Seorang wanita ditangkap di Lapas Pamekasan setelah menyelundupkan 11,2 gram sabu dalam alat vitalnya. Penyelidikan lanjut dilakukan oleh kepolisian. [390] url asal
Wanita berinisial A itu awalnya lolos dari pemeriksaan petugas saat membesuk temannya, B asal Surabaya. Tapi gelagatnya membuat petugas Lapas Narkotika Kelas II A Pamekasan curiga.
Wanita itu keluar masuk kamar mandi. Petugas pun kembali melakukan pemeriksaan terhadap barang bawaan A dan menemukan 2 paket narkoba jenis sabu seberat 11,2 gram.
Dia keluar masuk toilet ternyata untuk megambil sabu-sabu yang disembunyikan di dalam alat vitalnya. Sabu itu ketahuan setelah dikeluarkan dan diselipkan di sela barang bawaan.
Modusnya, sabu seberat 11,2 gram itu dimasukkan ke dalam balon yang kemudian dimasukkan ke dalam alat kelaminnya. Sehingga dia perlu mengeluarkannya di toilet lapas.
Saat ketahuan, A tidak bisa mengelak. Dia pun segera dimintai keterangan lebih lanjut sebelum akhirnya diserahkan ke Polres Pamekasan untuk proses hukum lebih lanjut.
Kalapas Narkoba Kelas IIA Pamekasan Fathorrosi mengatakan bahwa upaya penyelundupan sabu yang berhasil digagalkan itu terjadi pada Kamis (20/3).
"Yang bersangkutan memasukkan barang haram itu ke alat vital dengan cara dibungkus balon," kata Fathorrosi kepada detikJatim, Jumat (21/3).
Pihaknya mengaku selalu melakukan penjagaan ketat kepada setiap pengunjung demi mengantisipasi segala bentuk upaya penyelundupan narkoba baik oleh pengunjung maupun Warga Binaan sendiri.
"Pengawasan di Lapas terus kami perketat, dan petugas selalu siaga dalam mendeteksi modus-modus baru seperti ini," tegas Fathorrosi.
Menindaklanjuti kejadian ini, Lapas Narkotika Kelas IIA Pamekasan Kanwil Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan Jatim berkoordinasi dengan Polres Pamekasan.
"Pelaku beserta barang bukti telah diserahkan kepada kepolisian guna dilakukan penyelidikan dan pengembangan kasus," ujar Fathorrosi.
Petugas Lapas Narkotika Pamekasan gagalkan penyelundupan sabu oleh wanita berinisial A. Dua paket sabu seberat 11,2 gram ditemukan di alat vitalnya. [441] url asal
Upaya penyelundupan narkoba jenis sabu ke dalam Lapas Narkotika Kelas IIA Pamekasan berhasil digagalkan oleh petugas. Pelaku, seorang wanita berinisial A asal Sampang, tertangkap saat hendak membesuk seorang warga binaan berinisial B asal Surabaya yang masih memiliki hubungan dengannya.
Saat pemeriksaan awal, pelaku sempat lolos dari kecurigaan petugas. Namun, gerak-geriknya yang mencurigakan saat keluar masuk kamar mandi membuat petugas kembali melakukan pemeriksaan lebih lanjut. Ternyata, wanita tersebut mengambil sabu-sabu yang disembunyikan di dalam alat vitalnya.
Petugas kemudian menggeledah barang bawaannya dan menemukan dua paket sabu seberat 11,2 gram yang diselipkan di antara barang-barang lain. Pelaku pun tidak bisa mengelak dan langsung diamankan sebelum akhirnya diserahkan ke Polres Pamekasan untuk proses hukum lebih lanjut.
Kalapas Narkotika Kelas IIA Pamekasan, Fathorrosi membenarkan kejadian tersebut.
"Benar kejadian tersebut (20/03/25). Yang bersangkutan memasukkan barang haram tersebut ke alat vital dengan cara dibungkus balon," jelasnya saat dihubungi, Kamis (21/3/25).
Fathorrosi menegaskan, pihaknya terus memperketat pengawasan di lapas untuk mencegah penyelundupan narkoba.
"Kami tidak akan mentoleransi segala bentuk upaya penyelundupan narkoba, baik oleh pengunjung maupun warga binaan sendiri. Pengawasan di Lapas terus kami perketat, dan petugas selalu siaga dalam mendeteksi modus-modus baru seperti ini," tegasnya.
Keberhasilan penggagalan ini merupakan hasil dari kewaspadaan petugas yang rutin melakukan pemeriksaan ketat terhadap setiap barang bawaan yang masuk ke dalam lapas.
Lapas Narkotika Kelas IIA Pamekasan juga telah berkoordinasi dengan Polres Pamekasan untuk penyelidikan lebih lanjut. "Pelaku beserta barang bukti telah diserahkan kepada kepolisian guna dilakukan penyelidikan dan pengembangan kasus," ujar Fathorrosi.
Ia menambahkan bahwa pihaknya terus bekerja sama dengan kepolisian dan pihak terkait lainnya untuk mengungkap jaringan di balik upaya penyelundupan ini.
"Tidak menutup kemungkinan ada pihak lain yang terlibat, dan kami akan berupaya semaksimal mungkin untuk memberantas peredaran narkoba di dalam lapas," tutupnya.