Ombudsman RI Kepri mengapresiasi penerapan mesin autogate di Imigrasi Batam. Program IM-pression diluncurkan untuk meningkatkan pelayanan dan citra positif. [533] url asal
Ombudsman RI perwakilan Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) melakukan peninjauan ke Tempat Pemeriksaan Imigrasi (TPI), Pelabuhan Internasional Batam Center. Dalam kunjungan itu Kepala Perwakilan Ombudsman RI Provinsi Kepri, Lagat Parroha Patar Siadari mengapresiasi penerapan mesin pemeriksaan keimigrasian autogate di lokasi tersebut pada Jumat (14/2).
"Selamat kepada Imigrasi Batam yang telah menerapkan pemeriksaan keimigrasian berbasis teknologi melalui mesin Autogate," kata Lagat dalam keterangannya, Sabtu (15/2/2025).
Lagat menyebut penerapan pemeriksaan keimigrasian autogate ini menunjukkan kepada negara lain bahwa Imigrasi Batam telah menerapkan teknologi tinggi. Selain itu mesin autogate itu juga diharapkan memberikan pelayanan yang baik dan mudah untuk masyarakat yang melintas.
"Kami sangat mengapresiasi, ini menunjukkan kepada negara lain, bahwa Imigrasi Batam telah menerapkan high technology dalam proses keimigrasian guna memberikan pelayanan prima dan semakin memudahkan masyarakat," ujarnya.
Pada kesempatan kunjungan ini, Kepala Kantor Imigrasi Batam, Hajar Aswad juga memperkenalkan program IM-pression atau Immigration Presents Love and Compassion in Every Service. Program itu bertujuan menumbuhkan citra positif kepada masyarakat melalui pemberian lembar pembatas paspor tematik yang didesain khusus untuk disematkan di dalam paspor penumpang yang keluar masuk Tempat Pemeriksaan Imigrasi.
"Kami ingin menunjukkan bahwa Imigrasi tidak hanya bertugas mengawasi lalu lintas orang, tetapi juga peduli terhadap hal-hal kecil yang dapat memberikan manfaat bagi masyarakat. Pembatas buku ini adalah simbol dari komitmen kepedulian kami dan memberikan pengalaman yang lebih berkesan bagi setiap pemegang paspor," kata Hajar.
Hajar menjelaskan pembatas buku itu bukan sekadar lembaran kertas biasa. Didesain dengan cermat, penuh pertimbangan, menampilkan desain yang menarik, serta memberikan informasi singkat seputar keimigrasian, seperti pentingnya menjaga paspor dan dokumen perjalanan lainnya.
"Terdapat pula kutipan-kutipan (quotes) inspiratif dengan bahasa yang mudah dicerna tentang perjalanan yang diharapkan dapat membangkitkan semangat petualang para pemegang paspor. Khusus untuk tema peluncuran perdana ini, Imigrasi Batam mengambil tema kasih sayang," ujarnya.
Hajar mengungkapkan tak menutup kemungkinan kedepannya, Kantor Imigrasi akan berkolaborasi dan bekerja sama dengan instansi lain terkait Program IM-pression misalnya bekerja sama dengan BNN, kepolisian dan lainnya.
"Bisa dalam hal penyampaian pesan-pesan sosial, seperti Hindari Narkoba dari instansi BNN , atau pesan Sayangi Nyawamu, Jangan Main Kebut-Kebutan dari instansi kepolisian," ujarnya.
"Bahkan sesuai dengan salah satu fungsi keimigrasian yaitu sebagai fasilitator pembangunan kesejahteraan masyarakat, Kami Imigrasi Batam juga dapat menjadi partner kerja sama bagi UMKM dan pelaku usaha bisnis untuk menyampaikan pesan pesan atau materi usahanya melalui Program IM-pression" tambahnya.
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Morowali dan Kantor Wilayah (Kanwil) Direktorat Jenderal (Ditjen) Imigrasi Sulawesi Tengah (Sulteng) bersinergi dalam mewujudkan ... [306] url asal
Palu (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Morowali dan Kantor Wilayah (Kanwil) Direktorat Jenderal (Ditjen) Imigrasi Sulawesi Tengah (Sulteng) bersinergi dalam mewujudkan pelayanan keimigrasian di kabupaten setempat.
Penjabat Bupati Morowali Yusman Mahbub di Palu, Rabu, mengatakan Kabupaten Morowali sebagai salah satu pusat industri tambang nikel terbesar di Indonesia memiliki aktivitas tenaga kerja asing (TKA) yang sangat tinggi.
"Hal ini meningkatkan kebutuhan layanan keimigrasian yang cepat dan efisien bagi para pekerja asing ataupun masyarakat lokal," katanya.
Untuk itu, Penjabat Bupati Morowali melakukan kunjungan ke Kanwil Ditjen Imigrasi Sulteng bertujuan untuk membahas percepatan peresmian Unit Kerja Keimigrasian (UKK) Morowali menjadi kantor imigrasi penuh.
Dia mengatakan hingga saat ini masyarakat Morowali masih harus menempuh jarak yang jauh untuk mengurus dokumen keimigrasian.
Menurut dia, dengan kehadiran Kantor Imigrasi di Morowali akan menjadi solusi atas kebutuhan ini. Proses pengurusan dokumen bagi TKA dan masyarakat lokal dapat dilakukan dengan lebih mudah dan efisien.
"Percepatan pembangunan kantor ini menjadi prioritas Kanwil Ditjen Imigrasi Sulawesi Tengah untuk memberikan pelayanan yang lebih baik kepada masyarakat," katanya.
Ia mengatakan dengan sinergi antara pemerintah daerah dan Ditjen Imigrasi, percepatan operasional Kantor Imigrasi Morowali diharapkan segera terwujud guna memberikan dampak positif bagi masyarakat lokal maupun sektor industri yang terus berkembang pesat di Morowali.
Kepala Kanwil Ditjen Imigrasi Sulteng Arief Hazairin Satoto menyampaikan apresiasi atas dukungan Penjabat Bupati Morowali dalam proses peningkatan status UKK menjadi Kantor Imigrasi.
"Langkah ini menunjukkan komitmen kuat pemerintah daerah dalam mendukung pelayanan publik, terutama di bidang keimigrasian," katanya.
Pihaknya optimis kehadiran Kantor Imigrasi ini akan memperkuat regulasi keimigrasian dan berdampak positif terhadap pertumbuhan ekonomi daerah.
Dengan kehadiran kantor imigrasi di Morowali, kata dia, diharapkan dapat membawa banyak manfaat, termasuk mempercepat pengurusan dokumen, meningkatkan pengawasan terhadap TKA, dan memperkuat pengelolaan regulasi keimigrasian di wilayah tersebut.
Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Soekarno-Hatta (Soetta), Tangerang, Banten, menghadirkan ruang ramah anak sebagai meningkatkan layanan pemohon paspor bagi ... [401] url asal
Tangerang (ANTARA) - Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Soekarno-Hatta (Soetta), Tangerang, Banten, menghadirkan ruang ramah anak sebagai meningkatkan layanan pemohon paspor bagi penggunanya.
Kepala Kantor Imigrasi Kelas I Soekarno-Hatta Subki Miuldi di Tangerang, Senin mengatakan layanan ruang ramah anak ini merupakan inovasi yang pertama kali diluncurkan bidang keimigrasian di Indonesia khususnya di Kawasan Bandara Internasional Soetta.
"Layanan ini ditujukan bagi pemohonan paspor dengan syarat anak berusia lima tahun ke bawah," katanya.
Menurut dia, kehadiran ruang ramah anak ini akan memberikan kemudahan bagi orang tua yang membawa anak, khususnya saat menjalani proses foto dan wawancara dalam pembuatan paspor keimigrasian.
"Kami memahami kesulitan yang dialami orang tua ketika membawa anaknya dalam proses pembuatan paspor, terutama anak-anak yang sulit dikendalikan saat melakukan foto dan wawancara," ujarnya.
Menurut dia, dengan adanya layanan tersebut, anak-anak diharapkan dapat bekerja sama dengan baik dalam proses foto dan wawancara tersebut.
Ia menyampaikan, ruangan ramah anak yang dihadirkan Imigrasi Soetta didesain khusus dengan sesuai ketertarikan dan minat anak-anak untuk memberi kenyamanan bagi pengguna pelayanan keimigrasian.
"Ornamen dan warna menarik yang disematkan pada ruangan ramah anak turut memberikan suasana hati yang ceria, yang memberikan kemudahan bagi anak untuk lebih fokus saat foto dan wawancara," ujarnya.
Ia berharap dengan kemudahan dan kenyamanan ruang baru pelayanan ramah anak ini bisa dirasakan oleh orang tua karena waktu dalam proses foto dan wawancara dapat dimaksimalkan dengan baik oleh petugas pelayanan.
"Dengan semangat melayani dan berinovasi, peluncuran layanan ruang ramah anak diharapkan dapat memberikan kemudahan bagi masyarakat dan menciptakan layanan keimigrasian yang mampu menjawab tantangan global," kata dia.
Sementara itu, Kepala Bidang Dokumen Perjalanan dan Izin Tinggal Kantor Imigrasi Kelas I Sorkarno-Hatta Denny Irawan mengatakan kehadiran ruang ramah anak pada pelayanan keimigrasian ini dilengkapi sejumlah wahana hiburan seperti tempat bermain, tempat tidur hingga layar visual sebagai menghibur anak pengguna layanan tersebut.
"Ada tempat duduk berupa ilustrasi pesawat, tempat tidur bayi sebagai pengambilan gambar biometrik dari anak. Dan hari pertama peluncuran ini sudah ada tiga anak yang menikmati pelayanan," ucapnya.
Ia menjelaskan pengunjung layanan ramah anak pembuatan paspor nantinya diberikan perlakuan oleh petugas khusus dari Imigrasi bernuansa penerbangan yang memberikan golden tiket atau boarding pas untuk masuk ruang layanan tersebut.
"Dan waktu layanan sendiri ada pemangkasan, di mana untuk pengambilan foto itu diberi waktu tiga menit agar prosesnya lebih cepat," kata dia.
Kantor Imigrasi Medan meresmikan ruang layanan publik hasil CSR BRI. Fasilitas baru ini diharapkan meningkatkan kenyamanan pemohon paspor. [628] url asal
Kepala Divisi Imigrasi Kantor Wilayah Sumatera Utara, Kepala Kantor Imigrasi Kelas I Khusus Medan, dan Kepala Cabang BRI Gatot Subroto bersama-sama meresmikan ruang layanan publik pada Kantor Imigrasi Medan. Ruang layanan ini adalah hasil program Corporate Social Responsibility (CSR) dari Bank Rakyat Indonesia (BRI).
Peresmian ini berlangsung pada hari Kamis (28/11/2024) di pelataran Rooftop Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Medan. Hadir dalam kegiatan yaitu perwakilan dari cabang BRI, pegawai Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Medan dan perwakilan masyarakat.
Program CSR yang diterima oleh Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Medan berupa fasilitas dan sarana ruang tunggu yang akan digunakan untuk meningkatkan kenyamanan bagi pemohon paspor. Ruang tunggu ini memanfaatkan rooftop sebagai salah satu solusi keterbatasan ruang gerak publik pemohon sebagai dampak pembangunan jalan di depan wilayah kantor yang masih berlangsung.
Hasil CSR ini merupakan bagian dari komitmen BRI untuk mendukung program Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Medan dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik dan memberikan kontribusi positif kepada masyarakat.
Dalam sambutannya, Kepala Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Medan, Wahyu Hidayat, menyampaikan rasa terima kasih yang mendalam kepada BRI atas dukungan yang diberikan.
"Kami sangat mengapresiasi dukungan dari BRI yang telah menunjukkan kepedulian terhadap pelayanan publik di bidang keimigrasian. Dengan adanya CSR ini, kami berharap dapat meningkatkan kualitas layanan yang kami berikan kepada masyarakat, terutama dalam hal pengurusan dokumen imigrasi. Kami juga berharap kerja sama ini terus berlanjut untuk kedua belah pihak," ujar Wahyu Hidayat saat kegiatan.
Kepala Cabang BRI Gatot Subroto, Wisnu Wirawan, dalam sambutannya menyampaikan pentingnya sinergi antara sektor publik dan swasta dalam meningkatkan pelayanan kepada masyarakat.
"Kami percaya bahwa kolaborasi ini akan memberikan dampak positif tidak hanya bagi Kantor Imigrasi, tetapi juga bagi masyarakat yang membutuhkan layanan keimigrasian. Kami berharap fasilitas baru ini dapat memberikan kenyamanan dan efisiensi bagi para pemohon paspor," ungkap Wisnu Wirawan.
Kepala Divisi Keimigrasian Kantor Wilayah Sumatera Utara, Yan Welly Wiguna, juga menyampaikan terimakasih kepada pihak BRI. Dia berharap ruang tunggu ini meningkatkan kenyamanan pengunjung di Kantor Imigrasi Medan.
"Kami berterimakasih sebesar-besarnya atas kepedulian BRI yang telah mewujudkan ruang tunggu yang sama-sama dapat kita nikmati saat ini dan kiranya dapat mengurangi kepadatan di area ruang tunggu utama," ucapnya.
"Kami juga berharap, Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Medan sebagai satu-satunya satuan kerja imigrasi yang sudah meraih predikat WBBM (Wilayah Birokrasi Bersih Melayani) agar ke depannya dapat memanfaatkan dan memelihara fasilitas ruang tunggu ini dengan sebaik-baiknya, dan kiranya ruang ini bisa menjadi ruang multifungsi bagi para staf dan pengunjung," imbuhnya.
Dengan adanya kolaborasi antara Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Medan dan BRI Peduli melalui program CSR ini, diharapkan dapat memberikan dampak positif yang signifikan bagi masyarakat, terutama dalam meningkatkan kualitas pelayanan di bidang keimigrasian.
Pihak BRI juga memberikan bantuan sembako kepada perwakilan masyarakat sekitar sebagai wujud kepedulian BRI terhadap warga lingkungan.
"Semoga kerja sama ini dapat terus berlanjut dan memberikan manfaat yang berkelanjutan bagi semua pihak," jelasnya.