Pelaksanaan pemungutan dan penghitungan suara Pilkada 2024 di Lapas Kelas II B Tanjung Pandan, Kabupaten Belitung, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung berjalan ... [362] url asal
Tanjung Pandan, Belitung (ANTARA) - Pelaksanaan pemungutan dan penghitungan suara Pilkada 2024 di Lapas Kelas II B Tanjung Pandan, Kabupaten Belitung, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung berjalan lancar.
Kasubsi Registrasi dan Bimkemas Lapas Kelas II B Tanjungpandan sekaligus Ketua KPPS TPS 901 Desa Cerucuk, Endang Meidiansyah di Badau, Rabu menjelaskan petugas KPPS berjumlah tujuh orang dan petugas pengamanan dua orang.
"Sejumlah Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) menyalurkan hak pilihnya melalui TPS Khusus 901 yang disediakan Lapas Kelas II B Tanjung Pandan bersama KPU Belitung," katanya.
Ia mengatakan, untuk pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Provinsi Kepulauan Bangka Belitung jumlah pengguna hak pilih sebanyak 229 orang terdiri dari DPT 182 orang, DPTb 46 orang, dan DPK 1 orang.
"Untuk hasil pemungutan suara pasangan Erzaldi Rosman dan Yuri Kemal memperoleh195 suara sedangkan pasangan Hidayat Arsani dan Hellyana memperoleh 31 suara. Dari jumlah tersebut seluruh suara sah dan tidak sah sebanyak 229 suara," ujarnya.
Sedangkan, untuk pemilihan Bupati Belitung dan Wakil Bupati Belitung jumlah pengguna hak pilih sebanyak 145 orang terdiri dari DPT 86 orang, DPTb 58 orang, dan DPK sebanyak 1 orang.
Hasil pemungutan suara pasangan Djoni Alamsyah dan Syamsir mendapatkan 43 suara, pasangan calon Isyak Meirobie dan Masdar sebanyak 82 suara sedangkan pasangan calon Hendra Caya dan Sylpana mendapatkan 13 suara. Jumlah seluruh suara sah dan tidak sah sebanyak 145 suara.
“Jumlah tersebut terdiri dari WBP serta petugas yang melaksanakan pencoblosan setelah mengajukan pindah memilih. Untuk hasil rekapitulasi beserta kotak suara telah kami lakukan serah terima disaksikan anggota Polri yang melakukan pengamanan TPS," katanya.
Kalapas Kelas II B Tanjung Pandan, Gowim Mahali, di Badau menjelaskan kegiatan ini merupakan upaya konkret Lapas Tanjung Pandan dalam memastikan hak pilih setiap warga binaan tetap terjamin, sesuai dengan prinsip-prinsip keadilan dan demokrasi.
Dirinya juga memastikan bahwa seluruh proses pemungutan suara berlangsung dengan adil, transparan, dan penuh tanggung jawab.
Ia menegaskan tidak ada intimidasi atau perlakuan khusus kepada WBP selama proses pemungutan suara.
Untuk memastikan kelancaran dan keamanan jalannya pemungutan suara dirinya memantau secara langsung proses pemungutan suara di TPS Khusus 901 Lapas Tanjung Pandan.
“Alhamdulillah, Lapas Tanjungpandan telah melaksanakan peranannya dengan baik dalam memberi kesempatan kepada warga binaan untuk menyalurkan hak pilih mereka dengan pelaksanaan tertib aman dan lancar,” ujarnya.
Pj Walikota Pangkalpinang, Budi Utama menitinjau langsung pelaksanaan pencoblosan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) di Lapas Perempuan Kelas III ... [232] url asal
Pangkalpinang (ANTARA) - Pj Walikota Pangkalpinang, Budi Utama menitinjau langsung pelaksanaan pencoblosan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) di Lapas Perempuan Kelas III Pangkalpinang, Rabu.
Dalam kunjungannya, Budi melakukan pengecekan langsung terhadap fasilitas dan kondisi Tempat Pemungutan Suara (TPS) di Lapas Perempuan Pangkalpinang.
"Kami harap pemungutan suara dapat berlangsung lancar dan sesuai dengan peraturan yang berlaku," ujarnya dalam keterangan tertulis yang diterima di Pangkalpinang, Rabu malam
Ia juga turut memberikan dukungan moral pada para warga binaan dan melaksanakan pengawasan terhadap penyaluran hak pilih warga binaan.
Sebanyak 102 Warga Binaan sebelumnya telah tercatat sebagai Daftar Pemilih Tetap (DPT) dan 10 Warga Binaan sebagai DPTb, serta 18 Pegawai sebagai DPTb dalam pemilihan Gubernur & Wakil Gubernur Kep. Bangka Belitung serta Walikota & Wakil Walikota Pangkalpinang tahun ini. Namun pada hari pelaksanaan, hanya 94 warga binaan yang mencoblos, sementara 28 warga binaan lainnya sudah bebas. Untuk pegawai, tercatat sebanyak 16 orang mencoblos dan 2 orang tidak hadir.
Untuk pemilihan Walikota dan Wakil Walikota, hanya terdapat 61 Orang Pemilih yang berasal dari Kota Pangkalpinang.
Kakanwil Kemenkumham Babel Harun Sulianto, mengucapkan terima kasih kepada pj walikota pangkal pinang atas kedatangannya memantau pilkada di TPS Lapas Perempuan Pangkalpinang .
Hadir juga di lapas perempuan Kepala Divisi Pemasyarakatan Kunrat Kasmiri, Kepala Lapas Perempuan Pangkalpinang Meita Eriza, Ketua Bawaslu Kota Pangkalpinang Imam Ghozali, Kepala Kejaksaan Negeri Pangkalpinang Sri Heny Alamsari, Kepala Staf Kodim Pangkalpinang Letkol Arm Bontor Karo Karo dan Perwakilan dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah Pangkalpinang.
Pasangan calon wali kota dan wakil wali kota Magelang nomor urut 1 Muchamad Nur Aziz-M Mansyur unggul di TPS Khusus Lapas Magelang. Halaman all [341] url asal
MAGELANG, KOMPAS.com - Pasangan calon wali kota dan wakil wali kota Magelang nomor urut 1 Muchamad Nur Aziz-M Mansyur unggul dalam pemilihan kepala daerah (pilkada) dengan 81 suara di Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Magelang.
Pantauan Kompas.com, Rabu (27/11/2024) pukul 18.58 WIB, proses penghitungan suara pilkada Kota Magelang, Jawa Tengah, di tempat pemungutan suara (TPS) khusus 901 Lapas Kelas IIA Magelang sudah rampung.
Duet Aziz-Mansyur (Aman) yang juga petahana mengungguli pasangan calon nomor urut 2 Damar Prasetyono-Sri Harso (Damai) yang memperoleh 46 suara.
Adapun total jumlah suara sebanyak 129, terdiri dari 127 suara sah dan 2 suara tidak sah.
Catatan Kompas.com, ada 576 narapidana yang mempunyai hak pilih dalam pilkada 2024.
Dari jumlah tersebut, ada 287 narapidana asal Kabupaten Magelang yang hanya dapat menyalurkan hak pilihnya dalam Pilkada Jateng.
“Karena, menurut aturan yang ada, KPU Kabupaten (Magelang) tidak bisa membuka lokasi khusus di luar wilayah administrasinya,” jelas Ketua KPU Kota Magelang, Misbachul Munir, dalam pernyataannya yang dikutip oleh Kompas.com pada 4 September 2024.
Sementara itu, pada pilkada Jateng, paslon nomor urut 1 Andika Perkasa-Hendrar Prihadi alias Hendi unggul dengan 336 suara di Lapas Kelas IIA Magelang.
Tandem ini mengungguli paslon nomor urut 2 Ahmad Luthfi-Taj Yasin yang mendapat 149 suara.
Adapun total jumlah suara sebanyak 541, terdiri dari 485 suara sah dan 56 suara tidak sah.
Pasangan calon (Paslon) Gubernur dan Wakil Gubernur Bengkulu Helmi Hasan - Mian merebut suara terbanyak Pilkada serentak tahun 2024 di dua TPS dalam Lapas ... [255] url asal
Rejang Lebong, Bengkulu (ANTARA) - Pasangan calon (Paslon) Gubernur dan Wakil Gubernur Bengkulu Helmi Hasan - Mian merebut suara terbanyak Pilkada serentak tahun 2024 di dua TPS dalam Lapas Kelas llA Curup mengungguli Paslon Rohidin Mersyah - Meriani.
Kepala Lapas Kelas llA Ronaldo Davinci Talesa di Rejang Lebong, Rabu, mengatakan jumlah pemilih di dalam lapas setempat semula tercatat sebanyak 794 pemilih kemudian sebanyak 167 orang dinyatakan bebas, sehingga jumlahnya menjadi 627 orang dan ditambah pemilih tambahan 86 orang.
"Hasil dari penghitungan surat suara Pemilihan Gubernur Bengkulu dan Wakil Gubernur Bengkulu di TPS khusus dalam Lapas Kelas llA Curup untuk Paslon nomor urut 1 Helmi-Mian memperoleh 351 suara, dan Paslon nomor 2 Rohidin dan Meriani sebanyak 301 suara," kata dia.
Dia menjelaskan, pada pelaksanaan pemungutan suara pilkada serentak kali ini warga binaan pemasyarakatan atau WBP dikeluarkan per blok untuk menggunakan hak pilihnya di dua TPS.
"WBP ini dikeluarkan per blok dari 11 blok yang ada di Lapas Kelas llA Curup, di mana pemilih ini selain warga binaan juga pegawai lapas," terangnya.
Pada pemilihan kepala daerah ini, kata dia, WBP yang menggunakan hak pilihnya selain warga Kabupaten Rejang Lebong juga dari Kabupaten Lebong dan Kepahiang, serta daerah lainnya di Provinsi Bengkulu.
Sementara itu, untuk pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Rejang Lebong di dalam Lapas Kelas llA Curup, tambah dia, dimenangkan Paslon nomor urut 2 atas nama Hendra Wahyudiansyah - Herizal Apriansyah sebanyak 169 suara.
Kemudian Paslon nomor urut 1 atas nama M Fikri - Hendri sebanyak 154 suara dan Paslon nomor urut 3 atas nama Syamsul Effendi - Juhendra sebanyak 45 suara.
Sebanyak 14 orang tahanan di Kepolisian Resor Mukomuko, Provinsi Bengkulu, menggunakan hak pilihnya pada pemilihan kepala daerah (Pilkada) 2024. Kepala ... [245] url asal
Mukomuko (ANTARA) - Sebanyak 14 orang tahanan di Kepolisian Resor Mukomuko, Provinsi Bengkulu, menggunakan hak pilihnya pada pemilihan kepala daerah (Pilkada) 2024.
Kepala Divisi Perencanaan, Data, dan Informasi KPU Kabupaten Mukomuko, Misbahul Amri, saat dihubungi dari Mukomuko pada Rabu, mengatakan pencoblosan di tahanan Polres Mukomuko diikuti oleh 14 tahanan pria dan wanita.
"Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) bersama saksi dan petugas keamanan datang ke Polres untuk memberikan pelayanan kepada belasan tahanan tersebut," ujarnya.
Ia mengatakan sebelum 14 tahanan Polres Mukomuko ini menggunakan hak pilihnya, mereka terlebih dahulu mengurus pindah memilih karena bukan warga Kecamatan Kota Mukomuko.
Para tahanan tersebut, kata dia, masih tercatat sebagai warga Kabupaten Mukomuko, sehingga mereka berhak memilih Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Bengkulu serta Calon Bupati dan Wakil Bupati Mukomuko.
"Para tahanan ini menggunakan hak pilihnya sekitar pukul 11.00 WIB di Markas Kepolisian Resor Mukomuko sesuai dengan jadwal yang telah ditetapkan oleh KPU Mukomuko," katanya.
Sebanyak 14 tahanan Polres Mukomuko ini masuk dalam daftar pemilih tambahan (DPTb) untuk Pilkada Mukomuko 2024. Total warga yang masuk DPTb di Mukomuko adalah sebanyak 836 orang.
Kapolres Mukomuko, AKBP Yana Supriatna, mengatakan petugas KPU dan Bawaslu Mukomuko yang datang ke tahanan Polres membawa dua jenis surat suara Pilkada.
Sebanyak 14 tahanan Polres Mukomuko ini, lanjutnya, memenuhi syarat karena memiliki KTP elektronik serta dokumen pendukung lainnya yang diurus oleh keluarga masing-masing.
Ia menyebutkan bahwa setelah 14 tahanan, yang terdiri atas 13 pria dan satu wanita, menggunakan hak pilihnya, mereka kemudian kembali ke sel masing-masing.
Sebanyak 692 warga binaan di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Paledang Kelas IIA Kota Bogor, Jawa Barat menggunakan hak pilihnya pada Pilkada. Halaman all [321] url asal
BOGOR, KOMPAS.com - Sebanyak 692 warga binaan di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Paledang Kelas IIA Kota Bogor, Jawa Barat menggunakan hak pilihnya pada Pilkada Kota Bogor 2024, Rabu (27/11/2024).
Ratusan warga binaan itu mencoblos di tempat pemungutan suara (TPS) khusus yang berada di lapas, yakni TPS 901 dan TPS 902.
Warga binaan yang menggunakan hak pillihnya itu seluruhnya berusia di atas 17 tahun serta memiliki e-KTP sebagai warga Kota Bogor atau warga Jawa Barat.
"Jadi bagi warga binaan yang merupakan warga Kota Bogor dapat memilih wali kota dan gubernur. Namun, yang di luar Kota Bogor, tapi penduduk Jabar, mereka memilih gubernur saja. Sementara yang KTP-nya di luar Jabar tidak mengikuti pilkada," ujar Kepala Lapas Paledang Kelas II Bogor, Muchamad Mulyana.
Mulyana menjelaskan, proses pencoblosan bagi warga binaan tidak jauh berbeda dari warga lainnya. Ketentuannya mengacu syarat yang sudah ditentukan dan tercatat dalam daftar pemilih tetap (DPT) maupun daftar pemilih tambahan (DPTb).
"Hanya saja disebut TPS khusus karena pemilihnya warga binaan. Tapi untuk ketentuan lainnya sama saja," sebutnya.
Mulyana menyampaikan, proses pencoblosan di Lapas Paledang berjalan tertib dan aman. Selama kegiatan tersebut, sambungnya, antusias warga binaan cukup tinggi.
"Berjalan baik dan lancar karena kami memfasilitasi warga binaan dengan target partisipasi 100 persen," pungkasnya.
Suasana di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas I Cirebon, Jawa Barat, Rabu (27/11) pagi terasa berbeda. Hiruk pikuk khas perayaan pesta demokrasi begitu ... [999] url asal
agar semua pihak saling mendukung, berpegang pada profesionalisme, dan menjaga kedewasaan dalam berdemokrasi
Cirebon (ANTARA) - Suasana di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas I Cirebon, Jawa Barat, Rabu (27/11) pagi terasa berbeda. Hiruk pikuk khas perayaan pesta demokrasi begitu terasa menyelimuti area lapas.
Di tempat ini, ratusan narapidana (napi) bersiap menggunakan hak pilih mereka, dalam pemilihan kepala daerah (Pilkada) 2024.
Di dalam area lapas, terdapat dua Tempat Pemungutan Suara (TPS) khusus yakni TPS 902 dan 903, yang telah didirikan untuk mengakomodasi 651 napi yang memiliki hak suara.
Antrean panjang terlihat, namun semuanya berjalan tertib. Para napi mencocokkan nama mereka dengan daftar pemilih, kemudian menunggu giliran untuk memasuki bilik suara.
Tak ada kunjungan keluarga pagi itu. Aktivitas sepenuhnya difokuskan pada pilkada, untuk memberikan ruang bagi warga binaan agar mencurahkan perhatian mereka pada proses pencoblosan.
Sejumlah napi saat menunggu giliran untuk menyalurkan hak suara pilkada di dalam TPS di Lapas Kelas I Cirebon, Jawa Barat, Rabu (27/11/2024). ANTARA/Fathnur Rohman
Kepala Lapas Kelas I Cirebon Yan Rusmanto menyebutkan antusiasme warga binaan dalam menyambut Pilkada 2024 sangat tinggi.
Sejak awal sosialisasi bersama Komisi Pemilihan Umum (KPU) dilakukan, keingintahuan mereka terhadap proses pemilu begitu besar.
Dari awal sosialisasi bersama KPU, mereka sangat ingin tahu tentang Pilkada 2024 ini. Mereka mengenal pasangan calon dari gambar, visi, dan misi yang disampaikan, bahkan banyak yang aktif bertanya.
KPU Kota Cirebon telah menggelar dua kali sosialisasi di lapas, mencakup pengenalan pasangan calon hingga mekanisme penggunaan hak pilih.
Dari 651 warga binaan yang terdaftar sebagai pemilih, Yan berharap partisipasi penuh dapat tercapai dan tidak ada golput.
Sejak sosialisasi, warga binaan diminta memilih dengan hati nurani. Masalah pilihan adalah hak masing-masing, tetapi gunakanlah suara dengan bijak.
Semangat tinggi warga binaan menunjukkan bahwa hak demokrasi dapat dirayakan di mana pun, termasuk di lingkungan lapas.
Partisipasi para napi
Bagi para warga binaan, momen Pilkada 2024 bukan sekadar rutinitas lima tahunan, tetapi sebuah bentuk partisipasi yang berarti.
Sosialisasi pilkada sebelumnya, yang dilakukan bersama KPU, telah memantik antusiasme mereka. Dari pengenalan kandidat hingga tata cara mencoblos, semuanya disimak secara detail.
Sebagian besar dari mereka menganggap hal ini sebagai kesempatan untuk menunjukkan bahwa meskipun berada di dalam lapas, suara mereka tetap berharga.
Foto pasangan calon gubernur dan wakil gubernur Jabar yang dipajang di dekat TPS di Lapas Kelas I Cirebon, Jawa Barat, Rabu (27/11/2024). (ANTARA/Fathnur Rohman)
Dalam suasana yang penuh harapan, mereka hadir di TPS bukan hanya untuk mencoblos, melainkan menjadi bagian dari perubahan.
Hadi Saputra, salah satu warga binaan, merasakan kebanggaan tersendiri. Selama delapan tahun menjalani hukuman, ia selalu berusaha ikut serta dalam setiap pemilu.
Baginya, suara yang diberikan adalah bentuk tanggung jawab terhadap negara. Sebab, calon pemimpin terbaik dipilih melalui sistem ini.
Ia selalu berharap agar pemimpin yang terpilih nanti bisa membawa keadilan bagi masyarakat kecil.
Cerita seperti Hadi bukanlah hal yang langka di lapas ini. Para napi memiliki harapan yang sama.
Mereka ingin pesta demokrasi ini mampu menghadirkan perubahan nyata, tidak hanya bagi masyarakat umum tetapi juga bagi mereka yang berada di sisi lain kehidupan.
Menjaga kredibilitas pilkada
Sementara itu, di luar lapas, KPU Kota Cirebon memastikan semua pemenuhan logistik pilkada berjalan sesuai aturan.
Sebagai contoh, sebanyak 1.851 lembar surat suara yang rusak dan berlebih dimusnahkan sehari sebelum pencoblosan berlangsung.
Ketua KPU Kota Cirebon Mardeko menyebut pemusnahan ini dilakukan untuk menjaga integritas pilkada, dengan prosedur yang diawasi langsung oleh unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) dan Bawaslu.
Surat suara yang dimusnahkan meliputi 1.721 lembar untuk pemilihan gubernur dan wakil gubernur serta 130 lembar untuk pemilihan wali kota dan wakil wali kota.
Menurutnya, langkah ini pun sekaligus menandai distribusi logistik yang telah rampung ke seluruh TPS sejak Selasa (26/11).
Demokrasi merangkul semua kalangan
Pilkada kali ini juga menjadi momen inklusivitas di Kota Cirebon. Dari 255.779 pemilih yang terdaftar dalam DPT, sekitar 886 orang berasal dari komunitas disabilitas.
KPU memastikan hak mereka tidak terabaikan dengan melibatkan mereka dalam berbagai tahapan pilkada, termasuk debat pasangan calon.
Mardeko menjelaskan langkah ini bertujuan memberikan ruang bagi komunitas disabilitas untuk mengenal lebih dalam visi dan misi para kandidat.
Komunitas disabilitas, lanjut dia, tidak hanya sekadar mencoblos, tetapi harus memahami program yang akan dijalankan oleh pemimpin terpilih.
Pihaknya pun telah mengambil kebijakan yang menjamin, seluruh pemilih disabilitas di Kota Cirebon bisa berpartisipasi secara setara dalam proses demokrasi tersebut.
Kebijakan itu, berupa penyediaan fasilitas yang memadai di setiap TPS, menyiapkan surat suara khusus, serta pendampingan bagi pemilih disabilitas yang memerlukan bantuan saat pencoblosan.
Suasana pemungutan suara pilkada pada TPS di Lapas Kelas I Cirebon, Jawa Barat, Rabu (27/11/2024). (ANTARA/Fathnur Rohman)
KPU Kota Cirebon juga bekerja sama dengan berbagai pihak, termasuk organisasi yang fokus pada hak-hak penyandang disabilitas, untuk memastikan kebutuhan para pemilih terpenuhi selama proses Pilkada 2024.
Sampai dengan tahapan pemungutan suara, Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah Kota Cirebon Iing Daiman mengatakan sangat mengapresiasi kinerja penyelenggara pilkada, termasuk petugas sortir dan lipat (sorlip) surat suara yang bekerja dengan penuh ketelitian.
Selain itu, dalam proses tersebut KPU menggandeng beberapa disabilitas untuk merampungkan sorlip surat suara.
Foto para pasangan calon wali kota dan wakil wali kota Cirebon yang dipajang pada TPS di Lapas Kelas I Cirebon, Jawa Barat, Rabu (27/11/2024). ANTARA/Fathnur Rohman
Dia menekankan pentingnya kerja sama semua pihak dalam menjaga kondusifitas selama tahapan pilkada berlangsung, sehingga dapat terselenggara lancar tanpa perlu adanya pemungutan suara ulang (PSU).
Ia berpesan agar semua pihak saling mendukung, berpegang pada profesionalisme, dan menjaga kedewasaan dalam berdemokrasi.
Dari balik lapas hingga TPS di seluruh Kota Cirebon, semangat demokrasi terasa begitu kuat.
Warga binaan dan komunitas disabilitas membuktikan bahwa demokrasi bukan soal tempat atau kondisi, tetapi tentang kesetaraan hak.
Bagi narapidana, mencoblos adalah simbol harapan untuk kehidupan yang lebih baik. Sedangkan bagi komunitas disabilitas, momen ini adalah ruang untuk bersuara dan memastikan aspirasi mereka didengar.
Pilkada 2024 tidak hanya menjadi momen politik, namun harus dijadikan sebagai simbol inklusivitas, mengukuhkan bahwa setiap suara memiliki makna yang sama pentingnya dalam menentukan masa depan daerah Cirebon serta Jawa Barat.
Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM (Kakanwil Kemenkumham) Aceh Meurah Budiman mendampingi Penjabat (Pj) Gubernur Aceh Safrizal meninjau ... [242] url asal
Banda Aceh (ANTARA) - Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM (Kakanwil Kemenkumham) Aceh Meurah Budiman mendampingi Penjabat (Pj) Gubernur Aceh Safrizal meninjau pencoblosan di TPS Khusus di Lapas Kelas IIA Banda Aceh.
Kunjungan di lapas di Aceh Besar itu, Rabu, untuk memastikan pelaksanaan pilkada berjalan lancar dan memberikan hak suara bagi warga binaan sesuai prinsip demokrasi.
Meurah Budiman menegaskan komitmen Kemenkumham Aceh untuk menjamin seluruh proses berlangsung transparan dan sesuai aturan.
"Kami berupaya memastikan warga binaan yang memenuhi syarat mendapatkan hak politiknya. Proses pencoblosan ini diawasi ketat untuk menjaga integritas Pemilu," ujar Meurah.
TPS khusus di Lapas Banda Aceh menjadi lokasi yang diprioritaskan untuk dipantau, mengingat pentingnya pemenuhan hak politik bagi warga binaan. Berdasarkan data dari KIP Aceh, sebanyak 493 warga binaan telah terdaftar sebagai pemilih.
Meurah Budiman juga mengajak semua pihak untuk terus mendukung upaya peningkatan kesadaran demokrasi di kalangan warga binaan.
"Kami berharap langkah ini menjadi contoh bahwa hak sipil harus tetap dihormati, di mana pun seseorang berada," tutupnya.
Pj Gubernur Aceh Safrizal mengapresiasi upaya Kemenkumham Aceh dalam memfasilitasi hak pilih warga binaan.
Ia menyebutkan keterlibatan warga binaan dalam pesta demokrasi menunjukkan bahwa semua warga negara, tanpa kecuali, memiliki hak untuk berpartisipasi dalam menentukan arah pembangunan bangsa.
"Sepanjang tidak dicabut oleh pengadilan, artinya negara berhak memberikan kesempatan kepada setiap warga negara untuk memberikan hak pilihnya," ujar Safrizal.
Peninjauan pencoblosan tersebut juga diikuti unsur Forkopimda Aceh lainnya. Selain itu hadir pula Inspektur Jenderal Kemenkopolkam, serta Forkopimda Banda Aceh dan Aceh Besar.
REPUBLIKA.CO.ID, CIREBON--Para terpidana kasus pembunuhan Vina dan Eky di Cirebon turut serta menggunakan hak pilihnya dalam Pilkada Serentak 2024, Rabu (27/11/2024). Mereka pun mengaku sudah memiliki pilihan pasangan calon (paslon) kepala daerah yang sesuai dengan hati nurani.
Para terpidana itu adalah Jaya, Eka Sandi, Hadi Saputra, Eko Ramadani, Supriyanto dan Rivalvi Aditya Wardhana. Mereka mencoblos di TPS yang disediakan khusus di lingkungan Lapas Kelas 1 Cirebon.
Berdasarkan pantauan, para terpidana kasus Vina itu ikut antri bersama para warga binaan lainnya untuk memasuki area TPS. Mereka antusias menggunakan hak pilihnya untuk memilih calon wali kota Cirebon dan wakilnya serta calon gubernur Jabar dan wakilnya.
Salah seorang terpidana kasus Vina, Hadi Saputra, mengaku senang bisa ikut memberikan suaranya dalam pesta demokrasi untuk memilih calon pemimpin di Kota Cirebon dan Provinsi Jabar. Hadi pun mengaku selalu mengikuti pencoblosan dalam setiap momen pemilihan umum selama delapan tahun mendekam di penjara.
‘’Senang, bisa memberikan hak pilih masing-masing,’’ ujar Hadi, saat ditemui usai mencoblos di TPS khusus tersebut.
Hadi berharap, pemimpin yang akan terpilih dalam momen Pilkada Serentak ini bisa melaksanakan tugasnya dengan baik. Selain itu, para kepala daerah yang terpilih juga diharapkan bisa memberikan keadilan dan mengayomi masyarakat kecil.
Hadi pun mengaku sudah memiliki pilihan calon kepala daerah yang diyakininya bisa memenuhi harapannya. "Sudah mantap,’’ kata Hadi.
Sementara itu, Kepala Lapas Kelas I Cirebon, Yan Rusmanto, menjelaskan, ada 651 warga binaan di Lapas Kelas I Cirebon yang amsuk dalam daftar pemilih tetap (DPT). Dari jumlah itu, sebagian besar hanya mengikuti Pilgub Jabar saja. Sedangkan yang juga mengikuti Pilwalkot Cirebon, hanya 50 orang.
Di Lapas Cirebon itu disediakan dua TPS bagi para warga binaan. Yakni, TPS 902 dan TPS 903. ‘’Antusiasme warga binaan dalam pesta demokrasi tinggi. Sejak awal sosialisasi bersama KPU pun, keingintahuan mereka sangat besar. banyak pertanyaan,’’ kata Yan.
Sebanyak 503 warga binaan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Pangkalpinang dengan antusias menyalurkan hak pilih mereka dalam Pemilihan Kepala Daerah ... [296] url asal
Pangkalpinang (ANTARA) - Sebanyak 503 warga binaan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Pangkalpinang dengan antusias menyalurkan hak pilih mereka dalam Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2024. Pemungutan suara digelar di TPS Khusus 901 Lapas Pangkalpinang, dengan agenda pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Bangka Belitung serta Wali Kota dan Wakil Wali Kota Pangkalpinang. Rabu.
Dalam rilis yang diterima di Pangkalpinang, menyebutkan kegiatan berlangsung aman, tertib, dan sesuai dengan prosedur yang berlaku. Pelaksanaannya didukung oleh pengamanan dari aparat TNI dan Polri, serta pengawasan ketat dari pengawas TPS. Selain itu, hadir pula saksi dari pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur, serta saksi dari pasangan calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota, guna memastikan transparansi dalam proses pemungutan suara.
Kepala Lapas (Kalapas) Pangkalpinang Hidayat, menyampaikan apresiasinya terhadap partisipasi aktif warga binaan. “Kami sangat bangga melihat antusiasme warga binaan dalam memanfaatkan hak pilih mereka. Ini adalah bukti nyata bahwa meskipun menjalani masa pidana, mereka tetap memiliki kesadaran akan pentingnya demokrasi,” ujar Hidayat.
Lapas Pangkalpinang bekerja sama dengan Komisi Pemilihan Umum (KPU) dan Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) Kota Pangkalpinang untuk memastikan warga binaan yang memenuhi syarat dapat berpartisipasi. Dukungan seperti perekaman data kependudukan dan penyediaan fasilitas TPS Khusus diberikan agar pemilu berjalan lancar.
Proses pemungutan suara di TPS Khusus 901 berlangsung sesuai alur yang ditetapkan, mulai dari registrasi, pencoblosan, hingga penghitungan suara. Warga binaan mengikuti setiap tahapan dengan tertib, menunjukkan semangat tinggi dalam menggunakan hak politik mereka.
“Kami juga mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak terkait, mulai dari KPU, Bawaslu, aparat keamanan, hingga para petugas KPPS yang telah berkontribusi dalam menyukseskan pelaksanaan pemilu di Lapas Pangkalpinang. Semoga partisipasi ini menjadi pembelajaran penting bagi warga binaan dalam memahami demokrasi,” tambah Hidayat.
Pilkada di TPS Khusus 901 Lapas Pangkalpinang merupakan wujud komitmen terhadap penghormatan hak asasi manusia dan inklusivitas dalam proses demokrasi di Indonesia.
KOMPAS.com - Pasangan calon gubernur dan wakil gubernur Bali nomor urut 1, I Made Muliawan Arya alias De Gadjah-Putu I Agus Suradnyana alias PAS (Mulia-PAS), unggul dalam pemungutan suara di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas II A Kerobokan, Badung, Bali.
Rinciannya, Mulia-PAS memperoleh 293 suara sedangkan pasangan nomor urut, I Wayan Koster dan I Nyoman Giri Prasta (Koster-Giri) meraih 226 suara.
Kepala Lapas (Kalapas) Kelas IIA Kerobokan, RM Kristyo Nugroho, mengatakan total jumlah pemilih di tempanya sebanyak 538 orang terdiri dari 26 orang pegawai dan 512 warga binaan.
"Suara tidak sah sebanyak 19 surat suara, dengan jumlah daftar pemilih pada Pilkada 2024 di Lapas Kerobokan sebanyak 538 orang," kata dia dalam keterangan tertulis, Rabu (27/11/2024).
Ia mengatakan dalam Pilkada 2024 kali ini pihaknya menyediakan tempat pemungutan suara (TPS) lokasi khusus bagi para warga binaan untuk menggunakan hak pilihnya.
Selain pemilihan gubernur (Pilgub) Bali, para warga binaan ini juga menyalurkan hak pilihnya pada pemilihan bupati dan wakil bupati Kabupaten Badung.
Adapun rincian hasil Pilkada Badung, pasangan calon bupati dan wakil bupati nomor urut 1, I Wayan Suyasa dan I Putu Alit Yandinata, memperoleh suara sebanyak 42.
Sedangkan pasangan nomor urut 2, I Wayan Adi Arnawa dan Bagus Alit Sucipta, memperoleh suara sebanyak 78.
Kemudian, terdapat 5 surat suara tidak sah dari 125 pemilih.
"Kami beserta seluruh jajaran Lapas Kerobokan memastikan pelaksanaan pemungutan suara berjalan aman, tertib, dan kondusif, karena kami sudah melakukan koordinasi dan persiapan jauh hari sebelumnya," kata dia.
Pasangan calon bupati dan wakil bupati petahana Hendy Siswanto-M. Balya Firjaun Barlaman (Hendy-Firjaun) unggul di dua tempat pemungutan suara (TPS) khusus, ... [296] url asal
Jember, Jawa Timur (ANTARA) - Pasangan calon bupati dan wakil bupati petahana Hendy Siswanto-M. Balya Firjaun Barlaman (Hendy-Firjaun) unggul di dua tempat pemungutan suara (TPS) khusus, yakni TPS 901 dan 902 Lembaga Pemasyarakatan Kelas II-A Jember, Jawa Timur.
"Di TPS 901, hasil perolehan suara calon bupati dan wakil bupati Jember nomor urut 1 Hendy Siswanto-M. Balya Firjaun Barlaman mendapatkan sebanyak 261 suara dan pasangan calon nomor urut 2 M. Fawait-Djoko Susanto mendapatkan sebanyak 183 suara, serta jumlah tidak sah sebanyak 15 suara," kata Kepala Lapas Kelas II-A Jember Hasan Basri kepada wartawan, Rabu petang.
Untuk TPS 902, tercatat pasangan petahana Hendy-Firjaun mengumpulkan sebanyak 177 suara, sedangkan pasangan Fawait-Djoko meraih 150 suara, serta tidak sah sebanyak 12 suara.
Dengan demikian, hasil pemungutan suara di dua TPS khusus Lapas Jember menempatkan petahana Hendy-Gus Firjaun unggul dengan memperoleh sebanyak 438 suara, sedangkan pasangan Fawait-Djoko mendapatkan 333 suara.
Hasan mengatakan untuk pemilihan gubernur dan wakil gubernur Jawa Timur, pasangan calon petahana Khofifah Indar Parawansa-Emil Dardak juga unggul di dua TPS Lapas Jember.
Hasil perolehan suara di TPS 901, pasangan calon nomor urut 1 Luluk Nur Hamidah-Lukmanul Khakim (Luluk-Lukman) mendapatkan 62 suara, pasangan nomor urut 2 Khofifah Indar Parawansa-Emil Elestianto Dardak (Khofifah-Emil) memperoleh 261 suara, dan pasangan nomor urut 3 Tri Rismaharini-K.H. Zahrul Azhar Asumta (Risma-Gus Hans) meraih 146 suara, serta sebanyak 14 suara tidak sah.
Di TPS 902, tercatat perolehan suara Luluk-Lukman sebanyak 58 suara, Khofifah-Emil 220 suara, Risma-Gus Hans 121 suara, serta 13 suara tidak sah.
Ratusan narapidana dan tahanan yang menjadi warga binaan pemasyarakatan antusias menyalurkan hak pilihnya melalui dua TPS khusus di Lembaga Pemasyarakatan Kelas II A Kabupaten Jember, bahkan partisipasi pemilih di Lapas mencapai 100 persen.