Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan (Kemenimipas) Asep Kurnia dan Direktur Jenderal Pemasyarakatan (Dirjenpas) Mashudi ... [266] url asal
Karawang (ANTARA) - Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan (Kemenimipas) Asep Kurnia dan Direktur Jenderal Pemasyarakatan (Dirjenpas) Mashudi melakukan panen raya di Lembaga Pemasyarakatan Kabupaten Karawang, Jawa Barat, Senin.
"Saya sangat bangga. Karena untuk kesekian kalinya Lapas berhasil mengembangkan ketahanan pangan di wilayahnya masing-masing dan hari ini Lapas Karawang," kata Asep, usai panen raya di Lapas Karawang.
Panen raya di Lapas Karawang ini cukup bagus, karena panennya merupakan hasil hasil pertanian, perkebunan dan perikanan di sarana edukasi dan asimilasi Lapas Karawang.
"Warga Binaan diberikan kesempatan belajar melalui sarana edukasi dan asimilasi Lapas Karawang. Mereka dilatih untuk menghasilkan karya bernilai ekonomis yang diharapkan menjadi bekal saat kembali ke masyarakat," katanya.
Lahan seluas 2 hektare yang ditanami padi tersebut telah berhasil dipanen sebanyak 8 ton dengan varian beras Inpari 32 dan Nutri Zinc.
Selain padi, panen raya ini juga menghasilkan perkebunan aneka sayur-mayur juga dikembangkan di luas tanah 1.500 m² dan budidaya Ikan di atas lahan hampir 1.000 m².
Sementara itu, Dirjenpas mengungkapkan 2,3 hektar lahan hidup telah menjadikan Lapas Karawang menjadi bagian lumbung ketahanan pangan Pemasyarakatan untuk kebutuhan nasional.
Selain dapat dijual ke pasar masyarakat, semua hasil pertanian dan perikanan ini ditargetkan dan menyumbang kebutuhan bahan makanan Warga Binaan Lapas Karawang sendiri
"Kami mewajibkan vendor penyedia bahan makanan warga binaan minimal 5 persen harus menggunakan hasil budidaya Warga Binaan," kata Mashudi seraya menekankan keberhasilan ini sebagai bentuk perwujudan 13 Program Akselerasi Menteri Imipas sekaligus melaksanakan Asta Cita Presiden dan Wakil Presiden RI. (KR-MAK)
Menteri Imigrasi Agus Andrianto memimpin panen raya di Lapas Warungkiara untuk mendukung ketahanan pangan dan membangun sinergi dengan masyarakat sekitar. [532] url asal
Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan RI Agus Andrianto, memimpin kegiatan panen raya di Lapas Kelas IIA Warungkiara, Kabupaten Sukabumi. Kegiatan itu sebagai upaya mendukung program ketahanan pangan di lingkungan lembaga pemasyarakatan.
Agus menyatakan, panen raya ini merupakan langkah nyata untuk berkontribusi terhadap ketahanan pangan sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto. Selain itu, kegiatan ini juga mencakup bakti sosial bagi warga binaan, tahanan, dan masyarakat sekitar Lapas.
"Hari ini kita melaksanakan panen raya, dalam rangka membangun ketahanan pangan di lingkungan Lapas, sejalan dengan kebijakan Bapak Presiden. Paling tidak, ini berkontribusi untuk lingkungan Lapas masing-masing. Kami juga mengadakan bakti sosial untuk warga binaan, tahanan, dan masyarakat sekitar Lapas agar terjalin komunikasi yang baik," ujar Agus kepada awak media, Selasa (24/12/2024).
Ia menekankan pentingnya sinergi antara Lapas dan masyarakat setempat, khususnya dalam mendukung kesejahteraan bersama. "Selama ini hubungan dengan masyarakat sekitar Lapas belum terbangun dengan baik. Harapannya, dengan berbagai upaya dan kerja sama, kegiatan ini tidak hanya berhenti sekali, tetapi terus berlanjut ke depan," tambahnya.
Plt Dirjen Permasyarakatan Y. Ambeg Paramarta menambahkan, program akselerasi termasuk kegiatan pembinaan kemandirian dan pembimbingan ini secara khusus mendorong WBP untuk lebih profuktif dan hasilnya dapat dimanfaatkan sebagai bahan makanan dan pemberian upah atau premi bagi WBP.
"Kegiatan panen raya perkebunan singkong seluas 3,8 hektare yang dikelola oleh WBP Lapas Kelas IIA Warkir, bekerjasama dengan Dinas Pertanian dan mitra menjadi bukti keberhasilan pembinaan kemandirian WBP pada lapas Warungkiara," kata Ambeg.
Panen raya ini juga bukan hanya sekedar di sektor pertanian tetapi juga di sektor peternakan. Setidaknya terdapat 1.000 ekor ayam dan 450 ekor sapi yang dikelola oleh warga binaan.
"Hasil dari peternakan tersebut akan disalurkan kepada pihak ketiga untuk dijual kembali," ujarnya.
Peluncuran Koperasi Induk Pemasyarakatan
Selain panen raya, Menteri Agus juga meresmikan pembentukan Koperasi Induk Pemasyarakatan dan memberikan bantuan sosial bagi keluarga WBP secara serentak di seluruh lapas se-Indonesia. Koperasi ini akan menjadi payung bagi koperasi primer yang dikelola oleh lapas dan rutan di seluruh Indonesia.
"Harapan kami, koperasi ini dapat meningkatkan kesejahteraan pegawai. Keuntungannya nanti bisa digunakan untuk bakti sosial, membantu warga binaan, dan masyarakat sekitar," kata Agus.
Menurutnya, kegiatan ini menunjukkan komitmen Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan dalam meningkatkan kemandirian ekonomi Lapas sekaligus memperkuat hubungan dengan masyarakat sekitar. "Dengan langkah ini, diharapkan Lapas dapat menjadi bagian yang produktif dalam pembangunan nasional," tutupnya.