Selama Ramadan, sahur disunahkan untuk mempersiapkan puasa. Meskipun puasa tanpa sahur sah, sahur membawa berkah dan membedakan umat Islam dari agama lain. [630] url asal
Selama Ramadan umat Islam akan menjalankan ibadah puasa satu bulan penuh. Sebelum puasa disunahkan melaksanakan sahur.
Sahur merupakan kegiatan makan dan minum sebelum waktu imsak. Nabi Muhammad SAW bersabda:
"Makan sahurlah, karena sahur itu barakah." (HR Bukhari dan Muslim)
Dikutip detikHikmah dari buku Puasa Bukan Hanya Saat Ramadhan yang disusun Ahmad Sarwat, para ulama sepakat terkait hukum sunnah makan sahur. Selain hadits di atas, kesunnahan sahur merujuk pada hadits berikut dengan sanad jayyid. Dari Al Miqdam bin Ma'dikarb, Rasulullah SAW bersabda,
"Hendaklah kamu makan sahur karena sahur itu makanan yang diberkati." (HR An Nasa'i)
Sahur bertujuan untuk mempersiapkan tubuh yang tidak akan menerima makan dan minum sehari penuh. Selain itu, terdapat berkah dalam sahur meski hanya seteguk air. Dari Abu Said Al Khudri RA berkata,
"Sahur itu berkah, jangan tinggalkan meski hanya seteguk air. Sesungguhnya Allah dan malaikat-Nya bersholawat kepada orang-orang yang sahur." (HR Ahmad)
Lantas bagaimana hukumnya jika umat muslim menjalankan ibadah puasa tanpa sahur, apakah tetap sah? Simak penjelasannya sampai akhir ya!
Sahur Jadi Pembeda Puasa Islam dengan Agama Lain
Kemudian diterangkan dalam buku Fiqih Praktis Sehari-hari susunan Farid Nu'man, puasa tanpa sahur hukumnya tetap sah. Namun, hendaknya puasa tanpa sahur tidak dijadikan kebiasaan karena dapat menyerupai agama lain.
Dalam sebuah hadits dari Amru bin Ash RA, Rasulullah SAW pernah menerangkan terkait perbedaan puasa umat Islam dengan agama lain. Beliau bersabda,
"Perbedaan antara puasa kita dan puasa ahli kitab (Yahudi dan Nasrani) adalah pada makan sahur." (HR Muslim)
4 Manfaat Sahur
Mengutip dari buku Mempercepat Datangnya Rezeki dengan Ibadah Ringan oleh Mukhlis Allyudin dan Enjang, berikut sejumlah manfaat sahur bagi muslim.
1. Diberkahi Allah SWT karena menghidupi sunnah Rasulullah SAW
2. Membedakan dengan umat agama lain
3. Memberi kekuatan agar tetap kuat selama menjalani puasa
4. Momen untuk mengerjakan amalan lain seperti istighfar dan memohon limpahan rahmat Allah SWT karena sahur menjadi waktu turunnya rahmat dan ampunan Sang Khalik
Puasa Tanpa Sahur Apakah Tetap Sah?
Menurut buku Bekal Ramadhan dan Idul Fithri 2: Niat dan Imsak karya Saiyid Mahadir, sahur tidak termasuk syarat sah maupun rukun puasa. Manfaat sahur tak lain menguatkan badan selama puasa berlangsung.
Selain itu, Quraish Shihab dalam bukunya yang berjudul Shihab & Shihab Bincang-bincang Seputar Tema Populer Terkait Ajaran Islam menjelaskan bahwa boleh-boleh saja puasa tanpa sahur. Sahur mendidik jiwa muslim agar bangun di tengah malam selain memberi kekuatan selama puasa berlangsung.
Puasa Ayyamul Bidh adalah puasa sunnah yang dilakukan pada tanggal 13, 14, dan 15 setiap bulan dalam kalender Hijriah. Pada bulan Syaban, puasa ini bertepatan dengan puasa sunnah Nisfu Syaban yang jatuh pada tanggal 15 Syaban.
Menggabungkan niat untuk dua puasa sunnah ini diperbolehkan dan sah menurut pendapat para ulama.
Hukum Menggabungkan Niat Puasa Sunnah
Melansir laman UIN Sunan Gunung Jati, dalam kitab I'anatut Thalibin karya Syaikh Abu Bakar Syatha, menggabungkan niat puasa sunnah diperbolehkan dan tetap mendapatkan pahala dari kedua ibadah tersebut. Sebagai contoh, jika puasa Ayyamul Bidh bertepatan dengan puasa Nisfu Syaban, seseorang dapat berniat untuk keduanya sekaligus dan memperoleh keutamaan ganda.
Hal ini diperkuat dalam buku "Rahasia Puasa Sunnah" karya Ahmad Syahirul Alim Lc MPd, yang menyebutkan bahwa umat muslim dapat menggabungkan niat beberapa puasa sunnah dalam satu waktu. Dengan demikian, bagi yang ingin melaksanakan puasa Ayyamul Bidh dan Nisfu Syaban secara bersamaan, cukup melafazkan satu niat: "Saya berniat puasa Ayyamul Bidh dan Nisfu Syaban karena Allah Ta'ala."
Bacaan Niat Puasa Ayyamul Bidh dan Nisfu Sya'ban
Berikut ini bacaan niat untuk masing-masing puasa:
Artinya: "Saya niat puasa pada pertengahan bulan Syaban sunnah karena Allah ta'ala."
Jadwal Puasa Ayyamul Bidh dan Nisfu Sya'ban 1446 H/2025 M
Berdasarkan kalender Hijriah yang dikeluarkan oleh Kementerian Agama (Kemenag), berikut jadwal puasa Ayyamul Bidh dan Nisfu Syaban:
Rabu, 12 Februari 2025: 13 Syaban 1446 H (Puasa Ayyamul Bidh)
Kamis, 13 Februari 2025: 14 Syaban 1446 H (Puasa Ayyamul Bidh)
Jumat, 14 Februari 2025: 15 Syaban 1446 H (Puasa Ayyamul Bidh & Puasa Nisfu Syaban)
Tata Cara Puasa Ayyamul Bidh dan Nisfu Syaban
Tata cara puasa ini sama seperti puasa sunnah pada umumnya. Berikut langkah-langkahnya:
Membaca Niat
Niat bisa diucapkan dalam hati atau dilafalkan secara lisan sebelum fajar.
Makan Sahur
Dianjurkan untuk makan sahur, terutama mendekati waktu subuh.
Menahan Diri dari Perbuatan Dosa
Menjaga diri dari perkataan kotor, menggunjing, atau perbuatan yang mengurangi pahala puasa.
Menjaga Diri dari Hal yang Membatalkan Puasa
Seperti makan, minum, atau hubungan suami-istri di siang hari.
Menyegerakan Berbuka
Dianjurkan untuk segera berbuka saat waktu magrib tiba.
Keutamaan Puasa Ayyamul Bidh dan Nisfu Syaban
Melaksanakan puasa sunnah ini membawa banyak keutamaan, di antaranya:
Mendapat pahala seperti berpuasa sepanjang tahun.
Menghapus dosa dan meningkatkan ketakwaan.
Memperoleh keberkahan bulan Sya'ban sebagai persiapan menuju Ramadan.
Mengikuti sunnah Rasulullah SAW yang sering berpuasa di bulan Syaban.
Itulah informasi mengenai puasa sunnah Ayyamul Bidh sekaligus puasa Nisfu Syaban. Dengan memahami niat, jadwal, dan tata cara puasa Ayyamul Bidh serta Nisfu Syaban, umat muslim dapat menjalankannya dengan lebih baik dan memperoleh keberkahan dari Allah SWT. Semoga bermanfaat, ya!