Badan Penegak Hukum Filipina Rekomendasikan Tuntutan Pidana terhadap Wapres Duterte
Tahun lalu, Duterte menyatakan bahwa dia telah menyuruh seseorang untuk membunuh Presiden Marcos. Halaman all
(Kompas.com) 12/02/25 12:04 74384
MANILA, KOMPAS.com - Biro Investigasi Nasional (National Bureau of Investigation/NBI) Filipina merekomendasikan tuntutan pidana terhadap Wakil Presiden Sara Duterte terkait dugaan ancaman untuk membunuh Presiden Ferdinand Marcos Jr dan sejumlah orang lainnya.
"Kami akhirnya merekomendasikan pengajuan tuntutan atas hasutan untuk melakukan makar dan ancaman berat terhadap wakil presiden," kata Direktur NBI, Jaime Santiago, kepada penyiar radio DZBB dalam sebuah wawancara.
Santiago mengatakan, rekomendasi itu telah diserahkan kepada Kementerian Kehakiman. Kementerian itu yang akan memutuskan apakah pihaknya akan melakukan penyelidikan awal.
Duterte, dalam sebuah komentar singkat yang disampaikan melalui staf medianya, mengatakan bahwa rekomendasi NBI “seperti yang diduga”.
Kasus itu berawal dari pernyataan Duterte pada November tahun lalu. Saat itu, Duterte menyatakan bahwa dia telah menyuruh seseorang untuk membunuh Presiden Marcos, istrinya Liza Araneta-Marcos, dan Ketua DPR Filipina Martin Romualdez jika sesuatu terjadi padanya. Duterte membantah telah mengancam mereka dan menegaskan kembali pada minggu lalu bahwa dia tidak pernah membuat ancaman tersebut.
Duterte telah terlibat dalam perselisihan berkepanjangan dengan mantan sekutunya, Marcos. Dia juga menghadapi tuntutan pemakzulan atas ancaman yang dia lontarkan itu dan dugaan penyalahgunaan dana publik saat menjabat sebagai wakil presiden dan menteri pendidikan.
#sara-duterte #sara-duterte-ancam-bunuh-marcos-jr #konfik-sara-duterte-vs-marcos-jr #alasan-sara-duterte-mengancam-bunuh-presiden #sara-duterte-dimakzulkan