KOMPAS.com - Pertikaian yang sedang berlangsung antara Pangeran Harry, Meghan Markle, dan keluarga kerajaan Inggris tidak menunjukkan tanda-tanda akan mereda.
Duke dan Duchess of Sussex masih terlibat dalam pertikaian hukum dan kontroversi publik, yang semakin menjauhkan diri dari Raja Charles dan anggota keluarga kerajaan Inggris lainnya.
Komunikasi telah berkurang, dengan Pangeran Harry dan Meghan Markle mengejar agenda mereka sendiri sementara monarki mempertahankan sikap yang tertutup.
Ketegangan antara kedua belah pihak, yang diperburuk oleh tuntutan hukum, tuduhan yang menonjol, dan perselisihan keluarga, terus menarik perhatian dunia.
Sikap Raja Charles dan Tuduhan Tidak Bertindaknya Polisi
Menurut Daily Mail, skandal baru-baru ini yang melibatkan surat dari Pangeran Harry dan Meghan Markle telah membenarkan keputusan Raja Charles untuk tidak ikut campur dalam pertikaian hukum putranya.
Raja Charles dengan tegas menolak untuk mendukung upaya Pangeran Harry untuk mendapatkan kembali keamanan yang didanai pembayar pajak, sebuah keputusan yang awalnya dikritik oleh banyak orang tetapi sekarang tampaknya dapat dibenarkan.
Sementara itu, Kepolisian Metropolitan telah diselidiki karena diduga mengabaikan perintah pengadilan terkait kasus penyadapan telepon Pangeran Harry.
Meskipun Pangeran Harry memenangkan ganti rugi sebesar 150.000 poundsterling (Rp 3 miliar), kurangnya tindakan Scotland Yard telah memicu kemarahan publik.
Dengan menjauhkan diri dari drama-drama ini, Raja Charles menunjukkan keyakinannya bahwa melibatkan monarki hanya akan menambah kekacauan.
Pengejaran Paparazzi di New York
Pengejaran mobil paparazzi yang terkenal di New York pada Mei 2024 masih menjadi masalah yang kontroversial bagi Pangeran Harry dan Meghan Markle.
Duke dan Duchess menggambarkan insiden itu sebagai cobaan yang "hampir fatal", mengklaim bahwa para fotografer itu ceroboh dalam pengejaran mereka.
Namun, temuan NYPD bertentangan dengan klaim mereka, yang menyatakan bahwa tidak ada cedera atau tabrakan yang dilaporkan.
Frustrasi dengan tak adanya penangkapan, Pangerang Harry mengancam tindakan hukum terhadap NYPD, yang semakin memperburuk hubungannya dengan otoritas Amerika dan monarki Inggris.
Raja Charles tidak ikut campur dalam situasi tersebut, menghindari keterlibatan langsung dalam perjuangan hukum putranya yang sedang berlangsung.
Yang paling mengganggu Pangeran Harry adalah kematian ibunya, Putri Diana, saat melarikan diri dari paparazzi. Tidak diragukan lagi Pangeran Harry bahkan tidak dapat memikirkannya tanpa teringat ibunya.
Keluarga kerajaan Inggris menghadapi tahun yang tidak menentu. Raja Charles, yang berjuang melawan masalah kesehatan, tidak menunjukkan keinginan untuk memperbaiki hubungannya dengan Pangeran Harry.
Demikian pula, masalah kesehatan Kate Middleton sendiri telah membebani dinamika keluarga.
Meskipun ada harapan bahwa kesulitan pribadi dapat menyatukan kembali keluarga yang retak, "titik-titik kritis" yang mendasarinya, seperti tuntutan hukum Pangeran Harry dan kritik publik, masih belum terselesaikan.
Apakah rekonsiliasi mungkin terjadi, atau apakah perselisihan ini akan menentukan warisan monarki, masih harus dilihat.
Masalah Baru bagi Raja Charles karena Elon Musk?
Elon Musk pergi ke platform X (dulu Twitter) untuk berbicara tentang hubungan antara Jimmy Savile dan Raja Charles, yang telah kembali diawasi, terutama mengingat ruang lingkup kejahatan Savile, yang mencakup pelecehan terhadap ratusan orang di berbagai lembaga, termasuk rumah sakit tempat ia bekerja sebagai relawan.
Di Inggris, Jimmy Savile pernah menjadi tokoh televisi yang terkenal, dikenal karena memandu acara-acara seperti "Top of the Pops" dan "Jim'll Fix It" di BBC.
Namun setelah kematiannya pada tahun 2011, Savile secara anumerta terungkap sebagai salah satu predator seksual paling agresif di Inggris, dengan tuduhan pelecehan yang berlangsung selama enam dekade.
Hubungannya dengan Raja Charles III (saat itu Pangeran Charles) menjadi sangat kontroversial. Savile diketahui memiliki hubungan dekat dengan Charles, menasihatinya tentang hubungan masyarakat dan kegiatan amal.
Mereka bertukar surat selama lebih dari dua dekade, dengan Savile bahkan digambarkan sebagai penasihat tidak resmi, yang membantu memodernisasi citra publik kerajaan.