JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Hak Asasi Manusia (HAM) Natalius Pigai menceritakan pengalamannya saat menghadiri prosesi pemakaman Paus Fransiskus di Vatikan pada Sabtu (26/4/2025) lalu.
Natalius mengatakan, tidak menyangka Presiden Prabowo Subianto menunjuknya sebagai utusan khusus presiden untuk menghadiri momentum langka tersebut.
"Saya terus terang tidak menyangka Bapak Presiden menunjuk saya sebagai salah satu utusan khusus presiden untuk menghadiri upacara kematian Bapa Suci Sri Paus Fransiskus," kata Natalius saat dihubungi Kompas.com, Minggu (27/4/2025).
Natalius mengatakan, prosesi pemakaman Sri Paus merupakan momen yang sangat emosional secara batiniah sebagai seorang umat Katolik.
Ia mengatakan, tak akan pernah lupa pengalaman emosional tersebut.
"Ini momentum yang langka dan sangat emosional secara batiniah dan tidak akan pernah saya lupa sebagai seorang penganut Katolik Roma," ujarnya.
Sebelumnya, Menteri Hak Asasi Manusia (HAM) Natalius Pigai bersama Wakil Menteri Keuangan Thomas Djiwandono, Presiden RI ke-7 Joko Widodo (Jokowi), dan mantan Menteri ESDM Ignasius Jonan menghadiri prosesi pemakaman Sri Paus Fransiskus di Vatikan pada Sabtu (26/4/2025).
Natalius Pigai menyampaikan, kehadiran mereka merupakan bentuk penghormatan dari Pemerintah Indonesia yang diwakili langsung oleh utusan Presiden Prabowo Subianto.
“Kami semua yang diutus oleh Bapak Presiden sudah berada di Roma sejak hari Jumat kemarin. Saya sendiri tiba di Roma sejak hari Kamis, sementara Pak Jokowi, Pak Thomas, dan Pak Ignasius Jonan tiba pada hari Jumat,” kata Pigai dalam keterangan tertulis, Sabtu.
Semua delegasi Indonesia menginap di hotel yang sama dan berada di lantai yang sama di Kota Roma.
Mereka juga telah melakukan sejumlah pertemuan, antara lain dengan Duta Besar Indonesia untuk Vatikan dan Italia.
“Kami difasilitasi penuh oleh staf dari Kementerian Sekretariat Negara,” kata Pigai.
Pigai mengatakan, dirinya bersama Ignasius Jonan dan Thomas Djiwandono menghadiri Misa di Basilika Santo Petrus pada Jumat (25/4/2025).
Hari ini, agenda utama mereka adalah mengikuti Upacara Penghormatan Terakhir kepada Sri Paus Fransiskus di Vatikan, bersama para pemimpin negara dari seluruh dunia.
Delegasi Indonesia termasuk dalam tamu resmi kenegaraan yang mendapatkan kehormatan untuk menghadiri prosesi tersebut.
Adapun keberangkatan menuju Basilika Santo Petrus dijadwalkan pada pukul 07.30 waktu setempat.
Para pria diwajibkan mengenakan jas hitam, dasi hitam, dan peci, sedangkan para wanita mengenakan busana formal.
Misa pemakaman diperkirakan berlangsung mulai pukul 10.00 hingga 12.00 waktu setempat.