KOMPAS.com - Presiden RI Prabowo Subianto menunjuk Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi sebagai Juru Bicara (Jubir) Presiden pada Kamis (17/4/2025).
Prasetyo menyampaikan, penunjukan ini berkaitan dengan tugas dan fungsinya sebagai Mensesneg.
Namun, ia memastikan bahwa penunjukan ini tidak diikuti oleh pelantikan.
"Enggak, enggak perlu dilantik. Kita semua diharapkan menjadi juru bicara ya, terutama kalau saya posisi sebagai Mensesneg diminta juga untuk ikut aktif," kata Prasetyo, kepada wartawan, dikutip dari Kompas.com.
Lalu, seperti apa profil Prasetyo Hadi selengkapnya?
Dilansir dari situs resmi Kementerian Sekretariat Negara (Setneg), Prasetyo Hadi adalah pejabat kelahiran Ngawi pada 28 Oktober 1979.
Semasa kecil, ia menempuh pendidikan dasar di SD Katolik Santo Yosef pada 1986-1992.
Ia kemudian melanjutkan studi ke jenjang pendidikan menengah pertama di SMP Negeri 2 Ngawi pada 1992-1995.
Setelah tamat SMP, Prasetyo Hadi memilih melanjutkan di sekolah kedinasasan yakni SMA Taruna Nusantara pada 1995-1998.
Rampung dalam tiga tahun, Prasetya Hadi menyambung studi ke jenjang sarjana di jurusan Konservasi Sumberdaya Hutan, Universitas Gadjah Mada (UGM) pada 1999-2006.
Di dunia politik, Prasetyo tercatat mulai mengemban amanah sebagai Ketua Organisasi, Kaderisasi, dan Keanggotaan Dewan Pengurus Pusat (DPP) Partai Gerindra (Gerakan Indonesia Raya) pada 2008.
Dalam kepengurusannya, Prasetyo aktif membentuk beragam program strategis dalam partai.
Karier politik Prasetyo mencapai puncaknya saat dilantik menjadi anggota DPR RI pada 1 September 2020 menggantikan Harry Poernomo.
Kontribusinya di tahun tersebut cukup mengangkat nama baik Partai Gerindra.
Prasetyo juga pernah menjabat sebagai Komisi II di DPR RI yang membidangi berbagai isu penting, seperti pemerintahan dalam negeri, otonomi daerah, reformasi birokrasi, pemilu, pertanahan, dan reforma agraria.
Pada Pemilu Legislatif 2019, Prasetyo ikut berkontestasi dalam pemilu legislatif DPR RI.
Prasetyo mendapatkan Daerah Pemilihan (Dapil) Jawa Tengah VI yang mencakup wilayah Kota Magelang, Kabupaten Magelang, Wonosobo, Temanggung, dan Purworejo.
Dengan menggunakan kendaraan politik Partai Gerindra, Prasetyo mampu memperoleh 34.522 suara sah dan terpilih sebagai Anggota DPR pada periode tahun 2019-2024.
Di luar bidang politik, Prasetyo tercatat pernah menjabat sebagai Komisaris PT Sentra Strategis Indonesia pada tahun 2014-2020.
Prasetyo bertanggung jawab pada pemberian solusi strategis untuk instansi, baik pemerintah maupun swasta. Selain itu, Prasetyo juga pernah menjabat sebagai Direktur Utama PT Tusam Hutani Lestari.
Pada 21 Oktober 2024, ia dilantik sebagai Menteri Sekretaris Negara oleh Presiden Prabowo Subianto, dengan masa jabatan 2024-2029.
Pada Kamis ini, Hadi menyampaikan, sejatinya tugasnya sebagai juru bicara Presiden Prabowo tidak ada bedanya dengan tugas Kantor Komunikasi Kepresidenan (PCO) yang dikepalai Hasan Nasbi.
"Enggak ada (bedanya), semua bareng. PCO tetap. Nah, kita tetap diminta untuk membantu gitu," beber Prasetyo.
Penunjukkan Hadi ini nyatanya terjadi ketika Hasan Nasbi baru-baru ini menjadi sorotan publik karena komunikasinya yang dinilai buruk.
Salah satunya ketika ia mengomentari teror pengiriman kepala babi ke kantor Tempo dengan menyarankan agar kepala babi tersebut dimasak saja. Pernyataan Hasan Nasbi itu menjadi diskursus karena dia merupakan representasi pernyataan Presiden Prabowo.
Hasan Nasbi sendiri telah menepis kabar yang menyebut ia mundur dari jabatan kepala Kantor Komunikasi Kepresidenan atau PCO.
Hasan menyatakan, ia tetap berkantor seperti biasa di tengah isu pengunduran diri.
(Sumber: Kompas.com/Fika Nurul Ulya | Editor: Robertus Belarminus)