2.285 Eks Napi Terorisme dan 8.140 Eks Jamaah Islamiyah Dilatih Bantu Program Swasembada Pangan

2.285 Eks Napi Terorisme dan 8.140 Eks Jamaah Islamiyah Dilatih Bantu Program Swasembada Pangan

Mentan Amran Sulaiman mengatakan, pembinaan itu meliputi bimbingan dan pendampingan pemerintah terhadap para napiter dalam memperkuat sektor pertanian Halaman all

(Kompas.com) 03/01/25 13:58 43446

JAKARTA, KOMPAS.com - Kementerian Pertanian bekerja sama dengan Detasemen Khusus 88 Anti-teror Polri melatih 2.285 mantan narapidana terorisme (napiter) dan 8.140 mantan Jamaah Islamiyah (JI) untuk membantu program swasembada pangan.

Mereka dibina untuk bergabung dengan brigade pangan bentukan Kementan.

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mengatakan, pembinaan itu meliputi bimbingan dan pendampingan pemerintah terhadap para napiter dalam memperkuat sektor pertanian.

PIXABAY/DEZALB Ilustrasi petani. Program Brigade Pangan juga mengembangkan pola kemitraan dengan kelembagaan petani lokal.

“Kami akan bina, karena mereka adalah saudara-saudara kita juga. Jadi nanti dari Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP) yang akan melakukan pendampingan,” ujar Mentan saat menggelar perjanjian kerja sama di kantor Kementan, Jakarta Selatan, Kamis (3/1/2025).

Amran mengatakan bahwa sektor pertanian merupakan sektor yang paling berpotensi dalam memperkuat ekonomi bangsa.

“Pertanian juga menjadi ujung tombak dalam membuka lapangan kerja. Karena itu, ribuan napiter dan juga napi-napi lain dapat didorong menjadi tenaga produktif dalam mewujudkan swasembada pangan,” kata Amran.

Sebelumnya, Kementan juga telah bekerja sama dengan Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan mengajak narapidana bebas bersyarat gabung brigade swasembada pangan.

“Dan sekarang bersama Densus. Jadi ini kolaborasi yang sangat baik untuk Indonesia agar bisa mempercepat swasembada,” tutur Amran.

Sementara itu, Kepala Densus 88 Anti-teror Polri Irjen Sentot Prasetyo mengatakan bahwa pembinaan polisi terhadap terdakwa terorisme terus dilakukan dari waktu ke waktu.

Untuk itu, pihaknya juga membagi zona klaster, dari klaster merah, kuning hingga hijau.

“Merah artinya mereka yang masih memegang ideologi kekerasan dan hijau mereka yang sudah kembali menjadi masyarakat pancasila. Dan kebetulan dari kegiatan pelatihan ini kita sudah menghasilkan panen di Lampung, Banten Jawa Barat dan Jawa Timur secara umum kami juga didukung oleh dinas dinas pertanian di Provinsi,” kata Sentot.

#pertanian #narapidana-terorisme #swasembada-pangan #brigade-pangan

https://money.kompas.com/read/2025/01/03/135818326/2285-eks-napi-terorisme-dan-8140-eks-jamaah-islamiyah-dilatih-bantu-program