Keluarga Tahanan Palestina Diancam Pasukan Israel agar Tak Merayakan Pembebasan

Keluarga Tahanan Palestina Diancam Pasukan Israel agar Tak Merayakan Pembebasan

Salah satu keluarga dari tahanan Palestina yang dipenjara di Israel diancam oleh pasukan Israel untuk tidak merayakan pembebasan tahanan. Halaman all

(Kompas.com) 09/02/25 06:57 72084

TEPI BARAT, KOMPAS.com - Salah satu keluarga dari tahanan Palestina yang dipenjara di Israel diancam pasukan Israel untuk tidak merayakan pembebasan para tahanan.

Apa yang terjadi? Ternyata, fisik dari Fakhri Barghouti (71) sakit. Yakni ketika bahunya dipegang karena putranya Shadi telah dibebaskan Israel.

Diketahui, Shadi menjadi salah satu tahanan dari Palestina yang masuk dalam kesepakatan gencatan senjata Gaza untuk dibebaskan.

Sebagaimana diberitakan AFP pada Minggu (9/2/2025), Barghouti meneteskan air mata kebahagiaan saat melihat putranya itu pulang, tetapi ia juga merasakan sakit fisik.

Malam sebelumnya, pasukan Israel menyerbu rumah keluarganya di desa Kobar, Tepi Barat yang diduduki, memperingatkannya untuk tidak merayakan pembebasan putranya dan menyerangnya.

"Mereka masuk setelah tengah malam, menghancurkan segalanya, membawa saya ke ruang samping dan memukuli saya sebelum pergi," kata Barghouti kepada AFP.

"Saya dibawa ke rumah sakit, di mana mereka mendapati tulang rusuk saya patah," ucap Barghouti.

Pasukan Israel melakukan beberapa penggerebekan di rumah keluarga tahanan yang akan dibebaskan, menurut kelompok advokasi Klub Tahanan Palestina.

Ketika ditanya oleh AFP tentang tuduhan Barghouti dan penggerebekan di desa Kobar, militer mengatakan tidak mengetahui adanya insiden yang melibatkan kekerasan.

Yakni selama aktivitas pasukan di daerah tersebut pada malam hari seperti yang diklaim oleh Barghouti.

Sebelumnya militer mengatakan dalam sebuah pernyataan, mereka menyampaikan pesan bahwa perayaan dan prosesi untuk mendukung terorisme dilarang selama pembebasan para tahanan.

Shadi Barghouti (47) telah dipenjara sejak 2003 dan menjalani hukuman 27 tahun penjara karena kepemilikan senjata, keanggotaan dalam organisasi ilegal, dan keterlibatan dalam pembunuhan, menurut kementerian kehakiman Israel.

Secara total, 183 warga Palestina dibebaskan pada Sabtu kemarin sebagai ganti tiga sandera Israel yang ditahan di Gaza sejak kelompok Hamas melakukan serangan terhadap Israel pada 7 Oktober 2023.

Dari mereka yang dibebaskan, 41 orang dikembalikan ke kota Ramallah di Tepi Barat, empat orang dibebaskan di Yerusalem Timur yang dianeksasi Israel, 131 orang dikirim ke Gaza, dan tujuh orang dideportasi ke Mesir.

Di Ramallah, ratusan orang datang untuk melihat para tahanan yang dibebaskan, melambaikan bendera Palestina, mengenakan syal keffiyeh, dan bertepuk tangan saat bus yang membawa para tahanan mendekat.

Polisi berusaha keras untuk menjauhkan kerumunan dari para tahanan yang turun dari bus satu per satu, disambut dengan sorak-sorai dan nyanyian.

Diketahui, Fakhri Barghouti juga dibebaskan dalam pertukaran tahanan serupa, ketika pada 2011 Israel membebaskan 1.027 warga Palestina dengan imbalan pengembalian prajuritnya Gilad Shalit.

Fakhri Barghouti telah menjalani hukuman seumur hidup karena terlibat dalam pembunuhan seorang prajurit Israel, di antara dakwaan lainnya.

#pasukan-israel #tahanan-palestina #gencatan-senjata-gaza #sandera-israel

https://www.kompas.com/global/read/2025/02/09/065700970/keluarga-tahanan-palestina-diancam-pasukan-israel-agar-tak-merayakan