GIANYAR, KOMPAS.com - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gianyar menutup sebuah usaha akomodasi wisata yang berlokasi di Jalan Sriwedari, Banjar Tegalantang, Kecamatan Ubud, Senin (20/1/2025).
Penutupan ini dilakukan setelah usaha tersebut didapati melanggar beberapa Peraturan Daerah (Perda) yang berlaku di Kabupaten Gianyar.
Asisten Administrasi Umum Sekda Kabupaten Gianyar, I Ketut Pasek Lanang Sadia, menjelaskan bahwa penutupan dilakukan berdasarkan Keputusan Bupati Gianyar Nomor 285/E-09/HK/2025.
"Penghentian kegiatan berusaha dan penutupan tempat usaha PARQ Ubud yang berlokasi di Jalan Sriwedari No 24 Banjar Tegalantang tersebut dilakukan karena melanggar pasal 19 ayat 3 pada Peraturan Daerah Kabupaten Gianyar No 15 Tahun 2015 tentang Ketertiban Umum dan Ketentraman Masyarakat," ujarnya dalam keterangannya pada Selasa (21/1/2025).
Ia juga menambahkan bahwa usaha tersebut melanggar Peraturan Daerah Kabupaten Gianyar No 2 Tahun 2022 tentang Penyelenggaraan Perizinan Berbasis Risiko.
Penutupan ini dilaksanakan oleh personel Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Gianyar sebagai penegak Perda.
"Penutupan dilakukan sesuai dengan Undang-undang dan Peraturan Daerah Kabupaten Gianyar, dan telah melalui beberapa tahapan," tegasnya.
Sebelumnya, akomodasi wisata ini sempat disidak oleh petugas Kantor Imigrasi Kelas I TPI Denpasar pada Sabtu (15/4/2023) malam.
Operasi pengawasan tersebut dilakukan karena lokasi ini disinyalir sebagai tempat eksklusif bagi warga negara asing (WNA) dari negara tertentu.
Namun, petugas tidak menemukan adanya WNA yang melanggar ketentuan keimigrasian.
Akomodasi wisata ini berdiri di atas lahan seluas 5 hektare, yang mencakup bangunan hotel dengan 103 kamar, serta fasilitas lainnya seperti ruang kerja (working space), restoran, kafe, dan tempat gym.
Penutupan usaha ini menjadi langkah tegas Pemkab Gianyar dalam menegakkan peraturan dan menjaga ketertiban di wilayahnya.
Kantor Imigrasi Denpasar mengurus jenazah dua WNA tewas akibat pohon tumbang di Monkey Forest, Ubud. Keluarga dan kedutaan masing-masing telah dihubungi. [483] url asal
Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Denpasar tengah mengurus dua jenazah warga negara asing (WNA) tewas akibat tertimpa pohon di Monkey Forest Ubud, Gianyar, Bali. Imigrasi Denpasar telah menghubungi kedutaan masing-masing WNA yang tewas.
"Kami sudah menghubungi pihak kedutaan masing-masing negara untuk pengurusan jenazahnya," ungkap Kepala Imigrasi Denpasar, Ridha Sah Putra, kepada detikBali di Tabanan, Kamis (12/12/2024).
Jenazah dua WNA akibat pohon tumbang di Monkey Forest Ubud pada Selasa (10/12/2024) siang juga sudah diurus keluarga. Oleh karena itu, Imigrasi Denpasar juga tengah menunggu keluarga masing-masing WNA tersebut.
Ridha menjelaskan jenazah WNA asal Prancis, Funny Justine Christine (32), masih berada di Rumah Sakit (RS) Dharma Yadnya, Denpasar. Sedangkan jenazah Kim Hyoeun (42) asal Korea Selatan (Korsel) berada di Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Prof Ngoerah Denpasar.
Berdasarkan catatan Imigrasi Denpasar, Christine berada di Bali sejak 4 Desember 2024. Sedangkan Hyoeun bersama keluarganya sudah berada di Bali sejak 2 Desember 2024. Keduanya diketahui datang ke Bali untuk berlibur sampai Januari 2025.
"Yang Korea Selatan izin tinggalnya kunjungan sampai 2 Januari 2025, yang Prancis sampai 4 Januari 2025," jelas Ridha.
Diberitakan sebelumnya, dua turis asing tewas tertimpa pohon beringin, pule, dan kresek di objek wisata Monkey Forest, Ubud, Gianyar, Bali, Selasa (10/12/2024) siang. Tumbangnya pohon-pohon tersebut juga mengakibatkan salah satu turis asing luka-luka.
Kapolsek Ubud Kompol Gusti Nyoman Sudarsana menerangkan seluruh korban tewas dan luka sudah dilarikan ke Rumah Sakit Kenak Medika, Ubud. Siapa saja korban tewas dan luka tersebut, berikut identitasnya.
2. Nama: Kim Hyoeun (tewas). Asal: Korea Selatan. Usia: 42 tahun.
3. Nama: Lee Sunni (luka-luka). Asal: Korea Selatan. Usia: 43 tahun.
Sudarsana menjelaskan pohon-pohon itu tumbang setelah tertiup angin kencang. Monkey Forest juga diguyur hujan saat peristiwa tersebut terjadi.
Tiba-tiba, wisatawan dan pengelola objek wisata, Sudarsana menambahkan, mendengar suara pohon tumbang. "Wisatawan berlarian menyelamatkan diri, tapi ada beberapa wisatawan yang tertimpa pohon," imbuhnya.