Israel Tunda Pembebasan Tahanan Setelah Penyerahan Sandera yang Kacau Halaman all
Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu mengatakan, pemandangan penyerahan para sandera di tengah kerumunan massa sangat mengejutkan. Halaman all?page=all
(Kompas.com) 31/01/25 06:00 64497
YERUSALEM, KOMPAS.com - Hamas menyerahkan tiga sandera warga Israel dan lima sandera warga Thailand di Gaza, Kamis (30/1/2025. Namun Israel menunda pembebasan tahanan Palestina setelah terjadi kekacauan di salah satu titik serah terima sandera, di mana banyak orang berkerumun di sekitar para sandera.
Arbel Yehud, 29 tahun, yang diculik dari Kibbutz Nir Oz dalam serangan yang dipimpinan Hamas ke Israel selatan pada 7 Oktober 2023, tampak ketakutan dan kesulitan untuk berjalan melewati kerumunan orang saat kelompok bersenjata menyerahkan dia ke Palang Merah dalam suasana menegangkan di kota Khan Younis di Gaza selatan.
Militer Israel mengatakan, seorang sandera Israel lainnya, Gadi Moses, 80 tahun, juga dibebaskan bersama lima warga negara Thailand yang bekerja di lahan pertanian Israel di dekat Gaza ketika sejumlah kelompok perlawanan Palestina menerobos pagar perbatasan.
Ibu dari salah satu warga Thailand itu menonton siaran langsung kejadian tersebut dengan cemas dari rumahnya di provinsi Udon Thani di Thailand timur laut.
“Tolong, biarkan anak saya keluar sekarang, saya ingin melihat wajahnya,” kata Wiwwaro Sriaoun, 53 tahun, saat rekaman di ponselnya menunjukkan sebuah kendaraan yang bergerak perlahan melewati kerumunan orang.
Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu mengatakan, pemandangan penyerahan para sandera di tengah kerumunan massa sangat mengejutkan dan dia mengancam akan membunuh siapapun yang menyakiti para sandera itu. Dia mendesak para mediator memastikan kejadian serupa tidak terulang kembali.
Sebanyak 110 tahanan Palestina dijadwalkan akan dibebaskan pada hari Kamis sebagai bagian dari perjanjian bertahap yang menghentikan pertempuran di Gaza yang hancur itu awal bulan ini. Namun, seorang pejabat Israel yang terlibat dalam operasi tersebut mengatakan, bus-bus yang membawa para tahanan telah diinstruksikan untuk kembali ke penjara sebagai respons terhadap kekacauan serah terima para sandera tersebut.
Sebelumnya, di Jabalia di Gaza utara, seorang tentara Israel, Agam Berger, yang mengenakan seragam hijau zaitun, digiring melalui gang sempit antara bangunan yang rusak berat dan melewati tumpukan puing sebelum diserahkan ke Palang Merah.
“Putri kami tangguh, teguh, dan berani,” demikian pernyataan keluarganya. “Sekarang Agam dan keluarga kami sudah bisa memulai proses pemulihan, namun pemulihan baru akan tuntas sampai semua sandera kembali ke rumah.”
Sebuah video yang dirilis kantor Netanyahu menunjukkan Berger yang pucat menangis dan tersenyum sambil duduk di pangkuan ibunya.
Netanyahu telah menghadapi kritik di Israel karena tidak segera mencapai kesepakatan pertukaran sandera setelah kegagalan keamanan yang memungkinkan terjadinya serangan Hamas pada 7 Oktober itu.
Perlawanan Hamas
Hamas, Israel telah berjanji untuk melenyapkannya, masih memiliki pengaruh kuat di Gaza meskipun dihantam serangan udara intensif Israel - negara dengan militer paling maju di Timur Tengah - selama lebih dari 15 bulan dan pembunuhan pemimpin Hamas Yahya Al-Sinwar.
“Pembunuhan para pemimpin hanya membuat rakyat semakin kuat dan semakin gigih,” kata pejabat senior Hamas, Sami Abu Zuhri, tentang Sinwar, yang terekam drone Israel terluka parah dan melemparkan sepotong kayu ke perangkat itu sebagai perlawanan terakhirnya terhadap Israel.
Pembebasan sandera di Khan Younis terjadi di dekat reruntuhan rumah Sinwar yang dibom.
Para tahanan Palestina, yang mencakup 30 anak di bawah umur dan beberapa terpidana anggota kelompok-kelompok Palestina yang bertanggung jawab atas serangan mematikan yang menewaskan puluhan orang di Israel, diperkirakan akan dibawa ke Tepi Barat atau Gaza pada hari berikutnya.
#pertukaran-tahanan #pembebasan-sandera-gaza #pembebasan-sandera #hamas-langgar-gencatan-senjata #israel-langgar-gencatan-senjata #gencatan-senjata-di-palestina