KOMPAS.com – Seorang hakim menolak gugatan perdata yang diajukan produser musik Rodney “Lil Rod” Jones terhadap Sean “Diddy” Combs alias P Diddy, yang menuduhnya melakukan pemerasan dan pelanggaran kontrak.
Dalam putusan yang dikeluarkan pada Senin (24/3), Hakim Distrik AS J. Paul Oetken menyatakan Lil Rod Jones gagal membuktikan adanya kerugian pada bisnis atau properti yang disebabkan oleh dugaan pelanggaran Undang-Undang Organisasi yang Dipengaruhi dan Dikorupsi oleh Pemeras (RICO).
Gugatan Pemerasan Ditolak, Tuduhan Lain Tetap Berlanjut
Hakim menilai klaim Lil Rod Jones bahwa ia tidak dibayar untuk karyanya dalam album P Diddy tahun 2023, The Love Album: Off the Grid, tidak memiliki hubungan sebab akibat dengan dugaan pemerasan.
Oleh karena itu, gugatan terhadap Combs, perusahaannya (Combs Global), dan mantan kepala stafnya, Kristina Khorram, ditolak.
Selain itu, klaim Lil Rod Jones terkait pelanggaran kontrak juga digugurkan.
Hakim menyatakan bahwa berdasarkan hukum New York, kontrak yang tidak dapat diselesaikan dalam waktu satu tahun harus dibuat secara tertulis agar dapat ditegakkan.
Gugatan atas tekanan emosional yang diajukan Jones pun turut ditolak.
Namun, kasus ini belum sepenuhnya berakhir. Hakim tetap mengabulkan klaim perdagangan seks terhadap Combs dan Khorram serta tuduhan penyerangan seksual dan tanggung jawab tempat terhadap Combs.
Dengan demikian, sidang akan berlanjut dengan gugatan yang tersisa.
GETTY IMAGES via BBC INDONESIA Kasus P Diddy melibatkan musisi Sean Diddy Combs.Tuduhan Awal: Pelecehan, Pemaksaan, dan Obat-obatan Terlarang
Pada Februari 2024, Lil Rod Jones menuduh bahwa selama pembuatan album P Diddy, ia dipaksa untuk berhubungan seks dengan pekerja seks, serta dibius dan diancam oleh Combs selama lebih dari setahun.
Lil Rod Jones juga menuding Khorram sebagai orang yang mengatur berbagai aktivitas ilegal, menyebutnya sebagai "Ghislaine Maxwell bagi Jeffrey Epstein versi Sean Combs."
Dalam gugatan tersebut, Khorram disebut mengawasi seluruh aspek kehidupan pribadi Combs, termasuk membayar pekerja seks dan memastikan karyawan pribadinya membawa tas pinggang berisi berbagai zat terlarang, seperti kokain, GHB, ekstasi, dan Tuci (kombinasi ekstasi dan kokain berwarna merah muda).
Lil Rod Jones mengklaim, ketika ia melaporkan pelecehan yang dialaminya, Khorram hanya menanggapinya dengan enteng.
Lil Rod Jones diduga meremehkan tindakan Combs sebagai "cara untuk menunjukkan bahwa dia menyukaimu."
Respons P Diddy dan Tim Hukumnya
Pengacara P Diddy membantah tuduhan tersebut dan menyebutnya sebagai "pengakuan sembrono atas kejadian yang tidak pernah terjadi, semata-mata untuk mendapatkan perhatian media."
Sementara itu, Khorram juga membantah keterlibatannya dalam aktivitas ilegal. "Tuduhan ini merusak reputasi saya dan keluarga saya.
Saya tidak pernah membantu atau mendukung tindakan pelecehan seksual terhadap siapa pun," katanya dalam pernyataan resmi.
Di sisi lain, kasus hukum Diddy semakin pelik setelah pada awal Maret, ia menghadapi dakwaan tambahan terkait perdagangan seks, konspirasi pemerasan, dan transportasi untuk prostitusi.
Beberapa media juga melaporkan perubahan fisik Combs, yang kini terlihat lebih tua dengan rambut dan janggut memutih sejak penangkapannya pada September 2024.
Kasus ini semakin menarik perhatian publik setelah salah satu pengacara Combs mengundurkan diri dari kasus perdagangan seks yang tengah berlangsung.
Dalam pernyataan pengunduran dirinya, ia menyebutkan, "Dalam keadaan saat ini, saya tidak dapat terus mewakili Sean Combs secara efektif."
Dengan keputusan hakim yang masih membuka ruang bagi sebagian tuntutan, kasus ini dipastikan masih jauh dari kata selesai.