Soal dugaan kecurangan di UTBK SNBT 2025, Ketua Umum Tim Penanggung Jawab SNPMB jelaskan sanksi diskualifikasi dan sanksi hukum yang dapat diterapkan. [730] url asal
Viral dugaan kecurangan UTBK SNBT 2025 di media sosial. Buntutnya, beragam soal UTBK 2025 hari pertama dan hari kedua, 23-24 April 2025 beredar di media sosial.
Ketua Umum Tim Penanggung Jawab Seleksi Nasional Penerimaan Mahasiswa Baru (SNPMB), Eduart Wolok, mengakui dinamika kecurangan terus terjadi. Ia mengatakan pihaknya sudah mengantisipasi potensi risikonya dan masih melakukan investigasi. Ia mengatakan sejumlah kecurangan memanfaatkan software, ponsel, hingga remote desktop.
"Kasus kebocoran itu terjadi sejak 23 April. Ada 9 kasus yang dilaporkan. Pada 24 April, ada 5 kasus," ucapnya dalam konferensi pers, disiarkan di kanal YouTube SNPMB ID, Jumat (24/4/2025).
"Sudah saatnya kita tidak boleh terlalu permisif terhadap keadaan-keadaan seperti ini, sehingga kami masih membuka peluang apabila memang kita miliki dan sebagainya, mungkin kita akan membawa ke aparat yang lebih berwenang agar supaya menjadi pembelajaran bahwa ini tidak bisa dibenarkan," imbuh Eduart.
Berpotensi Diteruskan ke Aparat Penegak Hukum
Eduart menegaskan penanganan kecurangan juga berpotensi diteruskan ke aparat penegak hukum, di samping peserta didiskualifikasi dari UTBK.
"Peserta yang terbukti melakukan kecurangan, ini akan kita berikan sanksi tegas dengan didiskualifikasi dari SNPMB PTN. Ini perlu kami tegaskan. Karena ini harus dilakukan. Dan termasuk sanksi tegas apabila ada keterlibatan pihak internal yang kalau memang ada," ucapnya.
"Kami tadi malam sudah rapat dan mungkin akan mengambil sikap bahwasanya terhadap kecurangan yang terstruktur, yang memang terstruktur dan disengaja dengan modus yang clear untuk memang mencurangi, bisa saja kita akan membawa ke ranah itu," jelasnya.
Langkah itu dilakukan agar bisa memberikan efek jera untuk bagi pihak-pihak yang ingin mencoreng proses UTBK. Meski begitu, keputusan resmi dikatakan akan diambil setelah pelaksanaan UTBK.
"Kita akan melakukan tentu investigasi terhadap seluruh hal kejadian yang terjadi. Dan juga kita akan melakukan evaluasi sebelum mengambil langkah lebih lanjut yang kita anggap penting dan perlu untuk menjaga integritas UTBK ini," sambungnya.
Atas kecurangan yang terus terjadi, Eduart mengatakan langkah serius perlu seperti penegakan hukum perlu diambil. Di sisi lain, pihaknya juga mempertimbangkan adanya anak yang terjebak oknum atau jaringan kecurangan dengan iming-iming kelulusan di PTN yang diimpikan.
Berdasarkan temuan tim SNPMB, salah satu anak yang terduga curang terbirit-birit masuk ruang ujian kendati baru disuruh masuk. Anak bersangkutan diduga terjebak pada iming-iming kelulusan di UTBK.
Agar Peserta UTBK Hari 1 dan 2 Tak Dirugikan
Sementara itu, tim SNPMB telah mengantisipasi kebocoran soal sehingga tidak ada set soal yang sama. Adapun beberapa soal yang sama merupakan jembatan standarisasi soal antarsesi dan antarhari.
"Jembatan soal itu untuk menjaga standarisasi soal agar supaya asas fairness buat semua peserta bisa kita kedepankan," ungkapnya.
Ia mencontohkan, jika ada kesamaan jawaban benar pada soal di sesi 1 dan sesi 4, maka jawaban soal tersebut bisa tidak dinilai.
"Soal yang sama sengaja kami buat dalam persentase tertentu sebagai jembatan standarisasi soal dari sesi ke sesi, dari hari ke hari. Itu memiliki pola penilaian tersendiri, artinya tidak mungkin akan merugikan peserta. Jika dibilang apple to apple soal sesi 1 dan 4, nilainya sama, itu bisa saja jembatan soal dengan pengetahuan yang sama tidak akan dinilai," tuturnya.
Pendaftaran SNBP 2025 tengah dibuka hingga 18 Februari 2025 mendatang. Per Sabtu, 8 Februari 2025 pukul 21.03 WIB, sudah ada 224.165 siswa melakukan pendaftaran hingga tahap pemilihan program studi (prodi).
Berdasarkan data tersebut, siswa yang telah melakukan finalisasi data ada 127.650 siswa. Kemudian dari jumlah tersebut, ada 113.522 siswa memilih prodi jenjang S1 pada pilihan pertamanya.
Bagi siswa yang masih belum melakukan pendaftaran SNBP 2025, bisa mempertimbangkan referensi kampus dan prodi. Salah satunya pilihan prodi di Universitas Gadjah Mada (UGM).
Pada SNBP 2024 lalu, pendaftar yang memilih UGM ada 29.223. Dari jumlah tersebut, sebanyak 2.821 peserta diterima.
Untuk tahun ini, berdasarkan data https://snpmb.bppp.kemdikbud.go.id/, UGM menyediakan 94 prodi di SNBP 2025. Prodi tersebut tersebar di jenjang sarjana hingga sarjana terapan.
Jurusan dengan Daya Tampung Terbanyak di UGM untuk SNBP 2025
Seluruh perguruan tinggi negeri (PTN) dari Aceh hingga Papua telah mengumumkan daya tampungnya untuk Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP) 2025. Terdapat 76 PTN akademik, 44 PTN vokasi, dan 4 perguruan tinggi keagamaan Islam negeri (PTKIN) di dalamnya.
Setiap PTN mencantumkan daya tampung program studi (prodi) diploma tiga (D3), sarjana terapan (D4), hingga sarjana (S1).
Informasi ini dapat digunakan untuk siswa eligible SNBP 2025 dalam menentukan prodi pilihan. Nah, bagi kalian yang ingin mengambil prodi di Universitas Indonesia (UI), detikedu telah menghimpun sejumlah prodi dengan daya tampung terbanyak.
Prodi dengan Daya Tampung Terbanyak SNBP UI 2025
Pada SNBP 2025, UI menawarkan 79 prodi. Ini dia deretan prodi dengan daya tampung terbanyak:
1. S1 Ilmu Hukum
Daya tampung: 114
Peminat 2024: 1.634
2. S1 Manajemen
Daya tampung: 76
Peminat 2024: 1.545
3. S1 Akuntansi
Daya tampung: 70
Peminat 2024: 1.368
4. S1 Ilmu Psikologi
Daya tampung: 66
Peminat 2024: 1.274
5. S1 Pendidikan Dokter
Daya tampung: 60
Peminat 2024: 1.720
6. S1 Teknik Industri
Daya tampung: 52
Peminat 2024: 659
7. S1 Ilmu Komputer
Daya tampung: 50
Peminat 2024: 1.133
8. S1 Sistem Informasi
Daya tampung: 50
Peminat 2024: 926
9. S1 Ilmu Keperawatan
Daya tampung: 49
Peminat 2024: 616
10. S1 Ilmu Kesehatan Masyarakat
Daya tampung: 42
Peminat 2024: 508
11. S1 Ilmu Ekonomi
Daya tampung: 42
Peminat 2024: 437
12. S1 Teknik Sipil
Daya tampung: 40
Peminat 2024: 494
13. S1 Teknik Mesin
Daya tampung: 40
Peminat 2024: 429
Walau demikian, sebagian PTN belum dapat menampilkan daya tampung prodi di kampusnya. Apabila calon peserta atau guru melakukan cek kapasitas prodi melalui laman resmi SNPMB, kampus yang belum melampirkan daya tampung akan menampilkan keterangan "(sedang dalam proses)".
Sebagai contoh berdasarkan pantauan detikedu (23/1/2025) pukul 15.04 WIB, di Universitas Syiah Kuala daya tampung untuk 76 prodi yang ditawarkan belum diperlihatkan. Oleh sebab itu, kalian perlu terus memantau laman SNPMB pada menu SNBP, submenu Daya Tampung SNBP.
Itulah sejumlah prodi di UI dengan daya tampung terbanyak pada SNBP 2025. Pilih dengan bijak ya!