Direktorat Jenderal (Ditjen) Imigrasi dipastikan memberikan pelayanan optimal kepada masyarakat di hari kerja pertama setelah libur Idulfitri 1446 H. [263] url asal
Di hari pertama pascalibur Idulfitri 2025, Kantor Imigrasi di seluruh Indonesia mencatatkan pelayanan paspor sebanyak 9.857 pemohon pada Selasa (8/4).
Selain pelayanan paspor, Ditjen Imigrasi juga memastikan bahwa pelayanan visa dan izin tinggal sudah beroperasi optimal. Adapun jumlah permohonan visa pada 28 Maret-7 April 2025 mencapai 217.695 permohonan. Pada Selasa, 8 April 2025, jumlah permohonan visa dan izin tinggal yang sudah diselesaikan yaitu 12.770 permohonan.
Pelaksana Tugas (Plt) Direktorat Jenderal Imigrasi, Saffar Muhammad Godam, menyampaikan bahwa Direktorat Jenderal (Ditjen) Imigrasi akan memberikan pelayanan optimal kepada masyarakat di hari kerja pertama setelah libur Idulfitri 1446 H.
"Jajaran Ditjen Imigrasi hari ini melakukan sidak ke 12 kantor Imigrasi. Alhamdulillah, pelayanan sudah berjalan optimal, baik dari kesiapan petugas maupun sarana dan prasarana," kata Godam.
Pelayanan di tempat pemeriksaan imigrasi (TPI) bandara dan pelabuhan internasional juga tetap berjalan lancar selama libur dan cuti bersama Idulfitri dan Hari Raya Nyepi. Di sepanjang 28 Maret-7 April 2025, tercatat sebanyak 1.623.369 perlintasan di TPI seluruh Indonesia.
Godam menambahkan, optimalisasi pemeriksaan keimigrasian turut didukung dengan autogate, sehingga proses kedatangan dan keberangkatan penumpang berjalan tanpa masalah dan terhindar dari penumpukan.
"Petugas di tempat pemeriksaan imigrasi juga menunjukkan performa yang sangat baik selama liburan panjang, mengingat tingginya lalu lintas di bandara dan pelabuhan internasional dalam periode tersebut," ujarnya.
Godam menegaskan, Ditjen Imigrasi berkomitmen untuk memberikan pelayanan prima kepada seluruh masyarakat, termasuk di masa libur Lebaran 2025.
"Kami memastikan bahwa seluruh permohonan yang diajukan selama periode libur tetap diproses dengan cepat, tepat, dan transparan. Pelayanan kepada masyarakat adalah prioritas utama kami, tanpa mengenal hari libur," pungkasnya.
Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan berencana untuk membuka sentra pelayanan pembuatan paspor di Kabupaten Garut. Dengan demikian, warga Garut yang hendak melancong ke luar negeri, tak perlu jauh-jauh ke Tasikmalaya untuk mendapatkan dokumen pendukungnya.
Hal tersebut diungkap Sekjen Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan Asep Kurnia, saat melaksanakan pelayanan paspor simpatik di Garut, Minggu (19/1/2025) siang.
Asep menjelaskan, pihaknya akan segera membuka Unit Layanan Paspor (ULP) di Kabupaten Garut, dalam rangka mendekatkan pelayanan di tengah-tengah masyarakat.
"Kita sedang survei lokasinya bersama Pak Pj Bupati. Dalam waktu dekat kita buka," kata Asep kepada wartawan.
Pembukaan ULP Imigrasi di Kabupaten Garut bukan tanpa alasan Sebab, selama ini, masyarakat Garut yang hendak memiliki paspor, harus berjalan jauh menuju kantor pelayanan di Tasikmalaya.
Dengan hadirnya ULP Imigrasi di Kabupaten Garut, diharapkan masyarakat kota dodol tak perlu jauh lagi datang ke Tasikmalaya untuk membuat paspor, dan pelayanan Kantor Imigrasi semakin dekat.
Dalam rangka merealisasikan hal tersebut, kata Asep, pihaknya telah bekerjasama dengan Pemkab Garut. Pihaknya meminta Pemda untuk membantu menyiapkan lokasi ULP Imigrasi di Garut.
"Mudah-mudahan tempatnya strategis dan mudah diakses oleh masyarakat," katanya.
Sembari menyiapkan Kantor ULP di Kabupaten Garut, dalam waktu dekat pihak Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan akan membuka pelayanan paspor di Mal Pelayanan Publik (MPP) Garut yang berlokasi di bilangan Simpang Lima, Tarogong Kidul.
"Nanti pelayanannya setiap hari Senin dan Kamis," pungkas Asep.
Rencana dibukanya ULP Imigrasi di Kabupaten Garut ini disambut baik oleh Pj Bupati Garut Barnas Adjidin. Barnas mengaku akan mendukung upaya untuk membuka kantor pelayanan Imigrasi di Garut.
"Pekan depan kita akan langsung tindaklanjuti dari sisi penganggaran dan penyiapan lokasi pelayanan serta penginapan bagi petugas imigrasi," ucap Barnas.