Komnas HAM Papua Sebut 70 Persen Warga di Papua Tinggal di Wilayah Konflik

Komnas HAM Papua Sebut 70 Persen Warga di Papua Tinggal di Wilayah Konflik

Ketua Komnas HAM Papua, Frits Ramandey, ungkap 70% warga di Papua tinggal di wilayah rawan konflik. Apa yang harus dilakukan? Halaman all

(Kompas.com) 12/03/25 22:34 96168

JAYAPURA, KOMPAS.com - Ketua Komnas HAM Perwakilan Papua, Frits Ramandey, mengungkapkan bahwa hampir 70 persen warga di Papua tinggal di daerah yang rawan konflik.

"Kita perlu ketahui bahwa ada sekitar 70 persen warga Papua yang hidup di wilayah konflik," katanya kepada wartawan di Kantor Komnas HAM Papua, Selasa (11/3/2025).

Kondisi ini menyebabkan konflik bersenjata terus berlangsung di beberapa wilayah, termasuk Puncak, Nduga, Intan Jaya, Yalimo, dan daerah pegunungan lainnya.

Frits menjelaskan bahwa bentrokan bersenjata antara TNI-Polri dan TPNPB-OPM telah memaksa ratusan warga mengungsi ke daerah yang lebih aman.

"Konflik bersenjata ini berdampak terhadap para pengungsi yang terjadi seperti di Nduga, Maybrat, dan beberapa daerah lainnya. Memang di Maybrat pada tahun 2024, kami sudah memulangkan sekitar 64 warga," ungkapnya.

Lebih lanjut, Frits menyoroti beberapa kasus pelanggaran hak asasi manusia (HAM) berat belum mendapatkan penyelesaian, terutama pelanggaran HAM berat yang terjadi di Wasior, Kabupaten Wondama, Papua Barat pada tahun 2001, serta di Wamena, Kabupaten Jayawijaya, Papua Pegunungan pada tahun 2003.

"Kami sudah laporkan kepada Wakil Menteri (Wamen) HAM, semoga menjadi perhatian ke depan, guna melihat berbagai persoalan HAM yang ada di Papua," ujarnya.

Dalam konteks ini, Wakil Menteri HAM RI, Mugiyanto, melakukan kunjungan ke Kota Jayapura untuk bertemu dengan Komnas HAM Perwakilan Papua.

Kunjungan tersebut bertujuan untuk mendengarkan berbagai permasalahan terkait kasus HAM di Papua.

#konflik-bersenjata #hak-asasi-manusia #komnas-ham-papua #frits-ramandey

https://regional.kompas.com/read/2025/03/12/223437378/komnas-ham-papua-sebut-70-persen-warga-di-papua-tinggal-di-wilayah-konflik