Nilai-nilai Pancasila Diperkenalkan dalam World Leaders Summit on Children's Rights
Salah satu perwakilan dari Indonesia, Arsjad Rasjid, mengangkat topik tentang nilai-nilai Pancasila dalam perlindungan hak anak. Halaman all
(Kompas.com) 04/02/25 14:35 67931
KOMPAS.com - Para pemimpin, pembuat kebijakan, dan tokoh-tokoh penting di dunia menghadiri World Leaders Summit on Children\'s Rights di Kota Vatikan pada tanggal 2-3 Februari 2025.
Sejumlah tokoh penting itu antara lain Paus Fransiskus, Ratu Rania dari Yordania, mantan Presiden Bank Sentral Eropa Mario Draghi, Presiden FIFA Gianni Infantino, serta Pemenang Nobel Al Gore dan Kailash Satyarthi.
Diskusi dalam forum ini berfokus pada isu-isu mendesak yang memengaruhi anak-anak di seluruh dunia, mulai dari pendidikan, layanan kesehatan, perlindungan dari kekerasan, hingga akses terhadap sumber daya esensial.
Salah satu perwakilan dari Indonesia, Arsjad Rasjid sebagai Co-founder dari 5P Global Movement, mengangkat topik tentang nilai-nilai Pancasila dalam perlindungan hak anak.
Saat menjadi pembicara dalam panel bertajuk "Hak Anak atas Keluarga", ia memperkenalkan nilai-nilai Pancasila sebagai kerangka dalam memperkuat struktur keluarga dan memastikan perkembangan anak yang holistik.
“Ada beberapa poin utama, yaitu gotong royong sebagai dasar bagi solusi berbasis komunitas dalam mengatasi tantangan kesejahteraan anak,” ujar Arsjad Rasjid melalui keterangan tertulis, Selasa (4/2/2025).
Poin kedua adalah keadilan sosial untuk memastikan akses yang setara terhadap pendidikan, layanan kesehatan, dan peluang ekonomi bagi semua anak.
“Poin ketiga yakni persatuan sebagai cara untuk mengatasi ketimpangan global yang membuat jutaan anak berada dalam kondisi rentan,” imbuhnya.
Pesan ini mendapat respons dari berbagai pemimpin dunia, termasuk Megawati Soekarnoputri, Wakil Perdana Menteri Italia Antonio Tajani, serta Menteri Pembangunan Sosial Afrika Selatan Nokuzola Gladys Tolashe.
Mereka pun menekankan pentingnya kebijakan inklusif dalam meningkatkan kesejahteraan anak secara global.
Pembukaan dan diskusi
World Leaders Summit on Children\'s Rights dimulai di Istana Apostolik, di mana Paus Fransiskus menyambut anak-anak dari berbagai benua sebagai simbol peran utama mereka dalam membentuk masa depan.
Dalam pidatonya, Paus menegaskan bahwa para pemimpin dunia memiliki tanggung jawab etis dan moral untuk melindungi hak-hak anak.
Sepanjang rangkaian acara, diskusi berfokus pada hak anak di era modern, akses terhadap sumber daya, pendidikan, serta perlindungan dari eksploitasi dan kekerasan.
Para tokoh berpengaruh, seperti Presiden Interpol Ahmed Naser Al-Raisi, Kepala Ekonom FAO Máximo Torero, dan Pemenang Nobel Kailash Satyarthi, turut menyampaikan wawasan mereka tentang berbagai hal.
Contohnya, bagaimana pemerintah, organisasi internasional, dan masyarakat sipil dapat berkolaborasi untuk menciptakan dunia yang lebih aman dan adil bagi anak-anak.
Dalam penutupan World Leaders Summit on Children\'s Rights, Paus Fransiskus menyerukan tentang persatuan, harapan, dan aksi kolektif.
Ia pun mendorong para pemimpin dunia agar tidak hanya berhenti pada diskusi, tetapi juga mengambil langkah nyata dalam menerapkan kebijakan yang melindungi hak anak.
Hal ini sebagai penegasan bahwa KTT ini bukan sekadar forum diskusi, melainkan juga katalis bagi perubahan global.
Pertemuan para pemimpin dan pemikir dunia ini kembali menegaskan komitmen universal untuk memastikan setiap anak memiliki akses terhadap keamanan, pendidikan, dan lingkungan.
Semua hal itu untuk mendukung pertumbuhan mereka—sebuah visi yang melampaui batas negara, ideologi, dan kesenjangan ekonomi.
#edu-news #world-leaders-summit-on-children-s-rights #nilai-nilai-pancasila