Band punk Sukatani akhirnya angkat bicara setelah polemik lagu Bayar Bayar Bayar. Mereka mencabut kuasa hukum dan mengucapkan terima kasih atas dukungan publik. [476] url asal
Band punk Sukatani akhirnya memberikan pernyataan dan mencabut kuasa hukum setelah menjadi sorotan di media sosial akibat lagu Bayar Bayar Bayar. Ini merupakan kali pertama duo asal Purbalingga itu angkat bicara setelah kehebohan tersebut.
Melalui Instagram Stories, mereka mengungkapkan rasa terima kasih atas dukungan dan solidaritas yang diberikan oleh berbagai pihak selama beberapa hari terakhir.
"Hallo teman-teman. Kami dari Sukatani mengucapkan banyak-banyak terima kasih atas dukungan dan doa yang diberikan oleh semua pihak selama beberapa hari ini. Kami sangat menghargai solidaritas dari kawan-kawan sehingga membuat kami tetap kuat," tulis mereka dalam unggahan yang dilihat detikPop, Sabtu (22/2/2025).
Sukatani juga menegaskan bahwa kondisi mereka saat ini telah membaik.
"Kami juga ingin mengabarkan bahwa kondisi kami sudah membaik dan berada pada ruang yang lebih aman," lanjut pernyataan mereka.
Selain itu, grup band ini mengumumkan telah mencabut kuasa hukum yang sebelumnya mendampingi mereka. Namun, Sukatani tak merinci alasan pencabutan kuasa hukum itu.
"Kami ingin menginformasikan bahwa kami juga sudah mencabut kuasa dari Tomi Gumilang (Sitomgum Law Firm). Love you all," pungkasnya.
Sebelumnya, Sukatani mengunggah video permintaan maaf kepada Polri dan menarik lagu Bayar Bayar Bayar dari semua platform. Dalam video tersebut, dua personelnya, Muhammad Syifa Al Ufti alias Electroguy (gitaris) dan Novi Chitra Indriyaki alias Twistter Angels (vokalis), menjelaskan bahwa lagu itu bukan ditujukan untuk menyerang institusi Polri, melainkan sebagai kritik terhadap oknum tertentu.
"Mohon maaf sebesar-besarnya kepada Bapak Kapolri dan institusi Polri atas lagu ciptaan kami dengan judul Bayar Bayar Bayar," ujar Syifa dalam video tersebut.
Selain itu, mereka juga meminta para pendengar untuk menghapus lagu tersebut dari media sosial. Lagu ini pun resmi ditarik dari peredaran.
Menanggapi polemik ini, Karopenmas Divisi Humas Polri Brigjen Trunoyudo Wisnu Andiko menegaskan bahwa Polri tidak alergi terhadap kritik dan tetap berkomitmen untuk menjadi institusi yang modern.
"Polri terus berupaya menjadi organisasi yang modern, yaitu Polri tidak antikritik," katanya.
Artikel ini telah tayang di detikPop. Baca selengkapnya di sini!
Video Gus Miftah mengumpat penjual es teh viral. Kuasa hukum menjelaskan itu hanya guyonan dalam syiar, bukan maksud kasar. Simak klarifikasinya! [474] url asal
Video ustaz Miftah Maulana Habiburrahman alias Gus Miftah yang mengumpat penjual es teh dengan sebutan goblok viral di berbagai media sosial (medsos). Gus Miftah terekam mengumpat ke penjual es teh bakulan di pengajian sebuah pondok pesantren (ponpes) di Magelang, Jawa Tengah (Jateng).
Video viral memperlihatkan pria yang kini menjadi Utusan Khusus Presiden Bidang Kerukunan Beragama dan Pembinaan Sarana Keagamaan itu duduk di atas sebuah panggung. Dia seperti sedang memberikan tausiah.
Selanjutnya, ada salah satu momen, seperti yang terekam dan viral, Gus Miftah berteriak ke penjual bakulan. "Es teh kamu masih banyak nggak? Masih? Yaudah dijuallah goblok," kata Gus Miftah diikuti suara tawa dari orang-orang. Ketika kamera beralih ke penjual es teh tersebut, terlihat perubahan ekspresi dari wajahnya.
Kuasa hukum Gus Miftah, Herdian Saksono, telah memberikan klarifikasi mengenai video tersebut. Herdian mengatakan yang dilakukan kliennya hanyalah gaya syiar saja, bukan hal yang benar-benar dimaksudkan untuk menghardik.
"Itulah guyonan atau gaya bahasa dalam penyampaian syiar, dalam penyampaian sebuah cerita, yang dimaknai dengan pertanda-pertanda yang menurut Gus itu merupakan intermeso dan menarik perhatian khalayak ramai," kata Herdian dilansir dari detikPop.
Rekan Gus Miftah, Muhammad Yusuf Chudlori alias Gus Yusuf, juga memberikan pembelaannya. Pengasuh Pondok Pesantren Asrama Perguruan Islam (API) Tegalrejo, Magelang, itu juga hadir dalam kajian itu. Gus Yusuf merasa tidak ada maksud kasar dari Gus Miftah.
Gus Yusuf merasa aksi itu dilakukan secara spontan. Senada dengan Herdian, dia juga menyebut itu sebagai gaya komunikasi Gus Miftah.
"Saya waktu itu melihat itu spontan. Bagian dari komunikasi Gus Miftah dengan bakul, dengan jemaah. Ya guyonan biasa. Jadi itu ya wajar-wajar saja," klaim Gus Yusuf.
"Toh Gus Miftah juga sering borong bakul-bakul es seperti itu, ngelarisi jajanan-jajanan punya jamaahnya. Jadi tolong jangan dipotong videonya. Kalau bisa, datang langsung ke majelisnya agar paham cara beliau berinteraksi," tambah Gus Yusuf.
Gus Miftah sampai saat ini belum memberikan tanggapan secara langsung soal viralnya video itu.
Artikel ini telah tayang di detikPop. Baca selengkapnya di sini!