Kemenkumham Papua Barat menyelidiki kaburnya 7 narapidana dari Lapas Sorong dengan menjebol dinding kamar tahanan. Polisi bentuk tim khusus untuk pengejaran. [614] url asal
Kemenkumham Papua Barat turun tangan mengusut insiden 7 narapidana kabur dari Lapas Kelas IIB Sorong, Papua Barat Daya. Para napi kabur disebut memanfaatkan kondisi bangunan kamar tahanan yang rapuh sehingga mudah untuk dijebol.
Kakanwil Kemenkumham Papua Barat, Hensa mengatakan insiden 7 napi kabur terjadi pada Selasa (1/4) sekitar pukul 04.54 WIT. Para napi kabur dengan cara menjebol dinding kamar tahanan yang kondisinya sering direndam banjir.
"Jadi tembok di bawah itu memang kondisi di Lapas sering terendam air, terendam banjir. Sehingga tembok itu yang bagian bawah itu memang sangat rapuh, jadi tahanan membobolnya dengan mengorek bagian terendam air menggunakan sendok," kata Hensa kepada wartawan, Rabu (2/4/2025).
Adapun tujuh napi yang kabur masing-masing inisial AR, AO, AA, EL, YW, JJ, dan TW. Hensa mengatakan pihaknya masih akan mendalami kejadian ini dengan memeriksa saksi-saksi.
"Kita sedang memeriksa saksi untuk mengetahui penyebab secara pasti kaburnya tujuh tahanan dari Lapas. Jadi narapidana tersebut kabur melalui membobol tembok," ujar Hensa.
Karena kondisi tersebut, Hensa juga mengaku akan mengusulkan renovasi atau relokasi bangunan agar menjadi lebih representatif. Hal ini untuk mencegah kejadian serupa tidak terjadi lagi ke depannya.
"Karena itu kita sudah berusaha untuk mengantisipasi, nanti akan kita usulkan untuk renovasi atau relokasi bangunan ini supaya lebih baik lebih representatif. Jumlah narapidana yang menghuni kamar tersebut berjumlah 10 orang, dan 7 di antaranya melarikan diri," bebernya.
Polisi Bentuk Tim Khusus Buru 7 Napi Kabur
Polisi kini melakukan pengejaran terhadap 7 napi kabur tersebut. Ada tim khusus yang dibentuk untuk menangkap kembali para napi.
"Jadi dapat saya sampaikan, dari kemarin setelah berapa jam ada informasi (narapidana) kabur Polres berkoordinasi seketika itu juga. Saya kumpulkan anggota dan membentuk tim khusus dari Polres maupun Polsek untuk segera melakukan pengejaran," kata Kapolresta Sorong Kota Kombes Happy Perdana Yudianto kepada wartawan, Rabu (2/4).
Happy menyebut pihaknya telah mengantongi data-data dan foto para napi yang kabur. Pihaknya pun akan melakukan pengawasan di jalur-jalur keluar seperti pelabuhan dan bandara.
"Jadi setelah koordinasi dengan Lapas kita minta data-data warga binaan yang kabur juga foto-foto," ucapnya.
Selain itu, pihaknya akan menyebarkan foto dan identitas para napi tersebut. Khususnya di jalur-jalur menuju keluar Kota Sorong seperti bandara dan pelabuhan.
"Kemudian nanti akan kita sebarkan di beberapa pintu keluar kota Sorong baik itu pelabuhan, bandara, maupun jalan-jalan lain yang menuju keluar Kota Sorong," tegasnya.
Sebanyak 453 warga binaan Lapas Kelas IIB Polewali memberikan hak suara di TPS 901. Mereka menerima coklat untuk meningkatkan antusiasme mencoblos. [378] url asal
Sebanyak 453 warga binaan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Polewali di Kabupaten Polewali Mandar (Polman), Sulawesi Barat (Sulbar), memberikan hak suara di TPS 901. Setiap warga binaan mendapat cokelat usai mencoblos.
"Kami bagikan cokelat biar pemilih antusias ke TPS untuk mencoblos," kata Ketua KPPS TPS 901 Lapas Kelas IIB Polewali, Asriani kepada wartawan, Rabu (27/11/2024).
TPS 901 terletak dalam Lapas Kelas IIB Polewali, Jalan Elang, Kelurahan Pekkabata, Kecamatan Polewali. TPS tersebut dihiasi dengan dekorasi yang dominan berwarna gold cream agar terlihat lebih menarik.
"Dan kami juga hilangkan kesan sangar di Lapas. Alhamdulillah para warga binaan happy dapat cokelat setelah mencoblos di TPS kami TPS 901," ungkap Asriani.
Dia mengungkap alasan pemilihan warna gold cream tersebut karena memiliki makna khusus. Gold melambangkan kemakmuran dan kejayaan, sedangkan cream menandakan rasa aman.
"Cream ini menandakan rasa aman, berharap pelaksanaan Pilkada berjalan aman dan kondusif," tutur Asriani.
"Untuk gold melambangkan kemakmuran, kejayaan, kesuksesan, berharap siapapun pemimpin yang terpilih, mudah-mudahan membawa masyarakat Polman dan Sulbar menjadi masyarakat makmur dan sejahtera dan sukses memimpin lima tahun ke depan," sambungnya.
Asriani mengaku tidak menemui kendala dalam pelaksanaan pemungutan suara di TPS. Dia menyebut total warga binaan yang memberikan hak suara di TPS 901 sebanyak 453 orang.
"Yang memilih saat ini, jumlah DPT itu 471 namun ada yang bebas dan pindah totalnya itu 354, dan ada DPTb jadi jumlah keseluruhan itu 453 orang," pungkasnya.