JAKARTA, investor.id - Inklusi keuangan menjadi salah satu prioritas dalam pembangunan ekonomi Indonesia. Dengan semakin banyaknya masyarakat yang memiliki akses terhadap layanan keuangan, baik perbankan maupun investasi, diharapkan ketimpangan ekonomi dapat berkurang. Namun, masih banyak tantangan yang dihadapi dalam mewujudkan inklusi keuangan secara menyeluruh.
Salah satu tantangan utama adalah rendahnya tingkat literasi keuangan di Indonesia.
Banyak masyarakat yang belum memahami pentingnya menabung, berinvestasi, atau menggunakan layanan keuangan formal. Hal ini diperparah oleh minimnya edukasi keuangan sejak dini, sehingga banyak orang yang tumbuh tanpa kesadaran akan pentingnya perencanaan keuangan.
Selain literasi, faktor lain yang menghambat inklusi keuangan adalah keterbatasan akses terhadap layanan perbankan, terutama di daerah terpencil. Meskipun digitalisasi telah berkembang pesat, masih ada masyarakat yang belum memiliki rekening bank atau akses terhadap layanan keuangan berbasis teknologi. Infrastruktur yang belum merata dan keterbatasan sinyal internet juga menjadi kendala tersendiri.
Di sisi lain, perkembangan teknologi finansial (fintech) juga membuka peluang baru dalam mempercepat inklusi keuangan. Aplikasi pembayaran digital, pinjaman online berbasis peer-to-peer (P2P), serta investasi berbasis teknologi telah memberikan alternatif bagi masyarakat yang sebelumnya kesulitan mengakses layanan keuangan konvensional.
Tantangannya adalah memastikan bahwa inovasi ini tetap berada dalam pengawasan regulasi yang ketat untuk melindungi konsumen dari risiko keuangan.
Salah satu perusahaan yang turut berkontribusi dalam memperkuat inklusi keuangan di Indonesia adalah Ayovest. PT Generasi Paham Investasi (Ayovest) menjalin kerja sama dengan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Pancasila (FEB UP) untuk meningkatkan literasi inklusi keuangan, sertifikasi di sektor pasar modal, dan potensi pemasaran penjualan reksa dana, Kamis (27/1/2025).
Kemitraan ini akan membantu mahasiswa FEB UP dalam memperoleh sertifikasi guna meningkatkan daya saing di industri keuangan.
Acara diawali dengan penandatanganan kerja sama, diikuti kuliah umum tentang pasar modal dan reksa dana oleh Gresia Kusyanto (Direktur PT Majoris Asset Management), pentingnya sertifikasi oleh Yudi Priambodo (Alumni FEB UP) dan Sonny Afriansyah Sonny Afriansyah (Direktur Ayovest), serta sesi inklusi keuangan dan praktik transaksi reksa dana sebagai persiapan asesmen sertifikasi.
“Kerja sama ini merupakan langkah konkret dalam membekali mahasiswa dengan pemahaman mendalam mengenai pasar modal serta potensi bisnis antara Ayovest dengan Universitas Pancasila. Selain memberikan edukasi dan akses sertifikasi, kolaborasi ini membuka peluang bagi FEB UP sebagai mitra strategis dalam pemasaran dan distribusi reksa dana. Dengan memanfaatkan jaringan akademik dan mahasiswa, kerja sama ini diharapkan dapat memperluas penetrasi produk investasi di lingkungan kampus dan masyarakat,” ujar Sonny Afriansyah.
Sementara itu, Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Pancasila, Dr. Harnovinsah, S.E., M.Si., AK., CA., Cert. IPSAS, menyampaikan, menyambut baik kemitraan dengan Ayovest sebagai bentuk sinergi antara akademisi dan industri. Program ini diharapkan dapat membekali mahasiswa dengan wawasan dan keterampilan nyata di sektor pasar modal, termasuk sertifikasi yang akan meningkatkan daya saing mereka di dunia kerja.
Dr. Nuruddin Subhan sebagai Dosen sekaligus Ketua Panitia Acara juga menambahkan kolaborasi ini memberikan mahasiswa pengalaman langsung dalam transaksi reksa dana, memperkuat pemahaman mereka tentang investasi dan industri keuangan.
"Selain itu, dengan peran FEB UP sebagai mitra pemasaran, kami berharap kerja sama ini dapat memberikan peluang bagi mahasiswa dan civitas akademika untuk berkontribusi lebih dalam mengenalkan produk reksa dana di lingkungan kampus dan sekitarnya secara lebih luas,” jelas Nuruddin.
Kerja sama ini bertujuan meningkatkan pemahaman dan keterampilan mahasiswa FEB UP di bidang keuangan agar lebih siap menghadapi tantangan industri. Selain itu, Ayovest kini telah resmi menjadi sub-Mitra Distribusi dalam pemasaran dan penjualan SBSN Ritel, memperluas perannya dalam ekosistem investasi di Indonesia.
Editor: Theresa Sandra Desfika (theresa.sandra@investor.id)
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
Baca Berita Lainnya di Google News