PALEMBANG, KOMPAS.com - Wali Kota PalembangRatu Dewa mengaku akan menyiapkan anggaran untuk menggembleng para pelajar yang gemar tawuran dengan melibatkan TNI agar mereka dapat dididik secara disiplin.
Ratu Dewa mengatakan, ia saat ini sedang melakukan kajian serta melibatkan berbagai pihak mulai dari TNI, kepolisian, dan Komnas HAM untuk membahas wacana pembinaan pelajar yang bermasalah.
“Pemkot akan menyiapkan dana kaitan dengan itu, termasuk Komnas HAM akan saya ajak bicara,” kata Ratu Dewa kepada wartawan, Rabu (7/5/2025).
Dijelaskan Ratu Dewa, aksi kriminalitas yang melibatkan pelajar telah sering terjadi di Palembang.
Sehingga, ia menekankan bahwa upaya pendidikan disiplin pelajar yang bermasalah dengan dibina oleh militer merupakan salah satu cara agar moral mereka dapat terdidik dengan baik.
“Banyak tindak kriminal lain, anak-anak tawuran, kebut-kebutan di jalan, dan saya sudah bicara dengan Pak Danrem, saya sudah bicara dengan Panglima Kodam II Sriwijaya, Kapolresta Palembang. Nanti kami rembukan bersama, dan langkah seperti apa yang harus dilakukan,” ujarnya.
Sebelumnya, Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Palembang Aprizal Hasyim mengatakan, Wali Kota Palembang Ratu Dewa saat ini sedang mengkaji aturan menggelar retret sebagai upaya mendidik karakter anak agar tidak berulah.
"Seperti diketahui, Wali Kota Palembang Ratu Dewa ingin sekali meretret (membina) anak-anak yang suka tawuran dan yang kelakuannya kurang baik selama dua minggu di Yonif 200 Raider," ujar Aprizal dalam keterangan tertulis, Selasa (6/5/2025).
Menurut Aprizal, anak yang sering tawuran akan digembleng oleh pasukan Raider 200 selama dua pekan.
Sehingga, mereka nantinya akan dididik untuk memiliki karakter, ideologi, dan keimanan.
"Semoga mereka akan menjadi anak-anak yang baik sesuai dengan harapan orang tua dan kita,” ujarnya.