700 Warga Binaan Lapas Salemba Tak Bisa Mencoblos Karena Bukan Domisili Jakarta

700 Warga Binaan Lapas Salemba Tak Bisa Mencoblos Karena Bukan Domisili Jakarta

Sekitar 700 warga binaan Lapas Salemba, Jakarta Pusat tidak bisa mencoblos pada Pilkada Serentak 2024, karena tak berdomisili di Jakarta. Halaman all

(Kompas.com) 27/11/24 15:38 11297

JAKARTA, KOMPAS.com - Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Bima Arya Sugiarto menyebut, sekitar 700 warga binaan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Salemba, Jakarta Pusat tidak bisa mencoblos pada Pilkada Serentak 2024.

Bima mengatakan, mereka terpaksa tidak bisa menggunakan hak suaranya karena bukan domisili Jakarta.

Informasi ini Bima ungkapkan ketika meninjau proses Pilkada Serentak di tempat pemungutan suara (TPS) di Lapas Salemba, Rabu (27/11/2024).

"Pertanyaan saya lebih (ke perugas lapas) kepada angka yang gkdam memiliki KTP DKI. Jadi terpaksa tidak menggunakan hak pilihnya. Sekitar ada 700, ya karena domisilinya bukan di sini mereka tidak bisa berpartisipasi," kata Bima saat ditemui di Lapas Salemba, Rabu.

Meski demikian, kata Bima, proses pemungutan suara di Lapas Salemba berlangsung dengan sangat baik. Semua warga binaan yang memiliki hak suara diarahkan untuk mencoblos.

Petugas Lapas Salemba bahkan menyediakan tiga TPS untuk melaksanakan pemungutan suara.

"Ada beberapa tadi yang ada kendala ya, seperti di rumah sakit, ataupun punya keterbatasan fisik sehingga harus dijemput ya," tutur Bima.

Adapun Pilkada serentak digelar di 545, terdiri dari 37 provinsi, 415 kabupaten, dan 93 kota.

Komisi Pemilihan Umum (KPU) sebagai lembaga penyelenggara Pilkada Serentak juga menyediakan TPS di tempat-tempat khusus seperti lapas dan rumah tahanan (Rutan).

#bima-arya #lapas-salemba #pilkada-2024

https://nasional.kompas.com/read/2024/11/27/15380271/700-warga-binaan-lapas-salemba-tak-bisa-mencoblos-karena-bukan-domisili