Ratusan driver ojol demo di depan Kantor Gubernur Sumut, mendesak Presiden Prabowo buat aturan perlindungan dan hapus program promo yang merugikan. [358] url asal
Ratusan driver ojek online (Ojol) menggelar demonstrasi di depan Kantor Gubernur Sumatera Utara (Gubsu), Kota Medan. Massa mendesak Presiden Prabowo Subianto membuat aturan yang melindungi para driver ojol.
Pantauan detikSumut, Selasa (20/5/2025), ratusan ojol memadati Jalan Diponegoro tepat di pintu masuk Kantor Gubsu. Mereka terlihat memegang poster yang berisi keluhan dan tuntutan mereka.
Juru Bicara Godam, Agam Zubir, meminta agar Presiden Prabowo Subianto memperhatikan ojol di Indonesia. Salah satunya mengeluarkan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang (Perppu) sehingga ada payung hukum ojol.
"Memohon kepada Presiden Prabowo Subianto dan Bapak Gubernur Sumatera Utara agar segera memperhatikan ojol, agar mengeluarkan regulasi, berupa Perpu sebagai payung hukum ojol, karena legislator kita tidak mampu membuat aturan, sehingga perlu diintervensi menggunakan Perpu," kata Agam Zubir saat orasi.
Selain itu, mereka juga mendesak agar aplikator menghapuskan program promo. Sebab hal itu disebut membuat mereka selaku driver tidak mendapat pendapatan yang layak.
"Kita meminta agar aplikator menghapus program instan, promo, yang membuat kita tidak mendapatkan pendapatan yang layak," ucapnya.
Hingga saat ini, ratusan driver ojol terus melakukan aksi unjuk rasa. Mereka terlihat menyampaikan tuntutannya secara bergantian.
Herman Deru menyebut penyerahan 42 sertifikat tanah seluas 32.782,5 hektare Puslatpur Kodiklat TNI AD untuk kepastian hukum lahan yang dimiliki pemerintah. [588] url asal
Gubernur Sumatera Selatan Herman Deru menyebut penyerahan 42 sertifikat tanah seluas 32.782,5 hektare untuk Puslatpur Kodiklat TNI AD di wilayah Ogan Oomering Ulu (OKU) Raya untuk kepastian hukum lahan yang dimiliki pemerintah.
"Penyerahan sertifikat ini tentu menjadikan kepastian hukum Puslatpur semakin kuat. Diharapkan lahan Puslatpur yang 8.000-9.000 hektare berada di OKU Timur dapat semakin terjaga batas wilayahnya," ujar Deru, Rabu (13/3/2025).
Dalam sambutannya Deru menyebut Puslatpur kerap dijadikan lokasi latihan tempur skala internasional. Hal itu menjadi momen yang ditunggu masyarakat. Bukan hanya menjadi salah satu wisata, latihan yang diadakan ikut mendongkrak roda perekonomian masyarakat setempat.
"Saya minta pelatihan antar negara tetap dilakukan di sini, karena sangat menopang perputaran ekonomi di sini. Ini bahkan jadi wisata bagi orang-orang dari kabupaten sekitar," jelasnya.
Deru menyebut lahan Puslatpur berada di wilayah OKU Raya yaitu Kabupaten OKU, OKU Timur dan OKU Selatan. Meskipun merupakan lahan latihan militer, keberadaan Puslatpur cukup dekat dan bersahabat dengan warga sekitar.
Dia menjadi saksi selama 10 tahun menjadi Bupati OKU Timur (2005-2015), hubungan Puslatpur dengan masyarakat sekitar terjalin dengan baik.
"Dalam kapasitas Saya waktu itu sebagai bupati, kemitraan terus terlaksana. Dan tidak pernah ada konflik," jelasnya.
Hubungan baik berlanjut saat menjadi Gubernur Sumsel 2018-2023. Menurutnya, sebagai paru-paru kota dia juga pernah mengucurkan bantuan hingga Rp21 miliar untuk membangun jalan dan fasilitas komplek.
Sementara Menteri ATR/BPN Nusron Wahid mengatakan sejak awal dirinya mendapat tugas dari Presiden menyelesaikan sejumlah dokumen terkait aset TNI secara keseluruhan. Ada 649 titik yang harus diselesaikan karena ada sebagian aset ini sudah beralih ke masyarakat, diserobot pengusaha, belum jelas dan masih diduduki masyarakat.
"Setelah 3 bulan kini ada 92 titik yang sudah kita selesaikan," ujar Nusron.
Dalam penyelesaiannya, Nusron menyebut tetap memanusiakan masyarakat. Apalagi mereka yang sudah terlanjur menempati lahan tersebut selama puluhan tahun. Pihaknya pun terus berupaya mencari jalan tengah dengan merangkul masyarakat bukan memusuhi.
"Karena itu kita buat skema-skema salah satunya semua aset TNI kami terbitkan HPL. Ini hak yang paling tinggi dari SHM, HGB," tambahnya.
Kalaupun di atas lahan tersebut sudah terlanjur diduduki masyarakat dan menghindari konflik, lanjutnya, maka akan ditawarkan HGU atau hak pakai dengan persetujuan TNI. Sehingga menjadi solusi agar masyarakat terlindungi namun aset TNI tidak hilang.
Sementara Kepala Staf TNI angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak bersyukur karena Menteri ATR/BPN langsung turun menyelesaikan persoalan tanah milik TNI termasuk Puslatpur.
"Kami di TNI AD kami fight pertahankan karena memang punya negara. Beberapa kali bersinggungan dengan masyarakat dan kami telusuri ada koordinatornya. Ini akan kami benahi dan akan berupaya semaksimal mungkin bagaimana lahan itu berproduksi dan pro ke masyarakat sekitar," jelasnya.
Kantor Gubernur Sumatera Selatan dipasangi metal detector demi memastikan standar keamanan, pencegahan terorisme, dan pengawasan barang masuk. [360] url asal
Kantor Gubernur Sumatera Selatan kini telah dipasangi metal detector. Pemasangannya dilakukan di beberapa titik demi memastikan standar keamanan, pencegahan terorisme, dan pengawasan barang yang dibawa seseorang.
"Jumlah keseluruhan ada 4 unit metal detector yang disiapkan. Tiga metal detector dipasang di Kantor Gubernur, satu lainnya di Griya Agung (rumah dinas gubernur). Pemasangan ini untuk keamanan, pencegahan terorisme dan pengawasan," ujar Plh Kepala Biro Umum dan Perlengkapan, Darmayanti, Jumat (31/1/2025).
Untuk tiga unit metal detector di Kantor Gubernur Sumsel, pemasangan dilakukan di gerbang utama pintu masuk, gerbang atas memasuki area lantai 2, dan di pintu masuk ruangan kepala daerah dan sekretaris daerah.
Jadi, mereka yang akan bertamu ke ruang gubernur, wakil gubernur dan sekda harus melakukan dua kali pemeriksaan. Sebagai pengawas untuk metal detector itu adalah Satpol PP Sumsel.
"Sementara di Griya Agung, metal detector ditempatkan di gerbang pintu masuk," katanya.
Menurutnya, metal detector bisa digunakan untuk mendeteksi benda logam di dalam tubuh, dalam tas atau barang bawaan.
"Metal detector memiliki tingkat akurasi tinggi dalam mendeteksi benda logam, sehingga banyak digunakan di tempat yang memerlukan keamanan tinggi seperti gedung pemerintahan," jelasnya.
Sekda Sumsel, Edward Candra membenarkan pemasangan metal detector tersebut. Menurutnya, pemasangan itu sesuai dengan standar keamanan di kantor pemerintahan.
"Metal detector ini dipasang untuk memenuhi standar keamanan kantor yang penganggarannya di 2025 ini," jelasnya.