Tanggal 27 April diperingati sebagai Hari Bakti Pemasyarakatan, Hari Kode Morse, Hari Ibu Super Autisme, dan Hari Kemerdekaan Afrika Selatan. Pelajari maknanya! [1,246] url asal
Tanggal 27 April mungkin terdengar seperti hari biasa bagi sebagian orang. Namun tahukah detikers, bahwa di balik tanggal ini ada sejumlah peringatan nasional maupun internasional yang memiliki nilai historis, sosial, hingga budaya?
Tanggal 27 April memperingati sejumlah momen penting yang membawa pesan untuk disebarluaskan. Di antaranya terkait tentang sejarah, masalah sosial, hingga kesehatan.
Mengenali hari-hari peringatan tersebut tertentu akan menambah wawasan tentang berbagai pengetahuan umum. Nah, dalam artikel ini detikSulsel membahas sejumlah hari peringatan di tanggal 27 April.
Yuk simak!
Hari Bakti Pemasyarakatan (Indonesia)
Tanggal 27 April diperingati sebagai Hari Bakti Pemasyarakatan setiap tahunnya di Indonesia. Melansir laman Universitas Brawijaya, Hari Permasyarakatan Indonesia didirikan pada tahun 1964.
Peringatan ini bertujuan untuk mengapresiasi peran lembaga pemasyarakatan dalam memperbaiki dan mengubah kehidupan narapidana. Dalam rangka menciptakan masyarakat yang lebih adil dan bermartabat, peran mereka dalam mendidik, membimbing, dan membantu narapidana mempersiapkan masa depan yang lebih baik tidak boleh diabaikan.
Pemasyarakatan sendiri mencakup rangkaian kegiatan dan usaha dari lembaga pemasyarakatan, pemerintah, dan masyarakat untuk mempersiapkan narapidana yang akan kembali ke masyarakat setelah menjalani hukuman pidana. Tujuan utamanya adalah untuk merehabilitasi narapidana, membimbing mereka agar dapat kembali berintegrasi dalam masyarakat, dan mencegah mereka terlibat dalam aktivitas kriminal di masa mendatang.
Melalui peringatan Hari Bakti Pemasyarakatan, masyarakat diingatkan akan pentingnya memperlakukan narapidana sebagai manusia yang berhak mendapatkan kesempatan untuk memperbaiki diri dan membangun kembali kehidupan mereka setelah menjalani hukuman.
Peringatan tersebut juga menjadi momen untuk mengakui pengabdian para petugas dan staf lembaga pemasyarakatan yang telah bekerja keras dalam memperbaiki sistem peradilan pidana dan membantu para narapidana untuk melakukan rehabilitasi dan reintegrasi kembali ke masyarakat.
Hari Kode Morse
Tanggal 27 April diperingati sebagai Hari Kode Morse secara global. Peringatan ini untuk menghormati penemu kode morse, Samuel Morse, yang lahir pada hari ini tahun 1791.
Kode morse adalah bentuk komunikasi yang tepat dan ringkas. Komunikasi ini memiliki peran besar dalam peperangan dan memengaruhi kehidupan Barat secara umum.
Menyadur laman National Today, awalnya Samuel Morse bersama ilmuwan Alfred Vail dan ilmuwan Joseph Henry mulai merancang cara untuk berkomunikasi menggunakan telegraf listrik pada tahun 1836. Hal ini lantaran kala itu jalur komunikasi sangat lama. Yakni pesan dikirim melalui pos, sering kali berminggu-minggu atau bahkan berbulan-bulan kemudian baru sampai ke penerimanya.
Awalnya Samuel Morse yang menemukan ide tentang arus listrik akan mengalir melalui telegraf saat orang tersebut mengetik, meninggalkan lekukan pada pita kertas. Mereka tidak dapat mengetik kata-kata atau pesan secara lengkap, sehingga mereka menggantinya dengan kode untuk mewakili pesan tersebut. Ada titik, garis, dan bahkan spasi yang mewakili angka yang berbeda dari nol hingga sembilan.
Kode ini mulanya hanya mengirimkan angka. Pada tahun 1940, Vail menyadari bahwa metode ini terbatas. Ia selanjutnya memperluas kode tersebut untuk menyertakan huruf dan karakteristik khusus juga. Kode ini awalnya dijuluki 'kode telepon rumah Morse', 'kode Morse Amerika', atau 'Morse Kereta Api'.
Penggunaan sistem ini pun menyebar ke seberang laut hingga ke Eropa. Orang-orang yang menggunakan kode tersebut.
Simbol-simbol yang diwakili oleh kode morse semuanya berbahasa Inggris, sehingga kode morse asli tidak memadai untuk negara-negara non-Inggris yang memiliki huruf-huruf dengan berbagai tanda diakritik seperti ë, ç, dan lainnya.
Sekelompok negara Eropa berinisiatif untuk membuat variasi kode morse mereka sendiri yang dirilis pada tahun 1851. Disebut Kode Morse Internasional atau Kode Morse Kontinental, versi baru kode ini memperoleh daya tarik yang luas dan digunakan di seluruh industri pelayaran, penerbangan, dan industri lainnya di seluruh dunia.
Hari Ibu Super Autisme
Di Amerika Serikat, tanggal 27 April diperingati sebagai Hari Ibu Super Autisme. Peringatan tersebut diciptakan untuk merayakan kekuatan, keberanian, dan tekad para ibu yang memiliki anak dengan autisme.
Dilansir dari laman National Today, ibu dari anak-anak dengan autisme sering disebut 'ibu super'. Sebab mereka melakukan jauh lebih banyak daripada orang tua lainnya.
Mereka merawat anak-anak mereka 24 jam sehari, 365 hari setahun. Hal itu dapat menyebabkan stres dan kelelahan yang sebenarnya tidak baik untuk siapa pun.
Sehingga orang tua dan pengasuh yang membesarkan anak-anak dengan autisme seringkali membutuhkan dukungan, pemahaman, dan sumber daya ekstra. Maka dari itu, peringatan Hari Ibu Super Autisme diciptakan untuk merayakan semua yang dilakukan, para ibu super!
Selain itu, peringatan ini juga menjadi momen untuk mengedukasi orang lain tentang tantangan dalam membesarkan anak dengan autisme.
Hari Kemerdekaan Afrika Selatan
Tanggal 27 April menjadi hari bersejarah bagi Afrika Selatan. Lantaran tanggal ini menandai Hari Kemerdekaan negara tersebut.
Menyadur laman National Today, hari ini rakyat Afrika Selatan mengenang kembali perjuangan para pahlawan nasional mereka dalam menghapuskan sistem segresi. Penghapusan segresi di Afrika Selatan secara resmi terjadi pada 27 April 1994.
Sebelum penghapusan segresi, hak asasi manusia dan hak istimewa dasar tidak diberikan kepada warga Afrika Selatan berkulit hitam. Sementara, segelintir orang kulit putih berkuasa.
Diketahui, Hukum Apartheid dianut oleh Afrika Selatan antara tahun 1948 dan 1994. Sistem ini merupakan sistem rasial yang mengelompokkan masyarakat berdasarkan ras. Selama periode ini, kaum minoritas kulit putih begitu berkuasa sehingga kaum mayoritas kulit hitam terabaikan di tanah air mereka.
Ada sistem segregasi yang diberlakukan di hampir setiap aspek kehidupan. Misalnya, persahabatan antar ras dan perkawinan campuran dilarang. Warga kulit hitam ditolak aksesnya ke sebagian besar fasilitas sosial. Mereka tidak dapat tinggal di daerah yang secara khusus diperuntukkan bagi warga kulit putih, dan mereka tidak dapat mengambil bagian dalam pengambilan keputusan nasional, khususnya dalam pemungutan suara.
Hukum apartheid mengelompokkan warga Afrika Selatan ke dalam empat kelompok - kulit putih, kulit hitam, kulit berwarna, dan India. Dari semua kelompok ini, warga kulit putih menikmati hak istimewa khusus. Sisanya dirampas hak-hak paling mendasar mereka.
Lebih dari tiga juta warga kulit hitam diusir dari rumah mereka antara tahun 1960 dan 1983. Pada tahun 1970-an dan 1980-an, oposisi terhadap rezim apartheid berubah menjadi militansi. Hal ini menyebabkan tindakan keras terhadap para 'pemberontak' dan penangkapan oleh pemerintah Partai Nasional.
Antara akhir tahun 1980-an dan awal tahun 1990-an, partai rakyat kulit hitam yakni Kongres Nasional Afrika (ANC) mengadakan negosiasi dengan pemerintah untuk mengakhiri apartheid.
Rezim tersebut mulai melemah pada tahun 1991. Kemudian pada tahun 1994 pemilihan umum multiras pun akhirnya berhasil diadakan pada tahun 1994.
Demikian jawaban tentang "tanggal 27 April memperingati apa?" lengkap dengan ulasannya. Semoga bermanfaat.
Warga binaan Lapas Suliki rayakan Hari Ibu dengan prosesi basuh kaki yang haru, memperkuat kasih sayang antara ibu dan anak. Halaman all [455] url asal
PADANG, KOMPAS.com - Suasana haru menyelimuti Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas III Suliki, Sumatera Barat, pada Sabtu (21/12/2024) saat warga binaan memperingati Hari Ibu ke-96 dengan membasuh kaki sang ibu.
Prosesi ini berlangsung di halaman Lapas Suliki dan dihadiri sepuluh warga binaan yang masih memiliki ibu.
Isak tangis para ibu menggema saat anak-anak mereka dengan telaten membasuh kaki mereka, menciptakan momen emosional yang mengingatkan akan kasih sayang dan pengorbanan seorang ibu.
Suasana semakin syahdu dengan iringan musik dan pembacaan puisi yang menyentuh hati.
Kepala Lembaga Pemasyarakatan Kelas III Suliki, Kamesworo menjelaskan, kegiatan ini merupakan bagian dari peringatan Hari Ibu Nasional yang ke-96.
"Kegiatan ini yang kedua kami selenggarakan, kita undang para ibu warga binaan dan tradisi basuh kaki Ibu sebagai wujud pembinaan di Lapas Suliki. Memuliakan, menghormati perjuangan para ibu ketika membesarkan anaknya," ungkap Kamesworo kepada Kompas.com.
Prosesi dimulai dengan menyuapi para ibu, yang mengingatkan warga binaan akan masa kecil mereka saat dirawat oleh ibu.
Setelah itu, acara dilanjutkan dengan basuh kaki, di mana petugas Lapas menyiapkan baskom berisi air untuk membersihkan kaki ibu mereka.
Kamesworo berharap tradisi basuh kaki ini dapat memperkuat hubungan antara ibu dan anak, serta membantu warga binaan untuk lebih baik ke depannya.
"Kasih sayang ibu sepanjang masa, sebagai penguat warga binaan menjalani hukuman di lapas dan benar-benar berubah ke arah yang lebih baik lagi," ujarnya.
Kegiatan ini juga menjadi program pembinaan karakter yang bertujuan untuk menumbuhkan rasa hormat dan kasih sayang antara ibu dan anak.
Banyak warga binaan yang berjanji untuk benar-benar berubah ke arah yang lebih baik setelah menjalani prosesi ini.
Salah seorang ibu warga binaan, Fitma, mengungkapkan rasa syukurnya atas kegiatan tersebut.
"Saya bersyukur kegiatan ini membuat saya haru dan memaafkan kesalahan anak saya. Saya berdoa semoga lebih baik ketika bebas nanti," kata Fitma.
Dengan demikian, prosesi basuh kaki ibu di Lapas Suliki tidak hanya menjadi momen emosional, tetapi juga sarana untuk memperkuat ikatan kasih sayang antara ibu dan anak, serta mendorong warga binaan untuk melakukan perubahan positif dalam hidup mereka.
Hari Ibu diperingati setiap 22 Desember. Lantas, bagaimana pandangan Islam terkait perayaan tersebut? Yuk simak penjelasan ulama berikut ini! [739] url asal
Hari Ibu merupakan perayaan penting yang diperingati pada tanggal 22 Desember setiap tahunnya di Indonesia. Pada momen ini, banyak orang menyempatkan diri untuk menunjukkan rasa cinta dan penghargaan kepada ibu, baik dengan memberikan hadiah, mengungkapkan kata-kata manis, atau melakukan kegiatan spesial bersama ibu.
Bagi sebagian orang, ini juga menjadi waktu untuk merenungkan dan mengenang segala pengorbanan ibu dalam kehidupan mereka. Namun, perayaan khusus seperti Hari Ibu ini menimbulkan pertanyaan mengenai hukum perayaannya dalam Islam.
Lantas, bagaimana pandangan Islam terkait merayakan Hari Ibu? Untuk memahaminya, yuk simak penjelasan ulama berikut ini!
Hukum Merayakan Hari Ibu dalam Islam
Banyak ulama yang telah memberikan pandangannya terkait perayaan Hari Ibu yang diperingati setahun sekali pada tanggal 22 Desember, salah satunya adalah Buya Yahya. Pandangannya disampaikan dalam kanal YouTube resmi Buya Yahya yang diunggah pada tahun 2020 silam.
Menurut Buya Yahya, dalam Islam tidak ada konsep "Hari Ibu" yang diperingati khusus setiap tahun untuk menghormati ibu. Sebab, dalam ajaran Islam, ibu adalah sosok yang sangat mulia dan seharusnya dihormati setiap saat, bukan hanya pada satu hari tertentu dalam setahun.
"Kalau kita mengangkat wanita dan mengangkat ibu dalam Islam, sudah ada, tidak harus ada istilah (Hari Ibu), tanggal 22 Desember. ga harus. Setiap hari setiap malam kita mendoakan ibunda kita, bukan setahun sekali," terang Buya Yahya yang dikutip detikSulsel pada Sabtu (21/12/2024).
Namun, jika tujuan dari perayaan tersebut adalah untuk mengingatkan orang-orang yang lupa akan ibu mereka, maka hal itu bisa menjadi acara yang sah. Tapi, jangan sampai dianggap sebagai acara memuliakan ibu hanya di hari itu saja.
"Masa untuk mengucapkan i love you mam hanya tanggal 22 Desember. Kok pelit banget. Penghormatan setiap saat dalam Islam," tambahnya.
"Jadi kalau tujuannya untuk memuliakan ibunda maka boleh kita membuat acara untuk memuliakan ibunda. Boleh sebulan sekali, sembilan bulan kita memuliakan ibunda juga sah-sah saja, atau setiap minggu atau setiap tahun. Dengan catatan bukan berarti di hari itu kita tidak memuliakan ibunda," tutupnya.
Hal senada juga disampaikan oleh Ustaz Dzulqarnain MS di kanal YouTube-nya DzulqarnainMS dalam video yang berjudul "Merayakan Hari Ibu, Termasuk Bid'ahkah?'. Dalam video tersebut dijelaskan bahwa Hari Ibu bukanlah perayaan yang dirayakan oleh umat muslim.
"Umat Islam hanya memiliki tiga hari raya, Idul Fitri, Idul Adha, dan Hari Jumat. Tidak ada hari raya lain, yang menunjukkan kekhususan mereka (umat muslim). Selain daripada itu adalah kekhususan non-muslim," jelasnya ustaz Dzulqarnain yang dikutip pada Sabtu (21/12/2024).
"Karena itu, kebanyakan para ulama tidak membolehkan memberikan selamat di hari raya seperti itu," terangnya.
Selain itu, memuliakan ibu hanya dalam setahun sekali, seperti yang dilakukan pada Hari Ibu, tidaklah tepat. Karena berbakti kepada orang tua itu diberikan setiap saat.
Berdasarkan penjelasan dari kedua ulama tersebut, dapat dipahami bahwa merayakan Hari Ibu khusus hanya pada tanggal 22 Desember hukumnya tidak boleh. Namun, kegiatan yang bertujuan untuk memuliakan ibu, seperti mengungkapkan rasa terima kasih dan penghargaan hukumnya boleh namun tidak terbatas pada satu hari saja, melainkan dilakukan setiap saat dalam kehidupan sehari-hari.
Demikianlah penjelasan terkait hukum merayakan Hari Ibu dalam Islam menurut para ulama. Semoga bermanfaat ya, detikers!