JAKARTA, investor.id - Pemerintah Indonesia menargetkan investasi tahun 2025 mencapai Rp 1.905 triliun, lebih tinggi dari target tahun 2024 yang sebesar Rp 1.650 triliun. Kenaikan tersebut bagian dari upaya pemerintah mendapatkan investasi senilai Rp 13.032 triliun dalam rentang 2025-2029. Hal ini untuk mendukung pertumbuhan ekonomi sebesar 8% pada tahun 2029 mendatang.
Wakil Ketua Umum Koordinator Bidang Investasi, Hilirisasi, dan Lingkungan Hidup Kadin Indonesia Bobby Gafur Umar menyambut baik rencana tersebut.
Ia mewakili Kadin Indonesia optimis bahwa saat ini iklim investasi di Indonesia sudah lebih baik dibandingkan sebelumnya. Meski demikian, Bobby mengatakan bahwa masih ada beberapa perbaikan yang harus segera dilakukan untuk mengejar target investasi tersebut.
"Kuncinya adalah bagaimana Indonesia bisa menciptakan iklim investasi yang kondusif. Ini termasuk memudahkan investasi dan meningkatkan daya tarik seperti insentif,” terang Bobby kepada B Universe secara daring, Kamis (30/1/2025).
Bobby mencontohkan, insentif yang dapat diberikan berupa tax holiday dan insentif fiskal lainnya yang dapat dibantu oleh pemerintah. Menurutnya, kemudahan mendapatkan lahan untuk kawasan industri juga penting.
Bobby melihat, saat ini negara-negara ASEAN tengah berlomba untuk menciptakan iklim investasi seideal mungkin untuk menarik dana asing masuk ke negaranya. Indonesia tidak boleh lengah dalam memitigasi faktor-faktor yang dapat membuat investor "kabur".
"Yang paling dikhawatirkan adalah bagaimana investor melihat negara lain lebih ideal. Ini yang kadang masih menjadi faktor utama,” imbuhnya.
Dikatakan Bobby, faktor kepastian hukum juga penting diperhatikan, selain faktor finansial dan ekonomi.
“Indonesia mesti memperlihatkan, apabila sudah ada investasi yang tercatat di Indonesia, maka harus dijamin keberlanjutannya dan secara ekonomi tetap memberikan kepastian investasi itu bisa kembali kepada investornya. Nah ini Indonesia masih lebih banyak berbenah diri di sini," tambah Bobby.
Di sisi lain, Kadin Indonesia mengapresiasi upaya pemerintah yang gencar melakukan promosi investasi. Presiden Prabowo Subianto bahkan melakukan hal itu bersama kabinetnya saat lawatan ke luar negeri beberapa waktu lalu.
"Presiden dan Menteri Investasi sudah sangat bagus, keliling ke beberapa negara dari bulan Desember. Ada acara G20, acara APEC, sebelumnya ke Tiongkok, ke Amerika juga, kemudian ke Middle East, dan berakhir ke Malaysia, serta India. Tapi yang utama itu adalah negara-negara yang berpotensi masuk sebagai investor di Indonesia," ujar Bobby.
Editor: Maswin (maswin.investorID@gmail.com)
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
Baca Berita Lainnya di Google News