Kantor Wilayah (Kanwil) Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjenpas) Jawa Barat bersama jajaran melakukan Inspeksi Mendadak (Sidak) di Blok Hunian Lapas Garut [248] url asal
GARUT, iNewsGarut.id – Kantor Wilayah (Kanwil) Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjenpas) Jawa Barat bersama jajaran melakukan Inspeksi Mendadak (Sidak) di Blok Hunian Lapas Garut.
Sidak ini sebagai bagian dari Instruksi Kepala Kantor Wilayah Ditjen Pas Jawa Barat, guna mengevaluasi dan memastikan tidak ada barang terlarang di blok hunian dan meningkatkan Keamanan dan Ketertiban (Kamtib) di lingkungan Lapas Garut.
"Sidak ini bertujuan untuk mendeteksi dan mencegah masuknya barang terlarang, selain itu, sidak ini juga untuk memastikan bahwa setiap aspek operasional berjalan sesuai dengan aturan yang berlaku", Kata Sukarno Ali Kabid Pengamanan Perawaran dan Kepatuhan Internal, Jumat (7/2/2025).
Pada penggeledahan kali ini petugas difokuskan untuk mengeledah kamar hunian Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP).
"Warga hunian terlebih dulu diperikada oleh petugas sebelum dilakukan penggeledah kamar mereka seperti rak penempatan pakaian atau barang, peralatan makan, kamar mandi, ventilasi, dan kolong kamar," jelasnya.
Dalam penggeledahan kamar hunian tersebut tidak ditemukan adanya narkoba maupun handphone, hanya ditemukan barang-barang terlarang yang bisa berpotensi menimbulkan gangguan Kamtib seperti botol, kaleng, sendok dan korek api gas.
Sedangkan benda terlarang seperti Handphone dan sejenisnya ditemukan diarea luar blok hunian yang disembunyikan didalam plastik hitam dalam tong sampah dan gorong - gorong pembuangan air.
Sementra Kalapas Garut Rusdedy mengatakan adapun dari hasil temuan di lokasi lapas tersebut dituangkan dalam Berita Acara untuk selanjutnya dilakukan pemusnahan.
"Upaya ini diharapkan tercipta suasana yang aman dan kondusif bagi seluruh penghuni dan petugas. Melalui komitmen bersama, kita dapat meminimalkan potensi gangguan keamanan dan mewujudkan Lapas Garut jadi lebih baik" tamdasnya.
GARUT, iNewsGarut.id – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Garut mengadakan acara penandatanganan Pakta Integritas dan Komitmen Bersama, sebagai langkah mendukung program reformasi birokrasi yang dicanangkan pemerintah.
Kegiatan yang digelar di Aula Lapas Garut dan dihadiri oleh seluruh pegawai Lapas Garut, Rabu (22/1/2025) bertujuan untuk mewujudkan Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) dan Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM) pada lingkungan Lapas Garut.
"Kegiatan penandatanganan ini bukan hanya sekedar formalitas saja, tetapi merupakan langkah awal untuk memperkuat kolaborasi, meningkatkan dedikasi dan memastikan seluruh tugas dilaksanakan sesuai dengan aturan dan hati nurani," kata Anggi Mutiara selaku pembina apel saat membacakan sambutan Kalapas, saat di konfirmasi Jumat (24/1/2025).
Selain itu, penandatanganan perjanjian dan komitmen bersama ini untuk mewujudkan tata kelola pemerintahan yang baik transparan dan bermartabat. Dengan kegiatan ini, Lapas Garut menargetkan untuk meraih predikat WBK pada tahun ini.
"Ini menjadi awal dari perjalanan panjang. Namun dengan sinergitas dan kerja sama yang solid, kita yakin bisa mencapai apa yang ditargetkan," kata Anggi.
Ia berharap di Tahun 2025 ini seluruh jajaran petugas di Lingkungan Lembaga Pemasyarakatan Kelas II A Garut semakin termotivasi dalam mengemban tugas dan pekerjaanya.
"Semoga termotivasi untuk bekerja dengan penuh integritas, tanggung jawab, berdedikasi dan dapat berperan secara pro aktif untuk turut serta bersama - sama membangun Lapas Garut ke arah yang lebih baik lagi," tandasnya.
Petugas Lapas Garut menggeledah sel narapidana, menemukan 24 ponsel dan 9 senjata tajam. Upaya bersih dari barang terlarang terus dilakukan. [520] url asal
Petugas gabungan dari Lapas Garut, TNI-Polri hingga Pemda dan BNN menggeledah sel warga binaan di Lapas Garut. Hasilnya, petugas menemukan puluhan ponsel hingga pisau yang terbuat dari korek api.
Penggeledahan sel narapidana Lapas Garut yang berada di Jalan KH Hasan Arif, Banyuresmi, Garut ini, dilaksanakan pada Senin, (23/12/2024).
Menurut Kalapas Garut, Rusdedy, petugas gabungan tersebut dibagi ke dalam kelompok kecil dan menggeledah setiap kamar narapidana di berbagai blok yang ada di Lapas Garut.
Hasilnya, petugas menemukukan beragam barang terlarang. Mulai dari telepon genggam, power bank, hingga adaptor dan kartu perdana.
"Ditemukan 24 handphone, power bank, kabel data, headset, hingga senjata tajam," ungkap Rusdedy kepada wartawan.
Penggeledahan ini digelar dalam rangka siaga Nataru yang dicanangkan Lapas Garut. Menurut Rusdedy, pihaknya Ingin Lapas bersih dari pungli, ponsel terlarang dan narkoba, sebagai komitmen dari Lapas itu sendiri.
Selain itu, petugas juga menemukan sebanyak 9 senjata tajam dari dalam kamar warga binaan. Rata-rata, senjata tajam yang ditemukan merupakan senjata tajam rakitan.
Seperti dilihat detikJabar, salah satunya ada pisau yang dibuat dengan modifikasi. Yakni gagangnya terbuat dari korek gas hingga bungkus lem.
Senjata rakitan di sel napi Lapas Garut Foto: Hakim Ghani/detikJabar
"Ini ditemukan di dalam kamar warga binaan," katanya.
Rusdedy mengatakan, berdasarkan penelusuran pihaknya, barang-barang haram tersebut bisa masuk ke dalam Lapas diduga kuat atas bantuan orang dalam.
"Karena itu tadi saya menegaskan, kalau ada petugas yang main-main, berhadapan langsung dengan Kalapas. Di dalam ada yang bermain teman kita," katanya.
"Kita menargetkan 3 bukan ke depan mulai dari sekarang kita fokus akan pembenahan di internal. Kami sedang berupaya," ucap Rusdedy.
Selain membenahi internal, kata Rusdedy, pihaknya juga terus berupaya untuk melakukan tindakan pencegahan terhadap para warga binaan.
Salah satu upaya yang dilakukan untuk mengurangi peredaran barang haram seperti ponsel di lapas, adalah dengan cara menggencarkan pendidikan vokasi.
Lapas Garut saat ini diketahui memiliki beragam pendidikan vokasi. Mulai dari bidang keagamaan, seni budaya, hingga industri. Salah satu produk pendidikan vokasi dari Lapas Garut, pembuatan choir shade kini bahkan diekspor hingga luar negeri.
"Selain memberikan pendidikan dan penghasilan bagi warga binaan, karena ada preminya, tujuan dari kita adalah bagaimana caranya warga binaan memiliki kegiatan positif. Supaya hal-hal seperti peredaran HP ini bisa diminimalisir," pungkas Rusdedy.