Hasto Tawari Riezky Komisaris BUMN dan Komisioner HAM agar Harun Masiku Jadi Anggota DPR - Kompas.com

Hasto Tawari Riezky Komisaris BUMN dan Komisioner HAM agar Harun Masiku Jadi Anggota DPR - Kompas.com

KPK menyebut, Hasto memberikan iming-iming kepada Riezky menjadi Komisaris BUMN dan Komisioner Komnas HAM agar Harun Masiku jadi angota DPR. Halaman all

(Kompas.com) 07/02/25 14:00 70978

KOMPAS.com - Sekretaris Jenderal PDI-P, Hasto Kristiyanto disebut menjanjikan jabatan Komisaris BUMN dan Komisioner Komnas HAM kepada Riezky Aprilia jika mau mundur sebagai anggota DPR dan digantikan Harun Masiku.

Hal tersebut diungkap Anggota Tim Hukum KPK, Iskandar Marwanto saat memberikan keterangan dalam sidang praperadilan status tersangka Hasto terkait kasus Harun di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Kamis (6/2/2025).

Riezky yang diimingi-imingi jabatan adalah eks anggota DPR dari Daerah Pemilihan I Sumatera Selatan.

Ia melenggang ke Senayan karena menggantikan Nazarudin Kiemas yang meninggal dunia pada Maret 2019.

Namun, Hasto berkukuh supaya posisi Riezky sebagai anggota DPR digantikan oleh Harun.

“Saeful Bahri (kader PDI-P) mengatakan jika diutus dan diperintah oleh pemohon (Hasto) dan meminta kepadanya (Riezky) untuk mengundurkan diri dari caleg terpilih dan akan diberikan rekomendasi menjadi Komisioner Komnas HAM atau Komisaris BUMN,” kata Iskandar dikutip dari Antara, Kamis (6/2/2025).

Saeful Bahri pergi ke Singapura untuk temui Riezky Aprilia

Iskandar menambahkan, Hasto tidak hanya memberikan iming-iming jabatan di luar DPR supaya Riezky mau memberikan posisinya sebagai wakil rakyat kepada Hasto.

Hasto bahkan mengutus Saeful untuk berbicara langsung dengan Riezky di Singapura pada 25 September 2019 .

Saeful kemudian melangsungkan pertemuan dengan Riezky di Shangri-La Orchard Hotel, Singapura.

Tetapi, tawaran dari Hasto lewat Saeful ditolak oleh Riezky karena suaranya menang di Daerah Pemilihan Sumatera Selatan I.

“Tujuan dari mundurnya Riezky Aprilia adalah untuk digantikan Harun Masiku sebagai caleg terpilih. Namun, Riezky Aprilia menolak tegas dan mengatakan akan melawan,” ungkap Iskandar.

Hasto berikan uang Rp 400 juta

Upaya Hasto untuk menjadikan Harun sebagai anggota DPR tidak berhenti setelah Saeful pergi ke Singapura.

Hasto masih berusaha dengan memberikan uang kepada Komisioner KPU, Wahyu Setiawan senilai Rp 400 juta.

Uang tersebut dititipkan kepada pengacara Donny Tri Istiqomah supaya Wahyu mau mengurus pergantian antar-waktu anggota DPR dan menjadikan Harun sebagai wakil rakyat.

Setelah mendapat titipan, Donny menghubungi Saeful dan berkata bahwa uang yang diberikan Hasto sudah di tangannya.

Pada saat itu, Hasto menitipkan uang senilai Rp 400 juta dalam bentuk pecahan Rp 50.000.

“Bahwa pada tanggal 16 Desember 2019 sekitar pukul 16.00 WIB, Kusnadi selaku staf Sekjen DPP PDI-P menghadap Donny Tri Istiqomah di ruang rapat DPP PDI-P di Jalan Diponegoro Jakarta Pusat,” ujar Iskandar dikutip dari Antara, Kamis (6/2/2025).

“Saat itu, Kusnadi (staf Hasto) menitipkan uang yang dibungkus amplop warna coklat yang dimasukkan di dalam tas ransel berwarna hitam dan mengatakan, ‘Mas ini ada perintah Pak Sekjen untuk menyerahkan uang operasional Rp 400 juta ke Pak Saeful yang Rp 600 juta Harun katanya\',” tambahnya.

Setelah Wahyu menerima uang, ia diciduk KPK dalam operasi tangkap tangan (OTT) yang dilakukan pada Rabu (8/1/2020).

Lembaga anti-rasuah sebenarnya juga menarget Harun dan Hasto dalam OTT tersebut, namun keduanya sudah melarikan diri.

Harun sampai saat ini masih berstatus buron, sementara Hasto baru ditetapkan sebagai tersangka pada Selasa (24/12/2024).

Ia ditetapkan sebagai tersangka karena diduga berperan aktif dalam kasus suap untuk memenangkan Harun Masiku sebagai anggota DPR.

#komisi-pemberantasan-korupsi #harun-masiku #harun-masiku-kasus-apa #hasto-kristianto #hasto-tersangka

https://www.kompas.com/tren/read/2025/02/07/140000165/hasto-tawari-riezky-komisaris-bumn-dan-komisioner-ham-agar-harun-masiku