Serba-serbi Hari Bhakti Pemasyarakatan ke-61 Tahun 2025
Hari Bhakti Pemasyarakatan dijadikan sebagai media evaluasi untuk memperkokoh komitmen insan pemasyarakatan dalam mewujudkan tujuan sistem pemasyarakatan. [307] url asal
#hari-bhakti-pemasyarakatan #hari-bhakti-pemasyarakatan-2025 #hari-bhakti-pemasyarakatan-27-april #insan-pemasyarakatan #tindak-pidana #tindak #prof #bhakti-pemasyarakatan #binaan-pemasyarakatan #pengejawantaha
Jakarta - Hari Bhakti Pemasyarakatan jatuh pada tanggal 27 April dan tahun ini merupakan peringatan ke-61. Hari ini sudah diperingati sejak tahun 1964.
Apa tema Hari Bhakti Pemasyarakatan 2025? Berikut ulasannya.
Tema Hari Bhakti Pemasyarakatan 2025
Dilansir situs Ditjen Pemasyarakatan, Hari Bhakti Pemasyarakatan 2025 mengusung tema "Pemasyarakatan Pasti Bermanfaat untuk Masyarakat". Hari Bhakti Pemasyarakatan dijadikan sebagai media evaluasi untuk memperkokoh komitmen seluruh insan pemasyarakatan dalam mewujudkan tujuan dari sistem pemasyarakatan.
Asal-usul Istilah Pemasyarakatan
Istilah "Pemasyarakatan" pertama kali diperkenalkan pada tanggal 5 Juli 1963 melalui pidato "Pohon Beringin Pengayoman" oleh Prof. Sahardjo, S.H selaku Menteri Kehakiman saat itu.
Sistem Pemasyarakatan dideklarasikan sebagai pengganti Sistem Kepenjaraan pada tanggal 27 April 1964 dalam Konferensi Jawatan Kepenjaraan yang dilaksanakan di Lembang, Bandung. Pemasyarakatan dalam konferensi tersebut dinyatakan sebagai suatu sistem perlakuan terhadap para pelanggar hukum dan sebagai pengejawantahan keadilan yang bertujuan untuk mencapai reintegrasi sosial atau pulihnya kesatuan hubungan hidup, kehidupan dan penghidupan Warga Binaan Pemasyarakatan.
Sistem Pemasyarakatan disahkan melalui Undang-Undang Nomor 12 Tahun 1995 tentang Pemasyarakatan sehingga menjadikan pelaksanaan Sistem Pemasyarakatan semakin baik. Seiring berjalannya waktu, tuntutan tugas Pemasyarakatan sebagai bagian dari sistem peradilan pidana harus dapat merespon dinamika sosial dengan melakukan perubahan Undang-Undang Pemasyarakatan.
Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2022 tentang Pemasyarakatan telah menjawab perluasan peran dan tanggung jawab dalam memberikan perlakuan terhadap tersangka, terdakwa, dan terpidana, yaitu perlakuan sejak proses peradilan sampai dengan menjalankan pidana berdasarkan putusan pengadilan yang telah memperoleh kekuatan hukum tetap.
Sistem Pemasyarakatan mewujudkan jaminan pelindungan terhadap hak tahanan dan anak serta meningkatkan kualitas kepribadian dan kemandirian warga binaan agar menyadari kesalahan, memperbaiki diri, dan tidak mengulangi tindak pidana. Sehingga, lingkungan masyarakat dapat menerima kembali, dapat hidup secara wajar sebagai warga yang berkualitas, taat hukum, bertanggung jawab, dan aktif berperan dalam pembangunan sekaligus memberikan pelindungan kepada masyarakat dari pengulangan tindak pidana.
(kny/imk)
Tanggal 27 April Memperingati Apa? Ada Hari Bakti Pemasyarakatan
Tanggal 27 April diperingati sebagai Hari Bakti Pemasyarakatan, Hari Kode Morse, Hari Ibu Super Autisme, dan Hari Kemerdekaan Afrika Selatan. Pelajari maknanya! [1,246] url asal
#hari-bakti-pemasyarakatan #tanggal-27-april #hari-kode-morse #hari-ibu-super-autisme #hari-kemerdekaan-afrika-selatan #tanggal-27-april-memperingati-apa #27-april-memperingati-hari-apa #perkawinan #detikers
Tanggal 27 April mungkin terdengar seperti hari biasa bagi sebagian orang. Namun tahukah detikers, bahwa di balik tanggal ini ada sejumlah peringatan nasional maupun internasional yang memiliki nilai historis, sosial, hingga budaya?
Tanggal 27 April memperingati sejumlah momen penting yang membawa pesan untuk disebarluaskan. Di antaranya terkait tentang sejarah, masalah sosial, hingga kesehatan.
Mengenali hari-hari peringatan tersebut tertentu akan menambah wawasan tentang berbagai pengetahuan umum. Nah, dalam artikel ini detikSulsel membahas sejumlah hari peringatan di tanggal 27 April.
Yuk simak!
Hari Bakti Pemasyarakatan (Indonesia)
Tanggal 27 April diperingati sebagai Hari Bakti Pemasyarakatan setiap tahunnya di Indonesia. Melansir laman Universitas Brawijaya, Hari Permasyarakatan Indonesia didirikan pada tahun 1964.
Peringatan ini bertujuan untuk mengapresiasi peran lembaga pemasyarakatan dalam memperbaiki dan mengubah kehidupan narapidana. Dalam rangka menciptakan masyarakat yang lebih adil dan bermartabat, peran mereka dalam mendidik, membimbing, dan membantu narapidana mempersiapkan masa depan yang lebih baik tidak boleh diabaikan.
Pemasyarakatan sendiri mencakup rangkaian kegiatan dan usaha dari lembaga pemasyarakatan, pemerintah, dan masyarakat untuk mempersiapkan narapidana yang akan kembali ke masyarakat setelah menjalani hukuman pidana. Tujuan utamanya adalah untuk merehabilitasi narapidana, membimbing mereka agar dapat kembali berintegrasi dalam masyarakat, dan mencegah mereka terlibat dalam aktivitas kriminal di masa mendatang.
Melalui peringatan Hari Bakti Pemasyarakatan, masyarakat diingatkan akan pentingnya memperlakukan narapidana sebagai manusia yang berhak mendapatkan kesempatan untuk memperbaiki diri dan membangun kembali kehidupan mereka setelah menjalani hukuman.
Peringatan tersebut juga menjadi momen untuk mengakui pengabdian para petugas dan staf lembaga pemasyarakatan yang telah bekerja keras dalam memperbaiki sistem peradilan pidana dan membantu para narapidana untuk melakukan rehabilitasi dan reintegrasi kembali ke masyarakat.
Hari Kode Morse
Tanggal 27 April diperingati sebagai Hari Kode Morse secara global. Peringatan ini untuk menghormati penemu kode morse, Samuel Morse, yang lahir pada hari ini tahun 1791.
Kode morse adalah bentuk komunikasi yang tepat dan ringkas. Komunikasi ini memiliki peran besar dalam peperangan dan memengaruhi kehidupan Barat secara umum.
Menyadur laman National Today, awalnya Samuel Morse bersama ilmuwan Alfred Vail dan ilmuwan Joseph Henry mulai merancang cara untuk berkomunikasi menggunakan telegraf listrik pada tahun 1836. Hal ini lantaran kala itu jalur komunikasi sangat lama. Yakni pesan dikirim melalui pos, sering kali berminggu-minggu atau bahkan berbulan-bulan kemudian baru sampai ke penerimanya.
Awalnya Samuel Morse yang menemukan ide tentang arus listrik akan mengalir melalui telegraf saat orang tersebut mengetik, meninggalkan lekukan pada pita kertas. Mereka tidak dapat mengetik kata-kata atau pesan secara lengkap, sehingga mereka menggantinya dengan kode untuk mewakili pesan tersebut. Ada titik, garis, dan bahkan spasi yang mewakili angka yang berbeda dari nol hingga sembilan.
Kode ini mulanya hanya mengirimkan angka. Pada tahun 1940, Vail menyadari bahwa metode ini terbatas. Ia selanjutnya memperluas kode tersebut untuk menyertakan huruf dan karakteristik khusus juga. Kode ini awalnya dijuluki 'kode telepon rumah Morse', 'kode Morse Amerika', atau 'Morse Kereta Api'.
Penggunaan sistem ini pun menyebar ke seberang laut hingga ke Eropa. Orang-orang yang menggunakan kode tersebut.
Simbol-simbol yang diwakili oleh kode morse semuanya berbahasa Inggris, sehingga kode morse asli tidak memadai untuk negara-negara non-Inggris yang memiliki huruf-huruf dengan berbagai tanda diakritik seperti ë, ç, dan lainnya.
Sekelompok negara Eropa berinisiatif untuk membuat variasi kode morse mereka sendiri yang dirilis pada tahun 1851. Disebut Kode Morse Internasional atau Kode Morse Kontinental, versi baru kode ini memperoleh daya tarik yang luas dan digunakan di seluruh industri pelayaran, penerbangan, dan industri lainnya di seluruh dunia.
Hari Ibu Super Autisme
Di Amerika Serikat, tanggal 27 April diperingati sebagai Hari Ibu Super Autisme. Peringatan tersebut diciptakan untuk merayakan kekuatan, keberanian, dan tekad para ibu yang memiliki anak dengan autisme.
Dilansir dari laman National Today, ibu dari anak-anak dengan autisme sering disebut 'ibu super'. Sebab mereka melakukan jauh lebih banyak daripada orang tua lainnya.
Mereka merawat anak-anak mereka 24 jam sehari, 365 hari setahun. Hal itu dapat menyebabkan stres dan kelelahan yang sebenarnya tidak baik untuk siapa pun.
Sehingga orang tua dan pengasuh yang membesarkan anak-anak dengan autisme seringkali membutuhkan dukungan, pemahaman, dan sumber daya ekstra. Maka dari itu, peringatan Hari Ibu Super Autisme diciptakan untuk merayakan semua yang dilakukan, para ibu super!
Selain itu, peringatan ini juga menjadi momen untuk mengedukasi orang lain tentang tantangan dalam membesarkan anak dengan autisme.
Hari Kemerdekaan Afrika Selatan
Tanggal 27 April menjadi hari bersejarah bagi Afrika Selatan. Lantaran tanggal ini menandai Hari Kemerdekaan negara tersebut.
Menyadur laman National Today, hari ini rakyat Afrika Selatan mengenang kembali perjuangan para pahlawan nasional mereka dalam menghapuskan sistem segresi. Penghapusan segresi di Afrika Selatan secara resmi terjadi pada 27 April 1994.
Sebelum penghapusan segresi, hak asasi manusia dan hak istimewa dasar tidak diberikan kepada warga Afrika Selatan berkulit hitam. Sementara, segelintir orang kulit putih berkuasa.
Diketahui, Hukum Apartheid dianut oleh Afrika Selatan antara tahun 1948 dan 1994. Sistem ini merupakan sistem rasial yang mengelompokkan masyarakat berdasarkan ras. Selama periode ini, kaum minoritas kulit putih begitu berkuasa sehingga kaum mayoritas kulit hitam terabaikan di tanah air mereka.
Ada sistem segregasi yang diberlakukan di hampir setiap aspek kehidupan. Misalnya, persahabatan antar ras dan perkawinan campuran dilarang. Warga kulit hitam ditolak aksesnya ke sebagian besar fasilitas sosial. Mereka tidak dapat tinggal di daerah yang secara khusus diperuntukkan bagi warga kulit putih, dan mereka tidak dapat mengambil bagian dalam pengambilan keputusan nasional, khususnya dalam pemungutan suara.
Hukum apartheid mengelompokkan warga Afrika Selatan ke dalam empat kelompok - kulit putih, kulit hitam, kulit berwarna, dan India. Dari semua kelompok ini, warga kulit putih menikmati hak istimewa khusus. Sisanya dirampas hak-hak paling mendasar mereka.
Lebih dari tiga juta warga kulit hitam diusir dari rumah mereka antara tahun 1960 dan 1983. Pada tahun 1970-an dan 1980-an, oposisi terhadap rezim apartheid berubah menjadi militansi. Hal ini menyebabkan tindakan keras terhadap para 'pemberontak' dan penangkapan oleh pemerintah Partai Nasional.
Antara akhir tahun 1980-an dan awal tahun 1990-an, partai rakyat kulit hitam yakni Kongres Nasional Afrika (ANC) mengadakan negosiasi dengan pemerintah untuk mengakhiri apartheid.
Rezim tersebut mulai melemah pada tahun 1991. Kemudian pada tahun 1994 pemilihan umum multiras pun akhirnya berhasil diadakan pada tahun 1994.
Demikian jawaban tentang "tanggal 27 April memperingati apa?" lengkap dengan ulasannya. Semoga bermanfaat.
(edr/alk)
Peringati Hari HAM, APRIL Group Tingkatkan Akses Kesehatan dan Pendidikan Anak-anak di Riau
APRIL 2030 mendukung pemerintah dalam mencapai Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) 2030 Halaman all [930] url asal
#ham #hak-asasi-manusia #unicef #kemenkes #stunting #rapp #april-group #april #hari-hak-asasi-manusia
(Kompas.com) 12/12/24 14:33
v/24384/
KOMPAS.com - Hari Hak Asasi Manusia (HAM) mengingatkan para pemangku kepentingan bahwa setiap orang berhak hidup dalam keadilan dan kesejahteraan tanpa diskriminasi. Pada 2024, Hari HAM Sedunia mengusung tema “Hak-Hak Kita, Masa Depan Kita, Saat Ini".
Melalui tema tersebut, peringatan HAM menekankan pentingnya penghormatan terhadap hak asasi manusia sebagai fondasi untuk membangun masyarakat yang lebih baik, terutama untuk anak-anak.
Sayangnya, masih banyak anak-anak yang kekurangan hak dasar, seperti akses kesehatan dan pendidikan yang layak.
Berdasarkan laporan tahunan UNICEF pada 2023, lebih dari setengah juta anak Indonesia belum menerima imunisasi dasar. Masih dari laporan yang sama, satu dari lima balita di Indonesia mengalami stunting. Hal ini membuat stunting masih menjadi masalah utama dalam permasalahan gizi anak.
Selain itu, Kementerian Kesehatan pada awal 2024 melaporkan bahwa lebih dari 1,8 juta anak di Indonesia belum mendapatkan dosis imunisasi sepanjang 2011-2023. Jumlah anak yang tidak mendapatkan imunisasi bertambah setengah juta anak pada 2023.
Isu tersebut menjadi perhatian utama APRIL Group, produsen pulp dan kertas yang beroperasi di Pangkalan Kerinci, Riau.
Melalui program APRIL2030, APRIL Group mendukung pemerintah dalam mencapai Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) 2030.
Inisiatif tersebut dilakukan dengan meningkatkan akses layanan kesehatan dan mengurangi prevalensi stunting hingga 50 persen di desa sekitar area operasional di Riau serta dukungan bagi pendidikan bermutu.
Untuk mewujudkan visi tersebut, APRIL Group menyelenggarakan bakti sosial dalam rangkaian acara RGE Founder’s Day 2024 di Estate Pelalawan, Provinsi Riau, Sabtu (30/11/2024). Kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari Kebijakan Hak Asasi Manusia APRIL yang diluncurkan pada 2022.
Sebagai bagian dari komitmennya, APRIL melakukan Human Rights Impact Assessment (HRIA) pada September 2022, Inisiatif ini mengidentifikasi dua isu penting, yakni terkait perlindungan anak dan potensi pekerja anak.
Dalam acara tersebut, APRIL memberikan bantuan imunisasi dan pemberian makanan tambahan (PMT) kepada anak-anak serta keluarga kontraktor yang bekerja di area konsesi APRIL dan mitranya. Sebelumnya, kegiatan serupa rutin dilaksanakan untuk anak pekerja APRIL.
Legal Compliance, Conservation, and Human Rights Head RAPP Inra Gunawan mengatakan, APRIL Group berkomitmen memberikan akses kesehatan dan pendidikan kepada pekerja dan keluarganya dengan menjunjung prinsip “Tidak Ada Anak yang Tertinggal”.
“Melalui kegiatan tersebut, kami memperluas komitmen dengan melibatkan kontraktor dan keluarga kontraktor,” ujar Inra dalam siaran tertulis yang diterima Kompas.com, Rabu (11/12/2024).
Imunisasi dan pemberian makanan tambahan
Salah satu kegiatan utama dalam RGE Founder’s Day 2024 adalah imunisasi dasar lengkap bagi anak-anak usia 0-2 tahun. Kegiatan ini penting dilakukan mengingat banyaknya anak-anak tinggal di wilayah yang jauh dari fasilitas kesehatan.
Untuk memastikan anak-anak mendapatkan imunisasi tepat waktu, perusahaan melakukan imunisasi kejar serentak di 27 estate di Riau. Inisiatif ini bertujuan untuk memberikan akses layanan kesehatan yang setara bagi semua anak.
Selain imunisasi, kegiatan tersebut juga meliputi PMT untuk mencegah stunting dan kekurangan gizi pada anak-anak usia 0-5 tahun. Kegiatan ini diharapkan dapat memberikan dukungan pada upaya pengendalian stunting di Provinsi Riau.
DOK. APRIL Group. APRIL Group mendukung pemerintah dalam mencapai Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) 2030.Pada RGE Founder’s Day 2024, APRIL Group juga meresmikan pembangunan daycare untuk estate Pelalawan North. Pembangunan daycare ini bertujuan untuk menyediakan tempat perawatan yang aman bagi anak-anak pekerja ketika orang tuanya bekerja di area konsesi.
Sepanjang 2024, APRIL telah membangun 3 daycare permanen, 7 mobile daycare, serta 7 mobile classroom yang tersebar di sejumlah estate APRIL, mulai dari Pelalawan, Teso, Pulau Padang, Meranti, hingga mitra.
Pemberian imunisasi dan PMT mendapat apresiasi dari Dinas Kesehatan Kabupaten Pelalawan. Pasalnya, kegiatan ini berkontribusi dalam meningkatkan capaian imunisasi serta pencegahan dan pengendalian stunting di Provinsi Riau.
Kepala Bidang P2P Dinas Kesehatan (Dinkes) Pelalawan Drg Aulia Rachman Khalid mengatakan, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pelalawan melalui Dinkes Pelawan mengapresiasi unit bisnis APRIL Group, PT Riau Andalan Pulp and Paper (RAPP), yang telah menggelar imunisasi bagi anak-anak para kontraktor pada kegiatan RGE Founder’s Day.
Menurutnya, kegiatan tersebut dapat menambah capaian imunisasi di Provinsi Riau.
“Selain imunisasi, PMT juga sangat baik untuk mencegah kekurangan nutrisi dan stunting,” kata Drg Aulia.
Dukungan terhadap pendidikan
Selain membangun daycare untuk anak usia dini, APRIL juga mendukung program wajib belajar bagi anak usia 6-15 tahun dengan mendirikan sekolah non-formal berijazah.
Inisiatif tersebut dilakukan untuk memberikan akses pendidikan dasar sebelum mereka melanjutkan pendidikan formal di jenjang yang lebih tinggi.
Selain itu, APRIL juga meresmikan sekolah asrama SMP Global Andalan (kelas jauh) untuk anak-anak kontraktor yang berada di area operasional perusahaan pada Founder’s Day 2024.
Sistem boarding tersebut memberikan kesempatan bagi mereka untuk dapat melanjutkan sekolah formal tanpa harus mengkhawatirkan jarak.
Salah satu siswa sekolah tersebut, Rain Jerrih Nababan, mengaku mengalami kesulitan dalam mengakses sekolah karena rumahnya jauh. Untuk mencapai sekolah terdekat, ia harus naik speedboat sekitar 40 menit kemudian dilanjutkan dengan bus.
“Kalau tidak ada sekolah asrama itu, saya kesulitan untuk menuju lokasi sekolah,” kata Rain.
DOK. APRIL Group. APRIL Group mendukung pemerintah dalam mencapai Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) 2030.Rain mengaku, fasilitas di SMP Global Andalan mampu menunjang aktivitas belajar. Selain fasilitas, sekolah asrama ini juga memberikan life skill yang melatih siswa untuk lebih mandiri, seperti berkebun, memelihara ikan hingga memasak.
“Saya berharap, bantuan ini dapat mewujudkan cita-cita saya untuk sekolah lebih tinggi dan bekerja sebagai karyawan RAPP,” ujarnya.
Melalui program SMP boarding, APRIL berencana mengarahkan siswa untuk melanjutkan pendidikan ke sekolah kehutanan dan pertanian. Program ini diharapkan dapat mendukung terciptanya pendidikan berkelanjutan bagi anak-anak kontraktor yang telah berkontribusi pada operasional APRIL.
Sebagai informasi, rangkaian kegiatan tersebut merupakan bagian dari komitmen satu dekade APRIL2030 dalam pilar Kemajuan Inklusif.
Komitmen tersebut bertujuan memberdayakan masyarakat melalui prakarsa transformatif. Salah satunya, dengan mendukung pendidikan berkualitas di sekitar area operasional untuk membangun masa depan yang lebih baik.
Peringati Hari HAM, APRIL Group Tingkatkan Akses Kesehatan dan Pendidikan Anak-anak di Riau
APRIL 2030 mendukung pemerintah dalam mencapai Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) 2030 Halaman all [930] url asal
#ham #hak-asasi-manusia #unicef #kemenkes #stunting #rapp #april-group #april #hari-hak-asasi-manusia
(Kompas.com) 12/12/24 14:33
v/24444/
KOMPAS.com - Hari Hak Asasi Manusia (HAM) mengingatkan para pemangku kepentingan bahwa setiap orang berhak hidup dalam keadilan dan kesejahteraan tanpa diskriminasi. Pada 2024, Hari HAM Sedunia mengusung tema “Hak-Hak Kita, Masa Depan Kita, Saat Ini".
Melalui tema tersebut, peringatan HAM menekankan pentingnya penghormatan terhadap hak asasi manusia sebagai fondasi untuk membangun masyarakat yang lebih baik, terutama untuk anak-anak.
Sayangnya, masih banyak anak-anak yang kekurangan hak dasar, seperti akses kesehatan dan pendidikan yang layak.
Berdasarkan laporan tahunan UNICEF pada 2023, lebih dari setengah juta anak Indonesia belum menerima imunisasi dasar. Masih dari laporan yang sama, satu dari lima balita di Indonesia mengalami stunting. Hal ini membuat stunting masih menjadi masalah utama dalam permasalahan gizi anak.
Selain itu, Kementerian Kesehatan pada awal 2024 melaporkan bahwa lebih dari 1,8 juta anak di Indonesia belum mendapatkan dosis imunisasi sepanjang 2011-2023. Jumlah anak yang tidak mendapatkan imunisasi bertambah setengah juta anak pada 2023.
Isu tersebut menjadi perhatian utama APRIL Group, produsen pulp dan kertas yang beroperasi di Pangkalan Kerinci, Riau.
Melalui program APRIL2030, APRIL Group mendukung pemerintah dalam mencapai Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) 2030.
Inisiatif tersebut dilakukan dengan meningkatkan akses layanan kesehatan dan mengurangi prevalensi stunting hingga 50 persen di desa sekitar area operasional di Riau serta dukungan bagi pendidikan bermutu.
Untuk mewujudkan visi tersebut, APRIL Group menyelenggarakan bakti sosial dalam rangkaian acara RGE Founder’s Day 2024 di Estate Pelalawan, Provinsi Riau, Sabtu (30/11/2024). Kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari Kebijakan Hak Asasi Manusia APRIL yang diluncurkan pada 2022.
Sebagai bagian dari komitmennya, APRIL melakukan Human Rights Impact Assessment (HRIA) pada September 2022, Inisiatif ini mengidentifikasi dua isu penting, yakni terkait perlindungan anak dan potensi pekerja anak.
Dalam acara tersebut, APRIL memberikan bantuan imunisasi dan pemberian makanan tambahan (PMT) kepada anak-anak serta keluarga kontraktor yang bekerja di area konsesi APRIL dan mitranya. Sebelumnya, kegiatan serupa rutin dilaksanakan untuk anak pekerja APRIL.
Legal Compliance, Conservation, and Human Rights Head RAPP Inra Gunawan mengatakan, APRIL Group berkomitmen memberikan akses kesehatan dan pendidikan kepada pekerja dan keluarganya dengan menjunjung prinsip “Tidak Ada Anak yang Tertinggal”.
“Melalui kegiatan tersebut, kami memperluas komitmen dengan melibatkan kontraktor dan keluarga kontraktor,” ujar Inra dalam siaran tertulis yang diterima Kompas.com, Rabu (11/12/2024).
Imunisasi dan pemberian makanan tambahan
Salah satu kegiatan utama dalam RGE Founder’s Day 2024 adalah imunisasi dasar lengkap bagi anak-anak usia 0-2 tahun. Kegiatan ini penting dilakukan mengingat banyaknya anak-anak tinggal di wilayah yang jauh dari fasilitas kesehatan.
Untuk memastikan anak-anak mendapatkan imunisasi tepat waktu, perusahaan melakukan imunisasi kejar serentak di 27 estate di Riau. Inisiatif ini bertujuan untuk memberikan akses layanan kesehatan yang setara bagi semua anak.
Selain imunisasi, kegiatan tersebut juga meliputi PMT untuk mencegah stunting dan kekurangan gizi pada anak-anak usia 0-5 tahun. Kegiatan ini diharapkan dapat memberikan dukungan pada upaya pengendalian stunting di Provinsi Riau.
DOK. APRIL Group. APRIL Group mendukung pemerintah dalam mencapai Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) 2030.Pada RGE Founder’s Day 2024, APRIL Group juga meresmikan pembangunan daycare untuk estate Pelalawan North. Pembangunan daycare ini bertujuan untuk menyediakan tempat perawatan yang aman bagi anak-anak pekerja ketika orang tuanya bekerja di area konsesi.
Sepanjang 2024, APRIL telah membangun 3 daycare permanen, 7 mobile daycare, serta 7 mobile classroom yang tersebar di sejumlah estate APRIL, mulai dari Pelalawan, Teso, Pulau Padang, Meranti, hingga mitra.
Pemberian imunisasi dan PMT mendapat apresiasi dari Dinas Kesehatan Kabupaten Pelalawan. Pasalnya, kegiatan ini berkontribusi dalam meningkatkan capaian imunisasi serta pencegahan dan pengendalian stunting di Provinsi Riau.
Kepala Bidang P2P Dinas Kesehatan (Dinkes) Pelalawan Drg Aulia Rachman Khalid mengatakan, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pelalawan melalui Dinkes Pelawan mengapresiasi unit bisnis APRIL Group, PT Riau Andalan Pulp and Paper (RAPP), yang telah menggelar imunisasi bagi anak-anak para kontraktor pada kegiatan RGE Founder’s Day.
Menurutnya, kegiatan tersebut dapat menambah capaian imunisasi di Provinsi Riau.
“Selain imunisasi, PMT juga sangat baik untuk mencegah kekurangan nutrisi dan stunting,” kata Drg Aulia.
Dukungan terhadap pendidikan
Selain membangun daycare untuk anak usia dini, APRIL juga mendukung program wajib belajar bagi anak usia 6-15 tahun dengan mendirikan sekolah non-formal berijazah.
Inisiatif tersebut dilakukan untuk memberikan akses pendidikan dasar sebelum mereka melanjutkan pendidikan formal di jenjang yang lebih tinggi.
Selain itu, APRIL juga meresmikan sekolah asrama SMP Global Andalan (kelas jauh) untuk anak-anak kontraktor yang berada di area operasional perusahaan pada Founder’s Day 2024.
Sistem boarding tersebut memberikan kesempatan bagi mereka untuk dapat melanjutkan sekolah formal tanpa harus mengkhawatirkan jarak.
Salah satu siswa sekolah tersebut, Rain Jerrih Nababan, mengaku mengalami kesulitan dalam mengakses sekolah karena rumahnya jauh. Untuk mencapai sekolah terdekat, ia harus naik speedboat sekitar 40 menit kemudian dilanjutkan dengan bus.
“Kalau tidak ada sekolah asrama itu, saya kesulitan untuk menuju lokasi sekolah,” kata Rain.
DOK. APRIL Group. APRIL Group mendukung pemerintah dalam mencapai Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) 2030.Rain mengaku, fasilitas di SMP Global Andalan mampu menunjang aktivitas belajar. Selain fasilitas, sekolah asrama ini juga memberikan life skill yang melatih siswa untuk lebih mandiri, seperti berkebun, memelihara ikan hingga memasak.
“Saya berharap, bantuan ini dapat mewujudkan cita-cita saya untuk sekolah lebih tinggi dan bekerja sebagai karyawan RAPP,” ujarnya.
Melalui program SMP boarding, APRIL berencana mengarahkan siswa untuk melanjutkan pendidikan ke sekolah kehutanan dan pertanian. Program ini diharapkan dapat mendukung terciptanya pendidikan berkelanjutan bagi anak-anak kontraktor yang telah berkontribusi pada operasional APRIL.
Sebagai informasi, rangkaian kegiatan tersebut merupakan bagian dari komitmen satu dekade APRIL2030 dalam pilar Kemajuan Inklusif.
Komitmen tersebut bertujuan memberdayakan masyarakat melalui prakarsa transformatif. Salah satunya, dengan mendukung pendidikan berkualitas di sekitar area operasional untuk membangun masa depan yang lebih baik.
