Anggota komisi XIII DPR RI Prana Putra meminta Kementerian Imipas untuk membentuk tim investigasi untuk mengusut kerusuhan di Lapas Mura. [502] url asal
Kasus kerusuhan yang terjadi di Lapas Narkotika Kelas IIA Muara Beliti, Musi Rawas, membuat anggota komisi XIII FPKB DPR RI Prana Putra Sohe angkat bicara. Dia meminta Menteri Imigrasi & Pemasyarakatan (Imipas) untuk membentuk tim investigasi untuk mengusut permasalahan tersebut.
Pria yang kerap disapa Nanan tersebut mengatakan hal ini menjadi atensi khusus usai narapidana Lapas Kelas II Bukittinggi, Sumatera Barat yang keracunan alkohol pada Rabu (30/4/2025).
"Belum selesai kita melihat kejadian pesta miras di LP Bukit Tinggi Sumbar yang mengakibatkan 2 napi tewas, sekarang kita melihat kembali kejadian serupa terjadi kericuhan di Lapas Narkotika IIA Muara Beliti, Musi Rawas. Kejadian demi kejadian yang terjadi secara beruntun dalam waktu singkat ini membuat resah seluruh masyarakat," katanya, Jumat (9/5/2025).
Nanan mengaku beberapa laporan yang masuk kepadanya menunjukkan bahwa sudah terjadi ketidaksesuaian sistem pembinaan dan keamanan yang diterapkan oleh lapas sekarang.
"Peraturan ini perlu di revisi dan dirumuskan bersama antara Kementerian Imipas beserta stakeholder terkait. Salah satunya yaitu membentuk Panja (panitia kerja) Pemasyarakatan agar kejadian serupa tidak terulang kembali," ungkapnya.
Nanan juga meminta kepada Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan agar membentuk tim investigasi secepatnya untuk melakukan penyelidikan terhadap kasus kericuhan di Lapas Narkotika Muara Beliti.
"Khusus kejadian di Lapas Narkotika Muara Beliti, segera usut tuntas motif yang menjadi pemicu kerusuhan dan juga berikan sanksi yang tegas kepada siapapun yang terlibat," tegasnya.
Selain oknum napi yang memicu kerusuhan tersebut, kata Nanan, para oknum sipir yang terbukti nakal juga harus segera ditindaklanjuti.
"Seperti yang sudah saya sampaikan sebelumnya, banyaknya alat X-Ray dan metal detector yang rusak di hampir seluruh Lapas di Indonesia ini menjadi peluang masuk nya barang barang terlarang seperti HP dan narkoba ke area lapas. Hal ini juga jadi peluang untuk terjadinya tindak suap kepada oknum sipir yang nakal," tuturnya.
"Maka dengan itu kita minta hal itu (X-Ray dan metal detector) segera mungkin dibenahi serta oknum yang nakal ini harus segera ditindaklanjuti bila terbukti bersalah," sambungnya.
Anggota komisi XIII FPKB DPR RI Prana Putra Sohe menyoroti kondisi alat metal detector dan X-Ray di sejumlah lembaga pemasyarakatan (lapas) di Sumatera Selatan yang kondisinya banyak rusak. Hal ini diungkapkannya usai melakukan kunjungan kerja (kunker) di lapas Sumsel.
"Saya kemarin menyoroti bahwa pertama, hampir setiap semua lapas ternyata tidak hanya Lubuklinggau dan Muara Beliti, itu alat detektor dan metal detector-nya rusak," katanya saat ditemui detikSumbagsel, Jumat (13/12/2024).
Prana mengatakan jika vendor yang mengurus alat detektor di seluruh lapas Indonesia sama dengan yang di Sumatera Selatan, maka diperkirakan hampir seluruh mesin detektor di seluruh lapas yang ada di Indonesia rusak.
"Kunjungan saya tidak hanya di Lubuklinggau dan Musi Rawas, tapi di semua lapas Sumsel dan kemungkinan se-Indonesia. Jadi se-Indonesia alat elektronik atau alat metal detector dan X-Ray daripada lapas itu saya pikir hampir seluruh Indonesia saya tidak tahu, tapi kalau Sumatera Selatan jelas (rusak). Tapi kalau vendornya sama, artinya se-Indonesia itu rusak," ungkapnya.
Karena hal tersebut, ia berharap kepada kementerian agar kondisi miris ini segera dicarikan penyelesaiannya agar masalah penyelundupan barang ilegal ke dalam lapas bisa segera diatasi.
"Cuma itu tadi sangat miris, kita ingin melakukan pengamanan berkaitan dengan narkoba dan handphone di dalam lapas, tapi alat X-Ray dan metal detector-nya rusak. Maka dengan itu kita minta itu segera mungkin dibenahi," ujarnya.
Prana menambahkan permasalahan alat detektor ini juga termasuk 13 program prioritas sehingga meminta Kementerian Imipas (Imigrasi dan Pemasyarakatan) untuk segera membenahi permasalahan ini.
"Memang kita sangat berharap banyak terhadap kehadiran Kementerian Imipas. Kita harapkan yang menjadi keluhan-keluhan selama ini akan menjadi pemecahannya nanti ke depan di kementerian yang baru ini," tuturnya.