BPIP usulkan tambahan anggaran Rp100 miliar untuk tahun 2025
Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) mengusulkan penambahan anggaran sebesar Rp100 miliar untuk tahun anggaran 2025 pada rapat kerja Komisi II DPR ... [356] url asal
Jakarta (ANTARA) - Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) mengusulkan penambahan anggaran sebesar Rp100 miliar untuk tahun anggaran 2025 pada rapat kerja Komisi II DPR bersama Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg), Menteri Sekretaris Kabinet (Menseskab), dan Kantor Staf Presiden (KSP).
“BPIP mengajukan usulan tambahan anggaran 2025 dengan total senilai Rp100 miliar,” kata Kepala BPIP Yudian Wahyudi saat pemaparan pembahasan anggaran di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa.
Dalam perinciannya, usulan anggaran tersebut akan digunakan untuk delapan program BPIP. Hampir separuh dari total anggaran tersebut yakni sebanyak Rp45,59 miliar akan dialokasikan untuk pelaksanaan sosialisasi Pancasila untuk content creator, YouTuber, influencer, dan TikToker.
Lalu, penguatan jaringan relawan Pancasila melalui penanaman nilai-nilai Pancasila dengan melibatkan pemerintah, lembaga legislatif, dan komponen lainnya sebesar Rp18 miliar; fasilitasi pelaksanaan pembinaan Paskibraka dan purnapaskibraka duta Pancasila sebesar Rp10 miliar.
Berikutnya, perumusan arah kebijakan pembinaan ideologi Pancasila, pengkajian dan perumusan standarisasi materi pembinaan ideologi Pancasila sebesar Rp7,4 miliar; pelaksanaan dukungan manajemen sebesar Rp6 miliar.
Selanjutnya, pelaksanaan pengukuran pelembagaan Pancasila Rp5 miliar; penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan (Diklat) pembinaan ideologi Pancasila Rp4 miliar; dan peningkatan penyelarasan rancangan produk hukum dan pengawasan regulasi Rp4 miliar.
Yudian menjelaskan bahwa pagu indikatif BPIP yang ada saat ini untuk tahun anggaran 2025 yakni sebesar Rp299,42 miliar, yang diperuntukkan untuk program dukungan manajemen sebesar Rp172,08 miliar, dan program pembinaan ideologi Pancasila sebesar Rp127,34 miliar.
Dia menjelaskan pagu indikatif BPIP tahun 2025 lebih kecil bila dibandingkan tahun 2023 dan tahun 2024.
BPIP, kata dia, mendapatkan anggaran sebesar Rp357,49 miliar pada tahun 2023, dan Rp342,26 miliar pada tahun 2024.
Sementara itu, Wakil Ketua Komisi II DPR Syamsurizal mengatakan semestinya pagu indikatif anggaran kementerian/lembaga tidak mengalami penurunan untuk mencapai kinerja yang sama dengan tahun sebelumnya sebab terjadi perkembangan inflasi dari tahun ke tahun.
“Oleh karena itu, memang kalau nanti disepakati dengan teman-teman kami akan usahakan supaya setidak-tidaknya menyesuaikan dengan keadaan pertumbuhan ekonomi dan tingkat inflasi di tanah air supaya dia setidak-tidaknya sama dengan kinerja tahun sebelumnya, jadi ini yang menurut pikiran saya,” kata dia saat memimpin jalannya rapat.
Pewarta: Melalusa Susthira Khalida
Editor: Hisar Sitanggang
Copyright © ANTARA 2024
Minta Perlindungan LPSK, Saksi hingga Keluarga Vina Mengaku Dapat Ancaman Halaman all
Para saksi dan anggota keluarga korban pembunuhan kasus Vina meminta perlindungan LPSK karena mendapatkan ancaman serta tekanan. Halaman all?page=all [448] url asal
#lpsk #vina-cirebon #keluarga-vina #saksi-pembunuhan-vina-cirebon-bermunculan #keluarga-vina-bingung-ada-banyak-saksi-bermunculan #saksi-kasus-vina-cirebon #saksi-kasus-vina-cirebon-minta-perlindungan
(Kompas.com) 11/06/24 14:00
v/6213/
JAKARTA, KOMPAS.com - Para saksi dan anggota keluarga korban pembunuhan kasus Vina dan Muhammad Rizky alias Eki diduga mendapatkan ancaman serta tekanan dari pihak lain.
Hal tersebut menjadi salah satu alasan mereka mengajukan permohonan ke Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK).
“Terkait dengan adanya ancaman, sampai dengan hari ini ada beberapa dari mereka (yang merasakan), tapi kami masih mendalami,” ujar Wakil Ketua LPSK Sri Suparyati di Gedung LPSK, Selasa (11/6/2024).
Nurherawati mengaku bahwa pihaknya belum mengetahui secara rinci pihak-pihak yang memberikan ancaman.
Namun, dia menegaskan bahwa pemohon dari pihak saksi dan juga anggota keluarga korban mengaku mendapatkan tindakan tersebut
“Belum diberitahukan lebih detail ya. Karena itu mungkin privasinya daripada mereka. Saksi juga, keluarga korban juga merasa. Ada rasa takut juga,” kata Sri.
Sri menambahkan, LPSK sampai saat ini masih mendalami lagi keterangan para pemohon yang mengaku mendapatkan ancaman.
Sebab, pihaknya menemukan adanya inkonsistensi dalam keterangan yang disampai. Selain itu, ditemukan ketidaksesuaian keterangan antar saksi mengenai perkara pembunuhan Vina dan Eki.
“Mereka memang masih merasakan, tapi kami masih mendalami lagi. Karena itu tadi, keterangan mereka juga masih ada yang tidak bersesuaian. Jadi kami juga lebih hati-hati untuk memberikan perlindungan,” pungkas Sri.
Diberitakan sebelumnya, LPSK menerima 10 permohonan perlindungan dari pihak terkait dalam kasus pembunuhan Vina dan Eki.
Ketua LPSK Achmadi menjelaskan bahwa para pemohon itu terdiri 7 anggota keluarga Vina dan juga Eki. Sedangkan 3 orang lainnya berstatus saksi yang mengetahui peristiwa pada 2016 silam.
Sebagai informasi, Vina dan Eki tewas karena kebrutalan geng motor di Cirebon delapan tahun silam.
Saat itu, Vina masih berusia 16 tahun. Peristiwa maut itu terjadi di Jalan Raya Talun, Kecamatan Talun, Kabupaten Cirebon, pada 27 Agustus 2016.
Selepas membunuh korban, geng motor tersebut merekayasa kematian korban seolah-olah Vina dan pacarnya tewas karena kecelakaan.
Kala itu, polisi menyatakan 11 orang terlibat dalam kasus pembunuhan Vina dan Eki. Tetapi, tiga di antaranya masih buron.
Sikap Resmi BPIP: Larangan Salam Lintas Agama Mengancam Pancasila
Badan Pembinaan Ideologis Pancasila (BPIP) menganggap fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) yang melarang salam lintas agama telah mengancam eksistensi Pancasila. [374] url asal
(CNN Indonesia) 11/06/24 14:00
v/56332/
Badan Pembinaan Ideologis Pancasila (BPIP) menganggap keluarnya fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) yang melarang salam lintas agama telah mengancam eksistensi Pancasila.
"Secara sosiologis, hasil ijtima tentang pelarangan ucapan salam lintas agama dan selamat hari raya keagamaan mengancam eksistensi Pancasila dan keutuhan hidup berbangsa yang sejak dahulu kala telah terkristalisasi menjadi sebuah kearifan lokal," kata BPIP dalam keterangan resminya. Anggota Dewan Pengarah BPIP Muhammad Amin Abdullah telah membenarkan pernyataan BPIP ini.
BPIP menilai toleransi antarumat beragama telah menjaga persatuan dan kesatuan bangsa. Baginya, tradisi ini telah menjadi bagian yang diwariskan sejak ratusan tahun lalu oleh pendahulu bangsa. Karena itu, BPIP menilai seharusnya masyarakat memperkuat semangat toleransi dan keberagaman, bukan merusak sendi-sendi persatuan.
BPIP menganggap kekayaan keberagaman dan eksistensi atas toleransi ini mendapatkan tantangan dari adanya ormas keagamaan yang mencoba membangun hegemoni dengan tafsir tunggal mengenai pelarangan terhadap ucapan salam lintas agama.
"Terbitnya hasil ijtima ini akan berpotensi merusak kemajemukan bagi warga negara karena realitasnya bangsa Indonesia ini terdiri dari 714 etnis, keragaman agama dan kepercayaan," kata BPIP.
BPIP lantas mengidentifikasi jika MUI merupakan ormas yang harus tunduk dan taat pada Pancasila dan UU Organisasi Kemasyarakatan. Aturan itu, lanjutnya, mengatur setiap ormas berkewajiban untuk menjaga persatuan dan kesatuan bangsa serta keutuhan NKRI.
Karena itu, BPIP melihat terbitnya hasil Ijtima MUI tentang dilarangnya salam lintas agama dan mengucapkan hari raya keagamaan lain telah menegasikan kewajiban ormas yang diatur dalam UU tentang Ormas.
BPIP juga menilai hasil ijtima hanya memiliki daya yang mengikat secara internum umat muslim. Sehingga tidak boleh dipaksakan ke dalam forum publik secara eksternum karena akan mereduksi nilai persatuan dan kemajemukan berbangsa.
"Secara konstitutif, Pancasila sebagai dasar hukum tertinggi harus menjadikan seluruh kebijakan tunduk dan mengacu pada nilai-nilai Pancasila. Pancasila menjadi pedoman dalam setiap penyusunan produk hukum dan kebijakan yang menyangkut kepentingan umum," kata BPIP.
Sebelumnya, MUI telah menetapkan fatwa tentang salam lintas agama dalam forum Ijtima Ulama Komisi Fatwa se-Indonesia di Bangka Belitung.
Fatwa ini menyatakan pengucapan salam merupakan doa yang bersifat 'ubudiyah. Oleh karena itu, harus mengikuti ketentuan syariat Islam dan tidak boleh dicampuradukkan dengan ucapan salam dari agama lain.
"Pengucapan salam dengan cara menyertakan salam berbagai agama bukan merupakan implementasi dari toleransi dan/atau moderasi beragama yang dibenarkan," ujar Ketua MUI Bidang Fatwa Asrorun Niam Sholeh melalui keterangan tertulis.
LPSK: Jabar miliki jumlah permohonan tertinggi kedua se-Indonesia
Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) mengungkapkan bahwa sepanjang tahun 2023, Jawa Barat memiliki jumlah permohonan program perlindungan tertinggi ... [142] url asal
#lpsk #perlindungan-saksi-korban-jawa-barat #wawan-fahrudin #mahyudin
Mayoritas, permohonan dari saksi dan korban adalah dalam Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) sebanyak 469 permohonan
Bandung (ANTARA) -
Wakil Ketua LPSK Wawan Fahrudin mengungkapkan bahwa pada 2023, secara keseluruhan ada 7.645 permohonan, dan Jawa Barat menjadi asal wilayah permohonan kedua terbanyak setelah Jakarta, yakni dengan 1.040 permohonan, yang naik dari tahun sebelumnya sebesar 960 permohonan.
"Mayoritas, permohonan dari saksi dan korban adalah dalam Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) sebanyak 469 permohonan," kata Wawan di Bandung, Sabtu.
Kemudian disusul tindak pidana lain yang mengancam jiwa sebanyak 163 permohonan, dan kekerasan seksual 152 permohonan,Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) 143 permohonan, terorisme 70, penganiayaan berat 14, pelanggaran HAM yang berat 14, bukan tindak pidana 10, dan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) lima.
Menghidupi Pancasila
Pancasila tak hanya perlu ditopang teori-teori sosial-politik yang relevan. Ia juga butuh disokong diskursus berbagai paham dan pemikiran politik lain. [1,590] url asal
Jakarta - Secara politis, Pancasila disebut common denominator atau titik temu dari berbagai pandangan dan paham politik yang berkembang kala negara Indonesia tengah dirumuskan. Ia didaku sebagai philosofische grondslag atau falsafah hidup dari bangsa-bangsa di Nusantara yang menjadi dasar berdirinya negara Republik Indonesia. Sejak "dilahirkan" 79 tahun yang lalu Pancasila terus membersamai bangsa dan negara ini dengan segala kekuatan dan kelemahannya.
Selama Republik ini berdiri, Pancasila telah membuktikan "kesaktiannya" sedemikian rupa hingga ia mampu bertahan dalam gelombang dera gugatan dan keraguan terhadapnya. Di masa Konstituante, misalnya, Pancasila bertahan dari kehendak lama yang bersemi kembali pasca-Pemilu 1955. Di masa pergolakan 1965, Pancasila didengungkan kesaktiannya meski ia sekadar kamuflase dari sebuah siasat politik. Setelah itu, Pancasila bahkan dimistifikasi sedemikian rupa hingga menjadi penjaga kekuasaan Orde Baru.
Pasca-Reformasi '98, Pancasila terjerembab ke pojokan arena lahirnya kembali politik aliran dan era kebebasan. Pancasila seperti pepatah "hidup segan mati tak mau". Ia tak mati namun juga tak punya daya hidup. Ia tak bisa disingkirkan namun juga hanya mampu berposisi seperti pataka di acara-acara formal kenegaraan. Sampai ketika bangunan Republik ini terancam oleh gelagat sektarianisme, nama Pancasila kembali disebut: "Saya Indonesia, saya Pancasila!" begitu slogan ini begitu riuh pada medio 2017, kala bangsa ini berada dalam polarisasi sosial paling tajam setelah prahara 1965.
Dalam perjalanannya, Pancasila kembali mulai menggeliat. Sebagian anak bangsa menggelar berbagai ruang diskursus guna membincang kembali hingga melakukan redefining atas Pancasila dewasa ini. Hasilnya, Pancasila tetap disunggi oleh mayoritas anak bangsa ini. Ia tetap menjadi pilihan yang paling masuk akal bagi mayoritas, sebagai dasar dibangun dan dipertahankannya Republik ini. Survei SMRC pernah menunjukkan hal tersebut. Lebih dari 90 persen warga bangsa ini menyatakan bahwa Pancasila adalah pilihan paling pas serta rumusan terbaik. Ia tidak boleh diubah atas alasan apapun.
Meski demikian, Pancasila hari ini tetap berada dalam problem klasiknya. Ia masih belum mampu keluar dari jebakan lamanya. Pancasila masih sekadar dekorasi ketimbang sumber nilai kehidupan penghuni Republik ini. Pancasila seperti patah kaki ketika dituntut mewujud sebagai praksis bernegara. Pancasila kerap terkungkung dalam pelbagai mitologi dan mistifikasi yang dibangun atas nama dirinya. Namanya sering disebut namun kering dalam pemaknaan. Ia seperti mantra yang seketika akan menyirep siapapun yang mendengarnya. Namun ketika mantra hilang, hilang pula pengaruhnya dalam kehidupan ini. Pendek kata, ada kelemahan dalam diri Pancasila itu sendiri.
Ya! Pancasila memang memiliki kelemahan. Kelemahannya bahkan disebut ada di dalam dirinya sendiri. Kelemahan itu berada pada soal metodologi. Pancasila bolong di titik ini. Di level ontologi dan epistemologi, Pancasila tidak punya masalah. Namun di level metodologis, Pancasila selalu membutuhkan penopang agar mampu benar-benar "hidup".
Demokrasi Terpimpin dan Orde Baru pernah mencoba merumuskan metodologi ini lewat Manipol/USDEK dan Penataran P4. Namun seperti kita lihat dalam sejarah, keduanya tak mampu berjalan dengan baik. Manipol terongrong oleh pergulatan ekstrem dari berbagai spektrum ideologi yang justru hidup dalam naungan Pancasila itu sendiri. Sementara oleh P4, Pancasila bermetamorfosis menjadi alat kekuasaan sekaligus dimistifikasi sebagai satu-satunya ideologi sah negara.
Ada banyak evaluasi mengapa dua metodologi tersebut tidak berjalan dengan baik. Salah satu yang paling mendasar adalah pendekatan deduktif yang digunakannya. Selama ini Pancasila selalu berangkat dari atas ke bawah, bukan sebaliknya. Pancasila menjadi bahan sekaligus ruang indoktrinasi, bukan aspirasi pemikiran yang menghidupi langit kebudayaan nasional kita. Singkat kata, selama ini Pancasila selalu berangkat dari bidang ke titik, bukan dari titik ke bidang.
Perubahan Basis Material
Tidak hanya problem metodologis, Pancasila juga mengalami kendala eksternal berupa perubahan basis material kebudayaan warga bangsa ini. Semestinya, Pancasilalah yang menghidupi segenap perikehidupan bangsa dan negara. Ia adalah falsafah bangsa. Ia dasar didirikannya negara ini. Ia adalah sumber dari segala sumber hukum kehidupan berbangsa dan bernegara. Ia adalah suprastruktur kehidupan bangsa dan negara ini. Sebagaimana ideal kerja kebudayaan, suprastruktur yang semestinya menentukan struktur berikut infrastruktur suatu komunitas sosial.
Namun akibat modernisme, modernisasi, dan juga modernitas yang melanda segenap sendi kehidupan manusia di muka bumi ini, terjadilah apa yang disebut oleh Ignas Kleden dengan perubahan basis material kebudayaan (Arif, 2016). Basis material itu ialah subjek-subjek kebudayaan yang dalam ini adalah manusia. Impaknya adalah kognisi sosial berubah seiring berubahnya cara kerja, cara hidup, hingga cara berpikir mereka. Di tahap ini, yang berlaku bukan lagi ideal kerja kebudayaan melainkan tesis dari Karl Marx di mana infrastrukturlah yang menentukan suprastruktur.
Akibat lebih jauhnya, modernitas menyisakan patologi bagi corak kebudayaan suatu komunitas sosial. Dalam konteks Indonesia, bangsa ini "kehilangan" bintang penuntun akibat malfungsi Pancasila sebagai sistem nilai serta sistem kebudayaan nasional. Di level kenegaraan, kita pun terjebak dalam pelbagai bentuk materialisasi serta instrumentalisasi kehidupan politik/kepublikannya. Saya menyebut semua ini sebagai "kewadagan".
Maka yang disebut pembangunan adalah pembangunan gedung, bangunan, atau segala yang beraras pada infrastrukturisme. Yang disebut demokrasi adalah ketika suara massa netizen bergemuruh. Yang disebut pemilu adalah tingginya angka elektabilitas berikut modal yang menyertainya. Yang disebut kemajuan ialah tingginya angka perkapita. Yang dimaksud kesejahteraan hanyalah angka pertumbuhan. Dan dalam pada itu, dunia pendidikan pun jauh dari narasi pembangunan nasional dan hanya disesaki oleh soal berapa harga yang harus dibayar oleh pesertanya.
Maka tidak heran jika respon-respon negara atas pelbagai masalah kepublikan, dijawab oleh pendekatan instrumental yang langsung menuai gugatan dan kontroversi. Kasus Tapera dan UKT adalah contoh aktualnya. Semua respons terasa serba instan dan tambal sulam. Ia tidak berangkat dari kedalaman refleksi yang beralaskan keluhuran nilai dan keutamaan sikap.
Pada level lebih jauh, kewadagan ini telah merasuk pada relasi sosial dan politik di level bangsa. Gagasan dan ide jauh tersisih oleh figur, lebih-lebih figur yang berkuasa atau yang punya kewadagan lebih. Orang bisa bersepakat tentang apa saja sepanjang itu memberi keuntungan. Yang disebut keuntungan pun mesti wadag wujudnya. Nilai (value) dan keutamaan (virtue) jadi teramat relatif; yang solid adalah penghambaan pada segala yang wadag berikut penampakan benefit yang menyertainya. Keberpihakan tidak pernah jejeg karena selalu tidak kuat iman didera godaan maupun ancaman yang sama-sama wadag. Fanatisme pun lahir bukan dari dan pada nilai atau ide, melainkan pada segala bentuk kewadagan tadi.
Dalam segala manifestasi kewadagan ini, kita menyaksikan Pancasila terus berada di pinggiran sejarah dan dialektika bangsa hingga hari ini. Di titik inilah Pancasila mengalami apa yang disebut oleh Syaiful Arif (2016) sebagai "entropi Pancasila": suatu kondisi di mana Pancasila sebagai sistem nilai tidak mampu beroperasi dan membentuk sistem perilaku pada ranah kehidupan sosial-politik masyarakatnya.
Menyublim Kewadagan
Maka lengkaplah sudah "derita" yang dialami oleh Pancasila. Dari dalam, ia patah kaki dan tangan karena problem metodologis; dari luar, ia terus diterjang perubahan basis material kebudayaan subjek-subjeknya. Maka ia pun lumpuh selumpuh-lumpuhnya. Sebagai sistem nilai, ia tak mampu membentuk sistem sosial, politik, budaya, yang selaras dengan sistem nilai dan sistem makna yang dikandungnya. Pancasila tak berdaya untuk benar-benar menjadi spirit republikanisme di alam kehidupan negara ini.
Tidak hanya tak berdaya, Pancasila hari ini bahkan dikangkangi oleh satu-satunya paham dan pemikiran yang tidak terkandung dalam dirinya: liberalisme! Kelima sila dalam Pancasila merefleksikan berbagai macam paham dan pemikiran dunia. Hanya liberalisme yang selama ini tidak diakomodasi oleh Pancasila! Namun yang tidak diakomodasi itulah justru yang kini men-drive kehidupan bangsa dan negara ini. Liberalismelah yang justru menjadi the ruling value dalam setiap tarikan napas dan gerak berbangsa dan bernegara kita hari ini. Dan, inilah kewadagan yang paling manifestatif yang malu-malu kita akui.
Maka, alih-alih menghidupi kita, kitalah yang kini mesti menghidupi Pancasila. Kitalah yang harus merintis berbagai upaya guna menyublimkan segala yang wadag itu agar berada dalam nilai dan kebudayaan Pancasila. Kitalah yang harus merohanikan yang serba material itu dalam kesadaran spiritualitas Pancasila. Mau bagaimana lagi. Segala pendekatan deduktif selama ini terbukti tak mampu menghidupkan Pancasila hingga hari ini. Segala bentuk lembaga maupun sejumlah ketetapan tak pernah mampu merevitalisasi Pancasila ke maqam semestinya. Segala praktik indoktrinasi akan nilai-nilai luhurnya selama ini malah berbuah kecaman, penghinaan, dan bahkan pengabaian terhadapnya.
Inilah saatnya Pancasila dikembalikan kepada "pemilik" sahnya: warga negara dan warga bangsa ini. Warga negara (citizen) merujuk pada entitas politik yang menjadi pasangan dari negara (state) sebagai lawan dialektikanya, yang dalam konteks ini berarti Pancasila menjadi alat warga untuk beroposisi. Sementara warga bangsa (nation) merujuk pada entitas sosial yang memiliki kesadaran dan tujuan yang sama dalam upaya mencapai cita-cita idealnya (utopia), yang dengan ini Pancasila, idealnya, menjadi bintang penuntun.
Sudah saatnya Pancasila di-drive dari bawah ke atas dan segala arah; dari titik ke bidang (induktif). Sudah waktunya negara menyadari bahwa Pancasila mesti disemai dari dan bukannya dicangkokkan pada warga sebagai basis material kebudayaannya. Sudah masanya kita mendemokratisasikan Pancasila.
Agar mampu menjadi praksis dalam kenyataan hidup bangsa dan negara ini, Pancasila tidak hanya perlu ditopang oleh teori-teori sosial-politik yang relevan. Ia juga butuh disokong oleh ekspresi dan diskursus berbagai paham dan pemikiran politik lain. Ia juga mesti dijadikan ruang sekaligus kerja-kerja kebudayaan warga yang ekspresinya bisa beraneka rupa cara; mulai dari menyelenggarakan lomba hingga perdebatan ideologis di lembaga-lembaga negara.
Hal ini agar Pancasila terhindar dari kepicikan cara pandang, seolah-olah kehadirannya hanya untuk menangkal sektarianisme atau fenomena serupanya. Lebih dari itu, Pancasila juga berbicara tentang bagaimana menjadi manusia yang gandrung pada keadilan dan menjunjung tinggi etika. Pancasila juga berbicara tentang bagaimana sebuah republik semestinya dibangun dan bagaimana demokrasi seharusnya dioperasikan. Pancasila juga berbicara hingga bagaimana kita, manusia, semestinya berlaku; baik sebagai penerima mandat kekuasaan (khalifah) di muka bumi sekaligus hamba di hadapan Yang Maha Kuasa.
Kita tak bisa menghidupkan Pancasila. Kita hanya mampu membuat "napas buatan" baginya lewat ketepatan mengidentifikasi persoalan dibarengi dengan kejujuran dalam bersikap dan keikhlasan dalam berbuat. Dengan begitu, semoga dengan kesadaran dan itikad ini, kita bisa mulai menyicil berbagai rupa upaya dan pemikiran sehingga Pancasila mampu hidup dan menghidupi kehidupan bangsa dan negara ini dalam gerak sejarah ke depan.
Willy AdityaAnggota MPR RI, penggiat Pancasila Di Rumahku
(mmu/mmu)
40+ Quotes Hari Lahir Pancasila, Cocok untuk Caption Medsos!
Quotes Hari Lahir Pancasila ini dapat dibagikan sebagai caption dalam unggahan di media sosial. Berikut kumpulan quotes Hari Lahir Pancasila. [1,358] url asal
#quotes-hari-lahir-pancasila #quotes-hari-lahir-pancasila-2024 #kumpulan-quotes-hari-lahir-pancasila #hari-lahir-pancasila-2024 #quotes-harlah-pancasila
Quotes Hari Lahir Pancasila dapat menjadi sarana untuk menanamkan nilai-nilai Pancasila bagi masyarakat Indonesia. Quotes Hari Lahir Pancasila ini dapat dibagikan sebagai caption dalam unggahan di media sosial.
Seperti diketahui, bangsa Indonesia memperingati Hari Lahir Pancasila pada tanggal 1 Juni. Segenap rakyat Indonesia diharapkan dapat meramaikan peringatan tersebut.
Salah satu cara untuk merayakannya adalah dengan berbagi quotes tentang Pancasila. Berikut kumpulan quotes Hari Lahir Pancasila dari sejumlah tokoh di Indonesia yang dirangkum dari berbagai sumber.
Yuk, disimak!
Quotes Hari Lahir Pancasila
- "Agar persatuan dan kepedulian tak semakin pudar, teruslah menjunjung tinggi sila ketiga Pancasila, Persatuan Indonesia." - Drs. Moh. Hatta
- "Hanya bangsa yang berani mengambil nasib dalam tangan sendiri, akan dapat berdiri dengan kuat." - Ir. Soekarno
- "Kuat karena bersatu, bersatu karena kuat." - Ir. Soekarno
- "Pancasila ibarat angka 10.000. Empat nol di belakang angka tidak akan ada maknanya tanpa ada angka satu di depan." - Buya Hamka
- "Merdeka hanyalah sebuah jembatan, walaupun jembatan emas. Di seberang jembatan itu jalan pecah dua: satu ke dunia sama rata sama rasa, satu ke dunia sama ratap sama tangis!." - Ir. Soekarno
- "Pancasila adalah prinsip dasar sekaligus jalan penerang yang harus kita ambil untuk terus melangkah, teruslah bergerak. Teruslah bersama dalam perjuangan mencapai masyarakat adil, makmur, sampai terwujud Indonesia sejahtera. Indonesia yang sejati-jatinya merdeka." - Megawati Soekarnoputri
- "Pancasila itu jiwa raga kita. Ada di aliran darah dan detak jantung kita, perekat keutuhan bangsa dan negara." - Joko Widodo
- "Pancasila sebagai dasar negara Indonesia memiliki nilai inti GOTONG ROYONG yang sangat penting dalam perjuangan memenangkan tantangan Covid-19. Mari kita laksanakan dan lestarikan untuk merawat Negara Kesatuan Republik Indonesia." - Sri Mulyani Indrawati
- "Pancasila bukan agama, tidak bertentangan dengan agama dan tidak digunakan untuk menggantikan kedudukan agama." - KH. Abdurrahman Wahid
- "Jadilah SDM Indonesia yang hebat, yang cepat tanggap, dan cerdas. Rawatlah kebhinekaan, pertahankan NKRI, dan jadilah penjaga Pancasila yang sejati." - Joko Widodo
- "Prinsip gotong royong di antara yang kaya dan yang tidak kaya, antara Islam dan Kristen, antara Indonesia tulen dan dengan Peranakan yang menjadi bangsa Indonesia." - Ir. Soekarno
- "Kala dalam hati kita bukan Pancasila, jangan mengaku orang Indonesia, karena kata Bung Karno "Who am I?" Bahwa negara yang dimerdekakan ini, kita menjadi bangsa Indonesia dan berpijak di bumi Indonesia bukan di negara lain, maka kita harus bangga menjadi bangsa Indonesia." - Megawati Soekarnoputri
- "Indonesia dengan ideologi Pancasila adalah ideologi yang mempersatukan, dan itu sudah terbukti. Kebhinekaan kita inilah menjadi kekuatan." - Pramono Anung
- "Pancasila tuh dasarnya sila 1-3, tujuannya sila 5, cara untuk mencapainya sila 4." - Sujiwo Tejo
- "Dalam Pancasila ada nilai kemanusiaan. Ada sebuah ungkapan kesalehan pribadi harus menjadi kesalehan sosial." - Febri Taufiqurrahman
- "Pancasila adalah isi jiwa bangsa Indonesia yang turun temurun sekian abad lamanya terpendam bisu oleh kebudayaan Barat. Dengan demikian, Pancasila tidak saja falsafah negara, tetapi lebih luas lagi, yakni falsafah bangsa Indonesia." Ir. Soekarno
- "Sudah terbukti, bahwa Pancasila yang saya gali dan persembahkan kepada rakyat Indonesia adalah sebagai dasar yang benar-benar dapat menghimpun segenap tenaga rakyat Indonesia, suatu dasar yang benar-benar dapat mempersatukan rakyat Indonesia, untuk bukan saja mencetuskan revolusi, tetapi juga mengakhiri revolusi ini dengan hasil yang baik." - Ir. Soekarno
- "Aku tidak mengatakan, bahwa aku menciptakan Pancasila. Apa yang kukerjakan hanyalah menggali jauh ke dalam bumi kami, tradisi-tradisi kami sendiri, dan aku menemukan lima butir mutiara yang indah." - Ir. Soekarno
- "Pada hakikatnya Pancasila adalah satu-satunya landasan etika politik menuju kedaulatan bangsa. Sejak Indonesia merdeka, bangsa ini sudah memiliki dasar moral yang bersumber dan berakar dari nilai yang mencakup moral, agama, kepercayaan, adat istiadat dan kebudayaan yang semuanya itu terangkum sepenuhnya dalam Pancasila. Saya mengajak kepada seluruh generasi muda, khususnya KAMMI untuk selalu menjadikan Pancasila sebagai pedoman dan tolak ukur kehidupan berbangsa dan bernegara." - Dr. Hidayat Nuh wahid
- "Kita belum hidup dalam sinar bulan purnama, kita masih hidup di masa pancaroba, tetaplah bersemangat elang rajawali." - Ir. Soekarno
- "Bangsa yang tidak percaya kepada kekuatan dirinya sebagai suatu bangsa, tidak dapat berdiri sebagai suatu bangsa yang merdeka." Ir. Soekarno
- "Negara Republik Indonesia ini bukan milik sesuatu golongan, bukan milik sesuatu agama, bukan milik sesuatu suku, bukan milik sesuatu golongan adat-istiadat, tapi milik kita semua dari Sabang sampai Merauke!" - Ir. Soekarno
- "Cita-cita persatuan Indonesia itu bukan omong kosong, tetapi benar-benar didukung oleh kekuatan-kekuatan yang timbul pada akar sejarah bangsa kita sendiri." - Mohammad Yamin
- "Demokrasi itu berbeda dengan Pancasila. Dalam Pancasila, pemimpin dipilih atas dasar Musyawarah. Dalam Demokrasi, pemimpin dihasilkan dari Kumpulan Suara." - Ganto Alimron
- "Jatuh bangunnya negara ini, sangat tergantung dari bangsa ini sendiri. Makin pudar persatuan dan kepedulian, Indonesia hanyalah sekedar nama dan gambar untaian pulau di peta. Jangan mengharapkan bangsa lain respek terhadap bangsa ini, bila kita sendiri gemar memperdaya sesama saudara sebangsa, merusak dan mencuri kekayaan Ibu Pertiwi." - Drs. Moh. Hatta
- "Entah bagaimana tercapainya persatuan itu, entah bagaimana rupanya persatuan itu, akan tetapi kapal yang membawa kita ke Indonesia merdeka itulah kapal persatuan adanya." - Ir. Soekarno
- "Indonesia adalah negara yang sangat majemuk dalam suku, bahasa, dan agama. Tetapi, kami dipersatukan oleh ideologi negara yaitu Pancasila." - Joko Widodo
- "Kita harus bangga terhadap produk Indonesia. Kita harus membeli produk dalam negeri. Kemajuan Indonesia harus berakar kuat pada ideologi Pancasila dan budaya bangsa." - Joko Widodo
- "Karena kewajiban kamulah untuk tetap pada pendirian semula, mempertahankan dan mengorbankan jiwa untuk kedaulatan negara dan bangsa kita seluruhnya." - Jenderal Soedirman
- "Bahwa kemerdekaan satu negara, yang didirikan di atas timbunan runtuhan ribuan jiwa-harta-benda dari rakyat dan bangsanya, tidak akan dapat dilenyapkan oleh manusia siapapun juga." - Jenderal Soedirman
- "Apapun yang dilakukan oleh seseorang itu, hendaknya dapat bermanfaat bagi dirinya sendiri, bermanfaat bagi bangsanya, dan bermanfaat bagi manusia di dunia pada umumnya." - Ki Hajar Dewantara
- "Dan hanya semangat kebangsaan, yang dipikul oleh perasaan keadilan dan kemanusiaan. Yang dapat mengantar kita maju dalam sejarah dunia." - Sutan Syahrir
- "Kemerdekaan nasional bukan pencapaian akhir, tapi rakyat bebas berkarya adalah pencapaian puncaknya." - Sutan Syahrir
- "Bangsa adalah segerombolan manusia yang keras, ia punya keinginan bersatu dan mempunyai persamaan watak yang berdiam di atas satu geopolitik yang nyata satu persatuan." - Ir. Soekarno
- "Saya katakan bahwa cita-cita kita dengan keadilan sosial adalah satu masyarakat yang adil dan makmur dengan menggunakan alat-alat industri, alat-alat teknologi yang sangat modern. Asal tidak dikuasai oleh sistem kapitalisme." - Ir. Soekarno
- "Dalam pengertian Pancasila, saya hanyalah perumusnya: perumus perasaan-perasaan yang diam-diam hadir di hati rakyat Indonesia." - Ir. Soekarno
- "Selamat Hari Lahir Pancasila. Dengan memperingati lahirnya Pancasila, kita perkokoh persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia." - Merry Riana
- "Perilaku Pancasila adalah mempersatukan, bukan memisahkan. Kita semua Pancasila, kita semua Indonesia." - Anonim
- "Pancasila dalam tindakan bersatu untuk Indonesia tangguh." - Anonim
- "Jadikan peringatan Hari Lahir Pancasila momentum bersatu, berbagi, berprestasi serta menjalankan amalan dari sila Pancasila!" - Anonim
- "Sebuah bangsa di dunia hanya akan menjadi bangsa yang besar ketika berpegang teguh dengan falsafahnya sendiri." - Ahmad Basarah
Demikianlah kumpulan quotes Hari Lahir Pancasila dari sejumlah tokoh Indonesia yang dapat detikers jadikan sebagai caption untuk postingan di media sosial. Selamat Hari Lahir Pancasila, detikers!
(urw/edr)
15+ Contoh Pidato Hari Lahir Pancasila Singkat, Lengkap Versi Resmi dari BPIP
Berikut kumpulan contoh pidato Hari Lahir Pancasila singkat, lengkap dengan versi resmi dari BPIP. [6,023] url asal
#pidato-hari-lahir-pancasila #pidato-hari-lahir-pancasila-2024 #pidato-upacara-hari-lahir-pancasila-2024 #pidato-upacara-hari-lahir-pancasila #naskah-pidato-hari-lahir-pancasila-2024 #contoh-pidato-hari-lah
- Naskah Pidato Hari Lahir Pancasila 2024 Resmi dari BPIP
- Contoh Pidato Hari Lahir Pancasila Singkat Contoh Pidato Harla Pancasila #1Contoh Pidato Harla Pancasila #2Contoh Pidato Harla Pancasila #3Contoh Pidato Harla Pancasila #4Contoh Pidato Harla Pancasila #5Contoh Pidato Harla Pancasila #6Contoh Pidato Harla Pancasila #7Contoh Pidato Harla Pancasila #8Contoh Pidato Harla Pancasila #9Contoh Pidato Harla Pancasila #10Contoh Pidato Harla Pancasila #11Contoh Pidato Harla Pancasila #12Contoh Pidato Harla Pancasila #13Contoh Pidato Harla Pancasila #14Contoh Pidato Harla Pancasila #15Contoh Pidato Harla Pancasila #16
Masyarakat Indonesia merayakan Hari Kelahiran Pancasila setiap tanggal 1 Juni. Salah satu rangkaian acara dalam peringatan Hari Lahir Pancasila adalah upacara bendera.
Pemerintah Indonesia melalui Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) telah merilis Pedoman Peringatan Hari Lahir Pancasila Tahun 2024 melalui Surat Edaran Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila Nomor 1 Tahun 2024. Pedoman tersebut juga memuat contoh pidato Hari Lahir Pancasila yang dapat dibacakan saat upacara.
Selain contoh pidato dari BPIP, detikers juga dapat menyiapkan pidato Hari Lahir Pancasila yang disesuaikan dengan pelaksanaan upacara di instansi masing-masing.
Sebagai referensi, berikut detikSulsel telah menyajikan kumpulan contoh pidato Hari Lahir Pancasila singkat, lengkap dengan versi resmi dari BPIP.
Yuk, disimak!
Naskah Pidato Hari Lahir Pancasila 2024 Resmi dari BPIP
Bismillahirrahmanirrahim,
Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh,
Salam sejahtera untuk kita semua,
SALAM PANCASILA!
Saudara dan saudariku sebangsa dan setanah air,
Pada hari ini, (tanggal) 1 Juni 2024, kita memperingati Hari Lahir Pancasila. Hari ketika Bung Karno, sebagai Proklamator Kemerdekaan, Bapak Pendiri Bangsa, pertama kali memperkenalkan Pancasila melalui pidatonya pada tahun 1945 di depan sidang Badan Penyelidik Usaha-usaha Persiapan Kemerdekaan (BPUPK). Peringatan Hari Lahir Pancasila Tahun 2024 ini mengambil tema "Pancasila Jiwa Pemersatu Bangsa Menuju Indonesia Emas 2045". Tema ini mengandung maksud bahwa Pancasila menyatukan kita dengan segala perbedaan suku, agama, budaya, dan bahasa dalam menyongsong 100 tahun Indonesia Emas yang maju, mandiri dan berdaulat.
Patut kita syukuri sebagai sebuah bangsa yang majemuk, Pancasila dan nilainilai yang dikandungnya menjadi bintang yang memandu kehidupan bangsa
agar sesuai dengan cita-cita pendirian negara. Keberadaan Pancasila merupakan anugerah dari Tuhan Yang Maha Esa untuk bangsa Indonesia. Di dalam Pancasila terkandung nilai-nilai luhur yang menjunjung tinggi nilainilai inklusivitas, toleransi, dan gotong royong. Keberagaman yang ada merupakan berkat yang dirajut dalam identitas nasional "Bhinneka Tunggal Ika".
Dalam momentum yang sangat bersejarah ini, saya mengajak komponen bangsa dimanapun berada untuk bahu membahu membumikan nilai-nilai Pancasila ke dalam setiap aspek kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara. Sebagai meja statis, Pancasila terbukti mampu mempersatukan kita dalam menghadapi beragam gelombang tantangan dan ujian sejarah, sehingga sampai dengan saat ini Indonesia tetap berdiri kokoh dan tangguh sebagai bangsa yang besar. Sedangkan sebagai leitstar dinamis, Pancasila merupakan bintang penuntun yang membawa Indonesia pada gerbang
kemajuan dan kemakmuran di era globalisasi teknologi dan informasi sekarang ini.
Pancasila harus senantiasa kita jiwai dan pedomani agar menjadi ideologi yang bekerja, yang dirasakan kehadiran dan manfaatnya oleh seluruh tumpah darah Indonesia. Selain regulasi yang berlandaskan pada semangat dan jiwa Pancasila, kita juga perlu keteladanan yang tercermin dari etika, integritas, dan karakter para pemimpin dan rakyat Indonesia.
Perkembangan situasi global yang ditandai kemajuan teknologi komunikasi yang begitu pesat menjadi tantangan tersendiri bagi bangsa Indonesia. Pancasila diharapkan menjadi filter agar bangsa Indonesia tidak mengalami disorientasi di masa depan. Pesatnya kemajuan teknologi informasi saat ini yang ditandai dengan masifnya penggunaan teknologi dan ponsel pintar (smartphone) dalam mengakses informasi melalui beragam media harus dapat dimanfaatkan secara bijaksana untuk menyiarkan konten-konten dan narasi positif yang mencerminkan aktualisasi nilai-nilai Pancasila di tengah kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara. Lebih dari itu, saya mengajak kepada seluruh komponen bangsa untuk mengarusutamakan Pancasila dengan metode dan cara-cara kekinian dalam menyongsong bonus demografi yang akan menempatkan kaum milenial dan Gen-Z sebagai pelaku utama pembangunan bangsa.
Dengan semangat Pancasila yang kuat, saya yakin seluruh tantangan yang akan dihadapi bangsa Indonesia akan dapat diatasi. Terlebih, di tengah krisis global yang terjadi, Indonesia berhasil menjaga stabilitas ekonomi, sosial, dan politik. Keberhasilan tersebut tentu merupakan sumbangsih gotong royong seluruh anak bangsa dengan ideologi Pancasila sebagai fondasi dasarnya.
Kita juga patut bersyukur dan bangga bahwa bangsa Indonesia telah terbukti menjadi bangsa yang dewasa, dewasa dalam berdemokrasi, berbangsa, dan bernegara. Kita harus bersyukur dan berbangga telah melewati Pemilihan Umum yang demokratis secara aman dan damai demi tegaknya kedaulatan rakyat, konstitusi serta persatuan dan kesatuan bangsa.
Mengakhiri pidato ini, kami mengajak seluruh komponen bangsa untuk bersama-sama bergotong royong merawat anugerah Pancasila melalui peringatan Hari Lahir Pancasila 1 Juni. Kita harus bekerja sama dan berkolaborasi menjaga kerukunan dan keutuhan sebagai wujud pengamalan nilai-nilai Pancasila. Semoga peringatan Hari Lahir Pancasila ini dapat memompa semangat kita semua untuk terus mengamalkan Pancasila demi Indonesia yang maju, adil, makmur, dan berwibawa di kancah dunia. Semoga Allah Subhanahu wa Ta'ala Tuhan Yang Maha Esa senantiasa memberikan perlindungan dan petunjuk kepada kita semua untuk kejayaan bangsa dan negara Indonesia.
Selamat Hari Lahir Pancasila!
Terima kasih,
Wassalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh,
SALAM PANCASILA!
Riau, 1 Juni 2024
Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila Republik Indonesia
ttd.
YUDIAN WAHYUDI
Contoh Pidato Hari Lahir Pancasila Singkat
Berikut kumpulan contoh pidato Hari Lahir Pancasila untuk dibawakan di sekolah yang dilansir dari berbagai sumber:
Contoh Pidato Harla Pancasila #1
Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.
Hadirin yang saya hormati,
Selamat pagi dan selamat memperingati Hari Lahir Pancasila!
Hari ini, kita berkumpul di sini untuk menghormati momen penting dalam sejarah bangsa kita, yaitu hari di mana Pancasila, dasar negara kita, lahir ke dunia.
Tepat pada tanggal 1 Juni, kita mengenang dan merayakan kelahiran Pancasila sebagai pondasi kuat yang mengarahkan kita menuju kehidupan berbangsa dan bernegara yang adil, makmur, dan beradab.
Pancasila, yang terdiri dari lima sila yang saling melengkapi, membawa pesan-pesan luhur yang tidak boleh kita lewatkan begitu saja.
Sila pertama, Ketuhanan Yang Maha Esa, mengajarkan kita untuk senantiasa bersyukur kepada Tuhan Yang Maha Kuasa atas segala karunia dan anugerah-Nya.
Sila kedua, Kemanusiaan yang Adil dan Beradab, mengajarkan kita untuk saling menghargai, menghormati, dan berlaku adil terhadap sesama manusia tanpa memandang perbedaan ras, agama, suku, atau gender.
Sila ketiga, Persatuan Indonesia, mengajarkan kita untuk bersatu padu sebagai bangsa Indonesia, membangun persatuan dalam keberagaman, dan menghormati perbedaan sebagai kekayaan yang harus kita pelihara.
Sila keempat, Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan/Perwakilan, mengajarkan kita tentang pentingnya partisipasi aktif masyarakat dalam pembangunan dan pentingnya pendekatan musyawarah dan mufakat dalam pengambilan keputusan yang berkaitan dengan nasib bangsa.
Kita harus mengamalkan nilai-nilai luhur Pancasila dalam segala aspek kehidupan kita, mulai dari keluarga, sekolah, hingga masyarakat luas.
Dalam perayaan Hari Lahir Pancasila ini, marilah kita perkuat komitmen kita untuk menjadikan Pancasila sebagai pedoman hidup dan landasan berbangsa.
Itu saja hal yang bisa sampaikan. Saya berharap, semangat Pancasila senantiasa tumbuh di sanubari kita. Wassalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.
Contoh Pidato Harla Pancasila #2
Assalamualaikum Warrahmatullahi Wabarakatuh
Selamat pagi para hadirin sekalian,
Terima kasih atas kesempatan yang diberikan kepada saya untuk menyampaikan pikiran mengenai Hari Lahir Pancasila yang kita peringati bersama-sama pada tanggal 1 Juni 2024 ini.
Sebelumnya, marilah kita panjatkan puji syukur kepada Tuhan Yang maha Esa, karena atas rahmat dan karunia-Nya, kita dapat berkumpul di tempat ini dalam acara peringatan Hari Lahir Pancasila.
Hadirin sekalian,
Bangsa Indonesia adalah bangsa yang beragam yang berada di bawah naungan Pancasila dan Bhinneka Tunggal Ika. Jika saat ini ada pandangan yang mengancam kebhinnekaan, mari berkaca dari negara lain yang dilanda konflik. Mengapa kita bisa bertahan?
Kita memiliki Pancasila dan UUD 1945 dalam bingkai NKRI. Hidup rukun dna bergotong royong bisa dilakukan untuk memajukan negeri ini. Pada peringatan Hari Lahir Pancasila ini, saya meminta para hadirin untuk mengingat lagi apa makna Pancasila.
Saya juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menjaga Pancasila. Memelihara dan menjaga Pancasila dapat dilakukan dengan berbagai macam hal, seperti pendidikan.
Saat ini ada banyak orang-orang yang melupakan makna Pancasila. Melupakan persatuan Indonesia dan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.
Untuk itu, mari kita lupakan dan coba hilangkan sikap-sikap yang bertentangan dengan Pancasila. Mari kita kubur masa lalu dalam-dalam dan kita amalkan kembali Pancasila untuk memajukan negeri ini. Selamat Hari Lahir Pancasila.
Terima kasih atas perhatian yang telah diberikan para hadirin. Mohon maaf jika ada kesalahan dalam perkataan.
Wassalamualaikum Warrahmatullahi Wabarakatuh
Contoh Pidato Harla Pancasila #3
Assalamualaikum warakhmatullahi wabarakkatuh.
Puji syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa, pada pagi hari ini kita dapat berkumpul menyelenggarakan upacara peringatan Hari Lahir Pancasila. Upacara ini meneguhkan komitmen kita agar kita lebih mendalami, lebih menghayati, dan mengamalkan nilai-nilai luhur Pancasila sebagai dasar bermasyarakat, sebagai dasar berbangsa dan bernegara.
Pancasila merupakan hasil dari sebuah rangkaian proses, yaitu rumusan Pancasila tanggal 1 Juni 1945, yang dipidatokan oleh Ir. Soekarno. Piagam Jakarta tanggal 22 Juni 1945 dan rumusan final tanggal 18 Agustus 1945 adalah jiwa besar para "founding fathers" kita, para ulama, para tokoh agama, dan para pejuang kemerdekaan dari seluruh Nusantara sehingga kita bisa membangun kesepakatan yang mempersatukan kita.
Harus diingat bahwa kodrat bangsa Indonesia adalah kodrat keberagaman. Takdir Tuhan untuk kita adalah keberagaman. Dari Sabang sampai Merauke adalah keberagaman. Dari Miangas sampai Rote adalah keberagaman.
Berbagai etnis, berbagai bahasa lokal, berbagai adat istiadat, berbagai agama, kepercayaan serta golongan bersatu padu membentuk Indonesia. Itulah Bhinneka Tunggal Ika kita, Indonesia.
Namun, kehidupan berbangsa dan bernegara kita, selalu mengalami tantangan. Kebinekaan kita selalu diuji. Ada pandangan dan tindakan yang selalu mengancamnya. Ada sikap tidak toleran yang mengusung ideologi lain selain Pancasila.
Semua itu diperparah oleh penyalahgunaan media sosial, oleh berita bohong, oleh ujaran kebencian yang tidak sesuai dengan bangsa kita. Saudara-saudara sebangsa dan setanah air, kita harus belajar dari pengalaman buruk negara lain yang dihantui oleh radikalisme dan konflik sosial, yang dihantui oleh terorisme dan perang saudara.
Dengan Pancasila dan UUD 1945 dalam bingkai NKRI dan Bhinneka Tunggal Ika, kita bisa terhindar dari masalah-masalah tersebut. Kita bisa hidup rukun dan bergotong royong untuk memajukan negeri ini.
Dengan Pancasila, Indonesia adalah rujukan masyarakat internasional untuk membangun kehidupan yang damai, yang adil, yang makmur di tengah kemajemukan dunia. Oleh karena itu, saya mengajak peran aktif para ulama, ustad, pendeta, pastur, biksu, pedanda, pendidik, budayawan, pelaku seni, pelaku media, TNI dan POLRI serta seluruh komponen masyarakat untuk bersama-sama menjaga Pancasila.
Pemahaman dan pengamalan Pancasila harus terus ditingkatkan. Ceramah keagamaan, materi pendidikan, fokus pemberitaan, dan perdebatan di media sosial harus menjadi bagian dalam pendalaman dan pengamalan nilai-nilai Pancasila.
Komitmen pemerintah untuk penguatan Pancasila sudah jelas dan sangat kuat. Berbagai upaya terus kita lakukan. Telah diundangkan Peraturan Presiden Nomor 54 Tahun 2017 tentang Unit Kerja Presiden Pembinaan Ideologi Pancasila.
Bersama seluruh komponen bangsa, lembaga baru ini ditugaskan untuk memperkuat pengamalan Pancasila dalam kehidupan sehari-hari, yang terintegrasi dengan program-program pembangunan.
Pengentasan kemiskinan, pemerataan kesejahteraan dan berbagai program lainnya menjadi bagian integral dari pengamalan nilai-nilai Pancasila.
Hadirin yang saya hormati, tidak ada pilihan lain kecuali kita harus bahu-membahu menggapai cita-cita bangsa sesuai dengan Pancasila.
Tidak ada pilihan lain kecuali seluruh anak bangsa harus menyatukan hati, pikiran, dan tenaga untuk persatuan dan persaudaraan. Tidak ada pilihan lain, kecuali kita harus kembali ke jati diri sebagai bangsa yang santun, berjiwa gotong royong, dan toleran.
Tidak ada pilihan lain kecuali kita harus menjadikan Indonesia bangsa yang adil, makmur, dan bermartabat di mata internasional. Namun demikian, kita juga harus waspada terhadap segala bentuk pemahaman dan gerakan yang tidak sejalan dengan Pancasila.
Pemerintah pasti bertindak tegas terhadap organisasi-organisasi dan gerakan-gerakan yang anti-Pancasila, anti-UUD 1945, anti-NKRI, anti-Bhinneka Tunggal Ika. Pemerintah pasti bertindak tegas jika masih ada paham dan gerakan komunisme yang jelas-jelas sudah dilarang di bumi Indonesia.
Sekali lagi, jaga perdamaian, jaga persatuan, dan jaga persaudaraan di antara kita. Mari kita saling bersikap santun, saling menghormati, saling toleran, dan saling membantu untuk kepentingan bangsa. Mari kita saling bahu-membahu bergotong royong demi kemajuan Indonesia.
Selamat Hari Lahir Pancasila. Kita Indonesia. Kita Pancasila. Semua Anda Indonesia, semua Anda Pancasila. Saya Indonesia. Saya Pancasila. Terima kasih.
Wasalammualaikum warahmatullahi wabarakaatuhh.
Contoh Pidato Harla Pancasila #4
Assalamualaikum Warohmatullahi Wabarokatuh. Selamat pagi dan salam sejahtera bagi kita semua
Alhamdulillah pada pagi hari ini kita semua sehat wal'afiat sehingga mampu berkumpul memaknai, mengilhami, menghargai, memperingati Hari Lahir Pancasila yang diperingati tanggal 1 Juni setiap tahunnya.
Bapak/Ibu Guru yang saya hormati, adik-adik siswa yang saya cintai, sayangi, dan banggakan, serta seluruh keluarga SMAN 13 Maju Jaya yang hadir pada pagi hari ini.
Tidak terasa kita sudah beberapa kali melaksanakan upacara untuk memperingati Hari Lahir Pancasila. Adanya Hari Lahir Pancasila hendaknya membuat kita semua berbangga menjadi bangsa Indonesia.
Bangsa Indonesia merupakan bangsa yang berdiri teguh hingga kini berpedoman pada dasar negara:
1. Ketuhanan Yang Maha Esa
2. Kemanusiaan yang Adil dan Beradab
3. Persatuan Indonesia
4. Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan/Perwakilan
5. Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia
Terdapat beberapa hal yang ingin saya sampaikan terkait kelima sila tersebut. Semoga sederet hal yang saya sampaikan ini dapat membuat kita semakin mencintai Indonesia.
Indonesia menjunjung tinggi agama. Indonesia menghargai setiap agama. Indonesia menghargai dan memperbolehkan warganya menganut agama yang dipercayainya.
Oleh sebab itu, hendaknya kita semua memiliki sikap toleransi, saling menyayangi, saling menghargai, saling menolong, saling membantu meskipun dengan saudara yang berbeda agama. Hindari perpecahan, hindari pertikaian, hindari prasangka buruk, dan jangan sampai kita melakukan hal yang merupakan kejahatan.
Keindahan toleransi telah dipupuk oleh bangsa Indonesia sejak lama. Indonesia pun dapat hidup berdampingan antar suku, golongan, agama, dan ras karena saling menghargai dan sadar atas adanya hak asasi manusia.
Kedua, bangkitkanlah sikap saling menolong, membantu, peduli satu sama lain dan mengasihi satu sama lain. Tidak ada alasan untuk tidak berbuat baik kepada orang lain.
Semuanya adalah saudara sebangsa dan setanah air. Siapa lagi yang akan membantu kita jika bukan keluarga kita di bangsa ini? Oleh karena itu, hendaknya saling peduli dengan orang lain. Pastikan keluarga dan saudara kita baik-baik saja dan dapat hidup dengan layak tanpa membuat mereka tidak nyaman.
Ketiga, didiklah anak-anak kita untuk mencintai bangsa Indonesia. Berikan, ceritakan, gaungkan kisah para pahlawan yang berjuang demi kemerdekaan, merumuskan dasar negara, pengorbanan perang, dan lain sebagainya. Biarkan nilai-nilai di dalamnya membuat kita menjadi bangsa yang utuh dan sempurna serta terus maju.
Keempat, selesaikanlah masalah dengan bermusyawarah untuk mencapai mufakat. Hindari pertikaian dan permusuhan. Terimalah pendapat orang lain, dengarkan pendapat orang lain yang penting dan bermanfaat.
Apabila muncul ketidakcocokan dalam beropini, sampaikanlah pendapat dengan baik. Jangan menghujat, jangan menghina, minimalkan ujaran kebencian, bijaklah dalam bertutur kata.
Kemudian, peradaban sudah semakin maju. Hindari penggunaan kata-kata tercela di media sosial. Bijaklah memilih role model, bijaklah bertutur kata dimanapun kapanpun, bawalah wibawa bangsa Indonesia kemanapun saudara pergi, bawalah kebanggaan bangsa agar tetap memegang teguh janji menjadi warga Indonesia yang baik dan benar bahkan berprestasi.
Kelima, bersikaplah adil kepada setiap orang. Jangan ambil hak orang lain. Bersikaplah seadil mungkin dalam keadaan apapun. Timbang risiko, ambil risiko untuk tujuan besar dan bermanfaat untuk negara.
Adik-adikku yang saya sayangi, masa depan kalian masihlah sangat panjang. Jangan terlena dengan hal-hal yang tidak nyata. Jangan terlena dengan masalah-masalah yang membuat kalian buta dengan kenyataan.
Perjuangan kalian lebih dari sekedar lulus ujian nasional. Kalian harus menjadi seseorang yang bermanfaat dan bermakna. Gapailah cita-cita mulia kalian, maka kalian tidak akan menyesal. Korbankan semua hal yang tidak berguna, tidak ada artinya kelak, dan tidak ada nilainya. Majulah demi dirimu sendiri, orang tua, keluarga, dan bangsa. Kalian adalah masa depan bangsa. Pemimpin masa depan bangsa.
Kami bapak dan ibu guru senantiasa mendoakan, mendukung, membantu kalian semua agar mampu menjadi sosok yang mulia. Ambillah nilai-nilai kehidupan sebanyak-banyaknya. Terapkan hal-hal baik dan jangan sia-siakan waktu.
Kami selaku bapak dan ibu guru ingin kalian berpedoman pada dasar negara Pancasila. Buat diri kalian bangga dengan menorehkan prestasi nyata.
Sekian pidato Hari Lahir Pancasila yang dapat saya sampaikan. Saya harap gagasan yang saya sampaikan hari ini dapat bermanfaat untuk kita semua. Mohon maaf apabila terdapat kesalahan. Wassalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh."
Contoh Pidato Harla Pancasila #5
Selamat pagi/siang/sore/malam, saudara-saudara yang saya hormati.
Hari ini, kita berkumpul untuk merayakan Hari Lahir Pancasila, landasan moral dan ideologis bagi bangsa Indonesia. Tema yang kita angkat tahun ini adalah "Pancasila Jiwa Pemersatu Bangsa Menuju Indonesia Emas 2045". Ini adalah momen penting bagi kita untuk merenungkan nilai-nilai Pancasila dan merenungi maknanya dalam perjalanan menuju masa depan gemilang.
Pancasila bukan hanya sekadar konsep. Ia adalah jiwa bangsa Indonesia. Sebagai suatu falsafah, Pancasila mengandung nilai-nilai universal yang relevan bagi semua kalangan masyarakat, agama, suku, dan budaya di Indonesia. Keberagaman yang menjadi kekayaan kita tidak akan bisa terwujud tanpa kehadiran Pancasila.
Di tengah rintangan dan tantangan saat ini, Pancasila menjadi pemandu yang krusial. Kita menghadapi berbagai persoalan kompleks, mulai dari ketimpangan ekonomi, ketidaksetaraan sosial, hingga polarisasi politik. Dengan berpegang teguh pada nilai-nilai Pancasila, kita bisa melewati segala rintangan tersebut sebagai satu bangsa yang satu.
Visi Indonesia Emas Tahun 2045 adalah cita-cita besar yang harus kita wujudkan bersama. Indonesia Emas bukan hanya tentang prestasi ekonomi ataupun politik semata, melainkan juga tentang kesejahteraan seluruh rakyat. Indonesia yang adil, sejahtera, dan berdaulat dalam segala hal.
Untuk mencapai Indonesia Emas, kita perlu memperkuat fondasi dalam segala aspek kehidupan. Pertama, kita harus memperkuat nilai gotong-royong. Semangat gotong royong harus terus kita tanamkan dalam setiap laku kita, baik di level individu, keluarga, ataupun masyarakat.
Kedua, memperkuat keadilan dan demokrasi. Pancasila menegaskan prinsip-prinsip keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. Keadilan harus menjadi pedoman dalam setiap kebijakan publik yang kita ambil. Dengan begitu, tidak ada yang tertinggal dalam pembangunan.
Ketiga, mendorong pluralisme dan toleransi. Indonesia adalah rumah bagi berbagai suku, agama, dan budaya. Kita harus menjaga keragaman ini sebagai kekuatan, bukan perpecahan. Dengan memahami dan menghargai perbedaan, kita bisa bersatu sebagai bangsa yang kokoh.
Saudara-saudara sekalian yang saya hormati.
Pancasila harus tetap menjadi pegangan kita untuk mencapai cita-cita Indonesia Emas Tahun 2045. Kita tidak boleh terpecah belah oleh perbedaan-perbedaan. Kita harus bersatu padu, berpegang teguh pada Pancasila, demi mewujudkan masa depan gemilang bagi generasi mendatang.
Mari kita tingkatkan kesadaran ihwal nilai-nilai Pancasila, dan menjadikannya sebagai panduan utama dalam setiap langkah kita. Bersama-sama, kita pasti bisa menjadikan Indonesia sebagai bangsa besar, adil, dan makmur.
Terima kasih. Selamat merayakan Hari Lahir Pancasila.
Contoh Pidato Harla Pancasila #6
Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh,
Yang terhormat Bapak/Ibu Guru, serta teman-teman sejawatku yang saya cintai,
Hari ini, kita semua berkumpul dalam semangat kebangsaan untuk merayakan Hari Pancasila. Sebuah momen penting yang mengingatkan kita akan nilai-nilai luhur yang menjadi pondasi bangsa Indonesia. Pancasila bukanlah sekadar kata-kata dalam buku pelajaran, tetapi cermin dari semangat persatuan dalam keberagaman.
Sebagai siswa, kita adalah generasi penerus bangsa yang memiliki peran penting dalam membangun masa depan Indonesia. Dalam perjalanan kita mengarungi dunia pendidikan, marilah kita kenali dan amalkan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari.
Pertama, Ketuhanan Yang Maha Esa mengajarkan kita untuk mengakui keberadaan Tuhan yang Maha Kuasa. Mari kita jaga keyakinan dan kepercayaan kita kepada Tuhan dalam segala hal yang kita lakukan.
Kedua, Kemanusiaan yang Adil dan Beradab mengajarkan kita untuk menghargai martabat manusia dan menjunjung tinggi nilai-nilai keadilan serta kesopanan dalam berinteraksi satu sama lain.
Ketiga, Persatuan Indonesia mengajarkan kita untuk menyatukan diri dalam keberagaman. Mari kita tinggalkan perbedaan dan bergandengan tangan membangun bangsa yang bersatu dan kuat.
Keempat, Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmah Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan/Perwakilan mengajarkan kita untuk menghargai demokrasi dan berpartisipasi aktif dalam pembangunan negara.
Dan kelima, Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia mengajarkan kita untuk memastikan bahwa setiap warga negara mendapatkan hak dan kewajibannya secara adil.
Dalam perayaan Hari Pancasila ini, marilah kita sebagai siswa, terus memperkokoh jiwa kebangsaan dengan mengamalkan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan kita sehari-hari. Mari kita jaga persatuan dan kesatuan, serta berkomitmen untuk menjadi generasi penerus bangsa yang berperan aktif dalam mewujudkan cita-cita bangsa Indonesia.
Terima kasih kepada Bapak/Ibu Guru yang senantiasa membimbing kami, dan kepada teman-teman sejawatku yang selalu mendukung. Mari kita bersama-sama, membangun kebangsaan yang kokoh, berlandaskan nilai-nilai Pancasila.
Wassalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.
Contoh Pidato Harla Pancasila #7
Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Selamat pagi.
Pertama-tama, marilah kita bersyukur kepada Allah SWT karena kita dapat berkumpul di aula sekolah dalam keadaan sehat dan bahagia.
Juga, mari kita kirimkan selawat dan salam kepada Rasulullah Muhammad SAW. Semoga kita mendapatkan pertolongan di hari akhirat.
Hadirin yang berbahagia,
Kita sangat bersyukur atas kesempatan ini untuk memperingati momentum yang istimewa.
Setiap tanggal 1 Juni adalah hari yang bersejarah karena kita memperingati hari kelahiran Pancasila. Tepat pada tanggal 1 Juni 1945, Ir. Soekarno menyampaikan pidato tentang usulan dasar negara yang akhirnya menjadi dasar lahirnya Pancasila.
Namun, bagaimana kita seharusnya memaknai Hari Lahir Pancasila? Apakah cukup hanya menghafal lima silanya?
Jika itu saja, maka ratusan juta penduduk Indonesia bisa menghafal kelima sila dan mengucapkannya dengan lantang.
Namun, apakah kita benar-benar dapat menerapkan kelima sila tersebut dalam kehidupan sehari-hari?
Sepertinya masih sedikit orang yang benar-benar bisa mengamalkan kelima sila tersebut dengan baik dalam kehidupan sehari-hari.
Hal ini dapat terlihat dari adanya perilaku-perilaku yang menyimpang yang sering kita dengar di media.
Misalnya, perilaku siswa yang tidak sopan terhadap guru, perilaku orang tua yang tidak pantas terhadap anak, siswa yang nakal, tawuran, perpecahan antar suku, ras, agama, dan sebagainya.
Oleh karena itu, peringatan Hari Lahir Pancasila ini diharapkan dapat membangkitkan semangat nasionalisme dan penerapan sila-sila Pancasila.
Hadirin yang saya hormati,
Ini adalah waktu yang tepat bagi kita untuk menghidupkan kembali nilai-nilai yang terkandung dalam setiap sila Pancasila.
Sebagai sesama manusia, kita seharusnya saling membantu, bergotong royong, dan saling mengasihi, bukan saling terpecah belah dan melakukan perilaku yang tidak sesuai dengan sila-sila tersebut.
Saudara sekalian,
Demikianlah pidato yang dapat saya sampaikan dalam rangka memperingati Hari Lahir Pancasila. Mohon maaf atas segala kesalahan dalam penyampaian.
Saya mengakhiri pidato ini, wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Contoh Pidato Harla Pancasila #8
Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh,
Salam Sejahtera bagi kita semua,
Hadirin yang saya hormati,
Lebih dari 78 tahun Pancasila telah menjadi bintang pemandu bangsa Indonesia. Pancasila sudah bertahan dan tumbuh di tengah deru ombak ideologi-ideologi lain yang berusaha menggesernya.
Sungguh Pancasila adalah berkah yang indah yang diberikan Tuhan Yang Maha Esa kepada kita, melalui perenungan, pergulatan pemikiran dan kejernihan batin para founding fathers lndonesia. Pancasila pertama kali diuraikan secara jelas oleh Bung Karno pada tanggal 1 Juni 1945, kemudian dituangkan dalam Piagam Jakarta pada tanggal 22 Juni 1945 dan dirumuskan secara final pada tanggal 18 Agustus 1945.
Para pendiri bangsa dari berbagai kelompok, golongan dan latar belakang duduk bersama untuk menetapkan Pancasila sebagai pemersatu segala perbedaan. Pancasila berperan sebagai falsafah dan dasar negara yang kokoh, yang menjadi fondasi dibangunnya lndonesia yang bersatu, berdaulat, adil dan makmur.
Hadirin yang saya hormati,
Peringatan Hari Lahir Pancasila di setiap tanggal 1 Juni ini harus kita manfaatkan sebagai momen pengingat, momen pemacu dan momen aktualisasi nilai-nilai Pancasila. Marilah kita terus amalkan warisan mulia para founding fathers ini untuk kemajuan bangsa, dan sekaligus juga menjadi sumbangsih Indonesia kepada masyarakat dunia.
Negara mana pun di dunia ini akan selalu berproses menjadi masyarakat yang bineka dan majemuk. Sering kali kemajemukan ini juga dibayang-bayangi oleh risiko intoleransi, ketidak-bersatuan dan ketidak-gotong-royongan.
Saatnya kita berbagi pengalaman dalam berbhinneka tunggal ika, dalam bertoleransi serta dalam membangun persatuan dan kebersamaan. Saatnya kita berbagi pengalaman dalam mengamalkan nilai-nilai luhur Pancasila untuk ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi dan keadilan sosial.
Akhir kata, saya ingin mengajak hadirin semuanya untuk bersama-sama mengamalkan Pancasila dalam keseharian kita. Semangat bersatu, berbagi dan berprestasi akan meneguhkan derap langkah kita dalam membawa Indonesia menuju negara yang maju dan jaya.
Demikian pidato singkat dari saya. Wassalamu'alaikum warahmatullahı wabarakatuh. Selamat Hari Lahir Pancasila!
Contoh Pidato Harla Pancasila #9
Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh,
Salam sejahtera bagi kita semua,
Om swastiastu, Namo budaya,
Salam kebajikan, Rahayu,
Pertama-tama, marilah kita panjatkan puji dan syukur kepada Tuhan Yang Maha Kuasa. Atas karunia-Nya, kita dapat berkumpul pada hari ini untuk memperingati Hari Lahir Pancasila 1 Juni 2024 dalam keadaan sehat walafiat.
Hadirin yang saya hormati,
Menjelang kemerdekaan Indonesia diproklamirkan, tepatnya pada tanggal 29 Mei s.d. 1 Juni 1945, para pendiri bangsa dalam Badan Penyelidik Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia
(BPUPKI) menyepakati bahwa Pancasila merupakan ideologi negara Indonesia.
Dalam menyusun ideologi negara bangsa yang majemuk, Pancasila digali dari nilai luhur budaya bangsa di nusantara dan memiliki makna yang dinamis dan universal. Sebagai sebuah ideologi, Pancasila juga merupakan sebuah prinsip dalam menyelenggarakan pemerintahan Indonesia di segala zaman.
Pancasila, hingga saat ini, tetap relevan di tengah dinamika. Prinsip-prinsip Pancasila perlu kita jaga dalam seluruh aktivitas negara. Di tengah padatnya kegiatan dalam melaksanakan tugas, mari kita sejenak berefleksi dan memahami filosofi yang menjadi nyawa negara Indonesia. Pancasila mengandung 5 (lima) nilai universal dasar, yakni
Pertama, Ketuhanan. Dalam menyusun dan melaksanakan kebijakan, kita harus melihat dari aspek spiritualitas yang selaras dengan budaya bangsa Indonesia. Kita juga bertugas dalam
menjaga, memelihara, dan meneruskan warisan kebudayaan yang di dalamnya sarat dengan makna ketuhanan yang lekat dengan kehidupan masyarakat kini dan lampau.
Kedua, Kemanusiaan. Kita harus mengangkat derajat manusia dan mengutamakan harkat-martabat manusia dalam kebijakan dan pelaksanaan program-program negara.
Ketiga, Kebhinekaan. Indonesia mencakup seluruh pulau dan suku bangsa. Untuk itu, kita perlu melihat kemajemukan tersebut sebagai satu kesatuan.
Keempat, Demokrasi. Indonesia perlu membekali rakyatnya untuk mampu berinteraksi, bersuara, dan berpendapat untuk mengemukakan pemikirannya.
Kelima, Keadilan sosial. Negara harus memperlakukan siapa pun secara setara, tanpa pandang bulu.
Hadirin yang saya hormati,
Demikianlah pidato yang bisa saya sampaikan. Kepada semua masyarakat Indonesia saya ucapkan selamat memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Dengan nilai-nilai Pancasila yang menyertai langkah kita, mari membangun Indonesia yang lebih tangguh, lebih inklusif, dan lebih mencerdaskan bangsa.
Wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh,
Salam sejahtera, Om santi santi santi om,
Namo budaya, Salam kebajikan,
Rahayu.
Contoh Pidato Harla Pancasila #10
Assalamu'alaikumWarahmatullahiWabarakatuh.
Yang terhormat Bapak/Ibu/Saudara-saudara sekalian.
Marilah kita bersama-sama merayakan Hari Pancasila, sebuah momen yang mengingatkan kita akan landasan utama bangsa Indonesia, Pancasila. Hari ini, kita tidak hanya merayakan sebuah tanggal bersejarah, tetapi juga menyatukan tekad kita untuk memperkuat kebersamaan dalam keberagaman.
Pancasila, sebagai falsafah dan dasar negara, adalah pondasi yang kokoh bagi bangsa Indonesia. Lima sila yang membentuk Pancasila yakni Ketuhanan Yang Maha Esa, Kemanusiaan yang Adil dan Beradab, Persatuan Indonesia, Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmah Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan/Perwakilan, dan Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia, menjadi pilar yang mendukung kehidupan berbangsa dan bernegara.
Pancasila adalah cermin dari nilai-nilai luhur bangsa Indonesia. Nilai-nilai tersebut mengajarkan kepada kita untuk menghargai perbedaan, merangkul keberagaman, dan menghormati hak-hak setiap individu. Dalam Pancasila, kita menemukan landasan yang kuat untuk membangun masyarakat yang adil, beradab, dan sejahtera.
Namun, perlu kita akui dalam perjalanan sejarah, nilai-nilai Pancasila seringkali diuji oleh berbagai tantangan. Konflik, intoleransi, dan ketidakadilan masih menjadi kenyataan yang harus kita hadapi.
Oleh karena itu, Hari Pancasila bukan hanya sekadar perayaan, tetapi juga momentum untuk merefleksikan komitmen kita dalam mewujudkan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari. Saya yakin, dengan semangat kebersamaan dan tekad yang kuat, kita dapat menjadikan Pancasila sebagai fondasi yang kokoh bagi kemajuan bangsa Indonesia.
Terima kasih.
Wassalamu'alaikumWarahmatullahiWabarakatuh.
Contoh Pidato Harla Pancasila #11
Saudara-saudara, selamat merayakan Hari Lahir Pancasila.
Pada hari yang bersejarah ini, kita berkumpul guna memperingati dan mendalami kembali nilai-nilai luhur yang terkandung dalam Pancasila, landasan moral dan falsafah bangsa Indonesia. Tema yang kita angkat pada peringatan kali ini adalah "Indonesia Emas", sebuah cita-cita agung yang menggambarkan impian kita melihat Indonesia menjadi bangsa yang maju, adil, dan makmur, pada 2045 mendatang.
Indonesia Emas bukanlah sekadar mimpi di siang bolong. Itu adalah visi yang membutuhkan kerja keras, komitmen, dan kolaborasi dari seluruh lapisan masyarakat. Di bawah payung Pancasila, kita dapat memegang landasan kuat untuk membangun Indonesia yang gemilang.
Setiap warga negara memiliki kesempatan dan hak yang sama untuk meraih cita-cita dan menggapai impiannya. Dengan semangat gotong-royong, keadilan, dan kebersamaan, kita akan mewujudkan visi Indonesia Emas ini.
Mari kita bersama-sama berupaya, berinovasi, dan bekerja sama, demi mencapai Indonesia yang lebih maju. Bersatu, kita pasti akan mewujudkan masa depan gemilang bangsa Indonesia.
Terima kasih, dan mari kita lanjutkan upacara ini dengan penuh semangat dan kebanggaan dengan menjunjung warisan Pancasila yang telah diberikan kepada kita.
Contoh Pidato Harla Pancasila #12
Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh,
Salam sejahtera bagi kita semua,
Om Swastiastu,
Namo buddhaya,
Salam Kebajikan,
Rahayu
Ibu dan Bapak seluruh masyarakat Indonesia yang saya hormati,
Para pendiri bangsa Indonesia mencetuskan Pancasila sebagai dasar negara dan ideologi bangsa dan sejak kelahirannya sampai hari ini Pancasila adalah kekuatan kita untuk berjuang membangun cita-cita kita. Selain itu Pancasila menjadi pengingat kita bahwa di tengah semua situasi dan kondisi, kedaulatan Indonesia berdasar pada keadilan sosial dan persatuan seluruh lapisan masyarakat. Oleh karena itu, merefleksikan kembali nilai-nilai Pancasila pada hari ini merupakan awal yang baik untuk menyatukan cita-cita dan langkah kita ke depan.
Peringatan Hari Kesaktian Pancasila perlu kita jadikan momentum untuk merefleksikan hal-hal yang telah dan harus kita lakukan untuk menjadikan Indonesia sebagai bangsa yang tangguh di masa kini dan bangsa yang tangguh di masa yang akan datang.
Selama ini upaya yang kita lakukan lebih berfokus pada hasil akhir dan mengesampingkan integrasi sosial budaya dan pelestarian lingkungan. Hal tersebut kurang sejalan dengan konsep pembangunan berkelanjutan yang menyelaraskan potensi sumberdaya alam dengan sumberdaya manusia. Menyadari hal tersebut, inilah waktunya kita merancang keseimbangan baru yang mengedepankan kemajuan semua kelompok masyarakat dan memprioritaskan konservasi alam.
Kepada semua masyarakat Indonesia saya ucapkan selamat memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Dengan nilai-nilai Pancasila yang menyertai langkah kita, mari membangun Indonesia yang lebih tangguh, lebih inklusif dan lebih mencerdaskan bangsa.
Terima kasih
Wassalamualaikum warahmatullah wabarakatuh
Om Shanti Shanti Shanti om
Namo buddhaya
Rahayu
Contoh Pidato Harla Pancasila #13
Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Selamat pagi/siang.
Yang terhormat, Bapak Kepala Sekolah, Bapak/Ibu guru, serta teman-teman semua yang berbahagia.
Puji syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa, pada pagi/siang hari ini kita dapat berkumpul bersama di auditorium sekolah. Semoga semua dalam keadaan sehat serta berbahagia.
Salawat serta salam insya Allah tercurahkan kepada Baginda Muhammad SAW agar kita semua mendapat syafaatnya di hari akhir.
Bapak-ibu guru dan teman-teman semua.
Seperti yang kita tahu bahwa setiap 1 Juni di kalender ditandai sebagai Hari Lahirnya Pancasila. Ini adalah hari penting dalam sejarah bangsa Indonesia.Teman-teman semua, tahukah kalian bagaimana perumusan Pancasila berlangsung hingga menjadi dasar negara Indonesia?
Pancasila merupakan hasil dari rangkaian proses panjang, yaitu rumusan Pancasila pada 1 Juni 1945 yang kemudian dipidatokan oleh Ir Soekarno. Sementara hasil akhir dari rumusan Pancasila disepakati bersama pada 18 Agustus 1945 dan diresmikan menjadi dasar negara Indonesia.
Di dalam Pancasila terdiri dari lima sila yang mengandung nilai-nilai luhur. Kelima silanya menjadi kewajiban kita semua untuk diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
Teman-temanku yang berbahagia.
Kita sebagai generasi pemuda bangsa sudah seharusnya bisa meningkatkan pemahaman dan pengamalan Pancasila. Sebagaimana kita tahu bahwa di zaman sekarang ini masih banyak ditemukan konflik sosial, radikalisme, hingga perang saudara yang tidak mencerminkan nilai-nilai dari Pancasila.
Oleh karena itu, saya di sini sebagai generasi penerus bangsa ingin mengajak bapak, ibu guru, dan teman-teman semua untuk sama-sama bergotong royong memajukan negeri. Cara sederhana menerapkan nilai-nilai Pancasila tentu bisa kita mulai bersama dari lingkungan rumah serta sekolah tempat kita belajar ini.
Seperti meningkatkan rasa toleransi antar agama, bersikap jujur ketika menghadapi ujian sekolah, beradab kepada orang tua, Bapak dan Ibu guru, mematuhi peraturan di sekolah, serta menjadi pemuda berprestasi.
Bapak-ibu guru dan teman-teman yang saya hormati.
Kebhinekaan bangsa kita ini selalu diuji. Oleh karena itu sekali lagi, mari sama-sama saling menjaga perdamaian, persatuan, dan persaudaraan di antara kita. Mari kita saling bersikap santun tanpa adanya permusuhan dan kebencian, saling menghormati, saling toleransi, dan bahu-membahu demi kemajuan bangsa tercinta Indonesia.
Sebelum pidato ini berakhir, saya ingin mengucapkan Selamat Hari Lahir Pancasila. Kita Indonesia, kita Pancasila, semua Indonesia, semua Pancasila.
Demikian pidato yang dapat saya sampaikan di Hari Lahir Pancasila ini. Mohon maaf apabila ada kesalahan dalam penyampaian.
Selamat pagi/siang.
Wassalamualaikumwarahmatullahiwabarakatuh.
Contoh Pidato Harla Pancasila #14
Assalamualaikum, Saudara-Saudari yang saya hormati.
Selamat Hari Lahir Pancasila.
Hari ini kita merayakan pembentukan suatu pedoman hidup berbangsa yang disebut Pancasila. Landasan moral dan ideologis bangsa Indonesia ini mesti kita junjung terus demi menyongsong masa depan emas Indonesia.
Mari kita renungkan makna dan nilai-nilai yang terkandung di dalamnya serta peran pentingnya demi membawa persatuan dan kesatuan bagi bangsa. Persatuan itulah yang dapat membawa kita menjadi negara maju.
Pancasila bukan hanya sebuah konsep. Ia merupakan jiwa dari bangsa ini, negara ini. Dalam perjalanan kita mencapai Indonesia yang lebih maju, mari kita terus jaga semangat persatuan, gotong-royong, dan keadilan yang menjadi nyawa dari Pancasila itu sendiri.
Terima kasih, dan selamat merayakan Hari Lahir Pancasila.
Contoh Pidato Harla Pancasila #15
Selamat pagi para pemuda Indonesia,
Salam sejahtera bagi kita semua,
Hari Pancasila adalah saat penting dan bersejarah bagi kita untuk merayakan keberagaman yang menjadi kekuatan utama bangsa Indonesia. Di balik perbedaan agama, suku, budaya, dan bahasa, Pancasila menjadi ikatan yang mengikat kita semua sebagai satu bangsa. Melalui persatuan dalam keberagaman, kita mampu menghadapi berbagai tantangan dan menjadikan Indonesia sebagai negara yang kuat dan maju.
Pancasila mengajarkan kepada kita untuk menghormati perbedaan, memelihara persatuan, dan mengutamakan keadilan. Oleh karena itu, mari kita hidupkan semangat Pancasila dalam kehidupan sehari-hari. Mari kita jadikan toleransi, gotong royong, dan kebersamaan sebagai landasan dalam membangun bangsa yang lebih baik.
Dalam perayaan Hari Pancasila ini, mari kita tingkatkan kesadaran akan pentingnya menjaga persatuan dalam keberagaman. Mari kita semua menjadi agen perdamaian dan kemajuan, serta berkomitmen untuk mengabdi kepada bangsa dan negara dengan setulus hati.
Terima kasih.
Hidup bangsa Indonesia, cintai Pancasila.
Salam sejahtera bagi kita semua.
Contoh Pidato Harla Pancasila #16
Assalamu'alaikum Wr. Wb.
Yang terhormat Ibu/Bapak___ selaku guru ____ serta teman-teman yang berbahagia. Pertama-tama, marilah kita panjatkan puji syukur ke hadirat Tuhan Yang Maha Esa, yang telah melimpahkan rahmat dan hidayah-Nya kepada kita semua, sehingga kita dapat berkumpul di sini dalam rangka memperingati Hari Lahir Pancasila.
Hadirin yang saya hormati.
Pancasila yang dirumuskan Ir Sukarno pada 1 Juni 1945 merupakan hasil kristalisasi dari pemikirannya sejak 1926. Pada saat itu, ia menulis buku yang berjudul Nasionalisme, Islam, dan Marzisme. Sukarno menguraikan pandangannya tentang Pancasila pada 1 Juni 1945 di depan PPKI, dan menyatakan Pancasila berasal dari kehidupan bangsa Indonesia yang sudah berabad lamanya.
Pancasila adalah lima nilai dasar luhur yang ada dan berkembang bersama dengan bangsa Indonesia sejak dahulu. Perkembangan Pancasila pada dasarnya dapat dibagi menjadi dua tahap. Pertama, tahap perkembangan sebagai nilai yang mampu menggerakkan perjuangan bangsa dari zaman ke zaman. Dalam perkembangan ini, Pancasila berfungsi sebagai pandangan hidup bangsa Indonesia.
Kedua, perkembangan Pancasila yang telah memiliki sifat formal, yaitu semenjak disahkan UUD 1945, dan nilai Pancasila tercantum dalam pembukaan UUD. Di tiap sila Pancasila memiliki nilai-nilai yang dapat dijadikan panutan setiap warga negara Indonesia. Namun, dengan masuknya berbagai pengaruh terutama budaya barat mengakibatkan lunturnya pengamalan Pancasila khususnya pada generasi muda.
Hadirin yang berbahagia, mari kita kembali membangun masyarakat yang sadar dan peduli akan pentingnya persatuan dan kesatuan, masyarakat yang peduli akan nasionalisme. Mari kita bergandeng tangan demi masa depan bangsa dan negara agar tidak terjadi lagi pertikaian, permusuhan, dan perkelahian.
Demikian yang dapat saya sampaikan, semoga bangsa Indonesia ke depan dapat kembali bangkit, menjadi negara yang kokoh, negara yang maju, dan dihormati di dunia internasional. Majulah demi bangsa dan negara. Demikian pidato dari saya dan mohon maaf apabila terdapat tutur kata serta tingkah laku yang kurang berkenan.
Wassalamualaikum Wr. Wb.
Demikianlah kumpulan contoh pidato Hari Lahir Pancasila singkat, lengkap versi resmi dari BPIP. Semoga bermanfaat ya, detikers!
(urw/alk)
Susunan Acara Hari Lahir Pancasila 2024 Tingkat Pusat-Daerah Resmi dari BPIP
Berikut ini susunan acara Hari Lahir Pancasila 2024 di tingkat pusat dan daerah resmi dari BPIP. [2,143] url asal
#susunan-upacara-hari-lahir-pancasila #susunan-acara-hari-lahir-pancasila-2024 #upacara-hari-lahir-pancasila #susunan-upacara-hari-lahir-pancasila-2024 #hari-lahir-pancasila-2024 #hari-lahir-pancasila #hari
Hari Lahir Pancasila 2024 dirayakan dengan menyelenggarakan upacara bendera serentak pada 1 Juni. Seluruh rangkaian acara peringatan Hari Lahir Pancasila ini telah diatur dan ditetapkan secara resmi oleh Badan pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP).
Lantas, bagaimana susunan acara Hari Lahir Pancasila resmi dari BPIP?
Upacara bendera dalam rangka memperingati Hari Lahir Pancasila dilaksanakan di tingkat pusat, daerah, dan seluruh satuan pendidikan di Indonesia. Susunan acara pada masing-masing tingkatan pun sudah diatur dalam pedoman yang dikeluarkan BPIP.
Untuk lebih jelasnya, berikut susunan acara Hari Lahir Pancasila 2024 tingkat pusat hingga daerah yang dirilis resmi dari BPIP. Simak, yuk!
Susunan Acara Hari Lahir Pancasila 2024
Susunan acara Hari Lahir Pancasila 2024 tercantum dalam Surat Edaran Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila Nomor 2 Tahun 2024 tentang Pedoman Peringatan Hari Lahir Pancasila Tahun 2024. Berikut rincian susunan acaranya:
Susunan Acara Hari Lahir Pancasila 2024 Tingkat Pusat
Upacara Hari Lahir Pancasila 2024 di tingkat pusat akan dihadiri langsung oleh Presiden Joko Widodo dan wakilnya, para pimpinan lembaga negara, pimpinan kementerian/lembaga, pimpinan Tentara Nasional Indonesia, pimpinan Kepolisian Negara RI, pimpinan Pemerintahan Daerah Provinsi Riau, pimpinan BUMN, BUMD, para tokoh, serta perwakilan Aparatur Sipil Negara (ASN). Adapun upacaranya dilaksanakan pada 1 Juni 2024 di Blok Rokan, Provinsi Riau. Berikut rinciannya:
Hari/Tanggal: Sabtu, 1 Juni 2024
Waktu: 07.38 WIB
Lokasi: Blok Rokan, Provinsi Riau
Berikut ini susunan acara Hari Lahir Pancasila 2024 di tingkat pusat:
1. Persiapan
- 07.38 WIB: Terompet pertama
- 07.43 WIB: Terompet kedua
- 07.44 WIB: Pasukan upacara memasuki tempat upacara
- 05.51 WIB: Komandan Upacara memasuki tempat upacara
2. Pendahuluan
- 07.57 WIB: Presiden Republik Indonesia beserta Ibu Iriana Joko Widodo dan Wakil Presiden Republik Indonesia beserta Ibu Wury Maruf Amin tiba di tempat upacara
- 07.58 WIB: Laporan perwira upacara
- 07.59 WIB: Presiden Republik Indonesia selaku inspektur upacara tiba di tempat upacara
3. Pokok
- 08.00 WIB: Penghormatan Kebesaran
- 08.01 WIB: Laporan Komandan Upacara kepada inspektur upacara
- 08.02 WIB: Pengibaran Sang Merah Putih
- 08.16 WIB: Mengheningkan Cipta
- 08.18 WIB: Tanda Kebesaran Buka
- 08.19 WIB: Pembacaan Teks Pancasila oleh Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia
- 08.20 WIB: Tanda Kebesaran Tutup
- 08.21 WIB: Pembacaan Pembukaan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 oleh Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia
- 08.24 WIB: Amanat Inspektur Upacara
- 08.34 WIB: Pembacaan doa oleh Menteri Koordinator
Bidang WIB: Pembangunan Manusia dan Kebudayaan - 08.38 WIB: Andhika Bhayangkari
- 08.39 WIB: Laporan Komandan Upacara kepada Inspektur Upacara
- 08.40 WIB: Penghormatan Kebesaran
4. Penutup
- 08.41 Inspektur Upacara meninggalkan tempat upacara
- 08.42 Laporan Perwira Upacara kepada inspektur upacara
- 08.43 Komandan Upacara membubarkan pasukan Upacara selesai
5. Upacara Selesai
Setelahnya, akan dilaksanakan upacara penurunan bendera oleh Paskibraka di hari yang sama pada pukul 17.00 WIB. Upacara ini berlangsung tanpa dihadiri peserta upacara dan tamu undangan.
Susunan Acara Hari Lahir Pancasila 2024 oleh pemerintahan daerah dan kantor perwakilan RI di luar negeri
Pemerintah daerah dan kantor perwakilan luar negeri juga akan melaksanakan upacara bendera secara luring di lingkungan instansi masing-masing. Upacara juga akan dilakukan pada Sabtu, 1 Juni 2024 pada pukul 07.00 waktu setempat. Berikut rincian waktu pelaksanaannya:
- Pukul 07.00 WIB untuk pemerintahan pusat dan pemerintahan
daerah yang berada di wilayah Indonesia bagian barat - Pukul 07.00 Wita untuk pemerintahan daerah yang berada di
wilayah Indonesia bagian tengah - Pukul 07.00 WIT untuk pemerintahan daerah yang berada di
wilayah Indonesia bagian timur - Sesuai dengan waktu setempat untuk kantor perwakilan
Republik Indonesia di luar negeri
Adapun susunan acaranya sebagai berikut:
- Terompet pertama
- Terompet kedua
- Pasukan Upacara memasuki tempat upacara
- Komandan Upacara memasuki tempat upacara
- Inspektur Upacara tiba di tempat upacara
- Laporan Perwira Upacara
- Inspektur Upacara memasuki tempat upacara
- Penghormatan Kebesaran
- Laporan Komandan Upacara kepada Inspektur Upacara
- Pengibaran Sang Merah Putih
- Mengheningkan Cipta
- Tanda Kebesaran Buka
- Pembacaan Teks Pancasila
- Tanda Kebesaran Tutup
- Pembacaan Pembukaan Undang-Undang Dasar Negara
- Republik Indonesia Tahun 1945
- Amanat Inspektur Upacara
- Pembacaan doa
- Andhika Bhayangkari
- Laporan Komandan Upacara kepada Inspektur Upacara
- Penghormatan Kebesaran
- Inspektur Upacara meninggalkan tempat upacara
- Laporan Perwira Upacara kepada Inspektur Upacara
- Komandan Upacara membubarkan pasukan
- Upacara selesai
Di hari yang sama juga akan dilakukan upacara penurunan Sang Merah Putih yang dilaksanakan Paskibraka pada pukul 17.00 waktu setempat. Upacara penurunan ini juga tidak diikuti peserta upacara dan tamu undangan.
Susunan Acara Hari Lahir Pancasila 2024 oleh Instansi Pemerintah/Kementerian/Lembaga dan Satuan Pendidikan Formal
Seluruh instansi pemerintah/kementerian/lembaga dan satuan pendidikan formal di setiap jenjang juga akan melaksanakan upacara Hari Lahir Pancasila secara luring di lingkungan/daerah masing-masing. Upacara paling lambat dilaksanakan pada pukul 07.00 waktu setempat dengan rincian sebagai berikut:
- Pukul 07.00 WIB untuk instansi pemerintah/kementerian/
lembaga dan satuan pendidikan formal yang berada di wilayah - Indonesia bagian barat
Pukul 07.00 Wita untuk instansi pemerintah/kementerian/
lembaga dan satuan pendidikan formal yang berada di wilayah
Indonesia bagian tengah - Pukul 07.00 WIT untuk instansi pemerintah/kementerian/
lembaga dan satuan pendidikan formal yang berada di wilayah
Indonesia bagian timur
Susunan acara Upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila 2024 sendiri sebagai berikut:
- Persiapan Upacara
- Pasukan Upacara memasuki tempat upacara
- Komandan Upacara memasuki tempat upacara
- Laporan
- Inspektur Upacara memasuki tempat upacara
- Penghormatan kepada Inspektur Upacara
- Laporan Komandan Upacara kepada Inspektur Upacara
- Pengibaran Sang Merah Putih
- Mengheningkan Cipta
- Pembacaan teks Pancasila
- Pembacaan Pembukaan Undang-Undang Dasar Negara
- Republik Indonesia Tahun 1945
- Amanat Inspektur Upacara
- Pembacaan doa
- Laporan Komandan Upacara kepada Inspektur Upacara
- Penghormatan kepada Inspektur Upacara
- Inspektur Upacara meninggalkan tempat upacara
- Laporan Perwira Upacara kepada Inspektur Upacara
- Upacara selesai
Pelaksanaan upacara di tingkat ini diimbau untuk diselesaikan sebelum upacara Hari Lahir Pancasila di tingkat pusat dimulai. Dengan begitu, upacara di instansi pemerintah/kementerian/lembaga dan satuan pendidikan formal mesti diselesaikan sebelum pukul 07.38 WIB.
Amanat Inspektur Upacara Hari Lahir Pancasila 2024
Pada pelaksanaan upacara Hari Lahir Pancasila 2024, terdapat amanat atau pidato yang mesti disampaikan oleh inspektur upacara. Terkhusus inspektur upacara bendera tingkat instansi pemerintah/kementerian/lembaga, satuan Pendidikan Formal, pemerintah daerah, dan kantor perwakilan luar negeri membacakan pidato kepala BPIP sebagai amanat.
Nah, berikut naskah amanat upacara bendera Hari Lahir Pancasila 2024 resmi dari BPIP:
Bismillahirrahmanirrahim,
Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh,
Salam sejahtera untuk kita semua,
SALAM PANCASILA!
Saudara dan saudariku sebangsa dan setanah air,
Pada hari ini, (tanggal) 1 Juni 2024, kita memperingati Hari Lahir Pancasila. Hari ketika Bung Karno, sebagai Proklamator Kemerdekaan, Bapak Pendiri Bangsa, pertama kali memperkenalkan Pancasila melalui pidatonya pada tahun 1945 di depan sidang Badan Penyelidik Usaha-usaha Persiapan Kemerdekaan (BPUPK). Peringatan Hari Lahir Pancasila Tahun 2024 ini mengambil tema "Pancasila Jiwa Pemersatu Bangsa Menuju Indonesia Emas 2045". Tema ini mengandung maksud bahwa Pancasila menyatukan kita dengan segala perbedaan suku, agama, budaya, dan bahasa dalam menyongsong 100 tahun Indonesia Emas yang maju, mandiri dan berdaulat.
Patut kita syukuri sebagai sebuah bangsa yang majemuk, Pancasila dan nilainilai yang dikandungnya menjadi bintang yang memandu kehidupan bangsa
agar sesuai dengan cita-cita pendirian negara. Keberadaan Pancasila merupakan anugerah dari Tuhan Yang Maha Esa untuk bangsa Indonesia. Di dalam Pancasila terkandung nilai-nilai luhur yang menjunjung tinggi nilainilai inklusivitas, toleransi, dan gotong royong. Keberagaman yang ada merupakan berkat yang dirajut dalam identitas nasional "Bhinneka Tunggal Ika".
Dalam momentum yang sangat bersejarah ini, saya mengajak komponen bangsa dimanapun berada untuk bahu membahu membumikan nilai-nilai Pancasila ke dalam setiap aspek kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara. Sebagai meja statis, Pancasila terbukti mampu mempersatukan kita dalam menghadapi beragam gelombang tantangan dan ujian sejarah, sehingga sampai dengan saat ini Indonesia tetap berdiri kokoh dan tangguh sebagai bangsa yang besar. Sedangkan sebagai leitstar dinamis, Pancasila merupakan bintang penuntun yang membawa Indonesia pada gerbang
kemajuan dan kemakmuran di era globalisasi teknologi dan informasi sekarang ini.
Pancasila harus senantiasa kita jiwai dan pedomani agar menjadi ideologi yang bekerja, yang dirasakan kehadiran dan manfaatnya oleh seluruh tumpah darah Indonesia. Selain regulasi yang berlandaskan pada semangat dan jiwa Pancasila, kita juga perlu keteladanan yang tercermin dari etika, integritas, dan karakter para pemimpin dan rakyat Indonesia.
Perkembangan situasi global yang ditandai kemajuan teknologi komunikasi yang begitu pesat menjadi tantangan tersendiri bagi bangsa Indonesia. Pancasila diharapkan menjadi filter agar bangsa Indonesia tidak mengalami disorientasi di masa depan. Pesatnya kemajuan teknologi informasi saat ini yang ditandai dengan masifnya penggunaan teknologi dan ponsel pintar (smartphone) dalam mengakses informasi melalui beragam media harus dapat dimanfaatkan secara bijaksana untuk menyiarkan konten-konten dan narasi positif yang mencerminkan aktualisasi nilai-nilai Pancasila di tengah kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara. Lebih dari itu, saya mengajak kepada seluruh komponen bangsa untuk mengarusutamakan Pancasila dengan metode dan cara-cara kekinian dalam menyongsong bonus demografi yang akan menempatkan kaum milenial dan Gen-Z sebagai pelaku utama pembangunan bangsa.
Dengan semangat Pancasila yang kuat, saya yakin seluruh tantangan yang akan dihadapi bangsa Indonesia akan dapat diatasi. Terlebih, di tengah krisis global yang terjadi, Indonesia berhasil menjaga stabilitas ekonomi, sosial, dan politik. Keberhasilan tersebut tentu merupakan sumbangsih gotong royong seluruh anak bangsa dengan ideologi Pancasila sebagai fondasi dasarnya.
Kita juga patut bersyukur dan bangga bahwa bangsa Indonesia telah terbukti menjadi bangsa yang dewasa, dewasa dalam berdemokrasi, berbangsa, dan bernegara. Kita harus bersyukur dan berbangga telah melewati Pemilihan Umum yang demokratis secara aman dan damai demi tegaknya kedaulatan rakyat, konstitusi serta persatuan dan kesatuan bangsa.
Mengakhiri pidato ini, kami mengajak seluruh komponen bangsa untuk bersama-sama bergotong royong merawat anugerah Pancasila melalui peringatan Hari Lahir Pancasila 1 Juni. Kita harus bekerja sama dan berkolaborasi menjaga kerukunan dan keutuhan sebagai wujud pengamalan nilai-nilai Pancasila. Semoga peringatan Hari Lahir Pancasila ini dapat memompa semangat kita semua untuk terus mengamalkan Pancasila demi Indonesia yang maju, adil, makmur, dan berwibawa di kancah dunia. Semoga Allah Subhanahu wa Ta'ala Tuhan Yang Maha Esa senantiasa memberikan perlindungan dan petunjuk kepada kita semua untuk kejayaan bangsa dan negara Indonesia.
Selamat Hari Lahir Pancasila!
Terima kasih,
Wassalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh,
SALAM PANCASILA!
Riau, 1 Juni 2024
Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila Republik Indonesia
ttd.
YUDIAN WAHYUDI
Naskah Doa Upacara Hari Lahir Pancasila 2024
Naskah doa pada upacara Hari Lahir Pancasila 2024 juga sudah ditetapkan BPIP. Berikut teks doanya:
Bismillaahirrohmaanirrohiim
Alhamdulillaahi robbil aa'lamiin. Hamdan yuwaafii ni'amahuu wa yukaafi-u maziidah. Yaa robbanaa lakal hamdu kamaa yambaghii li jalaali waj-hikal kariim, wa 'azhiimi sulthoonik. Allaahumma sholli 'alaa sayyidinaa Muhammad, wa 'alaa aali sayyidinaa Muhammad.
Ya Allah yang Maha Pemurah, kami memohon dengan rahmat-Mu yang meliputi segala sesuatu. Dengan tangan menengadah keharibaan-Mu penuh harap. Dengan hati dan pikiran menunduk khusuk penuh kerendahan. Berilah kami rasa syukur atas nikmat-Mu yang tiada batas, nikmat berbangsa, berbalut cinta kasih dan sayang.
Ya Allah Yang Maha Agung, kami bermohon dengan kemuliaan-Mu yang membimbing segala sesuatu. Satu Juni 1945, Engkau bimbing hamba-hamba pilihan-Mu dengan perkumpulan bersama. Duduk penuh cinta, berdiri tegak, bersuara merumuskan cara menjaga nusantara.
Bimbinglah kami Ya Allah, dengan cara yang sama. Merawat anugerah Pancasila. Bantulah kami untuk tetap berdiri tegak membela Indonesia.
Ya Allah yang Maha Kuasa, kami berharap dengan kekuatan-Mu yang tak tertandingi. Berilah kami ketabahan, kokoh menjaga kemanusiaan dalam keadaban. Bimbinglah kami dalam menjaga setiap jengkal tanah Indonesia. Ajarkan hati dan langkah kami berlaku adil untuk semua, tanpa membeda-bedakan.
Ya Allah yang Maha Perkasa, kami berharap dengan kuasa-Mu yang meliputi seluruh semesta. Hindarkan negeri kami dari kezaliman, ketidakadilan, ketidakberadaban, dan perpecahan. Jauhkan dari bumi kami saling curiga, saling fitnah, dendam dan permusuhan. Eratkan hati kami dalam persaudaraan sepanjang zaman, sebagaimana tokoh bangsa telah mengajarkan keteladanan.
Ya Allah Yang Maha Penabur karunia, berkahilah kami agar kami tetap mencintai Indonesia tanpa henti. Sehingga kami mampu mewujudkan masyarakat yang adil dalam kemakmuran, makmur dalam keadilan.
Ya Allah, jauhkan kami dari azab-Mu.
Laa ilaaha illaa anta, subhaanaka inni kuntu minazh zhoolimiin.
Robbanaa aatina fid dunyaa hasanah, wa fil aakhiroti hasanah, wa qinaa 'adzaaban naar.
Wa shollallaahu 'alaa sayyidinaa Muhammadin. Wa 'alaa aalihi wa shohbihii wa sallam. Wal hamdu lillaahi robbil 'aalamiin.
Demikianlah ulasan mengenai susunan acara Hari Lahir Pancasila 2024 di tingkat pusat hingga daerah. Semoga membantu!
(urw/urw)
Pancasila Vs Ideologi "Ngedan" Halaman all
“Ngedan” menjadi paham (mazhab) yang bersifat ideologis. Diikuti dan dipraktikkan orang banyak dalam kehidupan bernegara, menantang Pancasila. Halaman all?page=all [682] url asal
(Kompas.com) 01/06/24 14:00
v/2653/
MASIH hidupkah Pancasila? Masih bergunakah 1 Juni diperingati sebagai hari lahir Pancasila? Benarkah Pancasila mendasari sistem dan moral bernegara kita?
Pertanyaan bernada menggugat itu masih bisa diperpanjang. Rasa-rasanya Pancasila hanya digdaya di atas kertas sebagai retorika, tapi terseok-seok di kehidupan nyata sebagai sistem dan moral bernegara.
Refleksi
Mari kita merefleksikan fenomena di beberapa tahun terakhir.
Di satu tahun terakhir saja dua lembaga negara yang menjadi pilar reformasi “roboh”: Mahkamah Konstitusi (MK) dan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
MK dan KPK lahir dari rahim reformasi. Dari koreksi atas reduksionisme Pancasila oleh Orde Baru.
MK dan KPK dibuat agar negara tidak digerogoti korupsi, kolusi dan nepotisme (KKN), penyakit kronis Orde Baru. KKN membuat rakyat tak kunjung menikmati kesejahteraan yang dijanjikan kemerdekaan.
Namun, ironis dan tragis. Dua lembaga negara anak kandung reformasi ambruk hampir bersamaan justru akibat KKN pucuk pimpinannya.
Di MK, Anwar Usman dicopot dari jabatan Ketua MK. Ia melakukan pelanggaran etik berat, ikut mengadili norma yang menguntungkan keponakannya, Gibran Rakabuming Raka, putra sulung Presiden Joko Widodo.
Tindakannya dinilai menabrak aturan dan etika. Implikasinya mendalam sekali bagi sistem dan moral bernegara. Tindakan Anwar Usman berujung pada carut-marut Pemilu 2024 dan legitimasinya.
KPK juga “roboh”. Ketuanya, Firli Bahuri, ditetapkan sebagai tersangka.
Aneh bin ajaib. Firli diduga memeras mantan Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo (SYL). Bisa-bisanya pemimpin KPK melakukan pemerasan yang mestinya diberantasnya.
Mari kita ikuti persidangan SYL. Dari persidangan diketahui betapa mantan Menteri Pertanian itu memperlakukan kekuasaan seakan-akan milik keluarga.
Pembelian kacamata, perawatan kulit, renovasi rumah, sunatan cucu, membayar pembantu serta pengeluaran keluarga lainnya seakan menjadi tanggungan Kementerian Pertanian.
Yang juga menjengkelkan publik, dari persidangan SYL terkuak pula tindakan menyimpang seorang auditor Badan Pemeriksa Keuangan (BPK). Ia disebut meminta uang untuk opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) Kementerian Pertanian, karena status WTP Kementerian Pertanian terganjal program “food estate” (Kompas.com, 10/05/2024).
Saat ini, mantan Anggota III BPK, Achsanul Qosasi, sedang didakwa menerima uang sebesar 2,6 juta dollar Amerika Serikat (AS), setara Rp 40 miliar.
Uang itu disebut untuk mengondisikan temuan BPK dalam proyek penyediaan infrastruktur “base transceiver station” (BTS) 4G di Kementerian Komunikasi dan Informatika. Di persidangan tiba-tiba Qosasi mengaku khilaf dan minta maaf (Kompas.com, 28/05/2024).
Status WTP yang seringkali dibangga-banggakan oleh pemimpin pemerintahan ternyata bisa diperjualbelikan. Temuan BPK bisa dikondisikan.
Korupsi SYL lalu menambah panjang deret korupsi menteri yang tertangkap. Sebelumnya, pada pemerintahan Presiden Joko Widodo saja ada Juliari Batubara (mantan Menteri Sosial), Idrus Marham (mantan Menteri Sosial), Imam Nahrawi (mantan Menpora), Edhy Prabowo (mantan Menteri Kelautan dan Perikanan), Johnny Gerard Plate (mantan Menkominfo).
Korupsi menteri tentu saja melibatkan para pihak, baik dari pejabat pemerintah maupun swasta. Terkesan ada persekongkolan jahat untuk mengeruk kekayaan negara demi kepentingan sendiri.
Di lembaga kehakiman dan kejaksaan pun demikian, tak bersih dari korupsi. Menyasar pula sejumlah hakim dan jaksa.
Setali tiga uang di Dewan Perwakilan Rakyat (DPR). Data di KPK sejak 2004 hingga Juli 2023 menyebutkan, sebanyak 344 kasus korupsi melibatkan anggota DPR dan DPRD.
Jumlah ini terbanyak ketiga, di bawah kasus korupsi yang menjerat kalangan swasta dan pejabat eselon I-IV (Kompas.com, 19/07/2023).
Data Indonesia Corruption Watch (ICW) juga menunjukkan peningkatan jumlah kasus korupsi di Indonesia tiga tahun terakhir.
Tahun 2021 tercatat 533 kasus, dengan 1.173 tersangka. Meningkat pada 2022, sebanyak 579 kasus, dengan 1.396 tersangka. Pada 2023 meningkat lagi menjadi 791 kasus, dengan 1.695 tersangka (Kompas.com, 19/05/2024).
Sungguh mengerikan sekaligus memprihatinkan. Korupsi telah menjerat lembaga-lembaga negara, baik eksekutif, legislatif, maupun yudikatif.
Wali Kota Kendari: Jadikan Pancasila sebagai ideologi dalam bekerja
Penjabat (Pj) Wali Kota Kendari Muhammad Yusup mengajak seluruh masyarakat untuk menjadikan Pancasila sebagai pedoman ideologi dalam bekerja ... [323] url asal
#pemkot-kendari #hari-lahir-pancasila #hari-pancasila #kendari
Kendari (ANTARA) - Penjabat (Pj) Wali Kota Kendari Muhammad Yusup mengajak seluruh masyarakat untuk menjadikan Pancasila sebagai pedoman ideologi dalam bekerja sehari-hari.
Muhammad Yusup saat ditemui di Kendari, Sabtu, mengatakan bahwa Pancasila harus senantiasa dijiwai dan dijadikan pedoman agar menjadi ideologi yang bekerja, serta dapat dirasakan kehadiran dan manfaatnya oleh seluruh tumpah darah Indonesia.
"Selain regulasi yang berlandaskan pada semangat dan jiwa Pancasila, kita juga perlu keteladanan yang tercermin dari etika, integritas, dan karakter para pemimpin dan rakyat Indonesia," kata Muhammad Yusup saat Upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila di Lapangan Balai Kota Kendari.
Dia menyebutkan bahwa Peringatan Hari Lahir Pancasila Tahun 2024 ini mengangkat tema "Pancasila Jiwa Pemersatu Bangsa Menuju Indonesia Emas 2045", yang mengandung maksud bahwa Pancasila menyatukan Indonesia dengan segala perbedaan suku, agama, budaya, dan bahasa dalam menyongsong 100 tahun Indonesia Emas yang maju, mandiri, dan berdaulat.
"Pesatnya kemajuan teknologi informasi saat ini yang ditandai dengan masifnya penggunaan teknologi dan ponsel pintar (smartphone) dalam mengakses informasi melalui beragam media harus dapat dimanfaatkan secara bijaksana untuk menyiarkan konten-konten dan narasi positif yang mencerminkan aktualisasi nilai-nilai Pancasila di tengah kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara," ujarnya.
Muhammad Yusup juga mengajak seluruh komponen bangsa untuk mengarusutamakan Pancasila dengan metode dan cara kekinian dalam menyongsong bonus demografi yang akan menempatkan kaum milenial dan Gen-Z sebagai pelaku utama pembangunan bangsa.
"Dengan semangat Pancasila yang kuat, saya yakin seluruh tantangan yang akan dihadapi bangsa Indonesia akan dapat diatasi. Terlebih, di tengah krisis global yang terjadi, Indonesia berhasil menjaga stabilitas ekonomi, sosial, dan politik. Keberhasilan tersebut tentu merupakan sumbangsih gotong royong seluruh anak bangsa dengan ideologi Pancasila sebagai fondasi dasarnya," jelas Muhammad Yusup.
Peringatan Hari Lahir Pancasila tersebut dihadiri oleh Ketua DPRD dan para Pejabat Tinggi Pratama serta Pejabat Administrator lingkup Pemerintah Kota (Pemkot) Kendari serta Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), dengan menggunakan pakaian adat daerah.
Pewarta: La Ode Muh. Deden Saputra
Editor: Budhi Santoso
Copyright © ANTARA 2024
BPIP: Pancasila pemersatu bangsa hadapi berbagai tantangan
Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) RI Yudian Wahyudi menyampaikan bahwa Pancasila memiliki nilai penting sebagai pemersatu bangsa dalam ... [387] url asal
#bpip #yudian-wahyudi #hari-lahir-pancasila #kementerian-dalam-negeri #teguh-setyabudi #harlah-pancasila
Jakarta (ANTARA) - Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) RI Yudian Wahyudi menyampaikan bahwa Pancasila memiliki nilai penting sebagai pemersatu bangsa dalam menghadapi berbagai gelombang tantangan dan ujian sejarah, termasuk tantangan di era digital.
Hal itu merupakan amanat dari Yudian yang dibacakan oleh Direktur Jenderal (Dirjen) Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) Teguh Setyabudi saat memimpin upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila Tahun 2024 di Plaza Kantor Pusat Kemendagri, Jakarta, Sabtu.
"Terbukti, hingga saat ini Indonesia tetap berdiri kokoh dan tangguh sebagai bangsa yang besar berkat keberadaan Pancasila," kata Teguh dalam keterangannya di Jakarta, Sabtu.
Ia mengatakan kemajuan teknologi informasi yang sangat pesat, terutama dengan adanya ponsel pintar (smartphone) dan media sosial, membawa tantangan baru bagi orientasi bangsa Indonesia di masa yang akan datang.
"Pancasila diharapkan menjadi filter agar bangsa Indonesia tidak mengalami disorientasi di masa depan," ujarnya.
Oleh karena itu, Teguh mengajak seluruh masyarakat agar memanfaatkan teknologi informasi secara bijaksana dengan menyiarkan konten dan narasi positif yang mencerminkan aktualisasi nilai-nilai Pancasila di tengah kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.
Melalui pidato itu juga ditekankan soal pentingnya mengarusutamakan Pancasila dengan metode-metode terkini dalam menyongsong bonus demografi Indonesia di masa mendatang.
Menurutnya, kaum milenial dan Gen-Z sebagai pengguna utama teknologi dan media sosial harus ditempatkan sebagai pelaku utama dalam pembangunan nasional.
Lebih lanjut, dengan semangat Pancasila yang kuat, ia meyakini seluruh tantangan yang akan dihadapi bangsa Indonesia dapat diatasi. Terlebih, di tengah krisis global yang terjadi, Indonesia berhasil menjaga stabilitas ekonomi, sosial, dan politik.
"Keberhasilan tersebut tentu merupakan sumbangsih gotong royong seluruh anak bangsa dengan ideologi Pancasila sebagai fondasi dasarnya," jelas dia.
Di pengujung pidatonya, dia mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama bergotong royong merawat nilai-nilai Pancasila dan menjaga kerukunan serta keutuhan bangsa sebagai bentuk pengamalannya.
"Semoga peringatan Hari Lahir Pancasila ini dapat memompa semangat kita semua untuk terus mengamalkan Pancasila demi Indonesia yang maju, adil, makmur, dan berwibawa di kancah dunia," pungkas Teguh.
Sebagai informasi, peringatan Hari Lahir Pancasila Tahun 2024 ini mengambil tema “Pancasila Jiwa Pemersatu Bangsa Menuju Indonesia Emas 2045”.
Tema ini mengandung maksud bahwa Pancasila menyatukan rakyat Indonesia dengan segala perbedaan suku, agama, budaya, dan bahasa dalam menyongsong 100 tahun Indonesia Emas yang maju, mandiri dan berdaulat.
Pewarta: Narda Margaretha Sinambela
Editor: Chandra Hamdani Noor
Copyright © ANTARA 2024
Peringatan Hari Lahir Pancasila di Bali, Kuatkan Komitmen Ideologi Pancasila
Pemerintah Provinsi Bali menggelar upacara peringatan Hari Lahir Pancasila di Lapangan Niti Mandala Renon, Denpasar. [511] url asal
Denpasar - Pemerintah Provinsi Bali menggelar upacara peringatan Hari Lahir Pancasila di Lapangan Niti Mandala Renon, Denpasar. Upacara yang bertepatan dengan Bulan Bung Karno itu bertujuan menguatkan komitmen terhadap Pancasila sebagai ideologi bangsa dan negara.
"Kita harus meneguhkan terus komitmen kita terhadap Pancasila sebagai berbangsa dan bernegara. Sekaligus kita buka kegiatan Bulan Bung Karno sesuai Peraturan Gubernur (Pergub) Bali," kata Sekeretaris Daerah Provinsi Bali Dewa Made Indra di Lapangan Renon, Denpasar, Bali, Sabtu (1/6/2024).
Pantauan detikBali, jajaran forum komunikasi pemimpin daerah (Forkopimda) hadir dalam upacara itu. Mulai dari Penjabat (Pj) Gubernur Bali Mahendra Jaya, Pangdam IX/Udayana, Komandan Pangkalan AL Denpasar Kolonel Laut (P) Endra Kusuma, Komandan Lanud (Danlanud) I Gusti Ngurah Rai Kolonel Pnb Agni Prayogo, dan jajarannya.
Ada juga sejumlah siswa SMA, SMP, dan resimen mahasiswa (menwa) yang turut hadir dalam upacara Hari Lahir Pancasila itu. Seusai upacara, pasukan pengibar bendera secara simbolis menyerahkan bendera kepada jajaran Forkopimda untuk disalurkan kepada masyarakat pada perayaan Hari Kemerdekaan Indonesia 17 Agustus 2024.
"Antusiasme memasang bendera si tiap rumah dan gang sekarang ini sepertinya mengendor. Karena itu kami imbau, nanti ada surat edaran, untuk memasang bendera merah putih," kata Indra.
"Kami bantu membagikan bendera dengan jumlah yang banyak. Semua instansi daerah mengumpulkan bendera, setelah itu saat bulan Agustus akan didistribusikan kepada masyarakat. Saat ini sudah 4000an (bendera) yang sudah dibagikan," imbuhnya.
Meski tidak terlalu berbeda dengan peringatan hari lahir Pancasila tahun lalu, pelibatan siswa SMA, SMP, dan Menwa punya makna menumbuhkan kesadaran mereka terhadap ideologi Pancasila. Sehingga, ideologi yang diciptakan mantan Presiden RI Soekarno tetap langgeng pada tiap generasi mendatang.
Indra mengatakan setiap generasi perlu tahu bagaimana proses penciptaan ideologi tersebut. Dengan begitu, generasi muda dapat memahami Pancasila sebagai ideologi berbangsa dan bernegara.
"Oleh karena iti kita harus laksanakan terus peringatan hari lahir Pancasila tiap tanggal 1 Juni," jelasnya.
Indra menuturkan, penyusunan sila dalam Pancasila sebagai ideologi telah dibahas dalam rapat Badan Penyelidik Usaha Persiapan Kemerdekaan (BPUPKI/Dokuritsu Junbi Cosakai) tanggal 29 Mei 1945. Pancasila resmi menjadi ideologi Indonesia tanggal 1 Juni 1945.
"Karena itu, hari lahirnya Pancasila 1 Juni. Yang mencetuskan nama Pancasila adalah Bung Karno pada sidang BPUPKI. Bung Karno yang kali pertama menggunakan istilah Pancasila," terangnya.
(dpw/dpw)



