Seorang pria menabrakkan truk pikap yang dikemudikannya ke kerumunan orang yang tengah merayakan tahun baru 2025 di New Orleans, Amerika Serikat (AS) hingga menewaskan 10 orang. Presiden terpilih AS Donald Trump menyinggung terkait imigrasi ilegal.
"Ketika saya mengatakan bahwa para penjahat yang datang jauh lebih buruk daripada penjahat yang ada di negara ini, ternyata itu benar," tulis Trump di media sosial, dilansir kantor berita AFP, Kamis (2/1/2025).
Trump juga mengklaim bahwa tingkat kejahatan di negara itu "berada pada tingkat yang belum pernah terjadi sebelumnya."
Sementara itu, Kepala Polisi AS Anne Kirkpatrick menjelaskan peristiwa itu terjadi hari ini waktu setempat. Pria tersebut sengaja menabrak kerumunan orang yang berada di pesta itu sebanyak mungkin.
"Menabrak sebanyak mungkin orang," kata Anne.
Polisi mengatakan pria tersebut bersikeras menciptakan kekacauan di lokasi. Setidaknya 10 orang dilaporkan tewas akibat kejadian ini.
"Pengemudi itu bertekad keras untuk menciptakan kekacauan dan kerusakan yang ditimbulkannya," kata Anne.
2 Polisi Ditembak
Pengemudi tersebut juga menembak polisi yang datang ke lokasi. Ada dua polisi yang terluka akibat terkena tembakan.
"Pria ini, pelaku ini, menembaki petugas kami dari kendaraannya saat ia menabrakkan kendaraannya. Dua petugas kami telah tertembak. Kondisi mereka stabil," kata Anne.
Penyedia jasa sewa mobil mainan di Lapangan Pancasila, Kota Palopo, Sulawesi Selatan (Sulsel) ramai peminat pada malam tahun baru 2025. Penyedia jasa mematok tarif Rp 15 ribu untuk 10 menit pemakaian.
"Alhamdulillah, momennya. Kemarin-kemarin tidak kukasih keluar semua mobilku. Ini keluar semua," kata penyedia layanan mobil mainan, Saipul (29) kepada detikSulsel, Rabu (1/1/2025).
Saipul mengatakan ada 12 unit mobil mainan yang dikeluarkan malam ini. Dia mengakui penyewaan mobil mainan cukup ramai meski hujan turun di Lapangan Pancasila Palopo.
"Tetap ji Rp 15 ribu 10 menit. Ada-ada ji, cuma sempat hujan lama," katanya.
Sementara itu, penjual siomai bernama Daeng Taba (54) mengaku jualannya laris manis. Dia juga telah mempersiapkan jualan yang lebih banyak dari malam sebelumnya.
"Banyak memang kubikin tadi ini karena saya perkirakan memang momennya. Alhamdulillah tinggal sedikit mami," katanya.
Dia mengaku sudah hampir tiga tahun berjualan di kawasan Lapangan Pancasila Palopo. Momen pergantian tahun memang selalu ramai pengunjung.
"Lama sekali ma saya sini, 3 tahun mi lebih," katanya.
Diberitakan sebelumnya, Lapangan Pancasila, Kota Palopo diguyur hujan menjelang malam pergantian tahun baru 2024. Sejumlah pengunjung pun memilih berteduh di sekitar lapangan.
Ada pengunjung yang berteduh di aula utama Lapangan Pancasila. Sebagian juga berteduh di lapak pedagang UMKM.
Warga Kota Palopo memadati Lapangan Pancasila untuk merayakan tahun baru 2025. Meski diguyur hujan, semarak kembang api tetap dinantikan. [345] url asal
Sejumlah warga memadati Lapangan Pancasila, Kota Palopo, Sulawesi Selatan (Sulsel) untuk menikmati momen pergantian tahun baru 2025. Mereka sengaja datang ke lapangan ini bersama keluarga untuk menikmati semaraknya kembang api.
Warga bernama Nugrah Syarif (32) mengaku setiap tahun selalu datang ke Lapangan Pancasila untuk melihat kembang api. Dia datang membawa istri dan anaknya.
"Jadi memang dari tahun ke tahun itu pusat perayaan kembang api dan petasan selalu di wilayah sini memang," kata Nugrah saat ditemui detikSulsel di Lapangan Pancasila, Selasa (31/12/2024).
Dia mengatakan anaknya ingin sekali melihat kembang api. Menurutnya, akses ke Lapangan Pancasila Palopo juga mudah dan banyak tenang kulinernya.
"Barukan di sini juga memang semuanya mudah di akses baik kulinernya maupun pestanya," katanya.
Dia menambahkan bahwa wilayah Palopo diguyur hujan sejak siang. Dia pun berharap saat pergantian tahun hujan redah agar kembang api dapat dinikmati.
"Cuma barusan tahun ini begini dari siang hujan sekali. Tapi semoga tidak hujan mi tengah malam," harapnya.
Diberitakan sebelumnya, Lapangan Pancasila, Kota Palopo diguyur hujan menjelang malam pergantian tahun baru 2025. Sejumlah pengunjung pun memilih berteduh di sekitar lapangan.
Ada pengunjung yang berteduh di aula utama Lapangan Pancasila. Sebagian juga berteduh di lapak pedagang UMKM.
Malam pergantian tahun 2025 di Lapangan Pancasila, Palopo, diguyur hujan. Meski begitu, warga tetap antusias merayakan dengan berteduh dan bermain. [258] url asal
Lapangan Pancasila, Kota Palopo, Sulawesi Selatan (Sulsel) malam ini diguyur hujan menjelang pergantian tahun baru 2025. Meski hujan, warga tetap antusias untuk menikmati momen pergantian tahun di lapangan ini.
Pantauan detikSulsel di lokasi, Selasa (31/12/2024), sekitar pukul 22.30 Wita hujan dengan intensitas sedang mulai turun. Sejumlah pengunjung pun memilih berteduh di sekitar lapangan.
Tampak pengunjung berteduh di aula utama Lapangan Pancasila. Sebagian juga berteduh di lapang pedagang UMKM.
Sejumlah pedagang juga menutup jualannya dengan terpal. Meski demikian, pedagang tetap melayani pengunjung yang membeli jualannya.
Tampak sejumlah anak-anak tetap bermain di area lapangan. Ada pula yang bermain menikmati fasilitas seperti mobil-mobilan.
Tahun baru Masehi identik dengan perayaan meriah dan berbagai tradisi. Namun, bolehkah merayakan tahun baru Masehi menurut Islam? Begini hukumnya! [1,402] url asal
Tanggal 1 Januari setiap tahunnya bertepatan dengan pergantian tahun baru Masehi yang biasanya dirayakan dengan sangat meriah oleh sebagian besar orang. Namun, bagaimana hukum merayakan tahun baru Masehi menurut Islam?
Mengacu dari buku 'Hari-hari Penting Internasional' karya Nina Rahmawati, dijelaskan bahwa hari tahun baru Masehi jatuh pada tanggal 1 Januari setiap tahunnya. Biasanya perayaan tahun baru Masehi ditunggu-tunggu oleh setiap orang di seluruh dunia karena ada berbagai tradisi hingga kemeriahan yang akan berlangsung pada waktu tersebut.
Secara umum, perayaan tahun baru akan disambut dengan menyalakan kembang api, berkumpul bersama keluarga, melihat pertunjukan seni, hingga berkumpul di satu tempat yang sama untuk menunggu pergantian tahun tiba. Inilah yang membuat perayaan tahun baru Masehi begitu meriah setiap tahunnya.
Meskipun dipenuhi dengan kemeriahan dan suka cita, mungkin tidak sedikit kaum muslim yang justru menyimpan rasa penasaran terkait dengan perayaan tersebut. Salah satunya pertanyaan mengenai apakah boleh merayakan tahun baru Masehi di dalam Islam?
Sebagai cara untuk menjawab pertanyaan tersebut, akan ada rangkuman informasi yang akan disampaikan di dalam artikel ini. Simak baik-baik penjelasannya berikut.
Bolehkah Merayakan Tahun Baru Masehi Menurut Islam?
Terkait dengan boleh atau tidaknya merayakan tahun baru Masehi menurut Islam, ternyata ada berbagai pendapat yang menyertainya. Ada sebagian kalangan yang menganggap perayaan tahun baru Masehi adalah haram, tetapi tidak sedikit kalangan yang memperbolehkannya. Pendapatan terkait boleh atau tidaknya merayakan tahun baru Masehi menurut Islam juga ada yang didukung dengan referensi tertentu.
Seperti diungkap dalam buku 'Tanya Jawab Islam: Piss KTB' karya PISS KTB dan TIM Dakwah Pesantren, bahwa hukum seorang muslim mengikuti perayaan tahun baru selain Islam adalah haram. Alasannya karena perayaan tersebut termasuk dalam tasyabbuh atau menyerupai dengan orang kafir maupun fasik.
Dijelaskan juga bahwa perayaan tahun baru Masehi dan Hijriah atau Islam memiliki perbedaan yang diikuti dengan cara orang-orang mengekspresikannya. Adapun perayaan tahun baru Hijriah atau Islam biasanya diisi dengan berbagai nilai-nilai ibadah. Lain halnya dengan tahun baru di luar Islam yang identik dengan hura-hura maupun sikap sejenisnya.
Lebih lanjut mengenai keharaman dalam merayakan tahun baru Masehi juga diungkap dalam buku 'Dewan Fatwa Al Washliyah: Sejarah dan Fatwa-fatwa' karya Ja'far, bahwa seorang muslim yang turut merayakan tahun baru Masehi hukumnya adalah haram. Hal tersebut tidak hanya mereka yang berpartisipasi di dalamnya, tetapi juga yang turut memfasilitasi maupun menjual sesuatu yang bisa mendukung perayaan tersebut menjadi semarak.
Sementara itu, di dalam jurnal 'Trend Perayaan Tahun Baru di Kota Pontianak: Perspektif Kegelisahan Seorang Remaja Muslimah' karya Septi Dwitasari dan Ridwan Rosdiawan, bahwa hukum merayakan tahun baru di dalam Islam dianggap sebagai hal yang syubhat. Maksudnya bersifat abu-abu boleh atau tidaknya. Hal tersebut dikarenakan perayaan tahun baru bisa memberikan dampak positif, tetapi juga dapat berdampak negatif.
Namun demikian, merayakan tahun baru dianggap sebagai perbuatan yang haram karena meniru perilaku orang jahiliyah dan mengikuti tradisi orang kafir. Terdapat sebuah hadits yang menjelaskan tentang waktu orang-orang jahiliyah bersenang-senang dan adanya waktu bagi kaum muslim untuk turut bersenang-senang. Disanadkan dari Anas bin Malik bahwa:
"Orang-orang jahiliyah dahulu memiliki dua hari raya yaitu hari Nairuz dan Mihrojan dan di setiap tahun mereka bersenang-senang. Tapi ketika Nabi SAW tiba di Madinah beliau mengatakan, 'Dahulu kalian memiliki dua hari raya untuk bersenang-senang, sekarang Allah telah menggantikan untuk kalian dua hari yang lebih baik yakni hari Idul Fitri dan hari Idul Adha."
Kemudian dijelaskan juga terdapat sebuah riwayat yang menjelaskan tentang perilaku seorang muslim yang mengikuti orang-orang kafir. Diriwayatkan dari Abu Sa'id Al-Khudri bahwa Rasulullah SAW bersabda:
"Sungguh kalian akan mengikuti jalan orang-orang sebelum kalian sejengkal demi sejengkal dan sehasta demi sehasta sampai jika orang-orang yang kalian ikuti itu masuk ke lubang dhob (yang penuh lika liku) pasti kalian pun akan mengikutinya."
Lebih lanjut disampaikan bahwa para sahabat berkata, "Wahai Rasulullah, apakah yang diikuti adalah Yahudi dan Nashrani?" Beliau menjawab, "Lantas siapa lagi?"
Pendapat yang Boleh Merayakan Tahun Baru Masehi
Terlepas dari sejumlah kalangan yang menganggap perayaan tahun baru Masehi adalah haram hukumnya, tetapi tidak sedikit yang memberikan pendapatnya terkait diperbolehkannya merayakan tahun baru Masehi. Salah satunya yang diungkap dalam Majelis Ulama Indonesia, bahwa menyambut datangnya tahun baru Masehi dapat dilakukan serupa dengan hari-hari lainnya. Kaum muslim tidak perlu untuk mengkhususkannya. Hal inilah yang membuat perayaan tahun baru Masehi tidak diharamkan selama tidak adanya perilaku maksiat,''
Alasan tidak diharamkannya tahun baru Masehi dikarenakan penanggalannya yang sesuai dengan peredaran Matahari atau yang juga dikenal sebagai Syamsiah. Sementara itu, pada penanggalan Hijriah atau Islam didasarkan pada peredaran Bulan yang disebut sebagai Qamariyah.
Adapun penjelasan tentang penanggalan Syamsiah dan Qamariyah telah disampaikan di dalam firman Allah SWT melalui Al-Quran Surat Yasin ayat 38-39. Sebagaimana Allah SWT berfirman:
Artinya: "(Suatu tanda juga atas kekuasaan Allah bagi mereka adalah) matahari yang berjalan di tempat peredarannya. Demikianlah ketetapan (Allah) Yang Maha Perkasa lagi Maha Mengetahui. (Begitu juga) bulan, Kami tetapkan bagi(-nya) tempat-tempat peredaran sehingga (setelah ia sampai ke tempat peredaran yang terakhir,) kembalilah ia seperti bentuk tandan yang tua."
Namun demikian, terdapat anjuran yang dapat dilakukan oleh orang-orang beriman dalam menyambut datangnya pergantian tahun. Salah satunya dengan memperbanyak amal baik, misalnya saja berdzikir dan bersyukur. Sebagaimana Allah SWT berfirman di dalam Surat Al-Furqan ayat 62:
Wa huwalladzî ja'alal-laila wan-nahâra khilfatal liman arâda ay yadzdzakkara au arâda syukûrâ.
Artinya: "Dia (pula) yang menjadikan malam dan siang silih berganti bagi orang yang ingin mengambil pelajaran atau ingin bersyukur."
Pendapat lainnya yang memperbolehkan perayaan tahun baru oleh kaum muslim disampaikan dalam laman Nahdlatul Ulama, bahwa bersenang-senang terkait dengan keindahan hidup diperlukan. Namun, hal tersebut harus dilakukan melalui cara yang masih selaras dengan syariat, tidak adanya maksiat, tidak merusak kehormatan, hingga tidak berasal dari akidah yang rusak. Pendapat tersebut disampaikan oleh Guru Besar Al-Azhar Asy-Syarif dan Mufti Agung Mesir Syekh Athiyyah Shaqr.
Di dalam kitabnya, Syekh Sayyid Muhammad bin Alawi Al-Maliki turut menyampaikan pandangan mengenai peringatan-peringatan yang dilakukan oleh seorang muslim. Disampaikan bahwa:
Artinya: "Sudah menjadi tradisi bagi kita berkumpul untuk menghidupkan berbagai momentum bersejarah, seperti halnya maulid nabi, peringatan isra mi'raj, malam Nisfu Sya'ban, tahun baru Hijriyah, Nuzulul Quran dan peringatan Perang Badar. Menurut pandanganku, peringatan-peringatan seperti ini merupakan bagian daripada tradisi, yang tidak terdapat korelasinya dengan agama, sehingga tidak bisa dikategorikan sebagai sesuatu yang disyariatkan ataupun disunahkan. Kendati demikian, juga tidak berseberangan dengan dasar-dasar agama, sebab yang justru mengkhawatirkan ialah timbulnya keyakinan terhadap disyariatkannya sesuatu yang tidak disyariatkan."
Merujuk dari penjelasan tersebut dapat diketahui bahwa hukum merayakan tahun baru Masehi dalam Islam memiliki dua pendapat berbeda. Ada yang mengharamkannya, tetapi tidak sedikit juga yang memperbolehkannya. Kedua pendapat tersebut disertai dengan alasan masing-masing, sehingga keyakinan terhadap hal ini dapat dikembalikan kepada masing-masing. Wallahu'alam.
Demikian tadi rangkuman mengenai boleh atau tidaknya merayakan tahun baru Masehi menurut Islam lengkap dengan hal-hal yang sebaiknya dilakukan oleh kaum muslim selama waktu tersebut. Semoga informasi ini membantu.
Pergantian tahun biasanya dirayakan secara meriah, termasuk oleh umat Islam. Lantas, bagaimana hukum merayakan tahun baru Masehi dalam Islam? [825] url asal
Pergantian tahun biasanya dirayakan secara meriah di berbagai belahan dunia, termasuk umat Islam. Lantas, bagaimana hukum merayakan tahun baru Masehi dalam Islam?
Perayaan tahun baru Masehi selalu dirayakan pada malam hari tanggal 1 Januari. Pada momen ini, banyak orang yang menyempatkan untuk berkumpul merayakan pergantian tahun dengan membakar kembang api-petasan, meniup terompet, makan-makan, berbagi ucapan tahun baru, dan perayaan lainnya.
Bagi sebagian orang, perayaan ini juga menjadi momen untuk menyambut kehidupan yang baru. Namun, apakah agama Islam memperbolehkan umatnya untuk ikut merayakan tahun baru Masehi tersebut?
Berikut detikSulsel menyajikan informasi mengenai hukum merayakan tahun baru Masehi dalam Islam. Disimak yuk!
Hukum Merayakan Tahun Baru Masehi dalam Islam
Banyak ulama yang telah memberikan pandangannya terkait perayaan tahun baru Masehi dalam Islam, salah satunya adalah Ustadz Khalid Basalamah. Dikutip dari kanal YouTube Podcast Dakwah Sunnah, ia menyampaikan bahwa Islam tidak memperkenankan untuk merayakan tahun baru Masehi.
Ustadz Khalid Basalamah menyampaikan bahwa perayaan tahun baru Masehi merupakan acara ritual bagi kaum Nasrani. Dengan mengikuti ritual tersebut, maka dapat merusak aqidah seorang muslim sebagaimana dijelaskan dalam Surat Al Kafirun.
"Bagaimana ayat ini (Surat Al-Kafirun) ini turun 1400 tahun yang lalu, tidak boleh mengikuti acara ritual mereka, itu merusak aqidah," jelas Ustadz Khalid Basalamah yang dikutip detikSulsel pada Minggu (22/12/2024).
Selain itu, ia menerangkan bahwa perayaan tahun baru ini termasuk mubazir karena membuang waktu dengan begadang semalam, membuang uang dengan perayaannya. Sisi lain, kebiasaan pada perayaan tersebut seperti meniup terompet, teriak-teriak, berkumpul antara yang bukan mahram, melakukan perzinahan, pesta, diskotik, mabuk-mabukan akan merusak akhlak seseorang.
"Akhlaknya juga rusak, hilang sholat malam, hilang sholat subuh berjamaah di masjid. Kalau ada meninggal malam ini, apakah anda siap bertanggung jawab di hari kiamat nanti? Menyesal teman-teman, penyesalan selalu datang terakhir," terangnya.
Menurutnya, bahkan dengan perayaan tahun baru seperti tabligh akbar, pengajian, atau acara Islam lainnya, tidak boleh dihubungkan. Sebab, tahun baru Masehi ini merupakan acara ritual bagi kaum Nasrani.
"Kalau untuk mengisi waktu anak muda muslim, bukan begitu, jelaskan kalau itu tidak boleh. Anggap hari tanggal 31 Desember sama dengan hari-hari yang lain, malamnya sama dengan malam-malam lain, tidak usah diistimewakan karena anda seorang muslim," jelasnya.
Hal senada juga disampaikan oleh Buya Yahya di kanal Youtube resminya dalam video yang berjudul "Kenapa Tidak Boleh Ikut Perayaan Tahun Baru Masehi?". Dalam video tersebut dijelaskan bahwa yang menjadi permasalahan dalam tahun baru Masehi adalah kebiasaan dan kebudayaannya.
"Tahun baru Masehi bukan yang dipermasalahkan dzatnya, bulan, dan hari, akan tetapi kebiasaan dan kebudayaan yang terjadi di tahun baru tersebut," terang Buya Yahya dikutip detikSulsel pada Minggu (22/12).
Menurutnya, kebiasaan umat Islam saat perayaan tahun baru ialah berhura-hura, berfoya-foya, berkelahi, hingga mabuk-mabukan. Sementara pemilik hari perayaan yaitu kaum Nasrani menghabiskan malam tersebut dengan berdoa.
"Sementara orang Nasrani banyak di gereja saat itu (perayaan tahun baru), mereka berdoa dan sebagainya," ucapnya.
Sementara dalam videonya yang lain berjudul "Hukum Umat Nabi Muhammad SAW Merayakan Tahun Baru Masehi & Natal", ia menegaskan soal toleransi antar umat beragama. Menurutnya, toleransi bukan berarti ikut merayakan tahun baru Masehi, melainkan dengan tidak mengganggu perayaan tersebut.
"Sebagai umat Nabi Muhammad SAW, anda tidak perlu ikut-ikutan. Kalau membahas soal toleransi, tidak harus kita ikut perayaan mereka, tapi jangan mengganggu juga," jelasnya.
Berdasar penjelasan dari kedua ulama tersebut, Islam tidak memperkenankan umatnya untuk ikut merayakan tahun baru Masehi. Hal itu dikarenakan perayaan tersebut merupakan bagian dari ritual dari kaum nasrani. Selain itu, kebiasaan-kebiasaan yang dilakukan pada perayaan tahun baru tersebut hanya mendatangkan kemudharatan bagi umat muslim.
Demikianlah penjelasan terkait hukum merayakan tahun baru Masehi dalam Islam menurut para ulama. Semoga bermanfaat!
Monumen baru berdiri di Lamongan, tepatnya di Kodim 0812. Nama monumen tersebut adalah Sang Garula. Monumen baru ini merupakan simbol pengawalan Pancasila. [537] url asal
Monumen baru berdiri di Lamongan, tepatnya di Kodim 0812. Nama monumen tersebut adalah Sang Garula. Monumen baru ini merupakan simbol pengawalan Pancasila yang baru diresmikan pada Senin (30/12/2024).
Sang Garula, yang juga sebuah akronim dari Sinergi Kolaborasi Mwngawal Garuda Pancasila ini dibangun di markas Kodim 0812 Lamongan di Jalan Panglima Sudirman yang berada di tepi jalan poros nasional Lamongan-Babat. Monumen yang pembangunannya diinisiasi Kodim Lamongan ini merupakan simbol pengawalan Pancasila, dengan membawa spirit butir-butir Pancasila untuk pengayoman kepada masyarakat.
"Pembangunan monumen Sang Garula memiliki dua sisi, yaitu sisi luar dan sisi dalam," kata Komandan Kodim 0812 Lamongan Letkol Arm Ketut Wira Purbawan dalam penjelasannya saat meresmikan monumen Sang Garula, Senin (30/12/2024).
Dandim 0812 memaparkan, sisi luar monumen Sang Garula ini menghadap ke jalan raya berbentuk gapura paduraksa. Hal ini, papar Dandim, sebagai gambaran penyatuan TNI/Polri dengan masyarakat melalui budaya dan kearifan lokal. Sisi dalam adalah sisi yang mengarah ke Kodim berbentuk burung Garuda yang memiliki arti keberadaan Garuda berada di dalam tubuh masyarakat Indonesia.
"Kita sama-sama meresmikan monumen ini menjadi simbol komitmen kita bersama, bupati, DPRD, polres dan lainnya untuk mengawal Garuda Pancasila bersama. Karena dalam perkembangannya sejak merdeka banyak pemberontakan yang ingin mengganti Garuda Pancasila," ujarnya.
Peletakan komitmen yang berada di bawah tubuh burung Garuda, ungkap dandim, sebagai gambaran setiap masyarakat Indonesia berada di bawah Pancasila. Tidak ada ego sektoral untuk kepentingan bangsa dan negara.
"Seperti akronim dari Sang Garula yaitu sinergi kolaborasi mengawal Garuda Pancasila," imbuhnya.
Bupati Lamongan Yuhronur Efendi bersama jajaran forkopimda saat meresmikan monumen Sang Garula mengatakan, pembangunan diinisiasi Kodim Lamongan merupakan simbol pengawalan Pancasila. Dengan membawa spirit butir-butir pancasila untuk pengayoman kepada masyarakat.
"Peletakan monumen Sang Garula sebagai momen penting. Sang Garula yang menjadi nama lain Garuda. Tentu ini menunjukan suatu kekuatan dan kegagahan sebagai spirit kita untuk masyarakat yang terayomi," tutur bupati yang akrab disapa Pak Yes itu.
Pak Yes menyebut, pembangunan monumen Sang Garula di penghujung tahun menggambarkan semangat untuk menjaga persatuan dan kesatuan pasca pemilihan yang dapat mencederai persatuan bangsa.
"Tugas kita semua saatnya merajut kembali apa yang kemarin pilpres, pemilihan legislatif, dan pilkada, persoalan yang mengganggu persatuan dan kesatuan bangsa masyarakat," jelas Pak Yes.
Pada kesmepatan yang sama, Bupati Lamongan bersama jajaran Forkopimda Lamongan juga melakukan doa bersama pasca pilkada, natal, menjelang Tahun Baru 2025. Doa bersama ini dilakukan di Aula Kadet Suwoko Kodim 0812 Lamongan.
Buntut pesta seks dan narkoba yang dilakukan turis bule di Canggu, Imigrasi bakal memelototi turis asing yang liburan di Labuan Bajo selama periode Nataru. [397] url asal
Buntut pesta seks dan narkoba yang dilakukan turis bule di Canggu, Imigrasi bakal memelototi turis asing yang liburan di Labuan Bajo selama periode Nataru.
Kantor Imigrasi Kelas II TPI Labuan Bajo akan memperketat pengawasan terhadap warga negara asing (WNA) selama periode liburan Natal 2024 dan Tahun Baru 2025 (Nataru) di Labuan Bajo, Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT).
Pengawasan ketat itu akan dilakukan personel Imigrasi di Bandara Internasional Komodo dan pelabuhan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kami turunkan personel dari seksi intelijen dan penindakan dalam meningkatkan pengawasan selama Natal dan Tahun Baru untuk memantau situasi di bandara dan pelabuhan," kata Kepala Kantor Imigrasi Kelas II TPI Labuan Bajo, Jaya Mahendra, Kamis (26/12/2024).
Jaya mengatakan, Imigrasi mengatensi lonjakan penumpang khususnya WNA ke destinasi pariwisata superprioritas Labuan Bajo selama periode liburan Nataru.
Dia pun memastikan seluruh petugas Imigrasi bertugas sesuai aturan dengan mengedepankan profesionalisme dalam memberikan pelayanan kepada wisatawan.
Imigrasi Labuan Bajo juga memperkuat sinergi dengan beberapa instansi seperti tim pengawasan orang asing (Timpora) hingga tim pengamanan Bandara Internasional Komodo.
Bagi masyarakat yang ingin berlibur ke luar negeri, Imigrasi ingin memastikan masyarakat memahami pentingnya persiapan dokumen perjalanan yang sah dan masih berlaku seperti paspor dan visa sebelum bepergian ke luar negeri.
"Hal ini krusial untuk menghindari kendala selama liburan," tandas Jaya.
Dia mengatakan BNPT dan Densus 88 Antiteror telah 45 kali menggelar pertemuan dengan eks anggota JI. Sehingga eks anggota JI bersedia kembali ke Pancasila. [343] url asal
Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menghadiri deklarasi pembubaran Jamaah Islamiyah (JI) dan ikrar setia eks anggota JI kepada NKRI. Dia berterima kasih pada BNPT dan Densus 88 Antiteror yang dinilai telah bekerja keras merangkul mantan-mantan anggota JI.
"Tentunya kami hari ini mewakili rekan-rekan semua, institusi Polri dan juga tentunya negara mengucapkan terima kasih, dan memberikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada kerja keras bersama dari teman-teman BNPT, Densus, dan kolaborasi yang sangat luar biasa dengan seluruh sahabat-sahabat eks Jamaah Islamiyah," kata Jenderal Sigit di Convention Hall Terminal Tirtonadi, Surakarta, Jawa Tengah (Jateng).
Dia mengatakan BNPT dan Densus 88 Antiteror sebanyak 45 kali menggelar pertemuan bersama eks anggota JI. Sehingga eks anggota JI bersedia kembali ke ideologi Pancasila.
"Yang telah bekerja keras hampir 45 kali melaksanakan kegiatan pertemuan dan saat itu muncul kesepakatan dan ikrar bersama untuk bersama-sama kembali ke Negara Kesatuan Republik Indonesia. Tentunya ini kabar yang sangat membahagiakan bagi kita semua," ujar Jenderal Sigit.
Mantan Kabareskrim Polri ini menuturkan seluruh pihak menyambut kembalinya eks anggota JI. Upaya merangkul anggota eks JI, sebutnya, adalah bentuk kerja keras dalam membangun bangsa agar lebih baik. Jenderal Sigit menyebut hal ini menggembirakan, terutama bagi aparat yang melakukan rangkaian pengamanan Hari Raya Natal 2024 dan tahun baru 2025.
"Dan tentunya kita menyambut baik saudara-saudara kita yang bergabung dan tentunya mari kita bersama-sama bekerja keras dan membangun bangsa ini untuk menjadi bangsa yang lebih baik. Dan tentunya ini adalah kabar yang sangat menggembirakan di saya kita melaksanakan rangkaian kegiatan pengamanan Nataru," terang Jenderal Sigit.
"Dan ini tentunya menjadi berita yang baik untuk seluruh keluarga besar yang sedang melaksanakan kegiatan di rangkaian natal dan rangkaian tahun baru. Dan tentunya ini adalah kebahagiaan kita bersama. Terima kasih atas kerja keras, atas semangat bersama. Dan mari kita bersama-sama bekerja keras membangun bangsa untuk menjadi negara yang maju menuju visi Indonesia Emas 2045," pungkas mantan Kapolda Banten ini.
Deklarasi pembubaran Jamaah Islamiyah (JI) dan ikrar setia eks anggota JI kepada NKRI di Convention Hall Terminal Tirtonadi, Surakarta, Jawa Tengah (Jateng). (dok. istimewa)
Beragam berita hukum telah diwartakan Kantor Berita Antara, berikut kami rangkum berita terpopuler kemarin yang masih layak dibaca kembali sebagai sumber ... [421] url asal
Jakarta (ANTARA) - Beragam berita hukum telah diwartakan Kantor Berita Antara, berikut kami rangkum berita terpopuler kemarin yang masih layak dibaca kembali sebagai sumber informasi serta referensi untuk mengawali pagi Anda.
1. Korlantas Polri batasi jam operasional angkutan barang selama Nataru
Korps Lalu Lintas (Korlantas) Polri telah menyiapkan pembatasan operasional truk angkutan barang dalam rangka mengurangi angka kecelakaan dan kemacetan selama libur Hari Raya Natal 2024 dan Tahun Baru 2025.
"Pertama untuk mengurangi angka kecelakaan, kemudian untuk mengurangi tingkat kemacetan," kata Kepala Korlantas Polri Inspektur Jenderal Polisi Aan Suhanan di Bundaran HI, Jakarta Pusat, Minggu.
2. Polri siapkan mitigasi titik macet selama Nataru
Korps Lalu Lintas (Korlantas) Polri telah menyiapkan mitigasi untuk mengatasi dan mengurai titik-titik macet selama selama libur Hari Raya Natal 2024 dan Tahun Baru 2025.
"Kami sudah memitigasi ya potensi-potensi kemacetan," kata Kepala Korlantas Polri Inspektur Jenderal Polisi Aan Suhanan di Jakarta, Minggu. Aan menerangkan Korlantas Polri telah membagi titik-titik macet tersebut ke dalam tiga klaster yakni jalur menuju pelabuhan dan bandara, jalan tol dan jalur arteri.
3. Tersangka hakim vonis bebas Ronald Tannur dilimpahkan ke JPU
Tim penyidik Jampidsus Kejaksaan Agung (Kejagung) telah melimpahkan barang bukti dan tersangka tiga hakim Pengadilan Negeri (PN) Surabaya yang terlibat kasus dugaan suap vonis bebas Ronald Tannur, kepada jaksa penuntut umum (JPU).
"Betul, (tersangka dan barang bukti) dilimpahkan pada Jumat, 13 Desember 2024," kata Direktur Penuntutan pada Jampidsus Kejagung Sutikno ketika dikonfirmasi di Jakarta, Minggu.Ia mengatakan pelimpahan tiga tersangka yang berinisial ED (Erintuah Damanik), HH (Heru Hanindyo), dan M (Mangapul) itu dilaksanakan di Kejaksaan Negeri Jakarta Pusat.
4. Polda Kalteng ungkap penyalahgunaan 2,5 ton pupuk bersubsidi
Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Kalimantan Tengah (Polda Kalteng) mengungkap kasus tindak pidana penyalahgunaan pupuk bersubsidi tanpa izin di Kota Palangka Raya sebanyak 2,5 ton.
Kabid Humas Polda Kalteng Kombes Pol Erlan Munaji di Palangka Raya, Minggu, mengatakan bahwa pihaknya berhasil mengamankan terduga pelaku penyalahgunaan pupuk bersubsidi tersebut berinisial RA (30) di kediamannya Jalan Mahir Mahar, Kota Palangka Raya.
5. Wamendagri: Diperlukan pemimpin berkualitas dunia yang integratif
Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) RI Bima Arya Sugiarto mengatakan diperlukan pemimpin berkualitas dunia yang mengintegrasikan kearifan lokal dengan kemampuan multidimensi dalam mewujudkan Indonesia Emas di masa mendatang.
“Pemimpin berkualitas dunia dengan kearifan lokal, punya kemampuan multidimensional, mewakili semua kepentingan, punya kapasitas sebagai solidarity maker dan juga administrator,” kata Bima dalam keterangan resmi yang diterima di Jakarta, Sabtu.