diperiksa, dokter menganjurkan JS untuk menginap dan menjalani operasi keesokan harinya.
Pada hari operasi, sekitar pukul 15.00 WIB, suami JS menandatangani dua berkas dari rumah sakit, yaitu persetujuan pembiusan dan operasi jari kaki.
Namun, keluarga JS terkejut setelah mengetahui bahwa bukan jari kaki yang dioperasi, melainkan kaki JS yang diamputasi dari bagian betis. "Nah, setelah itu, keluarga semua terkejut rupanya bukan jari-jari yang dioperasi, tetapi kaki JS diamputasi dari bagian betis," ujar Hans.
Tiga WN Pakistan ditangkap di Bandara Soekarno-Hatta karena menggunakan dokumen perjalanan palsu. Mereka berencana ke Eropa untuk mencari kehidupan lebih baik. [580] url asal
Tiga Warga Negara (WN) Pakistan berinisial SZ, TS, dan MZ yang mencoba memasuki wilayah Indonesia dengan menggunakan dokumen perjalanan palsu dan berhasil digagalkan oleh petugas imigrasi Bandara Internasional Soekarno-Hatta. Ketiga WN Pakistan tersebut menggunakan paspor Perancis dan ID Card palsu pada Rabu(12/02) sekitar pukul 16.30 WIB di Terminal 3 Bandar Udara Internasional Soekarno Hatta, Tangerang, Banten.
"Mereka bertiga tiba di Bandara Soekarno Hatta menggunakan pesawat Thai Airways dari Bangkok. Karena pakai paspor Perancis, mereka sempat mengurus Visa On Arrival dan mencoba melewati pemeriksaan imigrasi melalui mesin autogate. Namun, paspor yang mereka gunakan tidak terdeteksi oleh mesin autogate," jelas Direktur Pengawasan dan Penindakan Keimigrasian, Yuldi Yusman dikutip dari siaran persnya, Kamis (20/2/2025).
Petugas imigrasi yang curiga kemudian melakukan pemeriksaan lebih lanjut. Dari hasil pemeriksaan, diketahui bahwa ketiga pelaku adalah Orang Asing yang menggunakan paspor Pakistan saat terbang dari Bangkok menuju Indonesia.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Petugas juga menemukan tiga paspor Pakistan milik ketiga pelaku. Mereka baru menggunakan paspor Perancis ketika hendak masuk ke Indonesia.
Berdasarkan bukti awal tersebut, petugas imigrasi kemudian menyerahkan penanganan perkara ini kepada penyidik pada Bidang Intelijen dan Penindakan Keimigrasian Kantor Imigrasi Kelas I Khusus Soekarno Hatta.
"Kami sedang melakukan pendalaman apakah ada pihak-pihak lain yang terlibat baik itu di dalam negeri maupun di luar negeri. Para WNA ini menjadikan Indonesia sebagai negara transit sebelum melanjutkan perjalanan ke negara tujuan mereka di Eropa. Sejauh ini indikasinya adalah motif ekonomi, untuk mencari kehidupan yang lebih layak di negara lain," sambung Yuldi.
Dari hasil penyelidikan lebih lanjut, diketahui bahwa SZ, TS, dan MZ bertujuan ke Eropa untuk mencari penghidupan yang lebih layak. Mereka memperoleh paspor Perancis palsu dari seorang WN Sri Lanka berinisial WJ yang mereka kenal melalui media sosial Facebook.
Mereka sepakat untuk membayar sejumlah uang kepada WJ sebagai imbalan atas pembuatan paspor palsu tersebut. WJ menyarankan agar mereka melakukan perjalanan ke Indonesia terlebih dahulu sebelum berangkat ke Eropa. Mereka juga disarankan untuk menggunakan dokumen Paspor Pakistan saat berangkat dari Thailand dan diganti menggunakan dokumen perjalanan Prancis saat tiba di Indonesia
Saat ini, SZ, TS, dan MZ sedang dalam proses pemeriksaan atas dugaan tindak pidana keimigrasian. Mereka dijerat dengan Pasal 119 ayat (2) Undang-undang Nomor 6 tahun 2011 tentang keimigrasian karena sengaja menggunakan dokumen perjalanan palsu dengan ancaman pidana penjara paling lama lima tahun dan denda paling banyak Rp 500.000.000 (lima ratus juta rupiah).
Kantor Imigrasi Kelas I TPI Denpasar menangani lebih dari 138 kasus pelanggaran keimigrasian sepanjang tahun 2024. Termasuk 15 kasus prostitusi online. [487] url asal
Kantor Imigrasi Kelas I TPI Denpasar menangani lebih dari 138 kasus pelanggaran keimigrasian sepanjang tahun 2024. Jumlah pelanggaran yang dilakukan oleh warga negara asing (WNA) tersebut meningkat dibandingkan pada tahun 2023 yang berjumlah 104 kasus.
"Pengawasan dan penindakan ini bukan hanya bertujuan untuk menegakkan hukum, tetapi juga untuk menjaga keamanan dan keselamatan masyarakat," ujar Kepala Kantor Imigrasi Kelas I TPI Denpasar, Ridha Sah Putra, dalam keterangan tertulis yang diterima detikBali, Rabu (2/1/2025).
Ridha mengungkapkan jenis pelanggaran keimigrasian yang ditangani sepanjang tahun lalu beragam. Termasuk di antaranya 15 kasus prostitusi online yang melibatkan WNA di wilayah hukum Imigrasi Denpasar.
Selain prostitusi online, terdapat pula kasus penipuan (scamming) sebanyak 6 kasus dan pelanggaran izin tinggal atau overstay sebanyak 64 kasus. Kemudian, WNA tidak melaporkan perubahan status sipil sebanyak 2 kasus serta penganiayaan, mengganggu ketertiban umum, hingga perampokan sebanyak 60 kasus.
Imigrasi Denpasar, Ridha berujar, juga menindak WNA yang terbukti melanggar peraturan, seperti overstay, bekerja tanpa izin, hingga melakukan kegiatan yang tidak sesuai dengan tujuan visa yang diberikan. Tindakan yang dilakukan mencakup pemeriksaan terhadap pelanggaran administrasi keimigrasian hingga melakukan deportasi terhadap orang asing yang melanggar.
Dari sisi pengawasan, dia melanjutkan, Imigrasi Denpasar juga mengoptimalkan peran Tim Pengawasan Orang Asing (Timpora) hingga tingkat desa/kelurahan. Termasuk dengan melakukan rapat koordinasi dan operasi gabungan.
"Sepanjang tahun 2024, Kantor Imigrasi Kelas I TPI Denpasar telah melaksanakan kegiatan rapat Timpora sebanyak enam kegiatan dan operasi gabungan sebanyak 32 kegiatan. Kegiatan operasi pengawasan mandiri sebanyak 60 kegiatan serta operasi penyelidikan intelijen sebanyak 49 kegiatan," imbuhnya.
Ridha menjelaskan Imigrasi Denpasar membentuk tiga desa binaan pada 2024. Ketiga desa tersebut, yakni Sanur Kaja, Desa Perean Kangin, dan Desa Marga di Tabanan. Ia berharap program desa binaan imigrasi ini dapat meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai isu-isu keimigrasian.
"Pentingnya peran pemerintah daerah, khususnya perangkat desa, sebagai mitra strategis Kantor Imigrasi Kelas I TPI Denpasar untuk memberikan edukasi terkait peraturan keimigrasian kepada masyarakat atau calon pekerja migran Indonesia (PMI) agar tidak menjadi korban tindak pidana perdagangan orang TPPO) dan tindak pidana perdagangan manusia (TPPM)," pungkasnya.
Di akhir semester, banyak wali kelas mencari contoh catatan proses P5 gaya hidup berkelanjutan. Pasalnya, wali kelas wajib membuat rapor Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5). Rapor ini berisi laporan sejauh mana peserta didik mencapai tujuan pembelajaran.
Dikutip dari buku The Power of ABCD: Asset-Based Community Development oleh Gede Benny Kurniawan serta Pengembangan Kokurikuler: Menumbuhkan Potensi, Meraih Merdeka Belajar oleh Yoga Adi Pratama dan Laksmi Dewi, Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) adalah program kokurikuler yang bertujuan mengembangkan Profil Pelajar Pancasila dengan pendekatan lintas disiplin. Program ini memungkinkan siswa belajar secara fleksibel, interaktif, dan terlibat langsung dengan lingkungan sekitar.
Menurut Panduan Pengembangan Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila yang diterbitkan Badan Standar, Kurikulum, dan Asesmen Pendidikan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Republik Indonesia, deskripsi proses peserta didik harus fokus pada hal unik dan istimewa, seperti keputusan bijak yang diambil atau perkembangan karakter yang jelas dalam waktu tertentu.
Contoh Catatan Proses P5 Gaya Hidup Berkelanjutan
Jika sekolah mengambil tema Gaya Hidup Berkelanjutan, mari simak contoh catatan proses P5 yang dicantumkan di rapor berikut ini!
Contoh Catatan Proses P5 #1
Siswa ini sangat aktif dalam mendiskusikan pentingnya menjaga kelestarian lingkungan. Ia turut mengusulkan ide-ide kreatif dalam penggunaan bahan daur ulang untuk proyek lukisan wajah plastik. Selain itu, ia menunjukkan perhatian terhadap dampak sampah plastik terhadap alam.
Contoh Catatan Proses P5 #2
Selama proses pembuatan lukisan wajah plastik, siswa ini menunjukkan sikap peduli terhadap keberagaman bahan dan warna plastik yang digunakan. Ia memberikan ide untuk memanfaatkan plastik yang tidak terpakai di sekitar rumahnya. Ia juga selalu mengingatkan teman-temannya untuk mengurangi limbah.
Contoh Catatan Proses P5 #3
Dalam proyek ini, siswa menunjukkan rasa hormat terhadap lingkungan dengan menggunakan plastik bekas sebagai bahan utama. Ia aktif membantu teman-temannya dalam memilih plastik yang sesuai dan aman digunakan. Selama pengerjaan proyek, ia selalu mengingatkan kelompok untuk menghindari pemborosan bahan.
Contoh Catatan Proses P5 #4
Siswa ini berhasil menggabungkan kreativitas dan kesadaran lingkungan dalam karya lukisan plastiknya. Ia juga menunjukkan semangat toleransi dalam bekerja sama dengan teman-teman yang memiliki ide dan pandangan yang berbeda. Sikapnya yang terbuka sangat mempengaruhi suasana kerja kelompok.
Contoh Catatan Proses P5 #5
Pada tahap diskusi kelompok, siswa ini menunjukkan semangat yang tinggi untuk memahami lebih dalam tentang krisis keberlanjutan. Ia juga sangat antusias dalam mencari bahan plastik daur ulang yang dapat digunakan. Dalam kelompok, ia memberikan masukan yang berharga untuk membuat karya lebih efisien dan ramah lingkungan.
Contoh Catatan Proses P5 #6
Siswa ini menunjukkan kepedulian terhadap alam dengan memanfaatkan bahan daur ulang dalam pembuatan karya seni. Ia aktif membantu teman-temannya dalam memilih plastik yang sesuai dan aman digunakan. Selama pengerjaan proyek, ia selalu mengingatkan kelompok untuk menghindari pemborosan bahan.
Contoh Catatan Proses P5 #7
Siswa ini sangat menghargai keberagaman yang ada di dalam kelompok, baik dalam ide-ide maupun cara bekerja. Ia juga memberikan saran yang inovatif dalam penggunaan plastik yang berbeda warna untuk menciptakan lukisan wajah yang lebih menarik. Semangat kebhinekaan terlihat jelas dalam cara ia bekerja.
Contoh Catatan Proses P5 #8
Siswa ini menunjukkan sikap beriman kepada Tuhan dengan menghargai semua ciptaan-Nya, termasuk lingkungan sekitar. Ia berusaha menjaga kebersihan dan kelestarian alam dalam setiap langkah pengerjaan proyek. Sikap positifnya terhadap alam sangat tercermin dalam proyek ini.
Contoh Catatan Proses P5 #9
Dalam pengerjaan lukisan wajah plastik, siswa ini aktif mengajak teman-temannya untuk memikirkan keberlanjutan dari setiap keputusan yang diambil. Ia juga memberikan masukan terkait cara-cara mengurangi limbah plastik di sekolah. Sikapnya yang penuh kepedulian terhadap lingkungan sangat menginspirasi kelompok.
Contoh Catatan Proses P5 #10
Siswa ini menunjukkan keterampilan luar biasa dalam menciptakan karya seni menggunakan bahan plastik bekas. Ia berkomunikasi dengan baik dengan anggota kelompok lainnya dan memastikan bahwa semua bahan yang digunakan berasal dari daur ulang. Ia juga sering memberi ide untuk menjaga proyek tetap ramah lingkungan.
Contoh Catatan Proses P5 #11
Selama pengerjaan proyek, siswa ini berperan penting dalam mendukung tema keberlanjutan. Ia menunjukkan kepedulian tinggi terhadap penggunaan plastik bekas yang lebih ramah lingkungan dan selalu mencari cara untuk meminimalisir penggunaan bahan baru. Ia juga menghargai keragaman warna yang ditemukan dalam plastik.
Contoh Catatan Proses P5 #12
Siswa ini memperlihatkan sikap toleransi dan semangat kerja sama yang baik saat bekerja dalam kelompok. Ia mendengarkan pendapat anggota lainnya dengan penuh perhatian dan memberikan kontribusi yang berarti pada proyek seni yang ramah lingkungan ini. Kolaborasinya dengan kelompok sangat produktif.
Contoh Catatan Proses P5 #13
Siswa ini sangat antusias dalam mendalami isu-isu keberlanjutan yang terkait dengan penggunaan plastik. Ia aktif mencari tahu tentang cara-cara efektif untuk mengurangi sampah plastik dan memanfaatkan plastik bekas. Dalam kelompok, ia juga mengajak teman-temannya untuk lebih peduli dengan lingkungan sekitar.
Contoh Catatan Proses P5 #14
Selama proyek berlangsung, siswa ini selalu menunjukkan semangat untuk menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan. Ia bahkan mengajak teman-temannya untuk ikut serta dalam kegiatan mengumpulkan plastik bekas di rumah. Kontribusinya dalam mencari bahan yang ramah lingkungan sangat berharga.
Contoh Catatan Proses P5 #15
Siswa ini sangat peduli terhadap pentingnya keberagaman dan kebersamaan dalam kelompok. Ia selalu berusaha untuk menghargai ide-ide dan pandangan yang berbeda, serta berusaha untuk menjaga keharmonisan dalam setiap diskusi. Dalam proyek ini, semangat kebhinekaan sangat terasa.
Contoh Catatan Proses P5 #16
Siswa ini selalu memperhatikan dampak setiap keputusan yang diambil dalam proyek. Ia sering memberikan saran agar penggunaan plastik lebih efisien dan tidak menghasilkan sampah tambahan. Kepeduliannya terhadap lingkungan dan keberlanjutan sangat terlihat jelas dalam proyek ini.
Contoh Catatan Proses P5 #17
Dalam proyek ini, siswa ini berperan aktif dalam mendiskusikan cara-cara yang dapat diambil untuk mengurangi dampak buruk sampah plastik. Ia mengajak kelompoknya untuk lebih memperhatikan keberlanjutan dalam setiap langkah yang diambil selama pengerjaan proyek.
Contoh Catatan Proses P5 #18
Siswa ini selalu berbagi informasi mengenai cara-cara efektif untuk mendaur ulang plastik dan mengurangi penggunaan plastik sekali pakai. Ia juga berpartisipasi dalam mendiskusikan masalah keberlanjutan yang ada di lingkungan sekitarnya, menunjukkan rasa tanggung jawab terhadap Bumi.
Contoh Catatan Proses P5 #19
Siswa ini sangat peduli terhadap dampak sampah plastik terhadap lingkungan. Ia selalu memperhatikan setiap detail dalam pengerjaan proyek dan berusaha mengurangi limbah sebanyak mungkin. Kepeduliannya terhadap keberlanjutan sangat terlihat dalam proses pengerjaan yang teliti.
Contoh Catatan Proses P5 #20
Dalam proyek ini, siswa ini berperan aktif dalam mencari plastik bekas yang bisa didaur ulang dan digunakan untuk karya seni. Ia juga memberi masukan untuk memanfaatkan plastik yang ada di rumahnya dan sekitarnya untuk mendukung kelestarian alam.
Contoh Catatan Proses P5 #21
Siswa ini menunjukkan rasa tanggung jawab yang tinggi dalam proyek ini. Ia aktif mencari cara untuk mengurangi penggunaan plastik baru dan lebih memilih bahan-bahan daur ulang. Selain itu, ia juga mengingatkan teman-temannya untuk selalu menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan selama pengerjaan proyek.
Contoh Catatan Proses P5 #22
Siswa ini sangat antusias membantu kelompoknya dengan memilih plastik bekas sebagai bahan untuk lukisan wajah. Ia juga aktif mencari solusi untuk mengurangi dampak penggunaan plastik sekali pakai. Keaktifannya dalam diskusi dan pengerjaan sangat membantu tim mencapai hasil yang maksimal.
Contoh Catatan Proses P5 #23
Siswa ini menunjukkan kepedulian yang tinggi terhadap pengelolaan sampah plastik. Ia selalu memberikan saran untuk menggunakan plastik bekas yang bisa didaur ulang dan berbagi informasi tentang cara-cara mengurangi sampah plastik di sekolah. Sikap positifnya berperan penting dalam memotivasi kelompok.
Contoh Catatan Proses P5 #24
Selama proyek berlangsung, siswa ini selalu memperhatikan keberlanjutan dalam setiap keputusan yang diambil. Ia memberikan ide kreatif terkait penggunaan plastik bekas dan mendiskusikan cara-cara untuk meminimalisir sampah plastik dalam proyek. Kepeduliannya terhadap lingkungan sangat terlihat dalam setiap langkahnya.
Contoh Catatan Proses P5 #25
Siswa ini menunjukkan sikap penuh tanggung jawab terhadap kelestarian alam dengan menggunakan plastik bekas untuk pembuatan lukisan. Ia juga bekerja dengan sangat baik dalam kelompok, saling berbagi ide, dan memastikan bahwa setiap keputusan yang diambil mendukung keberlanjutan dan kepedulian terhadap lingkungan.
Itulah tadi beberapa contoh catatan proses P5 gaya hidup berkelanjutan. Semoga dapat menjadi inspirasi!
Imigrasi Medan akan tambah petugas dan konter jelang Nataru di Bandara Kualanamu. Sehingga para calon penumpang tujuan luar negeri dapat cepat terlayani. [363] url asal
Imigrasi Medan akan menambah petugas dan konter jelang Natal dan Tahun Baru (Nataru) di Bandara Kualanamu, Deli Serdang. Hal ini dilakukan agar para calon penumpang tujuan luar negeri dapat cepat terlayani.
"Persiapan kita yang pertama, kita menambahkan petugas memaksimalkan kuonter yang ada sehingga penumpang yang datang ataupun yang berangkat bisa cepat dilayani," ungkap Kepala Bidang Tempat Pemeriksaan Imigrasi Sofyan Martono Wibowo, Selasa (10/12/2024).
Sofyan menyebutkan kenaikan jumlah calon penumpang tujuan luar negeri akan terlihat mulai terlihat pada tanggal 15 Desember 2024.
"Kalau kita prediksi untuk Nataru dimulai dari 15 Desember sampai 10 Januari 2025. Nanti prediksi kami setelah tanggal 15 itu pun setelah anak sekolah pada libur Nataru, prediksi kami akan meningkat," ujarnya.
Berdasarkan keterangan Sofyan, rata-rata penumpang tujuan luar negeri melalui Bandara Kualanamu mencapai 5.000-6.000 orang per hari saat Nataru.
"Paling tidak satu hari kita di 2.500-3.000 orang saat low season dan kalau sudah high season itu bisa 5.000 hingga 5.500, hampir dua kali lipatnya," kata Sofyan.
Dari jumlah data tersebut, Sofyan menyebut rata-rata para penumpang dengan tujuan negara tetangga seperti Malaysia dan Singapura.
"Kalau dari Kualanamu sendiri masih penerbangan ke luar negeri itu tujuannya ke Malaysia dan Singapura," ucapnya.
Biro Sekretariat Pimpinan Setjen MPR RI menggelar Forum Keprotokolan 2024 untukmeningkatkan profesionalisme antar protokol kementerian dan lembaga. [236] url asal
Biro Sekretariat Pimpinan Setjen MPR RI menggelar Forum Keprotokolan 2024 untuk mempererat silaturahmi dan meningkatkan profesionalisme antar protokol kementerian dan lembaga. Acara ini menjadi wadah berbagi pengalaman dan sinergi dalam pelaksanaan tugas keprotokolan.
Acara tersebut digelar acara Forum Keprotokolan yang dilaksanakan di Ruang Delegasi, Gedung Nusantara V, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, pada Kamis (5/12).
Mengusung tema 'Protokol Sebagai Representasi Kehormatan Institusi', acara ini resmi dibuka oleh Deputi Bidang Pengkajian dan Pemasyarakatan Konstitusi Sekretariat Jenderal MPR RI, Hentoro Cahyono.
Hentoro menyampaikan tujuan Forum Keprotokolan adalah untuk meningkatkan silaturahmi dan kolaborasi antar Protokol Kementerian, Non Kementerian, dan Lembaga Negara.
"Forum protokol juga dapat menjadi wadah untuk berbagi pengalaman, pertukaran pengetahuan, dan praktik terbaik terkait keprotokolan. Protokol sendiri adalah merupakan serangkaian aturan dalam acara kenegaraan atau acara resmi lainnya yang meliputi aturan mengenai tata tempat, tata upacara dan tata kehidupan," jelasnya dalam keterangan tertulis, Minggu (8/12/2024).
Ia menekankan seorang protokol harus tanggap, responsif, antisipatif, inovatif, dan terampil dalam menjalankan tugas serta membina hubungan. Hentoro berharap Forum Keprotokolan ini dapat meningkatkan sinergi antar Kementerian dan Lembaga.
Hadir dalam kegiatan yang rutin diselenggarakan setiap tahun ini, sekitar 80 perwakilan Protokol dari Kementrian/Lembaga. Antara lain, Plt. Kepala Biro (Kabiro) Sekretariat Negara Muhammad Saiful sebagai narasumber, Kabiro Setpim Setjen MPR RI Agus Subagyo.
Lebih lanjut, Kabiro Protokol dan Pengamanan Pimpinan Kemenko Polkam Brigjen TNI Arif Hartoto dan Kabiro Protokol dan TU Kemeninves dan Hilirisasi BKPM.
Sejumlah pemimpin dunia dan ilmuwan iklim ternama menyerukan reformasi proses pertemuan conference of the parties (COP) melalui surat terbuka. Halaman all [502] url asal
KOMPAS.com - Sejumlah pemimpin dunia dan ilmuwan iklim ternama menyerukan reformasi proses pertemuan conference of the parties (COP) melalui surat terbuka.
Pada hari kelima, Jumat (16/11/2024), KTT Iklim COP29 menyelenggarakan panel tingkat tinggi tentang iklim dan perdamaian.
Namun, perdebatan seputar perlunya reformasi proses COP telah menjadi pusat perhatian di Baku.
Dalam surat terbuka, lebih dari 20 pakar termasuk mantan Sekretaris Jenderal PBB Ban Ki-moon, Mantan Presiden Irlandia Mary Robinson, mantan kepala iklim PBB Christiana Figueres mengatakan bahwa meskipun telah mencapai banyak kemajuan, proses COP perlu dirombak.
Surat tersebut menyerukan tujuh reformasi utama mulai dari pelacakan pendanaan iklim yang kuat, integrasi bukti ilmiah terbaru, hingga pertemuan yang lebih kecil dan lebih sering.
Selain itu, mereka juga mendesak kriteria kelayakan yang ketat bagi negara tuan rumah COP.
Di sisi lain, Presiden COP29 Mukhtar Babayev mengatakan, KTT tersebut berjalan dengan baik.
Dia menyanjung kesepakatan awal mengenai Pasal 6.4 dalam Perjanjian Paris tentang pasar karbon internasional yang sudah disepakati dalam COP29.
"Pekerjaan awal 6.4 memberi kita motivasi tambahan untuk memenuhi semua kewajiban atau pokok bahasan lainnya," kata Babayev, sebagaimana dilansir Euronews.
Rumit
Babayev berujar, pembicaraan difokuskan pada tujuan kolektif terukur baru yang akan menggantikan target pendanaan iklim sebelumnya sebesar 100 miliar dollar AS per tahun yang ditetapkan pada tahun 2009.
Berdasarkan Perjanjian Paris, negara-negara sepakat untuk menetapkan target pendanaan iklim baru pada tahun 2025.
"Kami mengadakan banyak pertemuan di sini dan sekarang suhu diskusi sedang sangat panas," kata Babayev.
Kemajuan dalam perjanjian untuk tujuan pendanaan iklim baru sedang terjadi. Namun, Babayev mengakui situasinya masih rumit.
"Kami telah menerima sinyal positif dari lembaga keuangan internasional untuk meningkatkan kontribusi mereka selama dua tahun ke depan. Dan saya pikir itu sinyal yang bagus."
Dia menambahkan, semua kekuatan benar-benar terkonsolidasi untuk mencapai kesepakatan pendanaan iklim di COP29 Baku.
"Tetapi ini benar-benar rumit dan kami masih berusaha berbicara dengan para pihak untuk menavigasi proses ini," papar Babayev
Semua mata tertuju pada apa yang akan terjadi dalam beberapa hari mendatang.
Pekan kedua akan menjadi pekan yang krusial dalam menentukan seberapa besar pencapaian COP ini dan tingkat komitmen dari semua pihak yang terlibat dalam memenuhi tujuan Perjanjian Paris.
Mari berkontribusi langsung dalam upaya mencegah dan mengatasi masalah STUNTING di Indonesia. Ikut berdonasi dengan klik Kompas.com Jernih Berbagi.