Pemuda Pancasila Bela Anggota DPRD Brebes yang Diduga Intimidasi Pengelolaan Parkir

Pemuda Pancasila Bela Anggota DPRD Brebes yang Diduga Intimidasi Pengelolaan Parkir

Pemuda Pancasila Brebes minta isu dugaan intimidasi anggota DPRD ke pengusaha tidak dibawa ke ranah politik. Simak penjelasan lengkapnya! Halaman all

(Kompas.com) 30/04/25 17:24 129004

BREBES, KOMPAS.com - Organisasi Masyarakat (Ormas) Pemuda Pancasila Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, angkat bicara terkait laporan yang melibatkan anggotanya, Ade Apriyanto (AA), yang juga merupakan anggota DPRD Brebes.

AA dilaporkan oleh pengusaha minimarket, Aristianto Zamzami, ke Badan Kehormatan (BK) DPRD, terkait dugaan intimidasi setelah permohonan kerjasama pengelolaan parkir ditolak.

Laporan tersebut disampaikan oleh Zamzami ke BK DPRD pada Senin (28/4/2025).

AA diketahui sebagai Ketua Pimpinan Anak Cabang (PAC) Pemuda Pancasila Kecamatan Tonjong.

Dalam keterangan tertulis yang diterima Kompas.com, Ketua Badan Penyuluhan dan Pembelaan Hukum (BPPH) Pemuda Pancasila Brebes, Herfaruk, meminta agar isu ini tidak dibawa ke ranah politik.

"Jangan digiring ke isu politik. Ini murni soal komunikasi kerja sama antar lembaga. Tidak ada kaitannya dengan jabatan politik," tegas Herfaruk.

Herfaruk menjelaskan bahwa surat permohonan kerja sama yang dikirimkan oleh AA dilakukan secara resmi sebagai Ketua PAC Pemuda Pancasila, bukan atas nama anggota DPRD.

Ia juga menyoroti ketidakjelasan respons dari pihak Alfamart terkait permohonan tersebut.

"Mestinya secara prosedural, tinggal dijawab saja. Saya sudah konfirmasi dengan yang bersangkutan, sampai dengan saat ini belum ada surat jawaban dari pihak Alfamart, apakah diterima atau ditolak, memang belum ada respons resmi. Ini agak janggal," ungkap Herfaruk.

Ia menambahkan, jika permohonan kerjasama tersebut diterima atau ditolak, seharusnya pihak terkait memberikan jawaban.

"Apa salahnya dengan permintaan kerja sama? Itu kembali kepada pihak yang diajak. Kalau berkenan, bisa diteruskan. Kalau tidak, ya ditolak saja. Saya pikir itu hal yang biasa dalam dunia kerjasama," ujarnya.

Bukti intimidasi

Sebelumnya, Zamzami mengaku mengalami intimidasi dari AA setelah menolak permintaan kerjasama pengelolaan jasa parkir saat musim Lebaran 2025.

Ia menyampaikan kronologi dan bukti-bukti dugaan intimidasi yang diterimanya dalam pertemuan tertutup di BK DPRD.

Zamzami menjelaskan bahwa AA, yang mengaku sebagai ketua sebuah ormas, menyuratinya untuk meminta kerja sama pengelolaan parkir di area minimarket.

Setelah menolak, ia menerima tekanan melalui pesan suara WhatsApp dari AA yang meminta sebagian area parkir diserahkan ke ormas yang dipimpinnya.

Kompas.com/ Tresno Setiadi Pengusaha minimarket Aristianto Zamzami memberikan keterangan kepada wartawan usai melaporkan oknum anggota DPRD yang diduga mengintimidasinya ke Badan Kehormatan DPRD Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, Senin (28/4/2025).

"Saya hanya ingin berusaha dengan tenang. Parkir ini bukan untuk keuntungan pribadi, tapi untuk membantu anak-anak belajar," kata Zamzami.

Ketua BK DPRD Brebes, Sudono, menegaskan bahwa pihaknya akan menelaah laporan tersebut dengan objektif. “Tidak boleh ada anggota dewan yang menyalahgunakan jabatan untuk kepentingan pribadi ataupun kelompok,” tegas Sudono.

Sementara itu, Ketua DPD PAN Brebes, Tobidin Sarjum, menjelaskan bahwa AA mengajukan permohonan pengelolaan parkir dengan mengatasnamakan ormas, bukan partai. "Terkait membawa nama lembaga Pemuda Pancasila, permohonan kelola parkir ini bersifat insidentil dalam rangka membantu arus mudik maupun balik saja. Tidak berkepepanjangan mencapai pada titik parkir selamanya, jadi hanya insidentil," ungkapnya.

#minimarket #brebes #pemuda-pancasila #dugaan-intimidasi #dprd-brebes #kerjasama-parkir

https://regional.kompas.com/read/2025/04/30/172442978/pemuda-pancasila-bela-anggota-dprd-brebes-yang-diduga-intimidasi