Lapas Kelas II B Klaten menggelar sumpah setia dua narapidana terorisme (napiter) kepada NKRI. Untuk itu, Kasi Humas Polres Klaten, AKP Nyoto, berharap napiter lainnya dapat mengikuti jejak napiter tersebut.
Acara tersebut dihadiri oleh perwakilan Polres Klaten, Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT), Densus 88, Kodim 0723/Klaten, di Kantor Lapas Kelas II B Klaten, Kecamatan Klaten Tengah, Kamis (24/4/2025). Acara tersebut diawali dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya.
Dua napiter yang mengucap ikrar tersebut bernama Bhay dan Ifal. Keduanya membaca Pancasila dan dilanjutkan dengan ikrar setia kepada NKRI.
Kepala Lapas Kelas II B Klaten, Andik Dwi Saputro, menyampaikan selamat kepada dua napiter telah bersumpah setia kepada NKRI.
"Selamat kepada warga binaan kami yang telah kembali ke pangkuan Ibu Pertiwi melalui ikrar setia kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia yang telah dilakukan pada kesempatan ini, meninggalkan paham terorisme dan dapat kembali ke masyarakat," kata Andik saat ditemui di Lapas Kelas II B Klaten, hari ini.
Lebih lanjut, Andik menjelaskan, dua napiter tersebut terlibat dalam kasus terorisme di Poso, Sulawesi Tengah. Mereka semua divonis 6 tahun 6 bulan kurungan.
"Mereka kasus (terorisme) Poso. (Divonis) 3 tahun 6 bulan (kurungan)," sebutnya.
Dua napiter itu telah menjalani sekitar 2,5 tahun kurungan. Sebab itu, Andik menjelaskan, Ifal dan Bhay mendapatkan pembebasan bersyarat. Adapun salah satu syaratnya adalah janji setia kepada NKRI.
"Salah satunya adalah kesetiaan kepada NKRI," katanya.
Sebelumnya, Andik menerangkan, dua napiter itu tidak mau untuk hormat ke bendera Merah Putih dan mengikuti salat berjemaah di masjid.
"Kalau paham mereka masih merah, mereka tidak mau ikut salat jemaah di masjid, mereka tidak mau hormat kepada bendera. Ini kan buktinya mereka telah mengikuti salat berjemaah di masjid, mengikuti program pembinaan pengajian umum, mereka sudah mau hormat kepada bendera dan mencium," terangnya.
Sementara itu, perwakilan BNPT, Cindytia menerangkan, dua napiter itu sebelumnya tergabung dalam kelompok Mujahidin Indonesia Timur (MIT) di Poso.
"MIT CAD Poso," terang Cindytia.
Sementara itu, Ifal bersyukur dirinya dapat berikrar untuk setia kepada NKRI. Dia pun menyesal pernah tergabung dalam kelompok teroris.
"Alhamdulillah, hari ini saya bahagia sekali setelah melewati berbagai pembinaan dari lapas Klaten, BNPT, Densus 88, dan kepolisian, pada hadi ini saya benar-benar tulus, ikhlas untuk ikrar NKRI. Menyesal sekali (pernah tergabung dalam kelompok teroris)," jelas Ifal.
Selanjutnya, AKP Nyoto menerangkan, napiter di Klaten ada dua orang, yakni yang telah berikrar setia kepada NKRI. Dia pun berharap, napiter lainnya dapat mengikuti jejak dua napiter tersebut.
"Semoga napiter yang lainnya mengikuti napiter di Lapas Klaten, bisa kembali di pangkuan Ibu Pertiwi, setia pada NKRI, bertaubat dan menyadari bahwa perbuatan teroris adalah salah baik berdasarkan hukum Islam maupun Hukum Negara RI," jelas Nyoto.
PT Pupuk Kalimantan Timur (Pupuk Kaltim) menyalurkan bantuan senilai Rp820 juta untuk mendukung pemulihan fisik, psikologis, dan ekonomi 22 penyintas tindak pidana terorisme di Indonesia timur. Bantuan ini merupakan wujud komitmen perusahaan dalam mendukung pembangunan berkelanjutan dan pengentasan masalah sosial.
Bantuan tersebut diserahkan Manajemen Pupuk Kaltim di Museum Nasional Penanggulangan Terorisme Adhi Pradana, Komplek Kantor Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Bogor Jawa Barat, Senin (2/12).
SVP Tata Kelola dan Manajemen Risiko Pupuk Kaltim, Sutrisna mengatakan 22 penyintas yang menerima bantuan Pupuk Kaltim berasal dari berbagai daerah di Indonesia timur seperti Kalimantan Selatan, Sulawesi Selatan, Sulawesi Utara, Sulawesi Tengah, dan Maluku, yang termasuk dalam wilayah tanggung jawab distribusi perusahaan.
Bantuan ini mencakup pendidikan, kesehatan, stimulan usaha, dan pemulihan fisik serta psikologis bagi korban terorisme, sebagai kontribusi Pupuk Kaltim untuk mendukung tujuan pembangunan berkelanjutan (SDGs).
"Pupuk Kaltim memahami tindak pidana terorisme tidak hanya meninggalkan luka fisik, tetapi juga trauma psikologis yang membutuhkan pemulihan dalam waktu lama. Maka melalui dukungan ini, kami berharap dapat membantu para korban agar bisa kembali menjalani kehidupan secara normal," ungkap Sutrisna dalam keterangan tertulis, Rabu (4/12/2024).
Sutrisna mengungkapkan Pupuk Kaltim akan terus berkolaborasi aktif dengan pemerintah dan stakeholder terkait untuk memberikan solusi nyata dalam mengatasi masalah sosial, termasuk pemulihan korban terorisme.
Hal ini sesuai dengan visi misi Pupuk Kaltim untuk mendukung berbagai sektor kehidupan secara proaktif, tidak hanya bagi masyarakat sekitar perusahaan, tetapi juga untuk Indonesia secara umum.
"Kami ingin memastikan korban tidak hanya pulih secara fisik dan psikologis, tetapi juga memiliki kesempatan memperbaiki taraf hidup, sehingga bisa kembali menjadi bagian produktif dari masyarakat," tambahnya.
Selain Pupuk Kaltim, anak usaha Pupuk Indonesia lainnya juga memberikan bantuan serupa di wilayah tanggung jawab distribusi masing-masing. Total 49 penyintas menerima bantuan ini sebagai bentuk kontribusi BUMN dalam mendukung pengentasan aksi terorisme di Indonesia.
"Upaya pemulihan bagi korban tindak pidana terorisme merupakan langkah positif dalam menciptakan masyarakat Indonesia yang kuat dan inklusif. Hal ini mendasari semangat kami di Pupuk Indonesia Grup untuk turut memberikan dukungan di dalamnya," ucap Direktur SDM Pupuk Indonesia Tina T Kemala Intan.
Kepala BNPT Komjen Pol, Eddy Hartono mengapresiasi dan berterima kasih atas dukungan Pupuk Kaltim dan Pupuk Indonesia Grup untuk pemulihan korban terorisme di berbagai wilayah Indonesia.
Ia menegaskan dukungan ini sesuai dengan Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2018 tentang pemberantasan tindak pidana terorisme, serta menunjukkan kehadiran negara dalam mendukung pemulihan korban.
"Kami menilai ini bentuk sinergi positif, untuk secara bersama meningkatkan kepekaan dan kepedulian bagi korban tindak pidana terorisme. Apalagi dukungan psikososial maupun kesehatan merupakan aspek penting untuk pemulihan," terang Eddy.
Dirinya pun berharap sinergi dan kerja sama yang terjalin antara Pupuk Kaltim dan BNPT dapat terus ditingkatkan, termasuk Pupuk Indonesia Grup, dalam upaya pengentasan potensi aksi terorisme yang jelas mengancam keamanan dan kedaulatan negara.
"Semoga langkah baik ini dapat terus berkelanjutan, melalui sinergi yang lebih kuat antara BNPT bersama Pupuk Kaltim dan Pupuk Indonesia Grup," pungkas Eddy.
Kota Surabaya pernah diteror bom pada 2018 silam. Meski sudah berlalu 6 tahun, pemkot hingga kini masih terus memperkuat pencegahan radikalisme dan terorisme. [417] url asal
Kota Surabaya pernah dalam suasana tegang karena adanya teror bom di tiga tempat pada 13-14 Mei 2018 silam. Meski sudah berlalu 6 tahun, pemkot hingga kini masih terus memperkuat pencegahan radikalisme dan terorisme.
Penjabat Sementara (Pjs) Wali Kota Surabaya Restu Novi Widiani mengatakan, pencegahan paham radikalisme dan aksi terorisme penting dilakukan. Apalagi Kota Pahlawan ini pernah mengalami teror bom tahun 2018 lalu.
"Tetapi dengan sejarah pilu itu, ternyata menjadi awal kita (Kota Surabaya) meraih semua penghargaan," kata Restu saat membuka sosialisasi pencegahan radikalisme dan terorisme oleh Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT) Jawa Timur, Rabu (13/11/2024).
Selain sosialisasi mitigasi, ada hal penting lain juga yang harus dilakukan, yaitu penanganan pascabencana. Karena konsentrasi penanganan bencana, baik alam maupun sosial itu ada mitigasi, penanganan, dan pasca bencana.
Restu pun meminta kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Pemkot Surabaya, termasuk camat dan lurah memasifkan pencegahan bencana sosial itu.
Kepala Dinas Pendidikan Surabaya Yusuf Masruh mengatakan langkah antisipasi yang dilakukan di lingkungan pendidikan ialah menanamkan dan menguatkan nilai pancasila untuk siswa. Kemudian memberikan pesan kebinekaan dalam mata pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan (PKn) maupun Agama.
"Insyaallah sudah dilakukan, dan dengan adanya pertemuan hari ini, saya akan memperkuat lagi ketika bertemu dengan para guru," kata Yusuf.
Begitu juga Maria Theresia Ekawati Rahayu Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Surabaya menggencarkan sosialisasi di berbagai tempat ibadah melalui Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB).
Menurut Maria, ini tantangan Surabaya sebagai kota terbuka di tengah-tengah Indonesia Timur dan Barat, berpotensi terpengaruh oleh berbagai paham radikal, termasuk dari luar negeri.
"Oleh karena itu, kita harus bersama-sama melakukan pencegahan terhadap radikalisme dan terorisme di Kota Surabaya," pungkasnya.