Kerusuhan terjadi di Lapas Narkotika Muara Beliti saat razia HP, merusak fasilitas. Pihak kepolisian dan TNI berjaga, tidak ada tahanan yang kabur. [846] url asal
Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Narkotika Muara Beliti di Sumatera Selatan (Sumsel) rusuh saat dilakukan razia HP. Kerusuhan itu menyebabkan sejumlah fasilitas rusak.
Dilansir detikSumbagsel, kerusuhan terjadi pada Kamis (8/5) pukul 10.00 WIB di Lapas Narkotika Muara Beliti, Kabupaten Musi Rawas (Mura). Kepala Lapas Kelas IIA Muara Beliti Ronald Heru Praptama menjelaskan razia HP sendiri sudah dimulai sejak Rabu (7/5) malam.
"Berawal dari malam tadi sekitar jam 7 malam itu di Blok Bangau, kita melakukan razia dan menemukan handphone dari para tahanan sebanyak 54 dari kamar mereka," jelas Ronald, Kamis (8/5/2025).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kronologi Kerusuhan
Seusai apel pukul 08.00 WIB, pihak lapas mengidentifikasi ada beberapa tahanan yang masih memiliki HP. Mereka pun kembali melakukan razia di Blok Bangau dan dilanjutkan di Blok Angsa. Ada empat kamar di Blok Bangau yang dirazia.
Saat razia berlangsung di Blok Angsa, tiba-tiba pecah kerusuhan di Blok Bangau. Razia pun terjeda karena petugas langsung mengecek situasi di Blok Bangau.
"Kemudian di blok sebelah (Bangau) terjadi kericuhan sehingga kami pun menghentikan aktivitas razia dan langsung mengecek Blok Bangau tersebut," lanjut Ronald.
Pihak lapas langsung meminta bantuan polres, Kodim, dan Brimob untuk membantu penanganan. Kerusuhan pun berhasil diredakan sekitar pukul 11.00 WIB.
"Kericuhan itu akhirnya berhasil di selesaikan sekitar pukul 11.00 WIB. Untuk jumlah napi yang terlibat kericuhan belum diketahui. Namun, isi napi di lapas ini ada 1.069 orang," ujarnya.
Kondisi Pascakejadian dan Penuturan Saksi
Pantauan detikSumbagsel pada Kamis pagi, terlihat mobil Barracuda, Water Cannon, dan ambulans berada di area lapas. Tampak pula kaca jendala serta fasilitas lain di lapas rusak berat akibat kericuhan tersebut.
Salah satu saksi mata ialah Ustad Abdul Somad. Dia mengaku sempat tertahan di dalam lapas kurang lebih setengah jam. Sebelum kerusuhan terjadi, Ustaz Abdul Somad sempat memberikan ceramah kepada para tahanan.
"Tidak tahu pasti apa penyebabnya, waktu mau ngasih ceramah di dalam masjid Lapas, tiba-tiba ada gumpalan asap di area lapangan lapas dan langsung terjadi keributan," tuturnya.
Tak Ada Tahanan Kabur
Meski kerusuhan sudah mereda, pihak kepolisian tetap berjaga di lokasi. Kapolres Musi Rawas AKBP Agung Adhitya Prananta mengatakan penjagaan di lapas masih dilakukan bersama TNI.
"Kami dari pihak kepolisian masih standby di sini untuk membantu melakukan perbaikan-perbaikan fasilitas yang rusak. Untuk keamanan kita masih melihat situasi. Apabila sarana, prasarana dan kondisi sudah kondusif, mungkin akan kita tarik dan kita perkuat lagi," jelas Agung.
Agung juga menegaskan tidak ada warga binaan pemasyarakatan (WBP) yang kabur dalam kejadian ini. Mereka terpantau sudah kembali ke sel masing-masing. Petugas juga dalam kondisi aman dan tidak ada yang menjadi sandera.
"Saat ini kondisi lapas sudah mulai kondusif dan stabil. Untuk semua narapidana juga sudah kembali ke dalam sel mereka masing-masing. Sudah dipertegas juga oleh pihak lapas bahwa tidak ada tahanan yang kabur," tegasnya.
Terkait razia HP yang jadi pemicu kerusuhan, Agung mengatakan pihak kepolisian akan membantu pelaksanaan razia ke depannya. Mereka juga akan memberikan pembinaan lebih lanjut kepada WBP.
"Nanti kami akan berkoordinasi dengan Kalapas terkait dengan upaya ke depan, apa saja yang akan kita lakukan untuk upaya preventifnya terkait pembinaan kepada warga binaan lapas. Nanti akan kita coba sampaikan kegiatan bersamanya," jelasnya.
Pernyataan Menteri Imipas
Kejadian ini juga mendapat perhatian dari Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan (Imipas) Agus Andrianto. Tak lama usai kejadian, Agus memberikan pernyataan bahwa pihaknya telah berkoordinasi dengan TNI-Polri terkait masalah keamanan.
Menurut Agus, penyebab kerusuhan adalah penolakan dari WBP terhadap razia oleh petugas lapas. Sasaran utama razia tersebut adalah barang-barang terlarang seperti ponsel dan narkoba.
"Razia terhadap potensi adanya barang terlarang, termasuk hp dan narkoba adalah langkah-langkah preventif," kata Agus, Kamis (8/5/2025).
Agus memastikan WBP yang terlibat akan ditindak tegas. Dia juga tidak mentoleransi adanya penggunaan HP oleh WBP di lapas.
"Sikap saya tegas siapapun yang terbukti terlibat, baik warga binaan maupun petugas, akan ditindak tegas sesuai peraturan yang berlaku. Zero ponsel dan narkoba harga mati," ucapnya.
Kapolres Musi Rawas AKBP Agung Adhitya Prananta menyampaikan kerusuhan di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Narkotika Muara Beliti, Musi Rawas, Sumatera Selatan dipicu razia handphone.
"Kejadian berawal pada pukul 09.45 di mana dari petugas lapas melaksanakan kegiatan rutin razia terhadap napi dan didapati kurang lebih ada 54 handphone," kata Agung seperti dikutip dari CNNIndonesia TV, Kamis (8/5).
Agung menyebut para warga binaan diduga tak terima dengan razia itu sehingga terjadi keributan yang berujung pada kerusuhan dan aksi perusakan.
"Diduga tidak terima terhadap kegiatan tersebut sehingga menimbulkan keributan antara napi dengan petugas yang berujung terjadinya perusakan pintu-pintu pembatas yang ada di sekitar lapas," ujarnya.
Usai kerusuhan, kata Agung, pihak lapas langsung menghubungi kepolisian untuk membantu proses sterilisasi.
Agung menyebut sekitar pukul 11.00 WIB anggota dari Polres Musi Muara, Polres Lubuk Linggau, TNI dan Brimob berhasil melakukan sterilisasi.
"Dan untuk para napi untuk saat ini sudah masuk ke dalam blok masing-masing dan situasi napi sudah kondusif," katanya.
Agung juga memastikan tidak ada penyekapan atau penyanderaan terhadap petugas lapas dalam insiden kerusuhan tersebut.
"Sampai saat ini kami belum ada informasi terkait adanya penyekapan, kami sudah koordinasi dengan Kalapas bahwa tidak ada penyekapan dan semuanya dalam keadaan terkendali dan baik-baik saja. Dan tidak ada juga tahanan yg melarikan diri," tutur dia.
Lebih lanjut, Agung mengatakan saat ini pihaknya masih bersiaga di lokasi. Selain itu, proses penyelidikan terkait aksi perusakan juga tengah dilakukan.