RI optimalkan skrining TBC di lapas atasi tingginya penularan
Wakil Menteri Kesehatan, Dante Saksono Harbuwono mengatakan tingkat penularan tuberkulosis (TBC) di lembaga pemasyarakatan (lapas) jauh lebih tinggi ... [426] url asal
Jakarta (ANTARA) - Wakil Menteri Kesehatan, Dante Saksono Harbuwono mengatakan tingkat penularan tuberkulosis (TBC) di lembaga pemasyarakatan (lapas) jauh lebih tinggi dibandingkan di lingkungan terbuka, sehingga pihaknya memastikan seluruh tahapan skrining hingga pemberian pengobatan berjalan optimal.
Dalam keterangan yang diterima di Jakarta, Rabu, dia mengatakan pihaknya dan Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kemen PPPA), Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan (Kemen Imipas), serta Kementerian Sosial (Kemensos) melakukan peninjauan proses pemeriksaan TBC dan pemeriksaan kesehatan gratis di Lapas Perempuan Kelas IIA Tangerang, Banten.
Dalam skrining ini, katanya, sebanyak 218 warga binaan di Lapas Perempuan Kelas IIA Tangerang menjalani pemeriksaan TBC dengan metode Active Case Finding, yang mencakup pemeriksaan rontgen dada dan Tes Cepat Molekuler (TCM) bagi yang diduga mengidap TBC.
“Kita hadir di sini untuk sebuah nilai kemanusiaan bahwa setiap hidup harus selalu diperhatikan, setiap harapan harus selalu diupayakan, termasuk upaya skrining kesehatan bagi ibu-ibu warga binaan,” ujar Dante.
Selain itu, kata dia, lapas adalah tempat dimana satu kamar diisi oleh banyak orang, dan jika ada satu orang tertular TBC, maka semua penghuni kamar harus diskrining. Oleh karena itu, warga binaan akan diskrining untuk menemukan kasus TBC.
Bagi yang terdiagnosis, katanya, segera diberikan pengobatan, sementara bagi yang tidak, dilakukan tindakan pencegahan.
Ada juga pemeriksaan kesehatan gratis melalui paket cepat yang mencakup 10 pemeriksaan, antara lain skrining merokok, status gizi, tingkat aktivitas fisik, tekanan darah, gula darah, TBC, penyakit paru obstruktif kronis (PPOK), kanker paru, kesehatan jiwa, dan geriatri.
"Mengingat sasaran adalah warga binaan perempuan, skrining juga meliputi IVA test, SADARI, serta tes cepat untuk HIV, Hepatitis B, dan Hepatitis C," ujarnya.
Dia berharap upaya skrining tersebut bermanfaat bagi ibu-ibu yang sedang dibina di lapas, sehingga usai pembinaan tersebut, mereka hidup di tengah masyarakat kembali sebagai warga negara yang sehat dengan hak yang setara dengan yang lainnya.
Wakil Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan, Silmi Karim menyoroti kondisi overcrowding atau jumlah orang yang melebihi kapasitas di lapas, sehingga risiko penularan TBC meningkat hingga 10 kali lipat dibandingkan masyarakat umum.
“Dengan kapasitas seharusnya 140 ribu orang, kini jumlah penghuni lapas mencapai 280 ribu. Ini membuat penularan penyakit sangat cepat, tidak hanya bagi warga binaan, tetapi juga petugas dan pengunjung,” ujar Silmi.
Dalam keterangan yang sama, Wakil Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Veronika Tan melihat program ini sebagai kesempatan bagi warga binaan untuk tetap produktif.
“Hari ini, selain skrining TBC, ada juga pemeriksaan IVA. Ini menjadi titik awal pemberdayaan perempuan agar mereka memiliki tekad untuk perubahan,” ujar Veronica.
Pewarta: Mecca Yumna Ning Prisie
Editor: Endang Sukarelawati
Copyright © ANTARA 2025
Wamenkes: Penyebaran TBC di Lapas miliki risiko 10 kali lebih tinggi
Wakil Menteri Kesehatan Dr. Dante Saksono mengatakan penyebaran TBC di lembaga pemasyarakatan (lapas) memiliki risiko 10 kali lebih tinggi sehingga perlu ... [344] url asal
Tangerang (ANTARA) - Wakil Menteri Kesehatan Dr. Dante Saksono mengatakan penyebaran TBC di lembaga pemasyarakatan (lapas) memiliki risiko 10 kali lebih tinggi sehingga perlu dilakukan penanganan hingga pencegahan.
“Jadi kami lakukan skrining kesehatan hari ini, baik skrining TBC, iva test hingga cek kesehatan tes secara umum,” kata Wamenkes Dr. Dante saat meninjau kegiatan Active Case Finding Tuberkulosis di Lapas Perempuan Kelas IIA Tangerang, Rabu.
Ia menjelaskan kegiatan skrining adalah upaya untuk memberikan pelayanan kesehatan secara merata serta mengidentifikasi kasus TBC pada kelompok berisiko dan salah satunya di dalam lembaga pemasyarakatan.
"Bahkan berdasarkan laporan, sekitar 80 persen warga binaan mengonsumsi obat pencegahan TBC,” katanya.
Berdasarkan hasil identifikasi provinsi, yang mencapai cakupan TBC terbaik ini adalah Provinsi Banten dan Kota Tangerang jadi salah satu wilayahnya.
“Diharapkan berbagai program yang ada di Tangerang ini bisa direplikasi ke daerah lain, sehingga proses identifikasi TBC bisa optimal,” kata Wamenkes RI.
Wali Kota Tangerang Sachrudin menerangkan berbagai program deteksi TBC di Kota Tangerang terus dimasifkan sebagai bagian dari upaya mengentaskan penyebaran kasus TBC di Kota Tangerang.
Misalnya saja Kader Asmara TBC dan Ransel TBC sehingga cakupan skrining mandiri lebih banyak lagi. Lalu perhatian terhadap kebutuhan sanitasi yang bersih dan kebutuhan gizi yang baik.
"Kami terus berikan yang terbaik kepada pasien TBC di Kota Tangerang,” ujar Wali Kota Sachrudin.
Kepala Dinas Kesehatan Kota Tangerang dr. Dini Anggraeni menuturkan sebanyak 280 warga binaan yang dilakukan skrining kesehatan gratis dan IVA Tes.
Pemkot Tangerang akan terus memaksimalkan skrining Active Case Finding TBC selama satu tahun ke depan. Selain itu, program Ransel TBC juga akan dimasifkan ke sekolah-sekolah.
Pemkot juga akan melakukan skrining sepekan dua kali menggunakan rontgen mobile dan Tes Cepat Molekuler untuk memastikan hasil skrining dari Ransel TBC.
Lalu apabila ditemukan kasus positif akan diberikan pengobatan hingga sembuh. Diharapkan, upaya itu dapat menurunkan angka prevalensi TBC.
"Tidak hanya di urusan kesehatan saja tetapi juga kolaborasi dalam lintas sektor seperti lingkungan, sosial ekonomi, dan keterlibatan masyarakat dalam menurunkan angka TBC," ujarnya.*
Pewarta: Achmad Irfan
Editor: Erafzon Saptiyulda AS
Copyright © ANTARA 2025
Tersangka Pemerasan PPDS Undip Belum Ditahan, Kuasa Hukum Khawatir
Kasus pemerasan di PPDS Undip melibatkan tiga tersangka, namun mereka belum ditahan. Keluarga korban khawatir barang bukti bisa hilang. Halaman all [415] url asal
#kasus-pemerasan #kemenkes #ppds-undip #taufik-eko-nugroho
(Kompas.com) 25/12/24 10:13
v/35828/
SEMARANG, KOMPAS.com - Ketua Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) Prodi Anestesi Universitas Diponegoro (Undip), Taufik Eko Nugroho, belum ditahan polisi meski telah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus pemerasan terhadap Dokter ARL.
Hal serupa berlaku bagi dua tersangka lainnya, yaitu SM, staf keuangan Undip, dan Z, dokter senior di program tersebut.
Kuasa hukum keluarga korban, Misyal Ahmad, menyatakan kekhawatirannya terkait hal tersebut.
"Jadi saya berharap untuk pihak polda untuk melakukan penahanan guna menjaga supaya tidak ada barang-barang lainnya yang bisa dihilangkan atau mereka mengulang kembali," ungkap Misyal saat dihubungi melalui telepon, Rabu (25/12/2024).
Misyah menegaskan, keluarga korban berhak mengajukan permohonan agar Polda Jawa Tengah segera menahan para tersangka.
"Yang dilakukan adalah kejahatan yang mengkhawatirkan, yang dapat menghilangkan barang bukti mengingat prosesnya cukup lama," tambahnya.
Sebelumnya, Kabid Humas Polda Jawa Tengah, Kombes Pol Artanto, mengonfirmasi bahwa hingga saat ini ketiga tersangka belum ditahan.
"Belum, karena pertimbangan penyidik. Nanti penyidik yang menjelaskan," kata Artanto di Mapolda Jawa Tengah, Selasa (24/12/2024).
Dia menegaskan, penyidikan telah berlangsung sesuai prosedur.
"Belum, karena pertimbangan penyidik. Nanti penyidik yang menjelaskan," tambahnya.
Ketiga tersangka dijerat dengan Pasal 368 ayat (1) KUHP tentang Tindak Pidana Pemerasan, Pasal 378 KUHP tentang Tindak Pidana Penipuan, dan Pasal 355 ayat (1) KUHP, dengan ancaman hukuman maksimal 9 tahun.
"Total barang bukti yang diamankan adalah Rp 97.077.500, uang hasil dari semua rangkaian peristiwa tersebut," ungkap Artanto.
Sebagai informasi, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) telah menghentikan praktik PPDS Anestesi FK Undip di RSU Kariadi Semarang setelah meninggalnya dokter ARL.
Kemenkes juga menghentikan praktik klinis Dekan FK Undip, Yan Wisnu Prajoko, di RSUP Dr Kariadi.
FK Undip dan RSUP Dr Kariadi Semarang mengakui adanya perundungan yang menimpa korban selama menempuh perkuliahan.
Saat ini, pihak keluarga korban telah melaporkan sejumlah senior korban ke Polda Jateng. Laporan langsung dilayangkan Nuzmatun Malinah, ibunda korban.
Peringati Hari HAM, APRIL Group Tingkatkan Akses Kesehatan dan Pendidikan Anak-anak di Riau
APRIL 2030 mendukung pemerintah dalam mencapai Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) 2030 Halaman all [930] url asal
#ham #hak-asasi-manusia #unicef #kemenkes #stunting #rapp #april-group #april #hari-hak-asasi-manusia
(Kompas.com) 12/12/24 14:33
v/24384/
KOMPAS.com - Hari Hak Asasi Manusia (HAM) mengingatkan para pemangku kepentingan bahwa setiap orang berhak hidup dalam keadilan dan kesejahteraan tanpa diskriminasi. Pada 2024, Hari HAM Sedunia mengusung tema “Hak-Hak Kita, Masa Depan Kita, Saat Ini".
Melalui tema tersebut, peringatan HAM menekankan pentingnya penghormatan terhadap hak asasi manusia sebagai fondasi untuk membangun masyarakat yang lebih baik, terutama untuk anak-anak.
Sayangnya, masih banyak anak-anak yang kekurangan hak dasar, seperti akses kesehatan dan pendidikan yang layak.
Berdasarkan laporan tahunan UNICEF pada 2023, lebih dari setengah juta anak Indonesia belum menerima imunisasi dasar. Masih dari laporan yang sama, satu dari lima balita di Indonesia mengalami stunting. Hal ini membuat stunting masih menjadi masalah utama dalam permasalahan gizi anak.
Selain itu, Kementerian Kesehatan pada awal 2024 melaporkan bahwa lebih dari 1,8 juta anak di Indonesia belum mendapatkan dosis imunisasi sepanjang 2011-2023. Jumlah anak yang tidak mendapatkan imunisasi bertambah setengah juta anak pada 2023.
Isu tersebut menjadi perhatian utama APRIL Group, produsen pulp dan kertas yang beroperasi di Pangkalan Kerinci, Riau.
Melalui program APRIL2030, APRIL Group mendukung pemerintah dalam mencapai Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) 2030.
Inisiatif tersebut dilakukan dengan meningkatkan akses layanan kesehatan dan mengurangi prevalensi stunting hingga 50 persen di desa sekitar area operasional di Riau serta dukungan bagi pendidikan bermutu.
Untuk mewujudkan visi tersebut, APRIL Group menyelenggarakan bakti sosial dalam rangkaian acara RGE Founder’s Day 2024 di Estate Pelalawan, Provinsi Riau, Sabtu (30/11/2024). Kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari Kebijakan Hak Asasi Manusia APRIL yang diluncurkan pada 2022.
Sebagai bagian dari komitmennya, APRIL melakukan Human Rights Impact Assessment (HRIA) pada September 2022, Inisiatif ini mengidentifikasi dua isu penting, yakni terkait perlindungan anak dan potensi pekerja anak.
Dalam acara tersebut, APRIL memberikan bantuan imunisasi dan pemberian makanan tambahan (PMT) kepada anak-anak serta keluarga kontraktor yang bekerja di area konsesi APRIL dan mitranya. Sebelumnya, kegiatan serupa rutin dilaksanakan untuk anak pekerja APRIL.
Legal Compliance, Conservation, and Human Rights Head RAPP Inra Gunawan mengatakan, APRIL Group berkomitmen memberikan akses kesehatan dan pendidikan kepada pekerja dan keluarganya dengan menjunjung prinsip “Tidak Ada Anak yang Tertinggal”.
“Melalui kegiatan tersebut, kami memperluas komitmen dengan melibatkan kontraktor dan keluarga kontraktor,” ujar Inra dalam siaran tertulis yang diterima Kompas.com, Rabu (11/12/2024).
Imunisasi dan pemberian makanan tambahan
Salah satu kegiatan utama dalam RGE Founder’s Day 2024 adalah imunisasi dasar lengkap bagi anak-anak usia 0-2 tahun. Kegiatan ini penting dilakukan mengingat banyaknya anak-anak tinggal di wilayah yang jauh dari fasilitas kesehatan.
Untuk memastikan anak-anak mendapatkan imunisasi tepat waktu, perusahaan melakukan imunisasi kejar serentak di 27 estate di Riau. Inisiatif ini bertujuan untuk memberikan akses layanan kesehatan yang setara bagi semua anak.
Selain imunisasi, kegiatan tersebut juga meliputi PMT untuk mencegah stunting dan kekurangan gizi pada anak-anak usia 0-5 tahun. Kegiatan ini diharapkan dapat memberikan dukungan pada upaya pengendalian stunting di Provinsi Riau.
DOK. APRIL Group. APRIL Group mendukung pemerintah dalam mencapai Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) 2030.Pada RGE Founder’s Day 2024, APRIL Group juga meresmikan pembangunan daycare untuk estate Pelalawan North. Pembangunan daycare ini bertujuan untuk menyediakan tempat perawatan yang aman bagi anak-anak pekerja ketika orang tuanya bekerja di area konsesi.
Sepanjang 2024, APRIL telah membangun 3 daycare permanen, 7 mobile daycare, serta 7 mobile classroom yang tersebar di sejumlah estate APRIL, mulai dari Pelalawan, Teso, Pulau Padang, Meranti, hingga mitra.
Pemberian imunisasi dan PMT mendapat apresiasi dari Dinas Kesehatan Kabupaten Pelalawan. Pasalnya, kegiatan ini berkontribusi dalam meningkatkan capaian imunisasi serta pencegahan dan pengendalian stunting di Provinsi Riau.
Kepala Bidang P2P Dinas Kesehatan (Dinkes) Pelalawan Drg Aulia Rachman Khalid mengatakan, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pelalawan melalui Dinkes Pelawan mengapresiasi unit bisnis APRIL Group, PT Riau Andalan Pulp and Paper (RAPP), yang telah menggelar imunisasi bagi anak-anak para kontraktor pada kegiatan RGE Founder’s Day.
Menurutnya, kegiatan tersebut dapat menambah capaian imunisasi di Provinsi Riau.
“Selain imunisasi, PMT juga sangat baik untuk mencegah kekurangan nutrisi dan stunting,” kata Drg Aulia.
Dukungan terhadap pendidikan
Selain membangun daycare untuk anak usia dini, APRIL juga mendukung program wajib belajar bagi anak usia 6-15 tahun dengan mendirikan sekolah non-formal berijazah.
Inisiatif tersebut dilakukan untuk memberikan akses pendidikan dasar sebelum mereka melanjutkan pendidikan formal di jenjang yang lebih tinggi.
Selain itu, APRIL juga meresmikan sekolah asrama SMP Global Andalan (kelas jauh) untuk anak-anak kontraktor yang berada di area operasional perusahaan pada Founder’s Day 2024.
Sistem boarding tersebut memberikan kesempatan bagi mereka untuk dapat melanjutkan sekolah formal tanpa harus mengkhawatirkan jarak.
Salah satu siswa sekolah tersebut, Rain Jerrih Nababan, mengaku mengalami kesulitan dalam mengakses sekolah karena rumahnya jauh. Untuk mencapai sekolah terdekat, ia harus naik speedboat sekitar 40 menit kemudian dilanjutkan dengan bus.
“Kalau tidak ada sekolah asrama itu, saya kesulitan untuk menuju lokasi sekolah,” kata Rain.
DOK. APRIL Group. APRIL Group mendukung pemerintah dalam mencapai Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) 2030.Rain mengaku, fasilitas di SMP Global Andalan mampu menunjang aktivitas belajar. Selain fasilitas, sekolah asrama ini juga memberikan life skill yang melatih siswa untuk lebih mandiri, seperti berkebun, memelihara ikan hingga memasak.
“Saya berharap, bantuan ini dapat mewujudkan cita-cita saya untuk sekolah lebih tinggi dan bekerja sebagai karyawan RAPP,” ujarnya.
Melalui program SMP boarding, APRIL berencana mengarahkan siswa untuk melanjutkan pendidikan ke sekolah kehutanan dan pertanian. Program ini diharapkan dapat mendukung terciptanya pendidikan berkelanjutan bagi anak-anak kontraktor yang telah berkontribusi pada operasional APRIL.
Sebagai informasi, rangkaian kegiatan tersebut merupakan bagian dari komitmen satu dekade APRIL2030 dalam pilar Kemajuan Inklusif.
Komitmen tersebut bertujuan memberdayakan masyarakat melalui prakarsa transformatif. Salah satunya, dengan mendukung pendidikan berkualitas di sekitar area operasional untuk membangun masa depan yang lebih baik.
Peringati Hari HAM, APRIL Group Tingkatkan Akses Kesehatan dan Pendidikan Anak-anak di Riau
APRIL 2030 mendukung pemerintah dalam mencapai Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) 2030 Halaman all [930] url asal
#ham #hak-asasi-manusia #unicef #kemenkes #stunting #rapp #april-group #april #hari-hak-asasi-manusia
(Kompas.com) 12/12/24 14:33
v/24444/
KOMPAS.com - Hari Hak Asasi Manusia (HAM) mengingatkan para pemangku kepentingan bahwa setiap orang berhak hidup dalam keadilan dan kesejahteraan tanpa diskriminasi. Pada 2024, Hari HAM Sedunia mengusung tema “Hak-Hak Kita, Masa Depan Kita, Saat Ini".
Melalui tema tersebut, peringatan HAM menekankan pentingnya penghormatan terhadap hak asasi manusia sebagai fondasi untuk membangun masyarakat yang lebih baik, terutama untuk anak-anak.
Sayangnya, masih banyak anak-anak yang kekurangan hak dasar, seperti akses kesehatan dan pendidikan yang layak.
Berdasarkan laporan tahunan UNICEF pada 2023, lebih dari setengah juta anak Indonesia belum menerima imunisasi dasar. Masih dari laporan yang sama, satu dari lima balita di Indonesia mengalami stunting. Hal ini membuat stunting masih menjadi masalah utama dalam permasalahan gizi anak.
Selain itu, Kementerian Kesehatan pada awal 2024 melaporkan bahwa lebih dari 1,8 juta anak di Indonesia belum mendapatkan dosis imunisasi sepanjang 2011-2023. Jumlah anak yang tidak mendapatkan imunisasi bertambah setengah juta anak pada 2023.
Isu tersebut menjadi perhatian utama APRIL Group, produsen pulp dan kertas yang beroperasi di Pangkalan Kerinci, Riau.
Melalui program APRIL2030, APRIL Group mendukung pemerintah dalam mencapai Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) 2030.
Inisiatif tersebut dilakukan dengan meningkatkan akses layanan kesehatan dan mengurangi prevalensi stunting hingga 50 persen di desa sekitar area operasional di Riau serta dukungan bagi pendidikan bermutu.
Untuk mewujudkan visi tersebut, APRIL Group menyelenggarakan bakti sosial dalam rangkaian acara RGE Founder’s Day 2024 di Estate Pelalawan, Provinsi Riau, Sabtu (30/11/2024). Kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari Kebijakan Hak Asasi Manusia APRIL yang diluncurkan pada 2022.
Sebagai bagian dari komitmennya, APRIL melakukan Human Rights Impact Assessment (HRIA) pada September 2022, Inisiatif ini mengidentifikasi dua isu penting, yakni terkait perlindungan anak dan potensi pekerja anak.
Dalam acara tersebut, APRIL memberikan bantuan imunisasi dan pemberian makanan tambahan (PMT) kepada anak-anak serta keluarga kontraktor yang bekerja di area konsesi APRIL dan mitranya. Sebelumnya, kegiatan serupa rutin dilaksanakan untuk anak pekerja APRIL.
Legal Compliance, Conservation, and Human Rights Head RAPP Inra Gunawan mengatakan, APRIL Group berkomitmen memberikan akses kesehatan dan pendidikan kepada pekerja dan keluarganya dengan menjunjung prinsip “Tidak Ada Anak yang Tertinggal”.
“Melalui kegiatan tersebut, kami memperluas komitmen dengan melibatkan kontraktor dan keluarga kontraktor,” ujar Inra dalam siaran tertulis yang diterima Kompas.com, Rabu (11/12/2024).
Imunisasi dan pemberian makanan tambahan
Salah satu kegiatan utama dalam RGE Founder’s Day 2024 adalah imunisasi dasar lengkap bagi anak-anak usia 0-2 tahun. Kegiatan ini penting dilakukan mengingat banyaknya anak-anak tinggal di wilayah yang jauh dari fasilitas kesehatan.
Untuk memastikan anak-anak mendapatkan imunisasi tepat waktu, perusahaan melakukan imunisasi kejar serentak di 27 estate di Riau. Inisiatif ini bertujuan untuk memberikan akses layanan kesehatan yang setara bagi semua anak.
Selain imunisasi, kegiatan tersebut juga meliputi PMT untuk mencegah stunting dan kekurangan gizi pada anak-anak usia 0-5 tahun. Kegiatan ini diharapkan dapat memberikan dukungan pada upaya pengendalian stunting di Provinsi Riau.
DOK. APRIL Group. APRIL Group mendukung pemerintah dalam mencapai Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) 2030.Pada RGE Founder’s Day 2024, APRIL Group juga meresmikan pembangunan daycare untuk estate Pelalawan North. Pembangunan daycare ini bertujuan untuk menyediakan tempat perawatan yang aman bagi anak-anak pekerja ketika orang tuanya bekerja di area konsesi.
Sepanjang 2024, APRIL telah membangun 3 daycare permanen, 7 mobile daycare, serta 7 mobile classroom yang tersebar di sejumlah estate APRIL, mulai dari Pelalawan, Teso, Pulau Padang, Meranti, hingga mitra.
Pemberian imunisasi dan PMT mendapat apresiasi dari Dinas Kesehatan Kabupaten Pelalawan. Pasalnya, kegiatan ini berkontribusi dalam meningkatkan capaian imunisasi serta pencegahan dan pengendalian stunting di Provinsi Riau.
Kepala Bidang P2P Dinas Kesehatan (Dinkes) Pelalawan Drg Aulia Rachman Khalid mengatakan, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pelalawan melalui Dinkes Pelawan mengapresiasi unit bisnis APRIL Group, PT Riau Andalan Pulp and Paper (RAPP), yang telah menggelar imunisasi bagi anak-anak para kontraktor pada kegiatan RGE Founder’s Day.
Menurutnya, kegiatan tersebut dapat menambah capaian imunisasi di Provinsi Riau.
“Selain imunisasi, PMT juga sangat baik untuk mencegah kekurangan nutrisi dan stunting,” kata Drg Aulia.
Dukungan terhadap pendidikan
Selain membangun daycare untuk anak usia dini, APRIL juga mendukung program wajib belajar bagi anak usia 6-15 tahun dengan mendirikan sekolah non-formal berijazah.
Inisiatif tersebut dilakukan untuk memberikan akses pendidikan dasar sebelum mereka melanjutkan pendidikan formal di jenjang yang lebih tinggi.
Selain itu, APRIL juga meresmikan sekolah asrama SMP Global Andalan (kelas jauh) untuk anak-anak kontraktor yang berada di area operasional perusahaan pada Founder’s Day 2024.
Sistem boarding tersebut memberikan kesempatan bagi mereka untuk dapat melanjutkan sekolah formal tanpa harus mengkhawatirkan jarak.
Salah satu siswa sekolah tersebut, Rain Jerrih Nababan, mengaku mengalami kesulitan dalam mengakses sekolah karena rumahnya jauh. Untuk mencapai sekolah terdekat, ia harus naik speedboat sekitar 40 menit kemudian dilanjutkan dengan bus.
“Kalau tidak ada sekolah asrama itu, saya kesulitan untuk menuju lokasi sekolah,” kata Rain.
DOK. APRIL Group. APRIL Group mendukung pemerintah dalam mencapai Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) 2030.Rain mengaku, fasilitas di SMP Global Andalan mampu menunjang aktivitas belajar. Selain fasilitas, sekolah asrama ini juga memberikan life skill yang melatih siswa untuk lebih mandiri, seperti berkebun, memelihara ikan hingga memasak.
“Saya berharap, bantuan ini dapat mewujudkan cita-cita saya untuk sekolah lebih tinggi dan bekerja sebagai karyawan RAPP,” ujarnya.
Melalui program SMP boarding, APRIL berencana mengarahkan siswa untuk melanjutkan pendidikan ke sekolah kehutanan dan pertanian. Program ini diharapkan dapat mendukung terciptanya pendidikan berkelanjutan bagi anak-anak kontraktor yang telah berkontribusi pada operasional APRIL.
Sebagai informasi, rangkaian kegiatan tersebut merupakan bagian dari komitmen satu dekade APRIL2030 dalam pilar Kemajuan Inklusif.
Komitmen tersebut bertujuan memberdayakan masyarakat melalui prakarsa transformatif. Salah satunya, dengan mendukung pendidikan berkualitas di sekitar area operasional untuk membangun masa depan yang lebih baik.