TANGERANG, KOMPAS.com – Keluarga Ilyas Abdurahman (48), korban penembakan di Tol Tangerang-Merak, meminta perlindungan kepada Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) guna mengantisipasi potensi bahaya selama proses perjuangan keadilan untuk almarhum ayahnya.
Anak sulung korban, Agam Muhammad Nasrudin (26), menyampaikan bahwa upaya ini penting untuk melindungi keluarga dari kemungkinan hal-hal yang tidak diinginkan.
"Saya meminta perlindungan, untuk jaga-jaga karena yang kami hadapi ini bukan masalah kecil," ujar Agam di rumahnya di Rajeg, Kabupaten Tangerang, Jumat (10/1/2025).
Agam menyebutkan bahwa ia sudah mengajukan surat permohonan perlindungan kepada LPSK dan telah mendapatkan respons. Selain itu, Agam juga menerima dukungan dari Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas).
Agam baru-baru ini menjalani pemeriksaan oleh Pusat Polisi Militer Angkatan Laut (Puspomal) di Jakarta. Dalam pemeriksaan tersebut, Agam menjelaskan kronologi kejadian, termasuk penyangkalannya terhadap narasi pengeroyokan yang beredar.
"Saya menyangkal (pengeroyokan) itu, karena kalau diurutkan dari awal kejadian dan di KM 45 pun tidak ada pengeroyokan, yang ada dia menodongkan senjata di Saketi," jelas Agam.
Sebelumnya, Panglima Komando Armada TNI AL, Laksamana Madya Denih Hendrata, dalam konferensi pers pada Senin (6/1/2025), mengungkapkan laporan awal yang diterima pihaknya mengenai insiden tersebut.
Denih menyebutkan bahwa insiden penembakan berawal dari informasi pengeroyokan terhadap tiga anggota TNI AL oleh sekitar 15 orang tak dikenal di Rest Area KM 45 Tol Merak-Tangerang.
"Di mana mereka mengalami pengeroyokan oleh sekitar 15 orang tak dikenal di Rest Area KM 45 Tol Merak-Tangerang," kata Denih.
Denih juga menduga bahwa senjata yang digunakan dalam kejadian tersebut adalah untuk membela diri dalam situasi terdesak.
"Kalau seandainya dihadapkan pada pengeroyokan, berarti kan sebetulnya sama-sama tidak tahu siapa yang akan mati. Jadi, kita saja kalau terdesak ya pasti akan mencari, akan bela diri, akan mencari benda untuk membela diri, mengamankan," ujarnya.
Insiden penembakan terjadi pada Kamis (2/1/2025) di rest area KM 45 Tol Tangerang-Merak arah Jakarta, mengakibatkan Ilyas Abdurahman tewas dan seorang lainnya, R (59), mengalami luka serius.
Kasus ini bermula dari penyewaan mobil yang diduga hendak dibawa kabur oleh pelaku. Pemilik mobil, yang juga menjadi korban, mencurigai bahwa mobilnya hendak dibawa kabur setelah GPS yang terpasang dicopot pelaku.
Korban kemudian mengejar mobil yang terdeteksi berada di Pandeglang, yang berujung pada aksi kejar-kejaran dan insiden penembakan di rest area KM 45 Tol Tangerang-Merak.