Bantah Tahanan Disiksa Anak Buah, Kapolrestabes: Tak Ada Tanda Kekerasan

Bantah Tahanan Disiksa Anak Buah, Kapolrestabes: Tak Ada Tanda Kekerasan

Polrestabes Medan klarifikasi bahwa dugaan penganiayaan terhadap Salman Alfaris tidak terbukti. Simak penjelasannya! Halaman all

(Kompas.com) 27/02/25 18:12 86948

MEDAN, KOMPAS.com -Polrestabes Medan mengklarifikasi bahwa dugaan penganiayaan terhadap tahanan bernama Salman Alfaris Siregar tidak terbukti.

"Kita sudah konfirmasi ke yang bersangkutan dan melakukan visum. Hasilnya, tidak ada tanda-tanda kekerasan," kata Kapolrestabes Medan Kombes Gidion Arif Setyawan saat diwawancarai di Polrestabes Medan pada Kamis (27/2/2025).

Gidion menambahkan bahwa Salman telah mengklarifikasi bahwa tidak ada peristiwa penganiayaan yang terjadi di sel tahanan Polrestabes Medan.

"Dia (Salman) mengakui menyatakan hal itu dalam kondisi psikis yang tidak stabil," ujarnya.

Lebih lanjut, Gidion menjelaskan bahwa Salman kini sudah tidak ditahan karena telah berdamai dengan pihak yang melaporkannya terkait perkara penipuan dan penggelapan.

"Kasus utama dia sudah selesai karena berdamai. Jadi dia tak ditahan lagi," ucap Gidion.

Sebelumnya, Salman, yang merupakan warga Kabupaten Deli Serdang, diduga mengalami penyiksaan saat ditahan di Polrestabes Medan.

Tuseno, kuasa hukum Salman, mengungkapkan bahwa keluarga Salman menerima informasi dari petugas tahanan bahwa Salman dilarikan ke Rumah Sakit Bhayangkara Medan dalam kondisi tidak sadarkan diri dan kritis pada 29 Januari 2025.

"Setelah dicek, keadaan korban ada luka lebam di tangan, kaki, dan hidung. Kemudian, ada darah keluar dari air seninya. Sewaktu siuman, korban juga mengalami ketakutan," jelas Tuseno kepada Kompas.com pada Senin (10/2/2025).

Tuseno menambahkan bahwa Salman mengaku telah mengalami penganiayaan sejak ditahan pada 21 Januari.

"Beberapa orang yang menganiaya sebelum tidur malam. Tapi bukan tahanan. Ya kami duga para pelaku ini orang suruhan dari pelapor," ujarnya.

Saat ini, Salman sempat dirawat di Rumah Sakit Columbia Asia Medan, namun kini telah dirujuk kembali ke RS Bhayangkara untuk menjalani perawatan psikologis.

Menanggapi peristiwa tersebut, istri korban telah melaporkan kasus ini ke Polda Sumut dengan nomor laporan LP/B/114/I/2025 pada 30 Januari.

Mereka berharap Kapolda Sumut dapat mengungkap kasus ini. "Kami duga ini ada keterlibatan aparat. Karena kami dapati kabar CCTV di lokasi mati. Kita minta dia diproses dan apabila ada yang memerintahkan, juga diusut dan ditangkap," tegas Tuseno.

#polisi-aniaya-tahanan #polrestabes-medan #kombes-gidion-arif-setyawan

https://regional.kompas.com/read/2025/02/27/181209478/bantah-tahanan-disiksa-anak-buah-kapolrestabes-tak-ada-tanda-kekerasan