Konten Kreator Review Sampai Matikan Usaha, DPR Duga Influencer Manfaatkan Celah Hukum untuk Pemerasan

Konten Kreator Review Sampai Matikan Usaha, DPR Duga Influencer Manfaatkan Celah Hukum untuk Pemerasan

Soal kasus pemerasan konten kreator, DPR menilai adanya kelengahan Kemendag dalam melindungi konsumen dan produsen. Halaman all

(Kompas.com) 03/03/25 17:00 89262

JAKARTA, KOMPAS.com - Konten review makanan dan kosmetik yang marak belakangan ini mendapat sorotan tajam dari anggota Komisi VI DPR RI, Mufti Anam. Ia menilai fenomena ini merugikan produsen dan konsumen, serta menimbulkan keresahan masyarakat.

Dalam rapat dengan Menteri Perdagangan Budi Santoso di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, pada Senin (3/3/2025), Mufti Anam mengungkapkan bahwa kurang sigapnya Kementerian Perdagangan (Kemendag) dalam mengantisipasi dampak dari konten-konten tersebut menjadi salah satu penyebab utama masalah ini.

"Ini keresahan masyarakat karena adanya kelengahan Kemendag dalam melindungi konsumen dan produsen," ujar Mufti Anam.

Mufti Anam juga menyoroti maraknya influencer yang memanfaatkan celah hukum untuk kepentingan pribadi. Ia memberikan contoh kasus dugaan pemerasan yang dilakukan oleh konten kreator kuliner Code Blue, yang meminta uang hingga ratusan juta rupiah setelah memberikan ulasan negatif mengenai makanan.

"Baru dua hari lalu, ada influencer bernama Code Blue. Dia mereview makanan, lalu pemiliknya datang dan ternyata diperas Rp 350 juta," jelas Mufti Anam. Menurutnya, insiden ini mengungkapkan celah yang tidak diantisipasi pemerintah dalam pengaturan konten review produk.

Kritik serupa datang dari Tjie Nofia Handayani, atau yang dikenal dengan sebutan Ci Mehong, seorang pengusaha kuliner. Dalam kanal YouTube Feni Rose Official, Ci Mehong mengungkapkan kegelisahannya terhadap tindakan semena-mena yang sering dilakukan oleh para kreator konten saat memberikan ulasan.

"Kalau dibiarkan begitu saja, mereka bisa seenaknya," ujar Ci Mehong.

Ia menambahkan bahwa satu ulasan buruk dari influencer dapat langsung merugikan dan bahkan mematikan usaha kecil. Oleh karena itu, Ci Mehong meminta pemerintah untuk segera membuat regulasi yang melindungi pelaku usaha dari dampak negatif dari review yang menjatuhkan.

"Kita harus punya hukum yang mengatur. Kalau yang mereview menjatuhkan usaha orang, harus ada hukum yang mengatur," tegasnya.

Sebagai informasi, bisnis bika ambon Ci Mehong sempat menjadi sorotan setelah direview oleh Tasyi Athasyia pada 9 Februari 2025.

Dalam video tersebut, ditemukan binatang kecil di adonan bika ambon, yang kemudian dibantah oleh Ci Mehong sebagai serpihan gosong dari koran. Tasyi juga mengkritik tekstur bika ambon yang dianggap keras meski telah dibiarkan di suhu ruang.

#jakarta #konten-kreator

https://money.kompas.com/read/2025/03/03/170000026/konten-kreator-review-sampai-matikan-usaha-dpr-duga-influencer-manfaatkan