PALU, iNewsPalu.id – Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Imigrasi Sulawesi Tengah mengadakan upacara tabur bunga di Taman Makam Pahlawan (TMP) Tatura Palu untuk memperingati Hari Bhakti Imigrasi (HBI) ke-75 pada Kamis (23/1). Upacara ini dipimpin oleh Kepala Kantor Wilayah Ditjen Imigrasi Sulawesi Tengah, Arief Hazairin Satoto, dengan diikuti oleh jajaran pejabat dan pegawai Kanwil Ditjen Imigrasi dan Pemasyarakatan Sulawesi Tengah.
Dalam kesempatan tersebut, Arief Hazairin Satoto menekankan pentingnya meningkatkan kualitas pelayanan publik di bidang Imigrasi, yang merupakan tema utama dari HBI ke-75, yakni "Melayani, Mengabdi, dan Berinovasi." Dia juga mengingatkan agar semangat pelayanan dan dedikasi yang tinggi kepada negara dan masyarakat terus dijaga oleh seluruh jajaran Imigrasi.
Kepala Kanwil Kemenkum Sulteng, Rakhmat Renaldy, menyampaikan bahwa peringatan ini tidak hanya sebagai refleksi sejarah, tetapi juga sebagai penghormatan kepada para pahlawan yang telah berjuang demi kemerdekaan bangsa. "Semangat perjuangan mereka harus menjadi inspirasi bagi kami dalam meningkatkan pelayanan publik," ujar Rakhmat Renaldy.
Kepala Kantor Imigrasi Cilegon Muhammad Deny Firmansyah melakukan tabur bunga di Taman Makam Pahlawan Ciceri Maulana Yusuf, Serang, Banten. Kegiatan itu dalam rangka... | Halaman Lengkap [171] url asal
SERANG - Kepala Kantor Imigrasi Cilegon Muhammad Deny Firmansyah melakukan tabur bunga di Taman Makam Pahlawan Ciceri Maulana Yusuf, Serang, Banten. Kegiatan itu dalam rangka peringatan Hari Bhakti Imigrasi ke-75 yang diperingati setiap 26 Januari sekaligus bentuk penghormatan kepada jasa para pahlawan yang telah berjuang demi kemerdekaan Indonesia.
Hadir dalam kegiatan tabur bunga ini para Pimpinan Tinggi Pratama di lingkungan Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Imigrasi Banten, beserta jajaran pegawai dari Kantor Imigrasi Serang dan Kantor Imigrasi Cilegon. Kegiatan tabur bunga ini dipimpin langsung oleh Inspektur Upacara Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Imigrasi Banten Hendro Tri Prasetyo.
?Kegiatan ini sebagai momen penghormatan atas pengorbanan para pahlawan, juga menjadi momen refleksi dan penghormatan terhadap nilai-nilai perjuangan yang menjadi dasar semangat pengabdian di lingkungan Imigrasi,? katanya, Kamis (23/1/2025).
Menurut dia, peringatan Hari Bhakti Imigrasi juga menjadi wujud komitmen Direktorat Jenderal Imigrasi untuk terus memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.
?Tidak hanya itu, Direktorat Jenderal Imigrasi juga berkomitmen untuk menjaga kedaulatan Negara melalui pengelolaan lalu lintas keimigrasian yang profesional dan bermartabat,? katanya.
PALU, iNewsPalu.id – Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Sulawesi Tengah (Kanwil Kemenkum Sulteng) memperingati Hari Bhakti Imigrasi (HBI) ke-75 dengan melaksanakan prosesi tabur bunga di Taman Makam Pahlawan (TMP) Tatura, Palu, pada Kamis pagi (23/01/2025). Peringatan ini dilaksanakan sebagai bentuk penghormatan kepada para pahlawan yang telah berjuang untuk kemerdekaan Indonesia dan refleksi atas perjalanan panjang institusi Imigrasi Indonesia yang kini telah berusia 75 tahun.
Kegiatan ini dipimpin oleh Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Imigrasi Sulteng, Arief Hazairin Satoto, dan dihadiri oleh jajaran pejabat manajerial dan non-manajerial dari Ditjen Imigrasi, Pemasyarakatan, serta Kanwil Kemenkum Sulteng. Dalam acara tersebut, Kanwil Kemenkum Sulteng diwakili oleh Kepala Divisi Peraturan Perundang-Undangan dan Pembinaan Hukum, Sopian, dan Kepala Divisi Pelayanan Hukum, Nur Ainun.
Meski kini berada dalam satu naungan kementerian yang lebih luas, prosesi tabur bunga ini tetap menjadi bentuk penghormatan kepada para pahlawan yang telah memperjuangkan kemerdekaan bangsa Indonesia. Sopian menyampaikan, “Prosesi ini menjadi sejarah bagi kami semua, Insan Pengayoman, bukan hanya bagi jajaran Imigrasi, tetapi juga sebagai refleksi perjalanan bangsa Indonesia yang penuh dengan perjuangan.”
Kepala Kanwil Kemenkum Sulteng, Rakhmat Renaldy, juga menyampaikan bahwa peringatan HBI ke-75 bukan hanya sekadar merayakan perjalanan institusi Imigrasi, namun juga sebagai pengingat akan pentingnya menghargai perjuangan para pahlawan. “Tabur bunga ini adalah simbol penghormatan kami kepada para pejuang yang telah berkorban demi kemerdekaan Indonesia,” ujar Rakhmat.
Kegiatan tersebut diakhiri dengan pembacaan doa bersama untuk mendoakan arwah para pahlawan yang telah mendahului. Doa bersama ini menjadi simbol pengharapan bagi seluruh jajaran Kemenkum, Ditjen Imigrasi, dan Pemasyarakatan Sulteng untuk terus mengabdi pada bangsa dan negara melalui pelayanan publik dan penegakan hukum yang lebih baik di bidang keimigrasian.
Peringatan HBI ke-75 yang mengusung tema “Transformasi Keimigrasian Menuju Indonesia Emas 2045” diharapkan dapat memotivasi seluruh insan Kemenkum Sulteng untuk terus meneladani semangat juang para pahlawan dalam menjalankan tugas dan tanggung jawab mereka, khususnya dalam mendukung pembangunan nasional dan menciptakan Indonesia yang lebih baik.
Indonesia memperingati Hari Lahir Pancasila (1 Juni) dan Hari Kesaktian Pancasila (1 Oktober) dengan makna dan sejarah yang berbeda. Pahami perbedaannya! [876] url asal
Setiap tahunnya, Indonesia memperingati dua hari penting yang berhubungan dengan Pancasila, yakni Hari Lahir Pancasila dan Hari Kesaktian Pancasila. Meski sama-sama berlandaskan ideologi Pancasila, kedua hari ini memiliki latar belakang sejarah yang berbeda, dirayakan pada tanggal yang berbeda, dan memiliki makna yang berbeda pula.
Namun, tidak sedikit masyarakat yang masih keliru membedakan antara kedua peringatan ini. Untuk itu, penting bagi kita memahami perbedaan antara Hari Kesaktian Pancasila dan Hari Lahir Pancasila, agar bisa menghayati nilai-nilai yang terkandung dalam setiap peringatan tersebut.
Tanggal Peringatan Hari Kesaktian Pancasila dan Hari Lahir Pancasila
Hari Kesaktian Pancasila diperingati setiap tanggal 1 Oktober setiap tahunnya dimana hari ini, Selasa (1/10/2024) merupakan peringatannya. Sementara Hari Lahir Pancasila diperingati pada 1 Juni.
Jadi perlu diingat, meski jatuh di tanggal 1 namun peringatan Hari Kesaktian Pancasila dan Hari Lahir Pancasila berbeda.
1 Juni : Hari Lahir Pancasila
1 Oktober : Hari Kesaktian Pancasila
Makna Hari Lahir Pancasila dan Hari Kesaktian Pancasila
Hari Lahir Pancasila memiliki sejarah yang berkaitan dengan momen perumusan dasar negara dalam sidang BPUPKI. Hasil perumusan dasar tersebut kemudian melahirkan Pancasila sebagai dasar negara Indonesia. Sejak tahun 2016, peringatan Hari Lahir Pancasila menjadi hari libur nasional sesuai dengan keputusan Presiden RI.
Hari Kesaktian Pancasila yang diperingati setiap 1 Oktober berkaitan dengan momen pemberontakan Gerakan 30 September 1965 oleh PKI (G30SPKI). Hari Kesaktian Pancasila 2024 adalah peringatan ke-59 sejak terjadinya peristiwa Gerakan 30 September 1965 oleh PKI (G30S PKI).
Saat Soeharto menjadi Presiden ke-2 Indonesia ia menerbitkan Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 153 Tahun 1967 tentang Hari Kesaktian Pancasila. Ia menjadikan Hari Kesaktian Pancasila sebagai hari nasional yang wajib diperingati oleh seluruh masyarakat Indonesia.
Sejarah Hari Lahir Pancasila 1 Juni
Dilansir situs BPIP, peringan Hari Lahir Pancasila berawal dari sidang BPUPKI pertama pada tanggal 29 Mei sampai 1 Juni 1945. Sidang BPUPKI pertama diselenggarakan di Gedung Chuo Sangi In (sekarang Gedung Pancasila) untuk membahas rumusan dasar negara Indonesia.
Dalam sidang tersebut, para tokoh seperti Mohammad Yamin, Soepomo, dan Soekarno pun menyampaikan gagasan masing-masing tentang rumusan dasar negara Indonesia.
Kemudian, pada tanggal 1 Juni 1945 dalam sidang BPUPKI tersebut, Soekarno menyampaikan pidatonya tentang konsep awal Pancasila yang menjadi dasar negara Indonesia. Momentum ini menjadi tonggak Hari Lahir Pancasila yang diperingati setiap tanggal 1 Juni.
Hari Lahir Pancasila tanggal 1 Juni secara resmi telah ditetapkan sejak tahun 2016 oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi). Hal ini termuat dalam Keppres RI No. 24 Tahun 2016 tentang Hari Lahir Pancasila. Dalam Keppres itu disebutkan bahwa,
Pertama: Menetapkan tanggal 1 Juni 1945 sebagai Hari Lahir Pancasila.
Kedua: Tanggal 1 Juni merupakan hari libur nasional.
Ketiga: Pemerintah bersama seluruh komponen bangsa dan masyarakat Indonesia memperingati Hari Lahir Pancasila setiap tanggal 1 Juni.
Sejarah Hari Kesaktian Pancasila 1 Oktober
G30S/PKI terjadi karena keinginan PKI untuk mengubah ideologi Indonesia, yaitu Pancasila menjadi komunisme. Untuk mewujudkan hal itu, PKI berusaha untuk menyingkirkan para petinggi TNI AD karena berseberangan politik mereka.
PKI kemudian melancarkan aksinya dengan menculik dan membunuh beberapa anggota TNI AD. Untuk menghilangkan jejaknya, seluruh korban dibuang ke dalam sumur yang disebut dengan Lubang Buaya.
Seluruh rangkaian pemberontakan ini terjadi pada malam 30 September hingga dini hari 1 Oktober 1965. Begitu mengetahui aksi ini, TNI langsung memburu PKI di bawah pimpinan Mayor Jenderal Soeharto.
Namun, mayat para korban baru ditemukan pada 4 Oktober 1965. Kemudian, Presiden Soekarno memimpin upacara pemakaman para korban G30S PKI di Taman Makam Pahlawan di Kalibata, Jakarta Selatan.
Presiden Soekarno juga mengangkat para korban G30S PKI sebagai Pahlawan Revolusi. Untuk mengenang mereka yang gugur, diperingatilah Hari Kesaktian Pancasila
Korban G30S PKI tersebut terdiri dari 6 perwira tinggi dan 1 perwira menengah TNI AD, yaitu:
Jenderal Ahmad Yani
Mayjen R Soeprapto
Mayjen MT Haryono
Mayjen S Parman
Brigjen DI Panjaitan
Brigjen Sutoyo
Lettu Pierre A Tendean.
Itu dia perbedaan Hari Lahir Pancasila dengan Hari Kesaktian Pancasila, tanggal peringatan, makna dan sejarah singkatnya. Semoga membantu!