Usai Pertukaran Sandera-Tahanan Sabtu Besok, Penyeberangan Rafah-Mesir Dibuka
Penyeberangan perbatasan Rafah Gaza dengan Mesir bakal dibuka kembali pada Sabtu (1/2/2025) besok. Halaman all
(Kompas.com) 31/01/25 21:43 65093
GAZA, KOMPAS.com - Penyeberangan perbatasan Rafah Gaza dengan Mesir bakal dibuka kembali pada Sabtu (1/2/2025) besok usai pertukaran sandera dan tahanan dilaksanakan.
Hal itu berdasarkan perjanjian gencatan senjata Gaza, seorang pejabat Hamas dan sumber yang mengetahui diskusi tersebut mengatakan kepada AFP.
Diketahui, penyeberangan Rafah merupakan titik masuk penting bagi bantuan kemanusiaan untuk masuk ke Gaza sebelum militer Israel merebut sisi Palestina pada Mei.
Sejak saat itu, pintu gerbang tersebut ditutup, yang menuai kecaman berulang kali dari Mesir dan negara-negara lain serta dari organisasi-organisasi bantuan.
"Para mediator memberi tahu Hamas tentang persetujuan Israel untuk membuka penyeberangan Rafah besok, Sabtu, setelah selesainya pertukaran tahanan gelombang keempat," kata pejabat Hamas.
Menurutnya, evakuasi korban luka akan dilakukan di penyeberangan sesuai dengan perjanjian gencatan senjata Gaza dan pembebasan sandera.
Kementerian kesehatan di Gaza yang dikuasai Hamas mengatakan dalam sebuah pernyataan, kelompok pertama orang sakit akan meninggalkan wilayah itu untuk dirawat di Mesir pada Sabtu.
Senin lalu, Uni Eropa setuju untuk memulai kembali misi pemantauannya di perlintasan Rafah, dengan 18 personel UE dan lokal termasuk satu detasemen keamanan polisi dari Italia, Spanyol, dan Perancis.
"Misi tersebut diluncurkan atas permintaan Israel dan Otoritas Palestina, dengan dukungan penuh dari Mesir," kata pemerintah Italia dalam sebuah pernyataan.
Pernyataan tersebut juga mengatakan, tujuan utamanya adalah untuk mengoordinasikan dan memfasilitasi transit harian hingga 300 orang yang terluka dan sakit.
Israel dan Hamas akan melaksanakan pertukaran sandera-tahanan terbaru mereka pada Sabtu sebagai bagian dari perjanjian gencatan senjata yang mulai berlaku pada 19 Januari 2025 antara Israel dan Hamas.
Kelompok bersenjata di Gaza mulai membebaskan sandera sejak gencatan senjata mulai berlaku. Sejauh ini, 15 sandera Israel telah diserahkan kepada Komite Internasional Palang Merah (ICRC) dengan imbalan ratusan tahanan Palestina.
Para sandera yang akan dibebaskan pada Sabtu adalah Yarden Bibas, Keith Seigel, yang juga memiliki kewarganegaraan AS, dan Ofer Kalderon, yang juga memegang kewarganegaraan Perancis, menurut kelompok kampanye Israel.
Sebagai gantinya, Israel akan membebaskan 90 tahanan, sembilan di antaranya menjalani hukuman seumur hidup, kata kelompok advokasi Klub Tahanan Palestina.
#mesir #hamas #gaza #militer-israel #gencatan-senjata-gaza #sandera-israel