Menko Yusril Sebut Organisasi Profesi Kedokteran Idealnya Satu

Menko Yusril Sebut Organisasi Profesi Kedokteran Idealnya Satu

Menteri Yusril menekankan pentingnya satu organisasi profesi kedokteran untuk ketahanan nasional dalam Muktamar IDI ke XXXII di Mataram. Halaman all

(Kompas.com) 13/02/25 21:38 75970

MATARAM, KOMPAS.com - Menteri Koordinator Bidang Hukum, Hak Asasi Manusia (HAM) Imigrasi, dan Pemasyarakatan Yusril Ihza Mahendra menyebutkan bahwa organisasi profesi kedokteran idealnya hanya satu.

Hal tersebut disampaikan Menteri Yusril saat membuka Muktamar Ikatan Dokter Indonesia (IDI) ke XXXII di Mataram, Nusa Tenggara Barat (NTB), Kamis (13/2/2025).

"Profesi kedokteran sebagai suatu profesi seyogianya hanya satu organisasi," kata Yusril.

Ia mengatakan, IDI merupakan organisasi profesi yang berbeda dengan organisasi masyarakat (ormas), perkumpulan, yayasan, maupun partai politik (parpol).

Yusril menambahkan, sampai saat ini belum ada undang-undang tentang organisasi profesi.

"Saya kira tugas pemerintah dalam periode sekarang ini merancang organisasi profesi dan pembentukan organisasi profesi sebenarnya memang harus dilakukan dengan undang-undang, idealnya seperti itu," kata Yusril.

Menurut Yusril, harus ada undang-undang yang mengatur pembentukan organisasi profesi karena organisasi profesi akan menjalankan sebagian fungsi-fungsi negara.

"Alangkah baiknya jika ke depan kita memikirkan organisasi profesi akan seperti itu karena dia akan menjalankan sebagian fungsi negara," kata Yusril.

Menurut Yusril, meski masalah kesehatan adalah tanggung jawab negara, tetapi negara memerlukan orang-orang yang mempunyai keahlian dan profesi di bidangnya yang tidak bisa diserahkan kepada orang yang tidak memiliki latar belakang pendidikan kedokteran.

IDI dalam hal ini adalah mitra strategis pemerintah yang dibutuhkan untuk membantu menjaga ketahanan nasional.

Pemerintah berkeinginan untuk menjalin suatu kemitraan yang baik dengan IDI dan sebanyak mungkin tidak ada perbedaan pandangan antara pemerintah dengan IDI.

Kalaupun ada perbedaan, kata Yusril, tentu akan diselesaikan dengan cara musyawarah untuk kepentingan bersama.

"Kalau kita bicara idealnya, dokter itu terhimpun dalam organisasi profesi, bukan terhimpun di dalam ormas. Kalau ormas, siapa saja bisa bikin ormas. Tapi kalau organisasi profesi kan hanya orang yang mempunyai latar belakang profesi," kata Yusril.

Yusril mengatakan, IDI sebagai salah satu organisasi profesi berperan untuk mengeluarkan rekomendasi praktik dokter, melakukan pengawasan, mengembangkan pendidikan dokter, dan menerapkan sanksi.

Terkait dualisme organisasi kedokteran, Yusril mengatakan pemerintah secara persuasif berupaya untuk menjembatani perbedaan-perbedaan tersebut.

"Jadi kita bicara yang ideal sambil menunggu yang ideal itu tercapai. Kalau ada perbedaan-perbedaan, maka pemerintah berusaha untuk menjembatani supaya akhirnya kita betul mempunyai organisasi profesi di bidang kedokteran yang kuat dan akan menjadi mitra negara dalam menyelesaikan persoalan kesehatan yang kita hadapi bersama," kata Yusril.

"Pemerintah sebenarnya berusaha untuk menjembatani perbedaan-perbedaan itu sampai saatnya nanti kita mempunyai organisasi profesi kedokteran yang harapan kita, mudah-mudahan disepakati hanya satu organisasi profesi," ujar Yusril.

#idi #yusril #muktamar-idi

https://regional.kompas.com/read/2025/02/13/213845078/menko-yusril-sebut-organisasi-profesi-kedokteran-idealnya-satu