Kementerian Imigrasi Copot Petugas yang Terlibat dalam Pemerasan WN China di Bandara Soekarno-Hatta - Kompas.com

Kementerian Imigrasi Copot Petugas yang Terlibat dalam Pemerasan WN China di Bandara Soekarno-Hatta - Kompas.com

Petugas Imigrasi Bandara Soekarno-Hatta yang terlibat dalam kasus pemerasan terhadap WN China dicopot dan akan diganti. Halaman all

(Kompas.com) 01/02/25 21:47 65939

KOMPAS.com - Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan Republik Indonesia buka suara terkait kasus pemerasan warga negara (WN) China di Bandara Soekarno-Hatta.

Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan Agus Andrianto mengatakan, pihaknya telah mencopot semua pejabat di Kantor Imigrasi Kelas I Khusus Bandara Soekarno-Hatta buntut dugaan pemerasan terhadap WN China.

Menurutnya, keputusan itu diambil setelah dirinya mendapat laporan berupa data-data terkait dugaan tindak pidana tersebut.

"Setelah kami terima semua datanya, langsung kami tarik semua (petugas) yang (nama-namanya) ada di data (Kedubes China) dari penugasan di Soekarno-Hatta, kami ganti," ujar Agus kepada Kompas.com, Sabtu (1/2/2025).

Petugas Imigrasi di Bandara Soekarno-Hatta diperiksa

Agus memastikan, semua petugas Imigrasi Bandara Soekarno-Hatta yang terlibat dan namanya tercantum dalam data Kedubes China akan ditarik dan diperiksa.

"Dan saat ini mereka sedang dalam proses pemeriksaan internal," jelas dia.

Dia menekankan, perombakan menyeluruh terhadap pejabat Imigrasi Bandara Soekarno-Hatta diperlukan untuk menjaga integritas dan kualitas pelayanan.

Agus bahkan memastikan oknum petugas imigrasi yang melakukan praktik pungli akan dijatuhi sanksi sesuai derajat pelanggaran.

"Untuk menjaga integritas dan pelayanan, kami langsung menarik dan memeriksa petugas yang diduga terlibat. Tindakan tegas juga akan kami lakukan jika mereka terbukti melakukan kesalahan," ungkapnya.

Dalam kesempatan yang sama, Agus juga berterima kasih kepada Kedubes China yang telah memberikan informasi tersebut.

Agus menambahkan, pihaknya ke depan akan melakukan pengembangan sistem pemeriksaan keimigrasian sehingga berbasis digital.

Hal ini diharapkan agar proses keimigrasian menjadi lebih mudah, transparan, dan efisien.

"Kami terima kasih dengan informasi dari kedutaan RRC atas perilaku anggota di lapangan, dan kami akan terus berbenah demi kebaikan institusi Imigrasi khususnya, termasuk di permasyarakatan," ujar Menteri Agus.

Sementara itu, Juru Bicara Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) Roy Soemirat memastikan bahwa pihaknya akan terus berkoordinasi dengan seluruh kementerian/lembaga pemerintah terkait.

"Direktorat Konsuler Kemenlu akan terus membantu dalam menfasilitasi komunikasi dengan seluruh lembaga/instansi terkait di Indonesia dengan pihak Kedubes China," ujarnya, Sabtu.

Kasus pemerasan WN China di Bandara Soekarno-Hatta

Sebelumnya, Kedutaan Besar China di Indonesia telah bersurat kepada Direktorat Jenderal Protokol dan Konsuler Kementerian Luar Negeri Indonesia terkait kasus pemerasan yang terjadi Bandara Soekarno-Hatta.

Dalam surat tertanggal 21 Januari 2025 itu, Kedubes China menyebutkan bahwa ada sejumlah warga negaranya yang menjadi korban pemerasan oleh petugas Imigrasi Bandara Soekarno-Hatta.

Setidaknya sudah ada 44 kasus yang terselesaikan dengan total Rp 32.750.000 telah dikembalikan ke lebih dari 60 warga negara China.

"Tahun lalu, dengan bantuan Departemen Konsuler Kementerian yang terhormat, Kedutaan Besar RRT telah melakukan kontak dan koordinasi yang erat dengan Kantor Imigrasi Bandara Internasional Soekarno-Hatta dan menyelesaikan setidaknya 44 kasus pemerasan," isi surat tersebut.

"Terlampir adalah daftar kasus pemerasan antara Februari 2024 hingga Januari 2025. Ini hanyalah sebagian kecil dari kasus pemerasan yang terjadi, karena masih banyak lagi warga negara China yang mengalami pemerasan yang tidak melaporkan kasusnya karena jadwal yang padat atau takut akan adanya pembalasan di kemudian hari," tambahnya.

Dalam rangka memberantas masalah pemerasan di bandara, Kedubes China berharap adanya tanda “Dilarang memberi tip” dan “Tolong laporkan jika ada pemerasan”.

Tak hanya itu, pihaknya juga berharap agar perintah untuk tidak memberikan tip dapat dikeluarkan kepada agen perjalanan China, sehingga mereka tidak menyarankan wisatawan China untuk menyuap petugas imigrasi.

#imigrasi #kedubes-china #bandara-soekarno-hatta #kasus-pemerasan-wna-china-di-bandara-soekarno-hatta #pemerasan-oleh-petugas-imigrasi

https://www.kompas.com/tren/read/2025/02/01/214725565/kementerian-imigrasi-copot-petugas-yang-terlibat-dalam-pemerasan-wn-china