Kaburnya Narapidana dari Lapas Kutacane, Dipicu Lamanya Pembagian Makanan?
Dalam kondisi normal, lapas ini memiliki tiga pintu keamanan, yang semuanya terkunci dan saat kejadian, dua pintu dijepol oleh para narapidana. Halaman all
(Kompas.com) 11/03/25 12:36 94540
KOMPAS.com - Sejumlah warga binaan di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas II B Kutacane, Kabupaten Aceh Tenggara, Provinsi Aceh, dilaporkan melarikan diri pada Senin (10/3/2025) malam.
Insiden ini diduga dipicu oleh tidak terpenuhinya beberapa tuntutan para narapidana, salah satunya terkait penyediaan bilik asmara di dalam lapas.
Kepala Lapas Kelas II B Kutacane, Andi Hasyim, mengungkapkan bahwa tuntutan tersebut sebenarnya berada di luar kewenangan pihaknya dan harus mendapat persetujuan dari tingkat pusat.
"Sedangkan untuk mengadakan hal itu, kewenangan ada di tingkat pusat," ujar Andi saat memberikan keterangan kepada awak media, Senin malam.
Meski demikian, pihaknya berjanji akan meneruskan keluhan tersebut ke pusat. "Kita akan sampaikan ke pusat apa-apa yang menjadi keluhan dari mereka, untuk tindak lanjutnya ada di pusat," tambahnya.
Pengamanan Lapas Tidak Memadai
Andi juga menjelaskan bahwa faktor lain yang berkontribusi terhadap kaburnya para narapidana adalah keterbatasan jumlah petugas keamanan. Menurutnya, Lapas Kelas II B Kutacane hanya memiliki enam orang petugas yang harus mengawasi 362 narapidana.
"Jadi untuk rasio keamanannya tidak berbanding. Jika ada mobilisasi dari warga binaan, pasti tidak cukup," jelasnya.
Dalam kondisi normal, lapas ini memiliki tiga pintu keamanan, yang semuanya terkunci. Namun, dalam kejadian tersebut, dua pintu berhasil dijebol oleh para narapidana.
"Karena mereka jebol pintu dan pintu terakhir juga terkunci, akhirnya mereka lewat atap," ungkap Andi.
Ia pun mengimbau agar para narapidana yang masih berada di luar segera kembali dan menyelesaikan permasalahan sesuai prosedur hukum yang berlaku.
"Semua bisa kita komunikasikan asal sesuai dengan koridor hukum," pungkasnya.
Insiden Dipicu Pembagian Makanan Berbuka yang Lama
Sementara itu, Kapolres Aceh Tenggara, AKBP R Doni Sumarsono, menyebutkan bahwa kaburnya para narapidana juga dipicu oleh lamanya proses pembagian makanan berbuka puasa.
Hal ini menyebabkan antrean panjang dan desak-desakan di antara warga binaan, yang akhirnya memicu keributan pada pukul 18.15 WIB.
"Sekitar pukul 18.25 WIB, sejumlah warga binaan secara serentak melakukan keributan dan mendobrak pintu besi pembatas wilayah aman dalam Lapas," kata Doni.
Doni menegaskan bahwa insiden ini menjadi pengingat pentingnya pengawasan ketat terhadap warga binaan, terutama dalam situasi tertentu yang berpotensi memicu kerusuhan.
"Insiden ini mengingatkan kembali pentingnya pengawasan yang ketat terhadap para warga binaan, terutama pada saat-saat tertentu seperti pembagian makanan berbuka puasa, yang dapat memicu kerusuhan dan pelarian," tutupnya.
Sementara itu Kepala Lapas Kelas II B Kutacane, Kabupaten Aceh Tenggara, Andi Hasyim, mengatakan, salah satu tuntutan mereka adalah ingin adanya bilik asmara di dalam lapas.
"Sedangkan untuk mengadakan hal itu, kewenangan ada di tingkat pusat," kata Andi saat memberikan keterangan kepada awak media, Senin (10/3/2025) malam.
Menyangkut tuntutan tersebut, kata Andi, nantinya mereka akan menyampaikan hal itu ke pusat.
"Kita akan sampaikan ke pusat apa-apa yang menjadi keluhan dari mereka, untuk tindak lanjutnya ada di pusat," ujarnya.
Hingga saat ini, petugas gabungan dari Polres Aceh Tenggara dan Lapas Kelas II B Kutacane masih melakukan pengejaran terhadap narapidana yang melarikan diri.
SUMBER: KOMPAS.com (Penulis: Zuhri Noviandi | Editor: Farid Assifa)
#napi-kabur #aceh-tenggara #napi-kabur-dari-lapas #lapas-kutacane #napi-lapas-kutacane-aceh-kabur #kutacane #kronologi-napi-lapas-kutacane-kabur #penyebab-napi-lapas-kutacane-kabur #lapas-kutacane-aceh