Usai Kekacauan Serah Terima Sandera, Israel Bebaskan 110 Tahanan Palestina
Hamas menyerahkan tiga sandera Israel dan lima warga Thailand di Gaza sebagai bagian dari kesepakatan pertukaran. Halaman all
(Kompas.com) 31/01/25 09:30 64416
YERUSALEM, KOMPAS.com – Israel akhirnya membebaskan 110 tahanan Palestina pada Kamis (30/1/2025), setelah sebelumnya menunda proses tersebut akibat kekacauan dalam serah terima sandera yang dibebaskan Hamas.
Hamas menyerahkan tiga sandera Israel dan lima warga Thailand di Gaza sebagai bagian dari kesepakatan pertukaran tahanan yang telah disepakati sebelumnya.
Namun, prosesi serah terima sandera di kota Khan Younis berlangsung dalam situasi yang tegang dan kacau, yang membuat Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengecam dan menunda pembebasan tahanan Palestina.
Salah satu sandera Israel yang dibebaskan, Arbel Yehoud (29), tampak ketakutan dan kesulitan berjalan saat militan bersenjata menyerahkannya kepada Komite Palang Merah Internasional (ICRC).
Situasi serupa juga dialami sandera lainnya, Gadi Moses (80), serta lima pekerja asal Thailand.
Netanyahu menilai serah terima yang kacau tersebut membahayakan keselamatan para sandera dan menegaskan akan memberikan respons keras jika ada upaya menyakiti mereka.
“Kami tidak akan mentoleransi ancaman terhadap sandera kami,” katanya dalam pernyataan resmi, dilansir Reuters.
Usai penundaan, bus yang membawa 110 tahanan Palestina tiba di Ramallah, Tepi Barat. Para tahanan disambut meriah oleh warga Palestina yang meneriakkan slogan perjuangan.
Salah satu tahanan yang dibebaskan adalah Zakaria Zubaidi, mantan pemimpin Brigade Syuhada Al-Aqsa yang sebelumnya melarikan diri dari penjara Israel pada 2021 sebelum kembali ditangkap.
Dalam sambutannya, Zubaidi menyampaikan harapannya untuk perjuangan Palestina.
“Alhamdulillah, saya diberkahi dengan kebebasan hari ini. Semoga para syuhada Gaza mendapatkan kedamaian,” ujarnya.
Meski begitu, bentrokan sempat pecah antara warga Palestina dan pasukan Israel di pintu masuk Ramallah.
Pejabat kesehatan Palestina melaporkan sedikitnya 14 orang terluka akibat peluru tajam dan gas air mata.
Pembebasan ini merupakan bagian dari kesepakatan yang menghentikan lebih dari 15 bulan perang antara Israel dan Hamas sejak 19 Januari lalu.
Namun, hingga kini masih ada 82 sandera yang ditahan Hamas di Gaza, dengan sekitar 30 di antaranya dinyatakan tewas.
Perang yang dimulai sejak serangan Hamas ke Israel pada 7 Oktober 2023 telah menewaskan lebih dari 47.000 warga Palestina dan menyebabkan krisis kemanusiaan di Gaza.
Sementara itu, pihak Israel menyebut sekitar 1.200 orang tewas dalam serangan Hamas dan lebih dari 250 orang diculik.