KOMPAS.com - Kabar tebaru, tersangka utama kasus sindikat uang palsu di Universitas Islam Negeri (UIN) Alauddin Makassar ASS resmi ditahan di Rumah Tahanan (Rutan) Makassar pada Selasa (7/1/2025).
ASS diketahui menempati ruang tahanan di Blok B Mapenaling yang merupakan area khusus bagi tahanan baru.
Hal ini seperti diungkap Kepala Rutan Makassar, Jayadikusumah yang membenarkan penahanan tersebut.
“Annar Salahuddin Sampetoding saat ini ditahan di Blok B Mapenaling. Ruang ini memang diperuntukkan bagi penghuni baru agar mereka dapat beradaptasi dengan lingkungan dan penghuni lain di Rutan Makassar,” jelas Jayadi, seperti dikutip dari Tribun Jateng.
Blok B Mapenaling adalah ruang tahanan yang dirancang untuk memberikan waktu adaptasi bagi tahanan baru sebelum mereka dipindahkan ke ruang tahanan reguler.
"Jadi, tahanan yang baru masuk itu harus kami masukkan ke kamar Mapenaling. Biasanya seminggu sampai dua minggu kita pindahkan ke depan, ke blok kamar lain," terang Jayadi.
Selama ditahan di ruangan tersebut, tersangka diharap dapat bersosialisasi terlebih dahulu.
"Di dalam Mapenaling diharapkan bisa sosialisasi dulu. Kemudian kita lihat apakah yang bersangkutan ada lawan ataupun nyawanya terancam atau tidak," lanjutnya.
Sebelumnya Kondisi Tersangka ASS Dikabarkan Sakit
Sebelum resmi ditahan di rutan, kondisi tersangka ASS dikabarkan menurun setelah dilarikan ke rumah sakit pasca menjalani pemeriksaan pada Sabtu (28/12/2024) lalu.
Tersangka sempat dirawat di kamar VVIP RS Bhayangkara Makassar, Sulawesi Selatan dengan penjagaan petugas kepolisian.
Saat diserahkan oleh penyidik, terdapat dokumen hasil pemeriksaan medis ASS dari RS Bhayangkara Makassar.
"Sudah ada hasil pemeriksaan kesehatannya dari RS Bhayangkara juga, infonya yang bersangkutan ada riwayat jantung. Tapi Terkait kesehatannya besok kami cek lagi dengan dokter," jelasnya.
Peran Tersangka ASS dalam Kasus Uang Palsu UIN Alauddin
Terkait kasus temuan sindikat pembuatan uang palsu UIN Alauddin, Polres Gowa menetapkan ASS sebagai tersangka utama pada, Senin (30/12/2024).
Sosok ASS adalah seorang pengusaha kaya asal Kota Makassar, Sulawesi Selatan.
Sebagai tersangka utama kasus pabrik uang palsu di UIN Alauddin, tersangka ASS berperan sebagai investor.
"Tersangka ASS memiliki peran pemberi ide, kemudian ikut memberikan modal, membeli mesin, dan pemberi perintah untuk mencetak uang palsu," ungkap Ditreskrimsus Polda Sulsel Kombes Pol Dedi Supriyadi.
Sementara itu, Yudhiawan juga menjelaskan bahwa berkat kerja sama antara ASS dan Kepala Perpustakaan UIN Alauddin yang berinisial AI maka mesin cetak uang palsu itu berhasil masuk ke lingkungan kampus.
"Jadi ini mesin dimasukkan ke kampus, alasannya ini kalau ada mahasiswa mau meminjam buku bisa fotocopy, bisa dicetak agar tidak curiga," tambahnya.
Yudhiawan juga mengungkapkan bahwa sebelum menemukan mesin pencetak uang palsu di kampus, polisi lebih dulu menyambangi rumah ASS di Makassar.
Semula produksi uang palsu dilakukan di rumah ASS di Makassar, namun karena kebutuhan untuk mencetak uang dalam jumlah besar kemudian mesin dipindahkan ke UIN.
"Awalnya di Jl Sunu Makassar, namun karena membutuhkan jumlah yang lebih besar, mereka memerlukan alat yang lebih besar, sehingga pindah ke kampus," jelas Yudhiawan.
Adapun barang bukti berupa mesin cetak yang ditemukan di perpustakaan UIN tersebut dibeli seharga Rp 600 juta dan didatangkan dari China.
Akibat perbuatannya, ASS kini dijerat Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2011 tentang Mata Uang, dengan ancaman pidana penjara hingga 15 tahun dan denda Rp 50.000.000.000.
Hingga saat ini, polisi telah menetapkan 18 orang sebagai tersangka dalam kasus sindikat pembuatan uang palsu UIN Alauddin Makassar, dengan satu orang lainnya masuk dalam daftar pencarian orang (DPO).
Sumber:
jateng.tribunnews.com
kompas.com