PADANG, KOMPAS.com - Puluhan warga binaan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas II A Bukittinggi, Sumatera Barat, diduga mengalami keracunan setelah mengonsumsi minuman alkohol oplosan yang dicampur parfum.
Dalam insiden ini, satu orang dilaporkan meninggal dunia, sementara 22 orang lainnya harus dirawat di rumah sakit.
"Benar. Ada kejadian warga binaan Lapas Bukittinggi yang keracunan massal kemarin," kata Kapolresta Bukittinggi Kombes Pol Yessy Kurniati saat dihubungi Kompas.com pada Kamis (1/5/2025).
Ia menjelaskan bahwa salah satu korban meninggal dunia di RSUD Bukittinggi, sedangkan 22 orang lainnya dirawat di RS Ahmad Muchtar Bukittinggi.
Menurut Yessy, para korban terdiagnosis mengalami keracunan alkohol.
Mereka diduga melakukan pesta minuman alkohol oplosan pada Rabu (30/4/2025) sore, bertepatan dengan perayaan Hari Bakti Pemasyarakatan.
Direktur Utama RSAM Bukittinggi, Busril, juga mengonfirmasi bahwa pihaknya menerima 22 pasien yang merupakan narapidana Lapas Bukittinggi.
"Diagnosanya mengalami keracunan alkohol," ungkap Busril.
Ia menambahkan bahwa empat dari 22 pasien tersebut dirawat secara intensif di ruangan Intensive Care Unit (ICU), sedangkan sisanya dirawat di ruangan rawat inap.
Insiden ini menjadi perhatian serius bagi pihak berwenang dan masyarakat, mengingat bahaya yang ditimbulkan oleh konsumsi alkohol oplosan.