JAKARTA, KOMPAS.com - Presiden Prabowo Subianto dinilai lebih baik menerbitkan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang (Perppu) Perampasan Aset dibanding membangun penjara untuk koruptor di pulau terpencil.
Koordinator LBH Masyarakt Afif Abdul Qoyim menilai bahwa aturan soal perampasan aset lebih dapat memberikan efek jera kepada para koruptor.
"Kalau Prabowo konsisten tegas untuk memberi efek jera pelaku korupsi, segera keluarkan Perppu Perampasan Aset untuk memaksimalkan recovery kerugian negara dan memiskinkan koruptor," kata Afif saat dihubungi, Jumat (14/3/2025).
Afif juga berpandangan bahwa wacana membangun penjara di pulau terpencil bukan solusi, melainkan ilusi.
Menurut dia, wacana itu justru membuat Kepala Negara seolah bermain dengan desakan publik yang mendorong pengesahan Rancangan Undang-Undang (RUU) Perampasan Aset.
"Solusinya ilusi. Justru Prabowo bermain dengan desakan publik yang meminta mensahkan RUU perampasan aset tapi malah buat lapas khusus (koruptor)," ujarnya.
Afif mengatakan, jika Prabowo menerbitkan RUU Perampasan Aset maka akan menjadi sejarah.
"Iyes, itu akan jadi pemberantasan korupsi yang bersejarah," katanya.
Wacana penjara di pulau terpencil ini awalnya disampaikan Prabowo saat menyinggung soal koruptor dalam acara peresmian mekanisme baru penyaluran tunjangan aparatur sipil negara (ASN) di Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, Jakarta pada Kamis, 13 Maret 2025.
Presiden Prabowo mengatakan, akan membangun penjara di pulau terpencil bagi koruptor.
"Saya nanti juga akan sisihkan dana, saya akan bikin penjara yang sangat, pokoknya sangat kokoh di suatu tempat yang terpencil, mereka tidak bisa keluar malam hari," kata Prabowo di akhir pidatonya.
"Kita akan cari pulau, kalau mereka mau keluar, biar ketemu sama hiu," ujarnya lagi disambut tawa para peserta.
Prabowo mengatakan, tidak ada negara yang kaya jika korupsi. Sebab, korupsi hanya membawa kehancuran suatu negara.
Kepala Negara juga menekankan bahwa dirinya tidak takut menghadapi koruptor.
"Saya tidak akan mundur menghadapi koruptor. Mereka harusnya mengerti saya ini siap mati untuk bangsa dan rakyat ini," ujar Prabowo.