Bupati Blora Arief Rohman menyesalkan aksi anarkis saat demonstrasi May Day. Ia mendesak penegakan hukum terhadap pelaku yang mencederai aksi damai buruh. [638] url asal
Bupati Blora Arief Rohman turut menyesalkan adanya kejadian anarkis yang dilakukan oleh oknum atau kelompok di tengah-tengah aksi demonstrasi May Day di Kantor Gubernur Jawa Tengah, Kota Semarang. Arief meminta pelaku diproses hukum.
"Hukum harus ditegakkan. Jika memang terbukti melakukan hal-hal yang melanggar hukum, kami mendorong pihak terkait untuk melakukan proses hukum, karena mencederai aksi damai yang di lakukan oleh para buruh," terangnya kepada awak media, Sabtu (3/5/2025).
Dia menyebut tindakan kelompok tersebut tentunya menodai perjuangan buruh saat demo 1 Mei. Jika ada oknum yang menyusup dalam aksi membuat kericuhan harus diproses secara hukum yang berlaku. Bupati yang kerap disapa Mas Arief berharap kericuhan tidak terjadi lagi.
"Kelompok-kelompok yang terbukti melakukan perusakan dan membuat ricuh agar bisa diproses secara hukum yang berlaku. Tentunya kami bersama forkopimda dalam hal ini Pak Kapolres, Pak Dandim tidak ingin hal hal tersebut terulang kembali," terangnya.
Dia mencontohkan serta mengapresiasi kepada para pekerja dan perusahaan di Blora yang telah menjaga hubungan yang harmonis pada perayaan May Day di Blora.
"Kalau dari Blora, May Day-nya adem ayem dan kondusif. Kami mengapresiasi para perusahaan yang sudah bekerja sama dengan para pekerjanya. Kami juga mengucapkan terima kasih kepada para pekerja karena telah berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi di Blora," ujarnya.
Lebih lanjut, Arief menegaskan komitmen Pemerintah Kabupaten Blora dalam mendukung kemajuan ekonomi daerah melalui kemudahan perizinan bagi investor dan juga kondusivitas wilayah.
"Semoga perekonomian Blora semakin membaik. Kami akan terus mendorong investasi di Blora dengan memberikan perizinan yang mudah," tambahnya.
Sementara itu, Kapolres Blora AKBP Wawan Andi Susanto melalui Kasi Humas Polres Blora AKP Gembong Widodo menyesalkan aksi kelompok diduga anarko yang melakukan tindak anarkis di tengah aksi demonstrasi May Day di Kantor Gubernur Jawa Tengah, Semarang,
"Kami ikut prihatin atas apa yang terjadi May Day di Kantor Gubernur. Kami sangat memahami bahwa aksi unjuk rasa dan penyampaian pendapat menjadi bagian penting dalam demokrasi. Untuk itulah teman-teman kami yang di sana tentu telah mempersiapkan sebaik-baiknya, agar May Day ini bisa digunakan sebaik-baiknya para buruh untuk menyuarakan aspirasinya," ujarnya.
Untuk diketahui, lanjut Gembong, Polda Jawa Tengah (Jateng) membubarkan kelompok diduga anarko yang mengganggu jalannya aksi damai Hari Buruh May Day 2025 di Semarang.
Petugas kepolisian di lapangan lalu mengimbau para buruh dan mobil komando dari aliansi buruh untuk masuk ke halaman lokasi aksi. Polisi melalui pengeras suara juga meminta pembubaran massa dengan tertib.
Setelah memastikan posisi aman bagi para buruh, pasukan Dalmas awal membentuk barisan di depan gerbang dan menyampaikan imbauan pembubaran massa secara tertib. Kendati demikian imbauan tersebut tidak diindahkan.
Sekelompok massa diduga anarko mengganggu aksi damai dengan merusak pagar pembatas jalan, melakukan vandalisme di aspal Jalan Pahlawan, dan terus melempari petugas dengan botol, batu, serta benda-benda berbahaya lainnya.
Namun, aksi tersebut dibalas dengan lemparan petasan dari arah kerumunan. Untuk mengurai dan mengendalikan situasi, polisi melakukan pergantian pasukan dengan lintas ganti PHH Brimob Polda Jateng yang menghalau massa menggunakan gas air mata ke arah kerumunan massa.
Kaburnya puluhan narapidana membuat kaget warga yang tengah membeli takjil di sekitar Lapas Kelas II B Kutacane, Kabupaten Aceh Tenggara. [174] url asal
Sebanyak 50 narapidana ramai-ramai kabur dari Lapas Kelas II B Kutacane, Kabupaten Aceh Tenggara, Aceh menjelang buka puasa, Senin (10/3).
Kaburnya puluhan narapidana itu sempat membuat warga yang beraktivitas di sekitar lapas kaget.
Kepala Kantor Wilayah Ditjen Pemasyarakatan Aceh Yan Rusmanto mengatakan total 50 narapidana yang kabur. Menurutnya, baru 12 orang yang ditangkap.
"Dari data saat ini yang kabur 50 orang dan yang belum tertangkap 38 orang," kata Yan Rusmanto saat dikonfirmasi, Senin (10/3) malam.
Saat ini pihaknya bersama aparat masih melakukan penyelidikan terkait kaburnya para narapidana tersebut untuk mengetahui apakah ada kelalaian dari petugas lapas atau tidak.
Jumlah narapidana yang menghuni lapas kelas II B Kutacane berjumlah 368 orang.
Di media sosial, beredar video detik-detik para narapidana kabur dari pintu gerbang masuk lapas lalu berhamburan lari ke jalan ke tengah kerumunan warga yang saat itu beraktivitas untuk membeli takjil.
Selain itu terlihat juga napi ada yang berusaha kabur lewat atap lapas. Kini, jalan lintas Kutacane-Medan ditutup sementara.
Beberapa aparat TNI dan Polri melakukan pengawalan di depan Lapas Kutacana.
Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjen PAS) menyatakan total ada 49 narapidana yang kabur dari Lapas Kutacane, Aceh Tenggara, Aceh, pada Senin (10/3). [170] url asal
Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjenpas) menyatakan total ada 49 narapidana yang kabur dari Lapas Kutacane, Aceh Tenggara, Aceh, pada Senin (10/3).
Humas Ditjenpas Rika Aprilianti mengatakan sebanyak 14 orang di antaranya telah menyerahkan diri atau kembali ditangkap. Sementara sisanya 35 narapidana masih dalam pengejaran petugas.
"WBP yang melarikan diri 49 orang, tertangkap kembali dan menyerahkan diri 14 orang. Sementara 35 orang masih dalam pengejaran," jelasnya dalam keterangan tertulis, Selasa (11/3).
Rika mengatakan insiden pelarian narapidana tersebut saat ini sedang ditangani oleh petugas Lapas dengan bantuan dari pihak Kepolisian, TNI, serta Pemda Aceh.
Ia menyebut Bupati Aceh Tenggara juga sudah hadir secara langsung untuk berdialog dengan warga binaan yang ada di Lapas Kutacane.
Sebelumnya beredar video para narapidana kabur dari pintu gerbang masuk Lapas lalu berhamburan lari ke jalan ke tengah kerumunan warga yang saat itu beraktivitas untuk membeli takjil.
Selain itu terlihat juga napi ada yang berusaha kabur lewat atap lapas. Kini, jalan lintas Kutacane-Medan ditutup sementara. Beberapa aparat TNI dan Polri melakukan pengawalan di depan Lapas Kutacana.